Menemukan ini dari postingan teman, rangkuman salah satu kajian ustadz Adi Hidayat. Entah siapa yang buat ini, tapi MasyaAllah bermanfaat, semoga menjadi catatan amal kebaikan.

★
Sweet Seals For You, Always

blake kathryn
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Xuebing Du

pixel skylines
TVSTRANGERTHINGS
h

tannertan36

JVL

Origami Around
ojovivo
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
NASA
Misplaced Lens Cap
No title available
will byers stan first human second

Love Begins
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
almost home
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from Brunei

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Argentina
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Switzerland
@deelisten-blog
Menemukan ini dari postingan teman, rangkuman salah satu kajian ustadz Adi Hidayat. Entah siapa yang buat ini, tapi MasyaAllah bermanfaat, semoga menjadi catatan amal kebaikan.
ZINA YANG MENJADI GAYA HIDUP
By. Ario Muhammad
“Bagaimana kamu yakin bakalan puas berhubungan seksual dengan calon Istrimu kalau gak pernah nge-seks sebelum menikah?”
Pertanyaan ini meluncur santai dari salah satu sahabat saya dari Jepang beberapa waktu lalu saat kami sedang makan siang bersama karena dia sangat tahu, seks bebas tak lazim bagi orang Indonesia.
“Saya tidak pernah berhubungan badan dengan yang lain. So how can I make a comparison?” saya membalasnya tenang.
Sejujurnya saya kaget mendapatkan pertanyaan dari dia seperti ini. Tidak pernah terbayangkan dalam otak saya bahwa hal ini akan menjadi masalah bagi seseorang jika dia tidak bisa menikmati kehidupan seksnya, maka pernikahannya tidaklah bahagia.
Kekagetan saya ini juga menjadi pertanda bahwa latar belakang yang berbeda, gaya hidup yang berbeda, nilai-nilai kebenaran yang berbeda ternyata juga melahirkan cara pandang yang berbeda.
Saya muslim, lahir di negeri mayoritas muslim dengan kultur islam yang kuat. Teman saya di Jepang tentu saja berbeda. Agama bukan lagi bagian dari hidup, seks bebas bukanlah aib apalagi dosa bagi mereka. Gonta ganti pasangan tidaklah masalah karena memang begitulah kehidupan mereka. Saya tidak bisa memaksa pemahaman saya seperti ini dalam sehari agar bisa diikuti olehnya. Begitu juga sebaliknya. Wajar jika dia keheranan soal kepuasan berhubungan seks kepada saya. Karena baginya, ini bagian terpenting dari sebuah hubungan resmi bernama PERNIKAHAN.
Dan zina adalah lifestyle di negeri-negeri barat dan tanpa agama. Karena memang mereka tumbuh dengan kultur seperti itu. Agama bukan lagi menjadi pelindung dan pengontrol atas nafsu manusia. Selama suka sama suka, bukanlah sesuatu yang terlarang bagi mereka. Entah itu lelaki sama lelaki, perempuan sama perempuan, semua sama saja. Tak ada masalah sama sekali.
Tak berapa jauh dari kampus University of Bristol, Inggris tempat saya dan Istri mengenyam pendidikan S3, ada club malam untuk Gay, di tempat-tempat umum sudah biasa orang berciuman mesra walau batas-batasnya tetap terjaga dan tidak sembarangan. Karena memang norma mereka dengan kita berbeda. Nilai yang mereka anut dengan kita berbeda. Di UK, pasangan lesbian bisa memiliki anak dari sperma sumbangan. Begitu juga dengan pasangan Gay, mereka juga melakukan hal yang sama. Maka alasan kepunahan manusia terbantahkanlah dengan cara mereka seperti ini. Kehidupan mentalnya bagaimana? tentu tidak akan sempurna sesuatu yang tidak pada fitrahnya, tapi teman saya Fissilmi Hamida ini pernah memiliki landlord (tuan rumah) pasangan lesbi yang punya skill parenting jauuuh lebih baik di banding orang tua-orang tua muslim yang pernah ditemuinya.
Lalu dengan “nyamannya” kondisi di negara barat yang menjadikan zina sebagai lifestyle, LGBT sebagai sesuatu yang lumrah, haruskan di Indonesiapun terjadi seperti itu?
