hadeuh
pusing bgt
punya suami egonya ketinggian
sombong mampus
masalahnya doi males dan bodoh
bangkeeeeeeeeeeee
Claire Keane

Love Begins
h
wallacepolsom
No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

roma★
ojovivo
trying on a metaphor
Monterey Bay Aquarium
Mike Driver
Acquired Stardust
d e v o n

No title available
I'd rather be in outer space 🛸
Keni
YOU ARE THE REASON
Game of Thrones Daily
art blog(derogatory)

祝日 / Permanent Vacation

seen from Singapore
seen from Netherlands
seen from T1
seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from Italy
seen from Norway
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from Hong Kong SAR China
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Brazil
@coratcoretguru
hadeuh
pusing bgt
punya suami egonya ketinggian
sombong mampus
masalahnya doi males dan bodoh
bangkeeeeeeeeeeee
bikin catatan tentang pertanyaan2 rafa
nulis buku catatan perilaku siswa
penerapan kurmer di cipagalo 3
aktivitas rafa
kenapa harus paud
selama liburan apaaja yang harus dikerjain?
Dear Dede
hai dede maaf umma lama sekali proses berfiir dan menerimanya. umma punya banyak ketakutan, tapi setiap umma ketemu deded kamu tunjukkin bahwa dirimu kut dan hebt. bahwa kamu pejuang sejati. izinkan umma membersamaimu ya nak, menyayangimu, menjaga kamu. terimakasih sdh hadir dan menjadi yang terbaik versi dirimu semoga Allah tadirkan janu menjadi anak yang sempurn lahir dan batinnya sampai berjumpa 4 buln lgi ya kesayangan umma
menulis
inginnya produktif, terus menulis.. meski tidak banyak tapimingin bermanfaat.
lalu bingung dihadapkan pada tumblr atau PMM akhirnya gaada yg ditulis wkwkwk
miopi people problem
I feel like drowning. It might be from a long time ago. might be I already killed myself.
I'm so pathetic, I know and i don't know how to fix it.
more pathetic.
even tho I said i falling in love with my self, i adore myself, i still have no idea how to be better. and even tho I know how to I don't know where to begin.
i hate fellin lonely, dan kini aku sering merasakannya
Hujan seringkali tidak kenal waktu, kadang ia datang pada orang yang sedang bersedih, kadang pula ia datang pada orang yang sedang bahagia. Maka hujan pun bisa saja dibenci dan disukai dalam satu waktu dan satu tempat.
Jadikan hati seluas samudera, agar ketentuan apapun yang Tuhan berikan, hati kita siap menerimanya dengan sabar dan syukur.
@jndmmsyhd
Akhirnya tumpah juga
Sedih. itulah kata yang menggambarkan bagaimana perasaanku saat menulis ini. kesedihan yang sudah lama kucoba pendam, belajar tidak peduli, kalau dikorek terus apalagai diataburi garam akhirnya menangis juga.
Buatku bekerja adalah ladang amal, pun dalam interaksinya. Namun begitulah ujian amal, diuji dengan niatnya, diuji dengan jalannya, diuji dengan hasilnya. Jikapun dalam pekerjaan kutemukan seorang yang dapat menjadi teman, maka itu bonus. sebab kalaupun tidak tak ada masalah juga.
Aku, kinerjaku, bukan hal yang 100% berkaitan dengan orang lain. Sebab sampai saat ini buktinya aku masih mampu berjalan dengan dua kakiku sendiri. Tak benar-benar sendiri karena ada banyak tangga yang membantuku naik, ada tangan yang terulur membuatku lebih percaya diri, serta banyak kemudahan lainnya.
Ya Allah, terimakasih atas segala sesuatunya. semoga dengan ini aku lebih kuat, jauh lebih bahagia, jauh lebih menerima diriku apaadanya dengan segala upayanya, dan YA Allah terimakasih sudah mengirim orang baik di sekitarku. Muliakan mereka dengan ilmu dan harta, husnul khotimahkan mereka kelak di akhir hayatnya. Ya Allah, mampukan aku melapangkan hati, menguatkan pribadi, menjadi versi terbaik diriku dihadapnmu. ya Allah, ikhlaskan hamba, ikhlaskan hamba, ikhlaskan hamba... aammiin yarabbal aalamiin
JIKA ENGKAU INGIN MENGETAHUI SESEORANG..
Guru kami Syaikh Prof. DR. Sa'ad al-Khotslan hafidzahullah berkata:
• Jika kamu ingin mengetahui kualitas agama seseorang, maka lihatlah muamalah orang tersebut dengan orang lain dalam masalah harta.
