Kenangan tidak boleh disalahkan, kita hanya perlu mengalahkannya
One Nice Bug Per Day
Misplaced Lens Cap
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
todays bird
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Sweet Seals For You, Always

Discoholic 🪩
KIROKAZE
Keni

★
Monterey Bay Aquarium

❣ Chile in a Photography ❣
NASA

tannertan36

PR's Tumblrdome
Stranger Things
official daine visual archive
art blog(derogatory)
Xuebing Du

JVL

seen from United Kingdom
seen from Venezuela
seen from France
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Serbia

seen from United States
seen from France
seen from Türkiye
seen from Australia

seen from United States

seen from United States
@christineadytia
Kenangan tidak boleh disalahkan, kita hanya perlu mengalahkannya
Nikmatilah 😂😂
Hampir Selesai
Jangan datang lagi Saat sebelumnya telah lama pergi.
Jangan sapa hatiku Saat ia sedang membenahi diri.
Jangan menjadi penjahat Dengan merusak apa yang hampir saja selesai.
: Hatiku hampir selesai memulihkan dirinya sendiri.
© Tia Setiawati | Medan, 28 Juli 2016
Senja itu cuma datang dan singgah dalam waktu singkat..
Seperti kamu yang datang dan indah dalam sesat, lalu pergi 🍂
Ahhhh, Seandainya saja bisa meletakkan titik setelah kata “pergi” mungkin saja semua lebih mudah, tapi nyatanya masih ada yang tersisa.
Yah, aku menemukan kata “kesepian” setelah kata pergi itu. Di sana kutemui lubang besar, menganga yang semakin hari semakin besar, dan mengerogoti hatiku.
Lalu, dengan apa harus ku tutup lubang itu sekarang??
Bagaimana rasanya menunggu sepanjang malam hanya untuk mengucapkan selamat tinggal pada mentari pagi yang sudah kau nanti terbitnya?
Bagaimana bisa? Menunggu dengan sabar, tapi ketika hal yang ditunggu tiba, kau harus pergi?
Apa harus? Sama harusnya dengan mengucapkan selamat tinggal padamu? Haruskah?
Lalu bagaimana caranya mengucapkan selamat tinggal padamu jika memang harus?
-mungkin kita,ah bukan kita, hanya aku. mungkin aku yang hanya perlu mendefenisikan ulang kata kita. kita cukup menjadi teman berbagi cerita tidak usah ada urusan hati-
Belajarlah mengagumi dengan bijak tanpa perlu meninggikan ekspektasi, karena kadang bukan dia yang dikagumi yang akhirnya membuat kita kecewa tapi ekspektasi yang terlalu tinggi yang akhirnya menarik kita jatuh kembali ke bawah..
-cinta itu sederhana, yang rumit itu mencintai-
-emosi kita bukanlah panduan tepat yang dapat diandalkan mengambil keputusan. doakanlah lebih dahulu-
-kamu tidak selalu butuh rencana. kadang kamu hanya perlu mempercayakan semua pada Tuhan, bernafas, dan membiarkan semua berjalan apa adanya, lalu lihat apa yang terjadi.-
the day will eventually come when I look you straight in the face and FEEL NOTHING
sengaja lupa..
kita tidak bisa melupakan orang yang pernah hadir dalam hidup kita secepat yang kita inginkan. tidak ada ramuan ajaib untuk merayu waktu agar cepat berlalu. Meskipun berjalan dengan lambat,waktu tetaplah jalan terbaik untuk melupakan segala kepahitan. jalani selangkah demi selangkah, dan suatu saat kau akan menyadari bahwa kau sudah berada jauh di depan. lanjutkan langkahmu tapi jangan lupa sesekali menoleh dan tertawa. menertawakn dirimu yang dulu dibutakan perasaan.. hahahahhaha..
kadang untuk bahagia, kita hanya perlu menghapus semua pesan,chat,nomor dan move on.. semudah itu.. kecuali jika memang kau yang sengaja ingin menahan luka..
