Sistem Informasi pada Kereta Makan
Handphone sudah menjadi barang wajib yang tak boleh tertinggal, apalagi ada rencana melakukan perjalanan jarak jauh dengan kereta api. Selain menjadi alat komunikasi, handphone juga menjadi sumber hiburan tersendiri untuk menemani perjalanan kereta api yang kadang terasa menjemukan. Main games, mendengarkan musik, nonton video hingga update status media sosial. Namun karena kondisi jalan rel yang kadang harus masuk keluar hutan menyebabkan handphone tak selalu mendapat sinyal. Akibatnya, aktivitas yang bersifat online menjadi terganggu.
Kalau dulu pak Ignatius Jonan telah membangun RTS untuk pertiketan online, maka era sekarang tak ada salahnya membangun sistem informasi dalam suatu rangkaian kereta. Sistem informasi ini berpusat pada kereta makan yang selalu hadir pada kereta jarak jauh. Pengguna jasa kereta api bisa terhubung ke dalam sistem informasi tersebut dengan handphone yang dibawanya melalui jaringan wifi kereta tersebut.
Manfaat memperkuat sistem informasi pada rangkaian kereta tak lain untuk menambah nilai pelayanan dari operator perkeretaapian kepada pengguna jasa kereta api. Layanan ini bersifat lokal pada rangkaian sehingga tak bergantung ada tidaknya sinyal telekomunikasi, sehingga lebih stabil koneksinya. Berbagai layanan bisa ditambahkan pada sistem informasi ini: bahan bacaan seperti artikel online dan kabar inovasi kereta api terbaru, chatting antar penumpang, games online lokal, musik dan video streaming.
Video streaming bisa menjadi salah satu fitur unggulan guna menghibur penumpang. Entah itu berupa film, video musik maupun video lucu. Menjadi lebih spesial lagi jikalau pada kereta makan diberi kamera outdoor sehingga PT KAI bisa menyajikan fitur live streaming perjalanan kereta saat itu. Ingat lho, sepanjang perjalanan kereta punya pemandangan yang tak bisa dianggap remeh. Kalau dulu orang bisa menikmati perjalanan kereta api melalui pintu bordes, sedangkan saat ini kan tidak bisa dengan alasan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta.
Layanan chatting juga salah satu fitur yang pantas disajikan sistem informasi rangkaian. Apabila ada keluhan dari penumpang bisa disambungkan langsung ke dalam CS on Train. Keunggulan layanan ini daripada sistem pengaduan melalui sms seperti saat ini lebih interaktif antara kru dengan penumpang, lebih stabil karena tak membutuhkan sinyal selular dan pelapor tak perlu memikirkan biaya sms untuk pengaduan.
Dengan sistem informasi yang mumpuni, pengelola restorasi bisa menyajikan daftar makanan yang tersedia real time. Pengguna jasa kereta api pun bisa memilih menu yang diinginkan diantara menu yang tersedia dan tanpa harus berjalan jauh ke restorasi. Mereka tinggal pesan lalu Pramugara/i mengantarkan ke tempat pemesan. Hal ini lebih efisien dan lebih update menu yang tersedia karena bisa saja di stasiun tertentu ada pergantian kru dan menu makanan pada restorasi.
Untuk mendukung sistem informasi yang mumpuni pada suatu rangkaian kereta maka hendaknya mempersiapkan beberapa hal:
Komputer pada kereta makan sebagai otak sistem informasi kereta harusnya mempunyai spesifikasi yang mumpuni, sehingga mampu melayani penumpang kereta api yang jumlahnya sekitar 400 jikalau itu kereta eksekutif.
Software yang mumpuni dan terbukti handal. Saat ini kan banyak software open source yang terpercaya dan bisa digunakan untuk kepentingan komersil seperti Apache, PHP dsb. Penggunaan software seperti itu bisa mengurangi biaya lisensi yang cukup mahal.
Kabel fiber optik pada kereta penumpang atau yang sejenisnya yang mampu menghantarkan data berkecepatan tinggi.
Wi-fi point di setiapkan kereta.
Kamera outdoor jikalau mau menampilkan fitur live streaming.
Biaya terbesar pada sebuah sistem intormasi kereta ini tak lain ada pada content yang disajikan. Video, musik dan game hendaknya tetap memperhatikan hak cipta pemiliknya. Manajemen pusat sebaiknya mengatur daftar fitur yang wajib tersedia pada sistem informasi tersebut, misal pemberitahuan pemberhentian kereta api, kecepatan kereta saat itu hingga content dari artis/seniman yang dijadikan brand ambassador PT KAI. Di luar itu, serahkan saja pada kru yang bertugas. Anggap saja itu sebagai ruang inovasi untuk pegawai KA. Mungkin mereka ada yang mau mengangkat budaya daerah yang tak kalah menarik dengan film barat. Bukankah cara yang demikian itu bisa melestarikan budaya asli Indonesia dan bisa lebih meng-Indonesia-kan kereta api.









