Baru tau rasanya, menjalani peran menjadi seorang ibu itu sangatlah sulit,
Sulit disini dalam konteks sedang banyak berbenah dan belajar bagaimana menjadi ibu yang baik, karena kalaupun sulit ini membuatku lelah, ini adalah lelah yang sangat lama aku inginkan, tentu aku syukuri saat sudah didapatkan.
Suami pun tentu sudah sangat baik menjalani perannya sebagai seorang Ayah, dan dia terlihat menikmatinya tanpa berkeluh kesah, walau banyak dan sering (darderdor) menerima letupas emosi istrinya, yang entah hanya butuh untuk dilampiaskan saja saat terasa stuck dengan rutinitas. Alhamdulillah aku syukuri untuk perannya sebagai seorang ayah yang lebih stabil emosinya dibandingkan aku - ibunya.
Tapi ini bukan tentang suami atau ayah. Karena kita sedang menjalani perannya masing-masing (walau pasti adanya kesinambungan sbg suami-istri serta sbg orang tua dan yeah everything is good). Sekali lagi, aku hanya ingin mencurahkan isi hati dan pikiranku ditulisan ini, hanya untuk -menjalani peran menjadi seorang IBU-.
Semakin mendalami peran, ternyata semakin banyak hal yang harus dipelajari, bagaimana mengontrol emosi diri, bagaimana memenuhi setiap nutrisi tubuhnya, bagaimana mempelajari serta mensupport tumbuh kembangnya, bagaimana memenuhi setiap tangki cintanya, bagaimana mengajarkan banyak hal tentang alam semesta dan seisinya, ya, tauhid sudah pasti dan masih banyak juga lainnya yang tidak akan pernah cukup aku tuliskan disini rasanya :(
Kadang aku marah dan terluka saat merasa ada yang kurang, ada saja pikiran -ada yang salah rasanya-, dsb. Entah sekalipun aku tau, tidak pernah ada seorang ibu pun yang sempurna di dunia ini. Tapi mungkin, aku yang keliru karena sering menuntut kesempurnaan kepada diriku sendiri.
Aku menginginkan banyak hal kepada anakku, aku ingin dia bisa a, b, c, d - z. Seolah aku tidak menghargai setiap prosesnya, jika aku tidak mendapatkan ekspektasiku, maka aku menyalahlan diri sendiri dan merasa gagal menjadi seorang ibu.
Wah, kompleks sekali rasanya, padahal aku pun tau, sebagai ibu, aku hanya perlu mendampingi, hadir dan mensupport setiap tumbuh kembangnya dengan baik dan sabar, karena banyak hal yang harus dipelajari seorang anak, dia baru hidup di dunia ini, dan banyak hal baru yang dia temui, tentu tidak mudah dan tidak bisa semuanya langsung bisa berurutan sekaligus. Aku tau akan hal itu, tapi kadang aku denial :(
(Ya Allah, rasanya kalau bukan karenaMu, aku pasti lebih banyak lagi salahnya, lebih banyak lagi tidak baiknya, terimakasih karena selalu menuntun aku untuk tetap sabar dan ikhlas pada setiap proses yang aku lalui ini, dan tolong tetap bimbing aku menjadi seorang ibu yang baik untuk anak²ku)
Ternyata tidak mudah ya, tapi mungkin juga tidak terlalu sulit kalau kita mau terus menjalaninya dengan hati yang lapang dan ikhlas, serta selalu menghadirkan Allah dalam segalanya. Karena honestly, kalau bukan karena mengingat Allah, mungkin aku udah banyak drama dan stress 😭😭😭
Ibu, ibu, ibu, tanpa mengurangi rasa kasih sayang dan hormatku pada seorang ayah...
Kini aku mengerti, kenapa begitu besar peluang pahala yang didapatkan untuk seorang IBU.
Besar tanggung jawabnya, mendidik seorang pemimpin, mendidik generasi. Begitu pula Allah akan balas setiap detik yang engkau curahkan untuk anak-anakmu.
Semangat untuk aku, semangat untuk semua ibu di dunia ini, semangat untuk setiap perempuan yang ingin, akan dan layak menjadi seorang ibu. Semoga do'a-do'a yang kita selalu langitkan bisa kita dapatkan kembali segera di bumi ini. Aamiin
Untuk anakku Ali yang sangat aku cintai karena Allah, tumbuh sholih nak, semoga Allah memberikan keberuntungan untuk hidupmu di dunia dan akhirat serta selalu berada dlm penjagaan-perlindunganNya. Aamiin