Menikah itu sungguh bahagia, kalau kita bertemu dengan orang yang tepat. Namun yang perlu digarisbawahi, tidak ada yang sempurna, yang ada ialah sosok yang melengkapi separuh hidup kita; yang ada ialah kita yang mau belajar untuk saling menyesuaikan. Ya, bahagia juga perlu diupayakan keduanya.
Tidak mengapa kalau saat ini kamu belum dipertemukan, atau masih berusaha sembuh dari luka. Jangan terburu-buru. Jangan asal memutuskan sebuah keputusan yang sifatnya 'long-term'. Libatkan Allah saat mengambil keputusan dan pahami bagaimana konsekuensinya.
Jangan mudah terlena dengan janji manis, gombalan atau kode-kode, sekalipun itu menyuruhmu pada kebaikan. Betapa banyak pemuda yang berkedok agama, hanya untuk menggaet lawan jenisnya. Betapa banyak pemuda yang rajin beribadah, tapi ia lalai karena mengikuti hawa nafsunya. Semoga kamu bukan salah satunya.
Jangan mabuk, realistislah dan pahami apa yang iya dan tidak untuk hidupmu, juga keluargamu. Sebab menikah tidak hanya tentang kamu, juga tidak hanya berisi cinta dan kata-kata manis.
Hal-hal kecil seperti mencuci piring, membersihkan kamar, masakan, menanak nasi saja bisa jadi masalah kalau tidak dikomunikasikan. Apalagi hal-hal besar yang sifatnya prinsipil. Jangan gadaikan nilai-nilai hidupmu hanya karena orang lain.
Saat ini, raih apa yang sedang ingin kamu raih. Kerjakan apa yang sedang kamu kerjakan. Sembari belajar tentang bagaimana pernikahan dan apa yang harus disiapkan, meski kamu belum ada calon atau belum ingin menikah.
Mengapa kamu menikah? Dan untuk apa pernikahan itu? Belajarlah dan pahami terlebih dahulu sebelum kamu melangkah.
Carilah seseorang yang 'seperti apa', bukan 'dengan siapa aku harus menikah'. Bersabarlah. Tidak mengapa kalau harus menunggu lagi. Tidak apa-apa kok, bukan sebuah masalah kamu menikah di usia berapa.
Allah akan mengizinkanmu menikah, ketika Allah tahu kamu benar-benar siap. Hatimu akan tenang ketika kamu sudah dihadapkan dengannya. Maka, fokus saja pada diri sendiri, dengan bentuk doa dan ikhtiar.
Persiapkan semuanya karena Allah, bukan manusia. Sebab, ketika tujuanmu Allah, niscaya akan Ia datangkan seseorang yang tepat untukmu.
Sering-seringlah menata niat dan hati..
Buntok, 17 September 2021 | Pena Imaji