Layaknya seperti menggenggam mawar berduri .. Haruskah sesakit ini? . . . #justcaption #bukankode #janganbaper #pergabutanhaqiqi #gabut #coratcoret #moody #moodbooster #draw #drawingpen #hargaikaryaoranglain
noise dept.

Product Placement
Misplaced Lens Cap
occasionally subtle

izzy's playlists!

if i look back, i am lost
untitled
KIROKAZE
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

oozey mess

@theartofmadeline
macklin celebrini has autism
Sweet Seals For You, Always

tannertan36
taylor price
The Bowery Presents

blake kathryn
𓃗
official daine visual archive
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

seen from France
seen from Mexico
seen from Ukraine
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from Venezuela

seen from Canada
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
@ddekharis-blog
Layaknya seperti menggenggam mawar berduri .. Haruskah sesakit ini? . . . #justcaption #bukankode #janganbaper #pergabutanhaqiqi #gabut #coratcoret #moody #moodbooster #draw #drawingpen #hargaikaryaoranglain
Maafkan..
Langkahku terhenti tepat di sisa-sisa jejak langkahku bersamamu. Kamu yang srmakin berlalu dan aku yang masih saja tertahan disini, dengan segenap rasa yang masih tersisa.
Waktu terus berputar dan aku masih saja berdiri tegak menanti sosokmu, menantimu menoleh walau hanya dalam hitungan detik... Namun, kamu semakin yakin dengan langkahmu, membiarkan ku menatap punggungmu yang semakin menjauh.
Maafkan aku yang terlalu mendalami rasa ini, maafkan aku yang terlalu erat menggenggam mu, maafkan aku yang terlalu erat memelukmu, maafkan aku yang terlalu tinggi memimpikan sebuah atap bersamamu... Dan maafkan aku yang terlalu lancang menjadikanmu peran utama dalam setiap impianku... Sekali lagi, "Maafkan..."
(11 November, 2016)
Ingatkah? Haruskah? Mangertilah..
Ingatkah kamu??
Saat dimana aku sudah mulai lupa dengan apa yang disebut cinta,
Saat dimana aku sudah tak lagi percaya dengan adanya cinta,
Saat dimana aku sudah tak lagi peduli dengan kehadiran cinta,
Dan saat dimana aku sudah benar-benar kehilangan selera untuk mencintai siapa pun...
Ingatkah kamu??
Saat dimana mata ini berbinar, dibalik tangis
Saat dimana bibir ini tersenyum, dibalik pilu
Saat dimaba mulut ini tertawa, dibalik pedih
Dan saat dimana wajah ini ceria, dibalik rada yang teramat kecewa...
Ingatkah kamu??
Saat dimana aku mulai memberanikan diri 'tuk kembali mengenal cinta,
Saat dimana aku mulai melupakan kepedihan karena nya,
Saat dimana aku mulai terbiasa percaya dengan kehadiran nya,
Dan saat dimana kepingan-kepingan ini mulai menyatu dengan sendiri nya...
Namun,
Haruskah rasa ini kembali kecewa?
Haruskah tangis ini kembali pecah dan terus bergulir?
Haruskah hati ini benar-benar patah kembali?
Haruskah diri ini kembali terluka?
Dan haruskah selalu sesakit ini??
Mengertilah, pahamilah...
Melepaskan apa yang hampir tergenggam,
Bukanlah perkara yang mudah...
(11 November, 2016)
Sebelumnya kita pernah sedekat jemari, sejajar & saling melengkapi. Entah mengapa kini seperti mata & telinga. Ada, tapi tak pernah mampu kau tatap meski dekat namun tak pernah terlihat:"
(November, 2015)
Dan semua terulang kembali, patah dan kembali hancur. Bilamana ini terlalu sakit, kau tak akan pernah peduli.
(November, 2015)