• Jika kamu ingin mengetahui kualitas akal seseorang, maka lihatlah bagaimana cara dia berbicara dengan orang yang tidak sependapat dengannya dan apa yang dia lakukan saat marah.
• Jika kamu ingin mengetahui kualitas akhlak seseorang, maka lihatlah bagaimana cara dia memperlakukan para karyawan, bawahan, pembantu, dan fakir miskin.
“Sebelum mendidik anak untuk mencapai cita-citanya, didiklah mereka untuk menjadi pewaris orang tuanya”
“Kelas sesungguhnya (tempat belajar) dalam pernikahan bukan di seminar-seminar, tapi di kehidupan itu sendiri”
-Kang Ulum A Saif
Barang mahal itu bernama semangat hidup.
Sudah lama aku biarkan api dalam diri. Sendiri. Tumbuh semaunya. Hidup sekedarnya.
Kukira menikah akan menumbuhkan kesenangat dan perasaan itu. Rupanya justru karena menikah api kecil itu akhirnya mati.
Aku adalah korban brainwashed sekitar, dan doadoa "Nanti juga Ada rejekinya" serta "kalau jodoh gaakan kemana ko."
Begitu naif dan polos. Tanpa perencanaan dan logika.
Aku adalah contoh bangga menjadi seorang patriarki. Berharap hidup bergantung pada suami adalah sebuah kesenangan.
Aku adalah contoh sempurna seorang Gadis yang mengajinya hanya setengah kitab. Berhenti di bab taaruf, menikah, dan bahagaimana kehidupan dari satu sudut pandang. Tapi aku lupa belajar bagaimana mengaji kehidupan.
Aku adalah contoh kegagalan taaruf yang kemudian dituangkan dalam segelas racun yang setiap harinya aku minum.
Bukan tanpa bahagia, namun setiap bahagia akhirnya aku sadar semua menjadi sebuah hutang.
Memiliki anak, yang kemudian aku berhutang harus menjaganya mendidiknya memenuhi kebutuhannya. Sedang kebutuhanku juga tak terpenuhi. Sedang tangki cintaku juga berlubang sana sini.
Memiliki uang yang kemudian habis karena kehidupan satu dua hari. Nyatanya uang itu milik Bandar yang esok lusanya diambil Berkali lipat.
Mungkin salah pendidikan sejak kanak ku. Tapi yang lebih pasti ini salahku dan pilihan-pilihan yang aku ambil.
Bertemumu dan menjadikanmu ayah dari anakku adalah pilihan paling aku Sesali. Sebab aku yang tanpa ambisi, bertemu kamu yang tanpa mimpi seolah mengaminkan hidup miskin dan sulit yang kini kita hadapi. Tanpa solusi. Mati?
Izin kepada Allah
Saat SD, aku dirizqikan belajar tahsin Al Quran dengan talaqqi ke seorang guru privat.
Satu huruf yang saat itu membuatku frustrasi adalah huruf Qaf. Berulang kali mencoba, masih belum tepat makhraj-nya. Coba lagi, gagal lagi. Begitu terus per pekan.. rasanya ingin menyerah saja.
Sampai suatu ketika, ustadzah Mahani (semoga Allah jaga beliau) berpesan di akhir kelas:
“Habibah nanti malam bangun tahajjud ya, minta dan berdoa ke Allah: ya Allah aku pengen bisa melafadzkan huruf Qaf”
Malam itu sepertinya menjadi kali pertama seorang Habibah bangun dini hari, dengan polosnya.. dan dengan satu orientasi: mentaati perintah guru. Haha.
Tapi ternyataaa.. Momen itu begitu membekas bagiku.
Berkesannya bukan karena mengendap-ngendap shalat tengah malam karena malu,
bukan juga karena beberapa pertemuan kemudian dikatakan beliau “lulus” huruf Qaf-nya,
bukan juga karena cerita ini jadi cerita lungsuran motivasi tiap kali aku kini mengajar tahsin..
Tapi, karena jadi pelajaran seumur hidup untukku tentang: meminta izin.
Izin ke Allah, karena Allah yang akan mampukan. Allah, Al-‘Alim. Allah, yang mengenalkan diri-Nya sebagai “yang mengajarkan Al Quran” sebelum sebagai “pencipta manusia” di surat Ar-Rahman.
Pun untuk yang sedang tertatih menghafal dan murajaah, coba diingat lagi sudahkah meminta izin dan pertolongan Allah?
“Alhamdulillah waktu usia 8 tahun aku berangkat haji dengan keluarga, aku hanya minta dan berdoa ke Allaah kak agar bisa menghafal Al Quran..”
Mengutip adik hafidzah shalihah pada obrolan santai pasca itikaf beberapa waktu lalu, yang jadi perantara murajaah konsep izin ini.
Aku tertampar, betapa seringnya aku lalai dalam meminta izin dan pertolongan ke Allah. Sombong banget, Haab.
