Ternyata menghilang dari dunia tidak menyelesaikan masalah.
Hadapi...
Jalani..
Apa yang kamu sudah lakukan..
Harus kamu pertanggungjawabankan..

blake kathryn
h

No title available
One Nice Bug Per Day
🪼

Kiana Khansmith
Show & Tell
The Bright Sessions
I'd rather be in outer space 🛸
Color Me Curious
Not today Justin

bliss lane
★

tannertan36
almost home

❣ Chile in a Photography ❣
sheepfilms
Lint Roller? I Barely Know Her

if i look back, i am lost

Jar Jar Binks Fan Club
seen from Greece

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from Brazil
seen from Argentina
seen from France

seen from Chile
seen from Argentina
seen from Bolivia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Germany
seen from France
seen from France

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
@catatandoktergalau
Ternyata menghilang dari dunia tidak menyelesaikan masalah.
Hadapi...
Jalani..
Apa yang kamu sudah lakukan..
Harus kamu pertanggungjawabankan..
I'm tired..
Really tired..
I really need to go to someplace, just me..
Maybe drink alcohol, listen to music, and watch the city of light.
Help me....
Sejujurnya malam itu akhirnya aku sudah pulang.
Saat memutuskan untuk balik kembali menjemputmu, aku sempat ragu...
Bagaimana mungkin dengan kemacetan yang kulihat tadi, aku bisa menjemput mu tepat waktu?
Saat itu pula aku berdoa, "Tuhan, jika memang dia jodohku, tunjukan petunjuk mu dengan lancarkan perjalanan saya untuk bertemu denganya.."
Believe it or not, jalanan lancar hingga akhirnya tepat 30 menit aku bisa menemuimu..
Namun....
Kurasa semua tidak semudah yang kubayangkan..
Lelaki memang harus berusaha dan berdoa, tapi jika wanitanya tidak menerima....
Apa mau dikata......
Pada akhirnya....
Aku memang sudah jatuh hati padamu.....
“Aku akan sadar diri dan memilih berhenti. Entah bagaimana kau melihatku; Namun aku betul-betul paham, Bukan aku yang kamu mau.”
—
Harusnya aku tau diri..
Bahwa aku tak mungkin memilikimu..
Menjadi ragu,,
apakah berjalan terus..
Atau berhenti dan menjauh?
#Day-25 with Covid-19
Hai gaes gue balik lagiiii..
Oke kita update seputar perkembangan gue..
Ini udah hari ke-25 sejak gue didiagnosis Covid sudah swab tanggal 7 positif, tanggal 15 positif, tanggal 22 positif, tanggal 29 positif..
Yak, jadi sampe detik ini gue masih positif..
Untuk gejala sejauh ini ga ada sih..
Perasaan gue udah sehat sepenuhnya, namun apa daya dari pihak rumah sakit tempat gue kerja mengharuskan swab negatif baru bisa kerja. Akhirnya gue masih isolasi lah...
Oh Iyah, selama ini kan gue isolasi di rumah sakit yah karena oksigen gue sempat turun. Tapi, setelah swab tanggal 29 kemarin akhirnya gue memutuskan untuk isoman (isolasi mandiri). So, akhirnya gue udah di rumah sekarang.. Hahahaha..
Di rumah ga jauh beda sih sama rumah sakit, sama sama cuma di kamar aja. Tapi, suasana kan beda.. Di rumah tetap lebih nyaman.
Berharap sih dengan kondisi di rumah, bisa aktifitas lebih bebas yah di kamar dengan perasaan nyaman. Swab berikut nya bisa negatif..
Sebenarnya, jika mengikuti pedoman WHO dan kemenkes. Jika sudah isolasi 14 dan tidak ada gejala, atau 14 hari + 3 hari bebas gejala. Bisa dinyatakan sembuh, walau hasil PCR masih positif.. (Untuk lebih jelasnya kalian bisa searching pedoman Covid menurut kemenkes atau WHO ya)
Tapi, ya sudah.. Karena tempat kerja mintanya swab negatif mau gimana lagi kan? Hehe..
Buat temen temen, pesan gue masih sama..
