“Sama bodoh macam bapak kau”
2 june 2025
almost home
No title available
Today's Document
wallacepolsom
he wasn't even looking at me and he found me
Noah Kahan

tannertan36
Fai_Ryy
NASA
Xuebing Du

izzy's playlists!
art blog(derogatory)
TVSTRANGERTHINGS
Keni

★
No title available
noise dept.
will byers stan first human second
𓃗
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
seen from United States

seen from Switzerland

seen from Canada
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Indonesia
seen from United Kingdom
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Iraq

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from Ireland
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Bulgaria
@slfrnzr
“Sama bodoh macam bapak kau”
2 june 2025
I do feel like this whole self improvement culture thing can go too far where people are never happy with who they are and where they are because they’re constantly trying to be better or do better and they’re always waiting for some sort of glow up or achievement or therapy realisation that will make them feel complete but that isn’t real and life is actually in the every day
Kelak, di mata dan di hati yang tepat, kamu pada akhirnya akan menjadi cukup untuk dicintai.
@milaalkhansah
Surah Kahf, Four stories, Four lessons.
1. If you have firm faith in Allah, He will help you through any difficulty even if it means He has to change the way the sun rises and sets.
2. If materialistic things are what you count as blessings from Allah, then think twice. They may leave you in the blink of an eye, unlike Taqwa and Tawakkul.
3. You may be better than someone, but there will always be someone better than you. And everything Allah does has wisdom behind it, whether you realize it or not.
4. If Allah gives you a strength, use it in His way. The One Who gives can always take.
Allah yang mengatur apakah hujan turun atau tidak di suatu tempat, meski awan mendung sudah menggumpal padat hendak gugur sebagai rinai hujan, namun jika belum saatnya—maka sekumpulan awan itu akan menjauh dan berpendar tertiup angin.
Allah yang mengatur pasang surut air di bumi-Nya, meski bulan sudah hampir menutup tahun namun jika kemarau masih belum pergi maka itu adalah kehendak-Nya.
Allah yang mengatur apakah kelopak bunga milik kita akan mekar esok hari, atau harus menguncup dalam waktu yang lebih panjang dari perkiraan.
Hidup kita pun, Allah yang mengatur. Tidak semuanya sesuai perkiraan dan harapan. Tidak semuanya berjalan mulus sesuai rencana. Maka sisakan selalu ruang di hatimu untuk menerima dan berserah pada-Nya, jangan terlalu keras kepala pada angan-inginmu, sebab ada Allah yang lebih tahu yang paling baik dan terbaik bagimu.
Penutup, 30 November 2024 17.54 wita
لا شك أن الله يكفي 🕊
It is inevitable that there will be days when it feels heavier in the heart. When uncertainty knocks on our door and we are greeted with anxiety and impatience.
But we must not dwell on these moments too deeply. As all days will come to end, accept each day patiently as it comes.
It is important to honour our tawakkul, that we do not underestimate the power that it holds.
By. Pinterest
Sebagaimana yang sudah-sudah dijalani;
Jatuh-bangun dengan rahasia takdir yang terkunci.
Dan, segalanya pun selalu terbuka tepat waktu.
Tepat waktu, yang kadang diliputi prasangka buruk dalam menunggu.
Tepat waktu, yang kadang penuh ketakutan dan ragu untuk terus memperjuangkan dan melangkah maju.
Sebagaimana yang sudah-sudah berhasil dilalui;
Hancur dan kembali utuh semata-mata karena pertolongan Allah.
Dan, segalanya pun selalu terjadi tepat waktu.
Tepat waktu, yang tak pernah mampu di tebak-tebak perihal 'kapan' oleh akal ataupun hati.
Tepat waktu, yang diliputi pertarungan keyakinan dan keputusasaan dalam menjalani setapak demi setapak masa depan yang berkabut.
Tepat waktu, yang di sepanjang jalannya diliputi sejuta hikmah yang terus menaungi dan selalu menuju pada muara akhir atas semua tanya bahwa; Allah Maha tahu yang terbaik. Berserahlah tapi jangan menyerah.
Rabu, 27 November 2024 17.35
“Bapak kau tak pernah ajar ke”
080824
Prayers are more effective than your worries. turn your worries into prayers & Allah will turn your prayers into miracles.
"Allah knows you're sad, tired and broken. But Allah also knows that you can handle it and you're strong enough."
and the heart, if it is still alive,
feels something— a yearning for which we have no name
but which we may remember, years later, in the darkness,
upon some other empty road.
— Mary Oliver, from “A Fox in the Dark,” Swan: Poems and Prose Poems (Beacon Press, 2010)
Isteri yang menyakiti hati suaminya akan di gelar sebagai isteri derhaka, manakala suami yang menyakiti isterinya pula akan digelar sebagai hamba yang derhaka.
Kerana isteri itu amanah Allah kepada kita.