Padahal pertolongan Allah itu bukan hanya ketika hendak ujian, hampir tertinggal pesawat, didzalimi orang, tidak ada biaya hidup, dll.
Justru untuk menyempurnakan ibadah (ibadah hati dan ibadah fisik) lah yang amat sangat butuh pertolongan dari Allah..
Pantas saja Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah membuat 15 jilid buku “hanya” untuk satu ayat iyyakana’budu wa iyyakanastain, karena sedemikan komprehensifnya ayat ini dalam meringkas seluruh tema Al Quran.
Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik
"Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu"
-h.a.
Dalam perjalanan kembali ke perantauan
Hai Diri
Hai diri, aku tahu kamu babak belur menghadapi dunia ini. Aku tahu kamu mencoba bertahan meskipun rasanya sudah tak tertahankan. Aku tahu, kamu terjebak pada lingkaran tekanan yang tak putus, dari pasangan, dari orang tua yang kita harapkan, dan juga dari diri sendiri yaitu ketakutan.
Hai diri, aku ingin kamu menyadari bahwa kamu sangat berharga dan kamu sama sekali tidak layak untuk menerima semua ini. Kamu sangat layak untuk memiliki hidup yang lebih baik. Sangat layak untuk bisa memiliki kebahagiaan, tidak hidup dalam tekanan dan rasa takut yang berlebihan.
Hai diri, aku ingin kamu sadar bahwa orang-orang yang saat ini mengekangmu pada kondisi ini tidak layak sama sekali untuk mengendalikan hidupmu. Apakah kamu ingin hidup seperti ini seterusnya? Bangun, hadapi, dan beranilah. Sadarlah!
Hai diri, aku ingin kamu juga tahu bahwa banyak sekali orang yang bersedia menolongmu. Tidak usah malu untuk meminta pertolongan, mengatakan yang sejujurnya tentang hidupmu. Mereka yang sejati tidak akan mencela hidupmu, tidak juga mengolok pilihanmu kemarin-kemarin. Mereka akan membantumu, menciptakan ruang yang aman untukmu tinggali.
Hai diri, jangan malu untuk meminta tolong. Daripada kamu mati konyol, meninggalkan hal-hal yang seharusnya kamu jaga dan itu sangat berharga, yaitu hidupmu. ©kurniawangunadi
Konsep diary guru
Putus
Selain dalam hubungan percintaan, rupanya kata putus tetap sangat menyakitkan. Baik itu dalam hubungan pekerjaan maupun pertemanan. Keduanya tengah aku rasakan.
Dipecat. mungkin itu kata yang tepat. bahkan sebagai freelancer aku sangat mengecewakan hingga berakhir dengan kata putus hubungan pekerjaan. pun saat aku mencoba biasa-biasan dan memepertahankan.
Dan memang aku bukan orang paling pintar menjaga dinamika sebuah hubungan. sangat egois. dan penuh dengan temprament. berpikir pendek. dan bahkan mungkin jahat dengan kata-kata jujur yang tak memikirkan perasaan oranglain. sungguh sebuah kualifikasi teman yang buruk.
Tapi sebagaimanapun seringnya bertemu kata putus, kata itu rupanya tetap menyakitkan.
Dibenci atau membenci?
ada saat kita bertanya-tanya, kira-kira apa yang diinginkanNya sang Maha Pencipta? Kira-kira mengapa belum dibukakannya pintu hati dan akal pikiran? Siapa yang sebenernya menunggu waktu untuk tersadarkan?
Lalu jika hari ini membenci adalah sebuah dosa besar, apa harus kupilih jalan yang Kau benci?
Perkarany sederhana, tapi menjadi berlarut karena tak selesai dalam satu waktu.
Angkanya kecil, tapi hidup bukan sekedar angka-angka.
Dibaliknya ada pemikiran. dibaliknya ada tujuan. Dan pemikiran itu yang aku takutkan.
Kutakut akan terjebak dalam lingkaran ini.
Subuh ini aku bertanya, An-Naml jawabNya.
Orang beriman itu, sholat dan zakat. Sholatmu sudah kauperbaiki? Al Quran adalah jawaban segala pertanyaan. AlQuranmu udah kau buka hari ini?
Bandung, 15 Ramadhan
Hmmmm
Bosen. Kayanya itu deh kata yg tepat menggambarkan hubungan kita. Bosen dengan kekanakkanmu. Bosen dengan kata nanti. Bosen dgm istirahat dulu aja. Bosen bgt
Hari ini dimarahin lagi ditelephon. Sebenernya bukan dimarahin sih lebih ke disadarkan. Bahwa itu juga tanggung jawab dan prioritas. Bahwa ya disiplin, attitude. Dan bagaimana kita menghargai jika ingin dihargai itu penting. Sangat penting.
Terimakasih utk guruku, I, yang bersabar menghadapi murid nakalnya, dan masih memberi kesempatan utk belajar.
Semangatttttttt