Kontribusiku Bagi Indonesia yang Qurani – Beasiswa Bazma Pertamina
Al Quran bagiku adalah suatu hal yang paling berharga di dunia ini. Al Quran seolah memberitahukan pada manusia, bahwa Allah SWT sesungguhnya sangat sayang pada seluruh hamba-hamba Nya. Al Quran merupakan kitab suci paling best seller sepanjang zaman. Al Quran juga ibarat buku pedoman untukkehidupan manusia dalam menjalankan segala aktivitasnya di dunia dan mencapai tujun akhirnya di surga Nya. Begitu banyak lagi keutamaan Al Quran yang mungkin tidak dapat saya tulis. Mungkin ada sebuah hadits yang sangat menunjukkan bahwa seseorang akan mulia jika mendekatka diri dengan Al Quran.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai umat manusia! Sungguh telah datang kepada kalian nasehat dari Rabb kalian (yaitu al-Qur’an), obat bagi penyakit yang ada di dalam dada, hidayah, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57).
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Kami turunkan dari al-Qur’an itu obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Akan tetapi ia tidaklah menambah bagi orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. al-Israa’: 82)
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang dengan kitab ini (Al Qur’an) dan merendahkan yang lain dengan kitab ini.” (HR. Muslim no. 817, dari ‘Umar bin Al Khattab)
Alhamdulillah, saya dilahirkan dalam keluarga yang sangat memperhatikan dalam baca tulis Al Quran. Walaupun hanya keluarga desa yang sederhana, tapi Bapak dan Ibu saya memiliki keinginan besar untuk anak-anaknya untuk dapat menjadi pribadi yang soleh dan dekat dengan Al Quran. Semenjak kecil, bahkan sebelum menginjak pendidikan TK, saya dimasukkan ke sebuah TPQ (Tempat Pengajaran Quran) di desa sebelah tempat saya tinggal. Dan dalam waktu singkat, saya dapat menyelesaikan pendidikan Al Quran sebelum saya lulus pendidikan sekolah dasar.
Singkat cerita, saya berhasil masuk dalam sebuah Islamic boarding school di daerah Bogor. Saya menghabiskan waktu belajar SMP – SMA sambil mengahafal Al Quran. Alhamdulillah, berkat izin Allah, beberapa lembar kalam Nya berhasil saya hafal. Dalam sebuah kesempatan juga, saya mendapat nasehat dari seorang ustad saya. Beliau berkata bahwa Indonesia dulu adalah negeri yang merdeka oleh para santri yang cinta pada Ulama dan Al Quran, sudah selayaknya Al Quran ditegakkan secara penuh sebagai nurani bangsa, terkhusus bagi generasi muda masa kini. Beliau juga sedikit mengeluhkan bahwa generasi bangsa saat ini sedang jauh dengan Al Quran, oleh karenanya, akhlak para pemuda banyak yang menjadi permasalahan di bumi pertiwi.
Dari sana, saya mulai megiktikadkan diri sendiri, bahwa, Al Quran adalah ruh bangsa Indonesia. Bangsa ini merdeka oleh ulama dan para santri yang dekat dengan Al Quran. Maka dari itu, sudah selayaknya pendidikan Al Quran diberikan kepada generasi muda sejak kecil. Saya mulai mencoba untuk mulai berkontribusi dengan mengajarkan hukum baca tulis Al Quran di sebuah TPQ di dekat asrama sekolah. Tempatnya sederhana, namun ghirah anak-anak yang haus akan ilmu dan cintanya kepada Al Quran membuat suasana menjadi selayaknya taman surga. Banyak cerita saya, bersama kawan seperjuangan lainnya, kami ukirkan. Semoga menjadi hujjah kami saat Allah bertanya mengenai “Untuk apa kau habiskan masa mudamu?”
Berlanjut kisah, Indonesia butuh gerakan nyata untuk terciptanya generasi Al Quran kedepannya. Saya memasuki bangku kuliah yang alhamdulillah memiliki nuansa Islam yang cukup kental. IPB adalah kampus inovasi rasa Islami. Gerakan dakwah baik dari ustad yang menjadi dosen atau bekerja sebagai karyawan IPB, juga dari mahasiswa kencang dihembuskan untuk menjaga kondusifitas aktivitas kampus. Banyak lembaga dakwah aktif mengajak pada kebaikan dan juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Saya sungguh beruntung bisa masuk dan berjuang bersama dalam gerakan kebaikan ini. Saya bercita-cita untuk dapat menciptakan generasi Qurani yang siap dengan tantangan zaman yang semakin banyak godaaan dan fitnahnya. Selain itu, saya juga hendak mengamalkan salah satu hadits Rosul tentang dakwah,
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari no. 3461).
Kuliah di IPB, saya bertempat tinggal saya di Rumah Tahfidz Al Fathon. Letaknya tak jauh dari kampus. Sesuai namanya, tujuan utama saya bergabung dalam rumah tersebut adalah untuk menghafal Al Quran. Sembari menghafal, Ustadz Wahid, pembina kami, sudah saya anggap seperti orang tua sendiri, saya membantu ustadz untuk mengajar Qiraati untuk santri anak-anak. Ini juga bagian dari ikhtiar saya untuk menjadikan Indonesia memiliki generasi yang Qurani dan makin berkah nantinya. Hanya kecil, namun saya sangat mengharap bahwa, dengan kontribusi ini, dengan mengajar anak-anak untuk mengaji dan menghafal Al Quran, semoga menjadi MLM Kebaikan yang nantinya bisa saya tuai di akirat kelak. Allahumma Amiin
Sumber : https://rumaysho.com/9641-keutamaan-mengajarkan-ilmu.html
Sumber : https://rumaysho.com/10525-semakin-mulia-dengan-al-quran.html
Sumber: https://muslim.or.id/9030-keutamaan-keutamaan-al-quran.html