Untuk diriku dimasa yang akan datang
Sore ini,
pikiran bener-bener berantakan...
Dengan kondisi belum mendapatkan pekerjaan baru, uang simpanan mulai menipis, terlebih lagi dirumah kedua orang tua nganggur juga.
Untuk makan sekarang susah, setiap pagi kadang jarang merasakan aroma masakan, dua hari kemarin pun makan hanya dengan kerupuk dengan margarin. Mungkin aku, ibu, ayah bisa berpuasa, tapi tega rasanya melihat kedua adik yang memang susah makan dan susah mengkonsiumsi nasi.
Siang tadipun staff dari PLN datang kerumah membawa surat tugas untuk mencabut penerangan kami, entah.... sampai kapan kami seperti ini ...
Wahai diriku dimasa yang akan datangm jangan lupa akan hal ini, jadikanlah pelajaran yang bisa kamu bawa bersama keluarga barumu. Cukup aku yang merasakan hal ini, berbahagialah bersama orang-orang yang kau cintai, perjuangkan untuk masa depanmu, jangan bermalas-malasan. Ingat, bila ada rezeki lebih, sedekahkanlah.














