Siapa yang lebih dulu?

oozey mess

izzy's playlists!

#extradirty
★
𓃗
noise dept.
Sade Olutola
tumblr dot com

Game Changer & Make Some Noise
untitled
Interview Vampire Daily

tannertan36
YOU ARE THE REASON
Cosmic Funnies
Monterey Bay Aquarium
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
sheepfilms
No title available
Misplaced Lens Cap
occasionally subtle

seen from United States

seen from Russia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from Australia
seen from United States
seen from Australia

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Trinidad & Tobago
seen from Chile

seen from United States
seen from Bangladesh
@cikciklun-blog
Siapa yang lebih dulu?
Kebagahagiaan ku tidak pernah egois. Ia senantiasa berbagi dan mewangi.
Kebahagiaan sejati ialah lega atas maaf dan kasih. Sesungguhnya kesendirian selalu kesepian, maka berbagilah.
Perasaan bisa dikendalikan, meski begitu ia pemilih.
Imanku
Dimana engkau wahai Iman?
Merindumu dalam hampa,
Hambar semua rasa, aku butuh tangisan.
Perih manisnya rindu mengembangkan senyum.
Menumbuh asa yang sejak dulu kutanam.
Dimana engkau wahai Iman?
Kujemput engkau dibalik selimut malam.
Rahasia ku bukan tentang rasaku. Tapi tentang pikirku.
Tebak såja dari sepersekian rasa ku, diantaranya ada kebenaran. tapi tentang pikirku, barangkali benar semua. Lantas sampai mana lagi batas itu?
Meski kau kikis harga diriku, Membuang harap pada bisik kugantung, Langkah terlunta pun kan kugapai. Segala asa bukan milikku. Aku seorang hamba.
Bisikkan saja binar samar itu, takkan mempan Sebarkan saja busuk nya sekalian. Aku tetap akan menjadi aku.
Cemburu aku cemmburu Elok nian lentik jemarinya Redup tatapnya menggoda Lantun lagunya santun Ah’ panggil dia ‘Nisa’ Langkahnya anggun menantang bahaya Suaranya lantang menitah nestapa Ah’ panggil dia ‘Nisa’ ‘Nisa’ ku sayang, cemburu aku cemburu memandang kau indah tiap waktu mengundang pujangga kesepian ‘Nisa’ku sayang, iri aku iri mendengar kau menenun kata meramu kusut menjadi kelembutan.. Dia ‘Nisa’ sahabatku. Kenal’ kah kalian?
annisa
“Awas kamu, kalo hendak menguji sesuatu, nantinya kamu sendiri yang akan diuji oleh sesuatu itu.”
“Sebab menguji sesuatu itu adalah bentuk pertaruhan-pencarian kepastian”
Bekerja bersama hati
Bekerja bersama hati ya, berarti melakukan dengan hati. membuang jauh ludah keluh tiap waktu, kadang menelannya mentah mentah. paling penting bukan ucapannya, tapi ketepatannya dalam mengikat laku dan kata. . bersama menanam niat pada fajar waktu, menyiramnya dengan tabah dan memupuknya dengan sungguh. ketahuilah, dikatakan Nya "janganlah bersedih(menangis), sesungguhnya Allah bersama kita". makanyaaa jangan patah semangat yaa kawannn!
Saya senang dengan (salah satu) cara berkomunikasi yang seperti ini.
Mengambil salah satu koleksi bukunya dari rak, memperhatikan kalimat-kalimat yang ia tandai, yang menurutnya penting; lalu merenungkannya.
Dengan cara ini, kami mungkin akan bisa saling memahami, tanpa harus berkata apa-apa. #ciegitu
Medan, 9.07 AM
Bagiku buku itu adalah temanku, sahabatku, tetanggaku, bahkan saudara dan ayah ibuku, bukan hanya itu, orang asing juga!