So fluid and organic. This gorgeous work is by @stefankunz – use #typegang to be featured – #micron #notebook #water #typography #moleskine #journal #ocean #lettering #penandink #handlettering #lake #type #stationery #goodtype #thedailytype #calligraphy #river #marker #waves #copic #typespire #linework #lineart #bulletjournal #planner #notebooks #pen #typematters http://typg.co/igsource
Beri Kesempatan Untukmu Membahagiakan Diri Sendiri Mungkin dia memang pernah menjadi yang paling hebat. Bisa membuatmu merasa paling disayangi. Tapi toh itu hanya sebuah kenangan. Adanya di masa lalu. Hari ini dia bukan siapa-siapa lagi. Hari ini semuanya sudah berbeda dan tidak sama lagi.
Mungkin dia memang pernah menjadi yang terbaik. Melakukan apa pun yang bisa membuatmu merasa istimewa. Berbagai macam cara dia lakukan agar kamu merasa paling beruntung. Tapi toh kini semuanya tinggal sisa-sisa cerita. Tak ada hal istimewa darinya untukmu. Bahkan untuk bertemu saja dia malas.
Mungkin dia pernah menjanjikan segalanya –juga waktu itu berusaha sekuat tenaga. Tapi toh hari ini dia sudah berubah menjadi asing. Dia tidak lagi melakukan itu semua untukmu. Bahkan yang tak pernah kau bayangkan, dia melakukan semua yang pernah dia lakukan untukmu, untuk orang lain.
Apa lagi yang membuatmu merasa menjadi paling disayangi? Apa lagi yang menguasai hatimu seolah kau masih paling istimewa baginya? Bagaimana lagi menjabarkan kalau dia masih menjadikanmu segalanya? Sementara, melirik saja kini dia enggan. Dia tidak lagi dia yang dulu.
Kau mungkin rindu dan berharap semua itu terulang. Tapi apakah kau lupa? Bahwa harapan seringkali membunuh kebahagiaan seseorang? Saat yang diharapkan adalah bayang-bayang. Saat yang dia harapakan adalah seseorang yang tak lagi ingin pulang.
Sudahlah, sudahi saja. Beri kesempatan dirimu bahagia kembali. Jangan memaksa untuk tetap seperti dulu. Saat ini kau harus melangkah dengan mimpi baru. Setiap orang bisa saja gagal dan itu wajar saja. Jangan terlalu membutakan diri. Seolah semua yang berlalu masih kau miliki. Jangan terbenam dengan kejayaan masa lalu. Kau hidup di hari ini dan akan menghadapi masa depan. Pulihlah hatimu, jangan biarkan dia tenggelam sendiri dalam masalalu yang pahit itu. --boycandra
Bertemanlah dengan dirimu sendiri. Agar kau tidak menjadi orang lain.
Saat kita memilih berteman dengan diri kita sendiri. Kita akan tahu apa yang kita butuhkan, apa yang kurang dari diri kita. Apa yang perlu dikurangi. Perjalanan apa yang harus kita tempuh. Siapa orang yang akan kita jadikan guru. Hal-hal apa saja yang harus kita bagi dan tetap disembunyikan dalam diri sendiri. Berteman dengan diri sendiri membuat kita paham dan mengenali diri kita sendiri. Kita akan dekat dengan diri kita. Akan paham apa saja yang harus diperbaiki. Apa saja yang harus diperjuangkan.
Orang-orang yang tidak berteman dengan dirinya sendiri. Akan mengambil keputusan-keputusan yang dia sendiri tidak yakin dengan keputusan itu. Akan sibuk merasa lemah dan cenderung tidak berani memperjuangkan impian. Hidupnya akan ditentukan oleh siapa yang dan memberi suara padanya. Hampir tidak ada hal yang bisa diputuskan sendiri. Apa pun yang dia jalani harus berdasarkan pendapat orang lain. Jika dia tidak mendengar saran orang lain, dia tidak bisa apa-apa. Bahkan di saat-saat genting, ia tidak akan menemukan jalan untuk dirinya sendiri. Hidup akan digantungkan terus pada orang lain.