Tetap jaga kesehatan, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, dan (sebisa mungkin) di rumah aja..
Salam sehat..
281.
Bolehkah aku?
Mengenalmu lebih jauh dari hari ini;
Mengetahui lebih banyak lagi tentangmu;
Mendengar langsung cerita hidupmu sebelum bertemu aku.
Bolehkah aku?
Memberanikan diri menyapamu walau tiada kepentingan;
Memenuhi notifikasi gawaimu dengan kicauan tidak jelasku;
Menceritakan apa saja yang sudah ku lewati di hari itu;
Membanjirimu dengan beragam pertanyaan yang tidak berbobot;
Lalu menguji penuh kesabaranmu dalam menanggapi aku yang tidak jelas setiap waktu.
Bolehkah aku?
Tersenyum tipis saat sapamu mendatangiku;
Atau tertawa lepas saat membaca leluconmu;
Terbawa arus sedih ketika kabut duka menghampirimu.
Bolehkah aku?
Menjadi bagian penting hidupmu;
Prioritas sekian setelah Tuhan, Rasul, orangtua dan keluargamu;
Manusia yang diingat dan dicari saat sedih dan bahagia menyambangimu.
Jika itu adalah aku, bolehkah?
Ruang tunggu, 23.27 | 26 Januari 2021.
#Day-14 with Covid-19
Hai gaess, maaf ya updatenya ga teratur..
Saat ini gue masih di isolasi RS tempat gue kerja, masih dengan COVID-19 positif.
Oke, jadi gue swab terakhir tanggal 15 kemarin hasilnya masih positif dengan Ct value 33. Yah lumayan lah, kenaikan Ct value banyak dibanding swab PCR yang pertama dimana Ct value gue cuma 10.
Akhirnya, karena masih positif oleh dokter Spesialis paru gue disarankan untuk Swab dan rontgen dada ulang tanggal 22 Januari. Rontgen sudah dilakukan, hasilnya perbaikan. Swab juga udah diambil, hasilnya kemungkinan senin besok.
Overall gue udah ga ada gejala, udah ga batuk, ga anosmia. Cuma tinggal menunggu hasil swab aja sih.
Sejujurnya bosen banget, udah ga tau mau ngapain lagi. Kerjaan cuma makan, tidur, nonton, liat webinar, main game, chatting.. Udah kayak pengangguran dah.
Oh Iyah selama dirawat, RS gue mengalami banyak perubahan.. Saking banyaknya pasien Covid yang butuh perawatan, akhirnya 1 lantai perawatan dirubah sebagai ruangan isolasi Covid.
Ini bukti nyata kalau Covid masih ada, masih berkeliaran, dan nyata. So, gue ga bakal bosen ingetin buat temen-temen untuk selalu waspada, selalu hati-hati, inget Protokol kesehatan..
Oke, terakhir gue mohon doa nya semoga besok swab gue negatif ya.
Mungkin segitu aja update gue sebagai pasien Covid.
Semoga kita selalu diberikan kesehatan, dan selalu dalam lindunganNya..
#StayAtHome #JagaJarak #Masker #CuciTangan
#Day 12 with covid-19
Hai gaes..
Lama menghilang dari dunia tumblr, gue balik lagi sekarang. Oh Iyah, by the way selamat tahu baru 2021 semoga semua menjadi lebih baik di tahun ini yah!!!!!
Okey, jadi gue mau cerita perihal pengalaman gue sampe akhirnya terdiagnosis Covid-19
Sekitar tanggal 28 atau 29 Desember 2020 itu salah satu dokter jaga tempat gue kerja swabnya positif..
Akhirnya tanggal 31 Desember 2020 di rapid antigen lah gue beserta beberapa teman yang kontak dengan dia.
Waktu itu hasilnya negatif. Bersyukur sih, lega karena agak panik juga.. Takut gaes..
Nah, kemudian sekitar tanggal 2 atau tanggal 3 Januari 2021 gue mulai ga enak badan tuh. Agak demam demam plus batuk gitu, ga kepikiran covid karena antigen negatif kan.. Dan ternyata pas tanggal 3 Januari 2021 itu salah satu dokter jaga juga yang operan sama gue demam demam, dan istrinya ternyata anosmia. Swab lah dia beserta istrinya (yang juga dokter di RS lain), dan ternyata positif.
