art blog(derogatory)
Not today Justin

oozey mess

#extradirty

★

PR's Tumblrdome
Stranger Things

JBB: An Artblog!

Andulka
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Misplaced Lens Cap
Acquired Stardust
DEAR READER
One Nice Bug Per Day
dirt enthusiast
YOU ARE THE REASON
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
i don't do bad sauce passes

izzy's playlists!
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
seen from Poland
seen from Italy

seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from China

seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Singapore

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Mexico

seen from Mexico
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@coolpinklady
“It might hurt to lose people, but maybe they just weren’t supposed to stay.”
— Unknown
“There’s a time to be a nice person, and a time to say enough is enough.”
— Unknown
Jika wanita haidh suci sebelum tenggelam matahari, ia tetap harus mengerjakan shalat Ashar, juga shalat Zhuhur. Begitu pula jika wanita suci sebelum Fajar Shubuh atau di waktu Isya, maka ia tetap mengerjakan shalat Maghrib dan shalat Isya. Alasannya adalah riwayat dari sahabat dan tabi’in dalam masalah ini yang disebutkan dalam kitab Al Muntaqo fil Ahkamisy Syari’ah min Kalami Khoiril Bariyyah karya Majduddin Abul Barokat ‘Abdus Salam Ibnu Taimiyah Al Khoroni (kakek Ibnu Taimiyah). Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Jika wanita haidh suci setelah ‘Ashar, maka ia tetap mengerjakan shalat Zhuhur dan shalat ‘Ashar. Jika ia suci di waktu ‘Isya, maka ia tetap mengerjakan shalat Maghrib dan shalat ‘Isya. (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/122, Ad Darimi 894, Ibnul Mundzir dalam Al Awsath 2/243 dan Al Baihaqi 1/387)
Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata, “Jika wanita haidh suci sebelum tenggelam matahari, maka ia tetap harus mengerjakan shalat Zhuhur dan ‘Ashar. Jika ia suci sebelum Fajar (waktu Shubuh), maka ia tetap mengerjakan shalat Maghrib dan Isya. (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/122, Ibnul Mundzir dalam Al Awsath 2/243, Al Baihaqi 1/387)
Kedua riwayat di atas diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dalam kitab sunannya dan Al Atsrom. Imam Ahmad berkata bahwa mayoritas tabi’in berpendapat seperti ini kecuali Al Hasan Al Bashri yang menyelisihinya. (Lihat Al Awsath karya Ibnul Mundzir 2/245, Al Mughni 2/46)
Guru kami Syaikh Sholeh Al Fauzan -rahimahullah- berkata, “Dua waktu shalat jadi satu waktu dalam kondisi darurat.” (Durus harian Syaikh Sholeh Al Fauzan di kota Riyadh, 19 Syawwal 1432 H, bahasan kitab Al Muntaqo karya kakek Ibnu Taimiyah)
Keterangan: Kitab syarh (penjelas) dari kitab Al Muntaqo adalah Nailul Author karya Asy Syaukani yang telah sangat ma’ruf di tengah-tengah kita.
Dari bahasan di atas, jika wanita haidh suci di waktu ‘Ashar, maka ia tetap mengerjakan shalat Zhuhur dan Ashar. Jika ia suci di waktu ‘Isya, maka ia tetap mengerjakan shalat Maghrib dan Isya. Semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat. Wallahu waliyyut taufiq. http://bit.ly/2BhTHRI http://bit.ly/2f12zSN
Orang yang berakal itu… . *Diam yang Menyelamatkan*
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Barangsiapa yang diam maka dia akan selamat.”_ (HR. Ahmad [6481] sanadnya disahihkan Syaikh Ahmad Syakir, lihat al-Musnad [6/36] dan disahihkan pula oleh Syaikh Abdullah bin Yusuf al-Judai’ dalam ar-Risalah al-Mughniyah fi as-Sukut wa Luzum al-Buyut, hal. 21-22 Bab Najatul Insan bi ash-Shamti wa Hifzhi al-Lisan)
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, _“Seorang muslim yang baik adalah yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang yang benar-benar berhijrah adalah yang meninggalkan segala perkara yang dilarang Allah.”_ (HR. Bukhari dalam Kitab al-Iman [10]) Dari Abu Musa radhiyallahu’anhu, beliau menceritakan bahwa para Sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, _“Wahai Rasulullah! Islam manakah yang lebih utama?” Beliau menjawab, “Yaitu orang yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”_ (HR. Bukhari dalam Kitab al-Iman [11] dan Muslim dalam Kitab al-Iman [42]) Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, _“Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Yaitu orang yang membuat kaum muslimin yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” Maknanya adalah orang yang tidak menyakiti seorang muslim, baik dengan ucapan maupun perbuatannya. Disebutkannya tangan secara khusus dikarenakan sebagian besar perbuatan dilakukan dengannya.”_ (lihat Syarh Muslim [2/93] cet. Dar Ibnu al-Haistam)
Imam al-Khaththabi rahimahullah berkata, _“Maksud hadits ini adalah bahwa kaum muslimin yang paling utama adalah orang yang selain menunaikan hak-hak Allah ta’ala dengan baik maka dia pun menunaikan hak-hak sesama kaum muslimin dengan baik pula.”_ (lihat Fath al-Bari [1/69] cet. Dar al-Hadits)
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata, _”Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain Dia. Tidak ada di atas muka bumi ini sesuatu yang lebih butuh untuk dipenjara dalam waktu yang lama selain lisan.”_ (HR. ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir [9/162] . . http://bit.ly/2D9z5vs http://bit.ly/2f12zSN
“Loving me isn’t easy, I have sharp edges, I have missing parts.”
— Donte Colins (via thegoodvybe)
You are not seven colors of the rainbow but a spectrum of light.
You have to get to the point where your mood doesn’t shift based on the insignificant actions of someone else.
February 02, 2019
Ameen
“Nowadays people know the price of everything and the value of nothing.”
— Oscar Wilde, The Picture of Dorian Gray (via books-n-quotes)
When you need friends, but you don’t have the power or tolerance to get to know new people, and no one sounds interesting enough to make you take the step to get to know them. And you just end up feeling so alone, specially at night, when you have no one to talk to.