Bahkan jika kita tidak berteman dengan diri kita sediri. Kita tidak membuang semua impian kita. Kita akan mengubur semua keinginan kita. Karena kita tidak akan pernah percaya pada diri kita sendiri. Kita lebih cenderung menyukai apa yang orang pikirkan. Kita bahkan begitu mudah percaya pada orang-orang yang tidak mengerti impian kita. Kita meragukan diri kita sendiri. Karena kita tidak mengenali apa yang ada di diri kita. Jauh dengan seseorang yang ada dalam diri kita. Kita hanya meneruskan hidup sesuai dengan pandangan dan kata-kata orang lain saja.
–boycandra
Because, you are nothing for him ~
Selamat siang di hari sabtu Semakin sayang, semakin jauh dari ingin-ku.. -ddekharis
Pada akhirnya perempuan yang terus belajar, akan semakin pintar. Lalu sadar, mana lelaki yang memang berjuang untuknya atau mana yang sekadar membodoh-bodohinya.
–boycandra
Aku pernah begitu kuat bertahan dalam setiap ketakutanmu. Aku pernah begitu sabar menenangkan rasa cemasmu. Kau yang tak yakin akan kita, sementara bertahan sebab aku terlalu keras membuktikan cinta.
Kau nyatanya memang tak sepenuh hati. Punah sudah semua yang kuanggap termiliki. Kita benar-benar didera luka tak terkira. Robek dalam dada meski pada kulit terlihat mulus saja.
Kau menghabisi napas yang kubangun atas rasa percaya. Kau menguliti semua yang kuanggap bahagia. Luluh dan jatuh berkali-kali menghamtam kita. Hingga tak ada satu pun yang terselamatkan atas segala pergi yang tersisa. Kau lebih tenang saat jauh.
Biarlah aku pulih sendiri. Kutata hati dan tak akan kupaksa memilikimu lagi. Dari sini, di sudut luka yang kau tusuk dalam; kurapal doa-doa semoga kau tetap bahagia, untuk hati siapa pun tempatmu berdiam.
–boycandra
Kalau aku tidak terlalu memamerkanmu hari ini, jelas bukan karena aku tidak begitu mencintaimu. Aku hanya menjaga semua yang harus kujaga. Kita harus berusaha saling melengkapi, agar nanti tidak perlu lagi bersembunyi dalam hal yang semu. Jangan sedih, hanya karena aku tidak memajang namamu di bio instagramku. Tak perlu berlebihan, hanya karena aku tidak begitu suka menggunggah fotomu dan foto kita berdua di media sosialku. Itu sama sekali bukan ukuran perasaan. Aku katakan kepadamu; perasaanku padamu di dada, kepala, dan jiwa, bukan di dunia maya saja.
Apalah artinya terlihat begitu dekat di dunia maya, tapi di dunia nyata kita jauh tak terkira. Biarlah aku menyimpanmu dengan pilihanku. Berilah waktu untukku membuat semuanya jadi lebih baik. Kau sama sekali tidak perlu iri kepada yang terlihat mesra di dunia maya. Bisa jadi itu hanya cara menyembunyikan perasaan yang tak bahagia. Tenanglah, jangan terburu-buru terlihat bahagia. Hal yang jauh lebih penting, sampai hari ini hingga nanti bagiku kau tetaplah bagian hidup yang penting. Pahami itu, aku selalu ingin belajar lebih baik untuk hidup di dunia nyatamu.
–boycandra
Ter-untuk kamu
Ter-untuk kamu, Teruslah melangkah sesuai dengan keyakinanmu. Biarlah aku tetap disini, menjaga apa-apa yang telah kita sepakati dikala itu, menjaga janji-janji yang telah kita ikrar-kan ketika itu.. Ketika kita belum menjadi 2 orang asing (kembali) yang tak saling kenal.. Bahkan untuk sekedar mengutarakan rindu pun aku tak mampu, hanya dapat ku titipkan pada-NYA melalui do'a-do'a disetiap sujudku dalam ⅓ malam.. Dan ter-untuk kamu, sungguh aku rindu 💕
-ddekharis
Because life's greatest lessons are learned through - PAIN