semacam berakhir, padahal mulai saja belum..
Kalau kamu tidak tahu, sini akan kuberitahu, aku;
1. Perlu menahan debaran jantung dan senyum untuk dapat membaca notifikasi pesan darimu.
2. Perlu memikirkan gaya bahasa yang tidak terlalu jutek, juga tidak terlalu manja untuk membalas pesanmu.
3. Perlu mengetik-menghapus-ketik lagi-hapus lagi untuk memberikan jawaban yang terbaca biasa-biasa saja.
4. Perlu berpikir keras tentang apa yang harus kubicarakan selanjutnya hanya agar obrolan kita tidak terhenti di tengah jalan.
5. Perlu kesabaran lebih ketika menunggu balasan pesanmu yang lama-lama mulai lama.
6. Perlu nafas yang panjang untuk sekali lagi berharap pesanmu akan segera tiba.
7. Perlu menahan diri agar tidak kecewa ketika mendapatimu muncul di setiap medsos, sementara pesanku tidak berbalas.
8. Perlu menghilangkan diri darimu beberapa hari, agar aku lupa pengabaian yang sudah-sudah.
Lalu ternyata, hanya perlu satu sapaan “hai” darimu lagi, untuk membuatku kembali tersenyum seperti pada poin pertama.
Sudah cukup..
Perasaan mungkin tak akan langsung hilang.. Doa-doa untukmu juga tak akan berhenti secepat ini.. Tapi setelah semua yang aku lalui, kini aku tahu apa yang aku inginkan.. Jangan kembali.. Karena sebesar apapun harapanku, sekuat apapun perasaanku, aku pernah kehilangan diriku sendiri saat kamu pergi.. Aku pernah meragukan diriku sendiri saat kamu berkata aku bukan siapa-siapa.. Sungguh, jangan datang lagi meskipun hatiku berteriak keras memanggilmu.. Karena setelah semua kehilangan dan keraguan itu, aku akhirnya bisa mencintai diriku sendiri.. Hal yang mungkin akan sulit aku lakukan jika kamu kembali..
Hidup yang tak hidup
Antara logika dan perasaanku, entah harus memenangkan yang mana!! Sungguh pilihan yang sulit. Orang yang mendoakanku sehat dan sukses adalah orang yang sama yang menyakitiku. Bukan sekedar sakit biasa melainkan sakit yang teramat dalam. Sekedar basa - basi ataukah sungguh sebuah doa yang tulus?? Entahlah.. Bahkan sampai hari ini, sebuah kabar darinya masih sanggup menghancurkan semua usahaku untuk berdiri menghadapi hari esok. Usaha yang sunguh-sungguh ku bangun diatas setiap impianku yang hancur. Usaha, setelah aku menyadari serpihan harapku terlalu kecil dan rapuh untuk kembali disatukan. Sampai kapan harus begini?? Terbangun di pagi hari dengan hati kosong. Merenung dan menunggu siapa yang akan keluar menjadi pemenang hari itu, perasaan atau pikiranku dan kemudian mencoba untuk tidur lagi. Bukan karena lelah, bukan karena aku benci pagi -dulu aku sangat menyukai pagi dan itu semua karena dia- tapi hanya itu yang bisa kulakukan untuk melupakan sejenak luka hatiku. Luka yang mampu membuatku limbung, yang mencengkram kakiku dengan sangat sehingga tidak mampu lagi berdiri.. Luka yang mengontrol seluruh pikiranku, luka yang mampu menyebarkan rasa takut ke setiap sudut-sudut jiwaku sehingga bahkan berharap pun sekarang aku tidak berani. Sesak? Iya! Tersiksa? Sangat!! Rasanya ingin sekali untuk lepas tapi entah kenapa kekuatanku tak kunjung datang. Pikiranku penuh dengan pertanyaan mengapa yang tak kunjung terjawab. Diluar mungkin baik-baik saja, tapi di dalam? Kosong! Benar-benar kosong. Mungkin begini rasanya jadi zombie. Menjadi mayat yang kelihatannya hidup tapi tak benar-benar hidup. Hanya sekedar bernafas.