Saya tidak ingin membahas soal penyebaran penyakit akibat dari perilaku zina ini. Karena informasinya sudah banyak beredar dan sudah jelas penyebabnya. Untuk itulah program-program seks sehat digalakkan di negara-negara maju yang kemudian juga disarankan oleh para aktivis YANG ANTI DIURUSI RANJANG-nya mengkampanyekan hal yang sama.
Tapi ingat para orang tua dimanapun!
Terutama kamu yang masih percaya dengan Allah dan syariat-Nya.
Kita sedang memandang wajah anak-anak kita di masa depan. Tentang ketakutan kita akan bahaya pornografi, tentang ketakutan kita akan perilaku seks menyimpang yang begitu mudah tertular, kita sedang khawatir ibu-ibu RT yang kemudian harus tertular Penyakit Menular Seksual (PMS) karena suaminya sering “jajan” di luar, kita sedang resah karena pelakor yang menghancurkan rumah tangga orang dengan dalih suka sama suka, kita sedang benci dengan maraknya tindakan seks bebas di kalangan remaja.
Ini bukan soal PMS yang bisa diatasi, ini bukan menjunjung tinggi hak asasi seseorang karena atas dasar pilihannyalah dia berzina. Kita sedang mencoba untuk saling menasihati sebagai sesama muslim. Karena agama ini nasihat [1].
Kita sedang ingin mengingatkan saudara kita diseberang rumah atau mungkin saudara kandung kita bahwa masih ada Iman yang harus kita pegang, masih ada kekuatan ruhiyah yang bisa kita perjuangkan agar jauh dari tindakan tak senonoh seperti ini.
Ini bukan hanya tentang kekhawatiran akan masa depan anak-anak kita, keluarga terdekat kita, ketakutan ini jauuuuh lebih panjang dari itu. Yang kita takut adalah saat kita sakratul maut nanti. Saat kita menghadap Allah nanti. Tidak ada kekhawatiran yang mendera begitu hebatnya selain melihat saudara muslim kita sendiri terjebak dalam pusaran maksiat seperti ini. Untuk itu kita memberi nasihat, untuk itulah kita berjuang hingga ke parlemen dan undang-undang.
Ini bukan karena saya lebih baik dan anda lebih buruk dari saya, tapi tentang saling membuka lebar-lebar tentang mana yang salah dan mana yang benar. Tentang kembali ke kultur kita sebagai seorang muslim, seseorang yang masih percaya bahwa ada aturan Allah yang harus kita ikuti, ada rambu-rambu yang harus kita jaga.
Anda mau anak-anak SMA terbiasa hamil lalu cuti melahirkan dan kembali sekolah lagi? ini terjadi di negeri Inggris yang menjadikan zina sebagai lifestyle.
Anda mau suka sesama jenis adalah hal lumrah yang tak perlu dikhawatirkan dan sudah dimulai sejak anak-anak anda remaja? ini terjadi di negara yang tak mau lagi percaya akan Tuhan.
Anda mau jika agama yang menjadi penyelamat hidup kita kelak hanya menjadi atribut tak berguna yang hanya menjadi sumber pengekang kehidupan manusia?
Kalau anda mau silahkan. Tapi tidak dengan kami yang masih ingin nafas islam itu bernyawa di tubuh dan jiwa generasi-generasi kami.
Kami masih ingin lantunan qur'an itu merdua disetiap maghribh maupun subuh di rumah kami dan anak-anak kami kelak.
Kami masih ingin semangat menuntut ilmu di sekolah selalu teriring dengan keinginan yang kuat untuk mendekat kepada Allah.
Kami masih ingin itu terjadi sekalipun kami mati. Untuk itulah kami berjuang menjaga ketahan keluarga agar tetap memiliki nafas Allah dan Rasul-Nya dari rumah-rumah setiap keluarga muslim.
Jika anda tak suka, jangan menuduh kami tak mau memperjuangkan hakmu yang kamu atur sesukamu. Kami sedang khawatir keindahan berislam itu hilang dan luntur dari akar keluarga kami. Untuk itulah kami bersuara.
Saya tidak pernah menyesal terlahir sebagai muslim dan dianggap “terkekang” dengan aturan-aturan agama.
