Comforting myself—in the middle of chaos and uncertainty, with this nostalgic tune. Just me being melancholic guy again.

#extradirty

ellievsbear
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available
he wasn't even looking at me and he found me
Cosmic Funnies
Keni

izzy's playlists!
todays bird
Today's Document

pixel skylines

roma★
ojovivo

Janaina Medeiros

No title available

JVL

shark vs the universe
EXPECTATIONS
Game of Thrones Daily
Misplaced Lens Cap

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Canada

seen from Türkiye
seen from Colombia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Argentina
seen from Brazil
@dddreamycreamy
Comforting myself—in the middle of chaos and uncertainty, with this nostalgic tune. Just me being melancholic guy again.
Lagi cape banget. Liburan akhir tahun bukan dipake istirahat tapi fokus ngurusin nikahan yang bebeledagan ini. Ruksak awak, iyah juga. Butuh waktu hulang huleng ngalamun, ngecas pipikiran anu awut awutan ieu. Lumayan lagu ieu bisa dipake saacan sare
Pengalaman motret kedua pake kamera lomo Holga 120 GCFN yang diangkut dari FB Marketplace. Jadi salah satu kamera impian di era SMP tahun 2010-an dan baru kesampaian punya sekarang. Ini pake film Lomography Lomochrome Sun-Kissed 400. Hasilnya ternyata under exposure, ini motret di sekitar jam 4 sore. Harga film mahal, ya. Apalagi Holga ini medium format, jadi satu roll film cuma dapet 12 kali jepret aja. Hiks.
-
Gathering Akhir Tahun 2025 Emporio Architect
Emporio Retro Night
13 Desember 2025
Berat sekali akhir-akhir ini rasanya. Dihantam sana-sini, dipaksa tetap tegar berdiri. Meyakinkan bahwa ini adalah pertempuran melawan diri sendiri ternyata tidak semudah itu.
Ada kamera nganggur punya ade, coba pinjem aja. Pake Fujifilm X-A3, terus ga ngerti cara ngatur iso dsb. Tapi seru kalo punya suatu alat yg dedicated untuk melakukan satu hal tuh!
Juli, 2025
dewasa itu menyadari bahwa pilihan kita hanya dua; kalah atau dikuat-kuatin aja.
seorang teman yang adalah psikolog menyampaikan ini:
langkah awal untuk menang adalah menerima kekalahan. terima saja. kalau kita mungkin bukan yang terbaik. kalau kita mungkin tergantikan. kalau kita mungkin memang mudah dan bagi orang-orang tertentu juga murah--tidak sebegitu berharganya.
kalau sudah bisa menerima kekalahan, kita akan berhenti mencari cara untuk menang. kita nggak akan cari validasi, nggak minta pembenaran, nggak mengais perhatian, nggak mengemis yang memang bukan untuk kita, nggak mengejar apa-apa.
dan pada saat itulah, kita baru akan mendapatkan kemenangan. mendapatkan bukan sekadar merasakan. karena kita sudah paham perang yang sebenarnya adalah dengan siapa atau lawan apa. karena kita mencurahkan energi untuk hal-hal yang memang perlu dan relevan. karena kita berhasil memaafkan diri sendiri.
jadi, iya, hidup pilihannya dua. kalah dan membenci diri sendiri. atau menerima kekalahan dan mendapatkan kemenangan. percayalah, malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya. ❤️
Ramadhan 2020 masih jadi salah satu yang membekas bagi saya pribadi. Banyak sekali kejadian serba pertama kala itu. Puasa pertama dalam keadaan pandemi, di perantauan, dan terisolasi dari kota sekitar. Rasa kosong saat itu masih bisa kurasakan saat ini dengan jelas. Bekerja dari rumah saat itu, dengan segala rutinitas yang repetitif dan membosankan.
Urusan makan saat itu ada tiga pilihan utama yang dipilih. Matahari Chinese Food yang dipesan lewat Grab, Bebek BKB dengan promo beli 1 gratis 1 yang acap dimakan untuk dua waktu berbeda yakni saat buka puasa dan sahur, kemudian Fiesta Frozen Food yang dibeli dari sebuah toko daging di bilangan Bendungan Hilir secara banyak. Sempat juga aku beli bebek frozen dari Didit yang dikirim langsung dari Yogyakarta. Makan bebek goreng sambil nonton Better Call Saul adalah sebuah rutinitas juga pada saat itu.
