Adab menuntut ilmu : menjadi mahasiswa abadi
Kelas matrikulasi IIP batch 5 Bogor sudah dimulai dengan sesi pertamanya mengenai adab menuntut ilmu yang saya rasa merupakan materi yang sangat sesuai sebagai menu pembuka dari matrikulasi : karena ilmu adalah prasyarat untuk sebuah amal, maka adab harus didahulukan daripada ilmu.
Pada kesempatan kali ini.. Kami diberi nice home work (NHW) mengenai materi adab menuntut ilmu yang sudah dipaparkan sebelumnya melalui WAG Kelas MIIPB5 Bogor 2, dimana saya menjadi salah satu warganya. Pertanyaan pertama dan juga yang membuat saya merenung cukup lama adalah : Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Omooo.. Terus terang, saya bingung menjawabnya. Bingung karena saya sadar begitu banyak kealfaan saya sebagai manusia dan satu jurusan ilmu rasanya tidak cukup. Jika pertanyaan di atas diajukan sebulan yang lalu, maka saya akan jawab : jurusan ekonomi. Dan saya punya banyak alasan mengapa saya memilih jurusan tersebut. Namun, karena pertanyaan itu datang saat ini, dimana dua minggu ini saya mengalami pengalaman yang sangat nano-nano dalam hidup saya, yaitu menjadi ibu. Maka saya akan menjawab bahwa ilmu parenting adalah jurusan yang saya prioritaskan untuk saya tekuni kedepannya.
Mengapa ilmu parenting? Menjadi seorang ibu-baru-banget mengajarkan saya banyak hal akhir-akhir ini. Tanpa merasakannya tentunya saya tidak sadar, bahwa saya tidak tahu apa-apa bagaimana caranya menjadi orangtua. Jujur dua minggu ini adalah waktu dimana saya melawan diri sendiri, menangis, bahagia, dan waktu dimana saya bersyukur tidak terhingga bahwa saya diberi kesempatan untuk belajar banyak hal menjadi seorang ibu melalui seorang putra yang diamanahkan kepada saya dan suami. Namun, seperti halnya sang anak yang belajar dan tumbuh dengan cepatnya, langkah saya belajar juga harus lebih cepat dari sang anak.
Saya juga sadar bahwa belajar ilmu parenting juga butuh strategi. Selain bergabung drngan Institut Ibu Profesional (IIP), banyak membaca, sharing, dan pastinya belajar dari orang tua yang sudah mengasuh dan membesarkan kita. Bagaimanapun, berkembangnya ilmu parenting sudah membawa banyak perubahan dalam pola pengasuhan anak, namun demikian,, sebagai seorang mahasiswa baru saya juga harus pandai menyaring segala referensi. Saya masih punya banyak waktu.. Sampai nanti anak saya punya anak lagi.. Atau sampai saya tua nanti.. Saya akan masih tetdaftar menjadi mahasiswa di jurusan parenting ini.