Karena dengan itulah jiwa kami bisa lapang, dengan mengingat-Nya lah hati kami tenang. Kami tak perlu pusing memikirkan akhir pekan harus mabuk berapa lama seperti teman saya dari Romania, kami tak perlu berfikir berapa banyak uang yang harus kami keluarkan hanya untuk MENCARI KEBAHAGIAAN persis seperti rekanku dari Italia yang kebingungan mencari destinasi liburan, kami tak perlu bingung memikirkan apakah calon pasangan kita memuaskan di ranjang atau tidak karena tak pernah mencobanya sebelum menikah, kami tak perlu sibuk bekerja hingga meninggal seperti orang Jepang hanya untuk memuaskan dahaga dunia.
Untuk itu setiap orang tua dimanapun, keluarga adalah kunci dan fondasi paling awal menantang “keras"nya dunia. Jika Agama hilang dari keluarga kita, maka bersiaplah menerima gaya hidup baru yang semakin menjauhkanmu dari Tuhan.
Bagi kalian yang senang semakin jauh dari Tuhan, silahkan. Tapi bagi kami, keberadaan Allah di hati adalah segalanya. Bagi kami, menjaga anak dan keluarga kami dari api neraka lebih kami takutkan dibanding mengikuti mau manusia yang selalu berujung pada nafsu belaka.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [at-Tahrîm/66:6]
Salam musim dingin dari Bristol, Inggris.
[1] Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (HR. Muslim)
Ngeri juga. Nangis di bagian ujung closing statement Bunda Elly Risman.
Yokk di nonton videonya :)
لا تحمل هم الدنيا فإنها لله..
Jangan risaukan perkara duniawi sebab dunia milik Allah
ولا تحمل هم الرزق فإنه من الله.
Jangan pusingkan pula tentang rezekimu, sebab rezeki pun dari Allah
ولا تحمل هم المستقبل فإنّه بيد الله.
Jangan bimbang jua dengan masa depan, sebab ia ada di tangan Allah
فقط إحمل هماً واحداً كيف ترضي الله.
Pikir dan fokuskan saja hal ini; bagaimana cara kita agar teranugerahi ridha Allah
Ibnu Qayyim Al Jauziyah
Tidak Terlihat Dekat dengan Siapapun
Diskusi QuarterLifeCrisis beberapa hari yang lalu masih seputar dunia jodoh. Mungkin bagi teman-teman yang belum mengalami, atau sudah melewati, obrolan semacam ini bisa dianggap membosankan. Tapi bagi yang sedang mengalami, mendiskusikannya dan berusaha mencari jawaban yang menenangkan adalah sebuah proses penting untuk melewati fase tersebut. Salah satunya dengan curhat.
Salah satu teman kami berkesah, setiap kali pulang atau orang tuanya menelpon, sering ditanya sudah punya pacar atau belum (karena orang tuanya tidak tahu kalau anaknya tidak mau pacaran), atau dengan candaan guyonan dari teman-teman yang lain tentang seputar tersebut. Orang tuanya pun seringkali bertanya, kapan rencana menikah? Sudah ada calonnya belum? Atau dalam kalimat-kalimat tidak langsung seperti, “Wah ini undangan ke rumah banyak banget dari teman-teman SD mu, mereka sudah menikah ya, kayak masih kecil kok udah mau nikah aja.” dan lain-lain.
Sementara teman kami ini, ia sama sekali tidak terlihat dekat dengan siapapun. Sama sekali. Bahkan ketika kami tanya, “Emang nggak ada cowok yang lagi pdkt gitu?” Jawabnya, “Enggak ada”. Juga pertanyaan lain yang sejenis,”Nah, lagi deket sama siapa gitu? Meski dia nggak pdkt?” Jawabnya masih sama, “Enggak ada”.
Dan karena ketidak-adaan inilah yang mungkin juga membuat orangtuanya bertanya-tanya, kok anaknya nggak pernah cerita suka sama siapa, atau lagi dekat sama siapa, atau ada yang pdkt dan gimana? Sementara teman-teman sebaya lainnya bahkan sudah ada yang maju melamar, meski pada akhirnya belum juga menikah.
Usianya sudah cukup matang (dalam standar orang tuanya) untuk masuk ke fase berikutnya. Juga mungkin karena melihat anaknya yang santai-santai aja, cenderung biasa-biasa aja dalam menanggapi hal tsb. Semakin membuat orangtuanya cemas.
Terlepas dari semua itu, terlepas dari sikap cueknya dan kesan biasa-biasanya ini. Teman kami bercerita kepada kami, kalau pada akhirnya dia juga berpikir. Berpikir tentang kenapa dia tidak terlihat dekat dengan siapapun? Enggak ada yang pdkt sama dia, apa enggak ada yang tertarik? Menurut kami, aneh kalau tidak ada yang tertarik dengan perempuan semandiri dan semanis dia.