Saat itu sedang gencar-gencarnya hiburan via live streaming karena itu adalah satu-satunya hiburan yang bisa dinikmati. Nonton quiz Box2Box yang agak kontroversial itu.
Di penghujung Ramadhan, Aku, Vyo, dan Dio yang sama-sama hampir mati kebosanan di Ibukota ini memutuskan untuk jalan-jalan tanpa direncanakan ke area Puncak. Berangkat lewat Jagorawi, pulang lewat Ciputat, saking kami perlu kegiatan untuk menghabiskan malam. Di momen perjalanan itu lah Vyo bercerita kalau dia akan menikahi Isti. Mengobrol ke sana ke mari, saling bercerita segala hal.
Tahun itu juga menjadi momen di mana aku pertama kali mengalami malam takbiran sendirian di perantauan. Aku memutuskan untuk pergi dari apartemenku bagaimana pun caranya agar tidak mati kebosanan dan merasakan suasana malam takbiran yang ada dalam segala keterbatasan. Pondok Indah Mall jadi tujuanku, karena saat itu hanya tempat itu saja yang supermarketnya buka. Rencananya aku mau mencari aneka buah untuk dibawa ke rumah Ua ku lepas sholat Id besoknya. Sahut takbir mendampingiku di jalanan yang lengang itu. Menetes air mataku tak karuan di atas motor, terharu dan sedih. Selesai belanja, Dio dan Vyo lagi-lagi mengajak bertemu. Sepakat kita ke tempat kos Dio malam itu. Sisa tiga per empat malam dihabiskan di loteng tempat kos Dio. Entah berapa batang rokok yang dihabiskan malam itu. Lagi-lagi, banyak bahasan yang kami bicarakan dan kali ini lebih dalam.
Karena baru membubarkan diri pada saat subuh, saat itu aku tidak sempat untuk sholat Id berjamaah di masjid dekat apartemen. Jadinya aku sholat sendiri, entahlah itu diperbolehkan atau tidak. Persis setelah sholat Id aku menerima panggilan video dari nenekku yang sedang berkumpul dengan keluarga Om ku di sana. Tak kuasa aku menahan rindu saat itu, pun dia juga di ujung yang lain merasakan hal yang sama. Hingga akhirnya menjelang siang aku berangkat menuju kediaman Ua ku untuk sekedar merayakan Hari Raya ini dengan segala keterbatasan yang ada.
Buah tangan Yokohama
Januari, 2025
🌕🌕🌕
Always nice to having a thought before fully asleep on your bed while this song is played in the background, even the current situation is not pretty nice
Mid-year 2024
Menerima dua berita kepergian orang-yang-sebetulnya-tidak-dekat-tetapi-terasa-dekat di bulan Maret ini. Pertama, Ranaditya. 2 hari sebelum kepergiannya aku bermain basket bersama, dalam tim yang sama, dan bercakap, meski tak banyak. Ramah dan hangat sekali orang itu. Kedua, Ade Paloh. Aku pengagum karya dia. Bahkan, sehari sebelum kepergiannya aku membuat cuitan tentang karyanya yang melegenda itu. Aku tumbuh dengan karyanya. Belum lama, aku sempat menyimak wawancara dia di youtube yang membahas perkembangan hidup dia dari masa ke masa. Kagum rasanya melihat dia versi saat itu.
Ada satu kesamaan dari kedua tokoh itu yaitu begitu banyaknya orang yang mencintai mereka, menyempatkan untuk memberi hormat yang terakhir kalinya pada mereka, serta mengantarkan mereka ke tempat peristirahatan terakhirnya. Ini yang aku renungkan akhir-akhir ini. “Jika tiba waktuku, apakah akan ada orang yang rela bergegas meninggalkan kesibukannya untuk melihatku terakhir kalinya hingga mengantarkanku ke liang kubur? Siapa yang akan repot-repot turun dan menaruhku di dalam sana? Berapa banyak orang yang akan menyolatkanku? Apakah akan ada yang menangisi kepergianku? Akankah ada orang yang bersaksi untuk kebaikanku? Atau malah mereka mensyukuri kepergianku?”
Bahwa setiap kepergian adalah sebuah pengingat bagi kita semua yang masih merasakan hidup.
I’m 28 today and I feel so grateful. Mari rayakan dengan mendengarkan lagu yang rileks banget ini sendirian di kamar, dengerin detail nya, santai.
Untuk umur 28 yang lebih menyenangkan, happy birthday to me! Cheers! 🍻
Also this one, lagu yang udah lama banget ga kedengeran karena ga ada juga di Spotify. Lagi iseng dengerin lagu pake library di PC, kesetel lagu ini.
Baru nemu, enak ini
Let’s sleep early tonight. Short this long day and forget it