"Lalu kita ini apa?"
"ya kita"
"aku ingin resmi menjadi milikmu, apa salah?"
"untuk apa peresmian itu?"
"aku ingin seperti yang lain"
"yang katanya diikat namun seenaknya ditinggalkan?"
"kamu tidak mengerti, aku ingin memilikimu seutuhnya"
"mengapa sangat ambisi untuk memiliki, padahal sama sama tau kita saling mau? mengapa harus memformalitaskan tentang peresmian padahal ada yang lebih penting dari itu"
"apa? tentang hubungan saja kau tak perduli"
"selama ini, aku menjagamu dengan baik, menyayangimu dengan tulus dan tidak mempermasalahkan tentang hubungan, bersama bukan cuma tentang ikatan, bersama lebih baik tentang kau tau hatimu untuk siapa, dan percaya"
"aku ingin menyayangimu seutuhnya"
"prihal menyayangi, kamu bisa menyayangiku kapanpun, karna kau tau hatimu untuk siapa dan kau juga tau hatiku untuk siapa, aku tidak mengikatmu dengan kata, namun aku mengikatmu dengan rasa. aku mungkin tidak pernah mengucapkan aku mencintaimu, namun perlakuanku lebih dari aku mencintaimu. Mengertilah, hubungan bukan melulu tentang tanggal jadian. Mengerti, kan?"
"ya, terimakasih selalu ada"