Tak mampu santuni isteri dengan bahasa, maka berdiamlah. Adalah satu kejahilan bagi mana mana lelaki yang memukul isterinya walaupun isterinya melakukan dosa yang layak untuk dipukul.
Beban isteri dalam rumahtangga hanya didunia, manakala beban suami dalam rumahtangga diakhirat kelak.
Kerana itu wanita merasa beban didunia, berbanding lelaki, sedangkan beban yang dipikul lelaki kelak jauh lebih musibah berbanding wanita, sekali pun lelaki itu alim & kuat beribadah jika ia tiada usaha membentuk isterinya, maka binasalah ia sebagai hamba yang hina dihadapan Allah kelak.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik akhlaknya adalah orang yang paling baik terhadap isterinya”
(HR Tirmidzi)
Wallahua’lam
Aki Naszeri
Malam tadi dalam Pengajian Kitab Muhaimmah, Ustaz Umar kata:
"Perempuan di dunia merasa terseksa kerana melahirkan dan penat menguruskan rumahtangga.
Manakala,
Lelaki pula akan terseksa di akhirat kerana ahli keluarganya menuntut daripadanya."
Akibat daripada:
1. Memberi makan kepada mereka bukan daripada sumber yang halal.
2. Tidak mengajar mereka Agama terutama tentang Akidah dan perkara berkaitan Halal Haram.
3. Tidak mengingatkan isteri tentang perkara yang dilarang seperti mengumpat, mengadu hal rumahtangga dsb.
4. Tidak mengajar isteri hal² berkaitan Haid dan Nifas.
Jika suami tidak mampu mengajar isteri, maka wajib suami membawa isteri untuk belajar.
Haram bagi suami yang tidak mampu mengajar untuk menghalang isteri daripada pergi belajar.
Ingatlah wahai lelaki,
Tanggungjawab isteri itu memelihara kehormatan dirinya dan suami.
Kewajiban isteri itu taat segala perintah suami selagi tidak bertentangan dengan Syarak.
Maka, kamu kendalikanlah isteri dan anak² kamu agar terpelihara daripada perkara yang boleh menyebabkan kebinasaan terhadap dirimu.
Kerana isteri dan anak² kamulah yang paling banyak menuntut daripadamu walaupun kau kembali kepada Allah dengan pahala kebajikan setinggi gunung, namun itu semua akan habis dituntut.
Wal'iyazubillah
10 Things you should give up to be happy
1. Give up your need to always be right.
2. Give up your need for control.
3. Give up blaming.
4. Give up your self-defeating self-talk, and your limiting beliefs.
5. Give up complaining.
6. Give up your need to impress others.
7. Give up your resistance to change.
8. Give up your fears.
9. Give up your excuses.
10. Give up on living your life to fit other peoples’ expectations.
Umar Ibn Al-Khattab رضى الله عنه said:
“No matter how much guilt you feel, the past will not change, and no matter how worried you feel, the future will not change.
Go easy because the outcome of all affairs is determined by the Decree of Allah.
If something is destined to go elsewhere, it will never get in your way, but if something is yours by destiny, it will not be able to run away from you (nor can you run away from it)”.
Imam Bayhaqi in his Asma was Sifat, (p.243)
Selalu ada alasan mengapa seseorang hadir dalam hidup.
Di antaranya akan mengajarkanmu arti syukur karena kebaikan hati mereka yang kamu terima.
Sedangkan yang lainnya akan mengajarkanmu sabar dan kembali menyadari bahwa hanya kepada Allah-lah kita menggantungkan harapan.
Jumat, 18 Ramadhan 1445 H.
Apakah kita sudah cukup baik sampai-sampai menduga kita yang paling benar, dan selain itu, semuanya salah?
Apa kita sudah cukup baik sampai-sampai perasaan sombong itu (tanpa sadar) perlahan memenuhi sampai membutakan diri?
Hidup di dunia yang berisik membuatmu harus pintar memilah, mana omongan yang harus didengar dan yang tidak, mana yang harus dilewati saja, dan mana yang harus dicerna pelan-pelan.
Nggak semua hal bisa kita telan satu waktu. Kalau terlalu penuh, nanti jadi bingung, mana duluan yang mau dikelola.
Hidup dengan asumsi dan prasangka, sudah cukup membuat hatimu sakit. Dan, mau sampai kapan—berulang bagai lingkaran setan?
Katanya, menjadi dewasa sudah harus berani memilih masalah mana yang mau kita jalani. Kalau bisa, yang paling minim risiko.
Kalau yang paling minim risiko saja sudah sesakit ini, bagaimana yang lainnya?
Pada akhirnya, semua masalah yang sedang dihadapi—kini, membuatnya sadar, nggak selamanya bisa bergantung pada penguatan diri sendiri. Mungkin di sisi lain, ada juga orang tua, keluarga, sahabat, tapi nggak sepenuhnya mereka bisa selalu ada.
Doa-doa yang dulu pernah dilayangkan, jangan dulu menyerah. Satu-satu masih terpilin menjulang ke angkasa raya, didengar lautan langit. Dijawab dalam waktu yang tepat.
Mimpi yang terdengar nggak mungkin, sebenarnya, perlu dikoreksi lagi; masih banyak ketakutan di sana. Dan rasa takutmu memang valid, karena, nggak ada manusia yang hidup tanpa luka. Tapi, segala ketidakmungkinan itu masih berupa asumsi, bukan sebenar-benarnya realita.
Jangan cemas, jangan takut.
Karena kita masih bisa mendoakan yang baik-baik,
untuk diri kita sendiri.
Ya? :)
***catatan menjelang November..
03.09 // Surabaya, 25 Oktober 2023