Nah tanggal 5 Januari 2021 pagi gue ngerasa kok penciuman gue agak aneehh.. Masa gue nyemprot parfum berkali kali, yang kecium cuma alkohol dan pait. Panik dongg.. Akhirnya rapid antigen lah tanggal 5 itu, beserta beberapa dokter jaga yang lain untuk tracing. Akhirnya didapatkan dari 7 orang yang rapid antigen termasuk gue, 3 orang positif. (Yups, akhirnya gue terinfeksi sama virus ini) akhirnya kita di swab pcr lah untuk gold standar pemeriksaannya (karena pemeriksaan gold standar untuk COVID-19 tetap Swab PCR) .
Dan dari 3 orang positif rapid antigen, yang swabnya positif cuma gue...
Keluhan yang gue rasain selama beberapa hari demam, anosmia (penurunan penciuman, ga bisa nyium bau ada), ageusia (penurunan indra perasaan, lo ga bisa bedain manis asin, yang ada pait sama pedes dan asem bisa lah dikit), terus batuk. Nah batuk ini mengganggu banget, awalnya setiap batuk itu dadanya nyeri banget kayak ditusuk.
Akhirnya gue inget soal prone position, gue browsing baca baca. Ternyata prone posisi ini digunakan buka cuma sama orang yang desaturasi (penurunan kadar oksigen), tapi bisa digunakan biar paru parunya ga collaps.
Di awal awal gue rawat inap di RS saturasi gue sempet turun di 92-94%, akhirnya pasang lah nasal canul (selang oksigen yang ke hidung itu lho gaes) + Oksigen 5 Liter/menit. Observasi lah selama 4-5 hari tuh, sambil tetep prone position. Syukur alhamdulillah nya, di hari ke 6 gue udah mulai stabil saturasi oksigen di 97-99%. Akhirnya mulai lepas oksigen di hari ke-7 sampai saat ini, dan saturasi alhamdulillah udah stabil di 97-99% tanpa oksigen.
Oh iya kemarin tanggal 15 Januari 2021, gue udh swab yang kedua dan juga rontgen dada. Untuk swabnya sih belum keluar hasilnya sampe hari ini, mungkin besok atau lusa. Kalau hasil rontgen dadanya, jika dibandingkan dengan rontgen tanggal 7 Januari hasilnya infiltrat "sedikit" bertambah. Akhirnya ganti lah obat antivirus nya..
Sejauh ini syukur gue udah ga ada keluhan, tinggal batuk lah, penciuman dan perasa udah kembali lagi.
Tapi, gue tetep minta doa dari kalian semua biar gue bisa lekas sembuh yah..
Buat temen-temen yang masih harus bekerja, Hati-hati diluar sana. Tolong tetap patuhi protokol kesehatan, masker dipasang jangan lepas lepas, jaga jaraknya, rajin cuci tangan.
Buat temen-temen yang masih suka nongkrong nongkrong, gue mohon banget buat ditahan dulu. Stay at home dulu, kasian keluarga di rumah. Masih ada orang tua, adik kakak, istri atau anak (kalau udah merit) yang mesti dijaga...
Covid is real guys.
Sekali lagi do'akan gue supaya sehat selalu ya..
Salam sehat untuk kalian semua..
Ingat tetap patuhi protokol kesehatan..
Entah apa yang terjadi di masa lalumu..
Yang kutahu, masa depan mu ada bersamaku..
"Jangan bosen sama aku ya"
Kata mu diawal awal kita berbincang...
Nyatanya,, saat ini kamu yang menghindar....
Sekalipun aku tak pernah bosan denganmu....
Sudah dibilang jangan berharap..
Masih saja berharap..
Giliran terluka, baru menyesal....
Dasar aku.....
Aku suka tatapan mata mu saat pertama kita bertemu siang itu...
Ingin memiliki, tapi aku tau aku tak seberapa..
Pura pura tak peduli itu sulit...
Aku menyerah..
Rindu..
Pukul Sebelas Malam
Berulang kali aku berusaha untuk melupakan, hadir mu tak pernah terlupakan..
Berulang kali aku berusaha untuk menyingkirkan, memory tentang mu tak pernah terhapuskan..
Setiap mata ini terpejam, bayang wajahmu yang terlukis kan..
Apakah merindu mu merupakan sebuah kejahatan?