Manusia adalah buku tanpa tema, tanpa tanda-tanda. Sebab terlalu luas jangkauan pikirnya, terlalu dalam samudra hatinya. Petunjuk untuk memahaminya selalu pada nurani dan intuisi, yang telah diberi makan oleh ilmu pengetahuan hakiki, seperti pedoman petunjuk kehidupan atau dasar perhitungan hidup.
Tapi hei, jika iya memang perumpamaannya buku, semestinya dapat kau tandai kutipan tingkahnya? ya, mencontoh perilaku orang lain! Yang artinya, mengutip kalimat yang serupa, tentunya saat kita masukkan pada buku kita, atau diri kita, biasanya terjadi perombakkan, sebab bukan hanya satu dua buku yang kita baca, yang kita pahami-bukan hanya satu dua orang yang mempengaruhi kita, mempengaruhi ‘buku’ kita-.
Kemudian, tema? Cek saja fokus dalam kehidupan teman kita! Dia yang berambisi pada mimpinya, dia yang mengabdi pada cintanya, dia yang .. dia yang... Selamat membaca ‘buku’ saya!
Saya biasa menulis superti membiarkan air yang mengalir, superti bicara sendiri, sehingga terkadang ada pertentangan dalam pesan saya.
Lupa dan salah adalah bagian dari diriku. Lalu, bagaimana bisa aku masih sulit menerima ‘aku’? Bukankah itu kejam?
Lantas mengapa bisa aku mengucap maaf, ketika aku masih menolak kesalahan yang dilaku? Padahal memaafkan diri sendiri adalah sebentuk tanggung jawab. Merupakan cinta kasih dan kebijakan yang lembut. Sebab kesalahan sejatinya ada untuk membuktikan seberapa tak berdaya nya kita, dan tentang kuat nya DIA.
Aku adalah kegembiraan, yang bersyukur atas banjir pada kasih yang sampai pada sela sela jemari keindahan. Sebab dalam tangis mereka, kutemu yakin dan pasrah, rendah dan cinta.
Dalam doa kita, andalkan sedan yang akan menjadi saksi Nya
Sejarah itu masih bagian dari tubuh, mungkin seperti punggung, yang hanya bisa dilihat dari cermin. Hanya saja, punggung Indonesia sekarang sudah berdaki, tak adakah yang bersedia menggosoknya?
Pelan-pelan ya, akan kugapai yang sulit diraih itu. InsyaAllah.
Saat ini aku hanya ingin berbaring.
Beristirahat sejenak.
Melepas penat.
Barangkali pena kering disudut,
Mau menemani malamku?
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
-Sapardi Djoko Damono
Alhasil, bukan ‘kesederhanaan’ makna yang saya dapatkan, melainkan ‘ketulusan’.
Persoalan ‘sederhana’ itu tercipta oleh cintanya yang ‘tulus’
Kita berdua saja duduk
Aku memesan ilalang panjang
dan bunga rumput
Kau entah memesan apa
Aku memesan batu
di tengah sungai terjal yang deras
Kau entah memesan apa
Tapi kita berdua saja duduk
Aku memesan rasa sakit yang tak putus
Menyaring lengkingnya
Memesan rasa lapar
yang asing itu
-Sapardi Djoko Damono
Hanya bisa menyampaikan gambaran yang muncul dari puisi ini; sedih tak berperi, tak tertahankan, perih, ketidakpantasan, tidak sepasang, suara tunggal berseru keras, wah saya bisa membuat puisi baru lagi hanya untuk menggambarkan puisi ini -_-
Bagiku ibadah adalah keindahan. Cara mencintai paling estetik dan dalam. Yang memegang kunci penting mengenai kisah cintaku dan Dia.
Mungkin kau akan menerka dengan seribu prasangka soal tulisanku. Tapi ketahuilah, terkadang apa yang kau lihat bukanlah kebenaran. Sebab hanya Ia -lah Yang Maha Tahu