Sampai pada akhirnya, diskusi panjang tanpa solusi itu berakhir dengan sebuah konklusi, barangkali itu adalah cara Allah menjaganya (terutama setelah ia berhijrah dan memutuskan untuk enggak pacaran), barangkali itu adalah bentuk perlindungan, menyingkirkan laki-laki yang mau mendekatinya tapi tidak dalam levelnya. Dan tentu saja sudah bisa kami tebak, dengan salah satu sifat tegas yang dia miliki, laki-laki kalau cuma mau pdkt untuk pacaran pasti sudah ditendangnya jauh-jauh.
Dan akhirnya, hal terbaik yang bisa manusia lakukan atas apa yang terjadi dalam hidupnya adalah bersyukur. Bersyukur sebab ia tidak terlihat dekat dengan siapapun, bahkan tidak ada yang mencie-ciekan dirinya dengan siapapun. Seperti itulah caraNya menjaga kehormatannya, izzah-nya
Yogyakarta, 17 Oktober 2017 | ©kurniawangunadi
Karena, aku sungguh yakin. Kutanamkan ini lekat2 didalam hati. Kurekam sempurna didalam ingatan. Bahwa segala jerih payah ini tidak mungkin sia-sia. Sepi ini tidak akan selamanya mendera jiwa. Nanti..pasti akan tiba.. waktu dimana aku bisa melepas semua beban dipundak ini. Nanti pasti akan tiba..waktu dimana aku bisa benar-benar tersenyum dan bahagia. Nanti..pasti akan tiba..waktu dimana aku tidak perlu lagi berjuang sekeras ini sendirian. Jadi untuk sementara..kuatlah untuk terus melangkah, teruslah berprasangka baik kepada Allah. Tidak akan ada yang sia-sia. Tidak ada. Tidak akan pernah ada.
Bandung 160817
Less For More
Jadi gini.
Sejak awal tahun saya Makin banyak kerjaan. Ya meskipun lebay sih, sebenernya oranglain juga kerjaan nya banyak. Saya suka risih sendiri sama beban yang ada.
Setelah puluhan bulan disini, Saya semakin sadar ketika kamar kontrakan semakin terlihat sempit Atau ruang tamu yang kecil malah terlihat sangat kecil. Suka gak fokus sama kerjaan kalau bawa kerjaan di kostan (hampir Kaya kontrakan lah)
Setelah diteliti, ternyata barang barang milik saya banyak juga. Meskipun gak sebanyak Selebgram yang dapet endorse per menit sih. Tapi karena selalu beres beres sendiri Semuanya jadi keliatan ribet. Perasaan baru di beresin, gak lama udah kotor lagi aja.
Karena dari kesadaran itu, saya jadi sedikit menghitung berapa banyak materi berupa uang yang saya habiskan untuk membeli mereka. Barang barang yang dimata saya lucu dan sekedar diskon 30%
Dari boneka kecil kecil, sampe yang ukuran nya besar. Dari skincare yang harganya ratusan ribu yang belum abis udah beli lagi. Atau beberapa sepatu yang mainstream. Padahal hampir setahun ke kantor nya pake sendal jepit.
Ngeliat rak makeup yang banyak gak pernah dipake sampai expired.
Akhirnya, 2bulan lalu saya mutusin buat ngeberesin mereka semua. Semua boneka di laundry trus di pack satu satu pake plastik toko dan dijual. Baju baju yang gak pernah dipake sekitar 40 potong, sepatu 8 pasang, sampe yang simple2 Kaya miniature..
Mumpung temen jualan barang second hand, jadi ada media yang cepet buat membersihkan semuanya.
Sadar lagi sih, Pas dapet uang hasil penjualan. Ternyata gak sampe setengah dari uang yang saya pakai untuk beli semua itu..
Sambil ngobrol sama temen saya yang super simple ini. Dia bilang
“jadi orang simple bukan berarti bodoh, gak trendy, dan gak harus miskin juga kok”
Manggut manggut sambil dia ngelanjutin
“Kita gak perlu ribet hanya karena harus terlihat beda, terlihat kekinian, terlihat paling keren…”
Saya menangkap obrolan ini. Teman saya ini super simple padahal gajinya 4x dari gaji saya sebulan. Hampir tiap hari pake celana jeans yang sama. Biasanya dia lebih sibuk berkarya di depan komputer daripada sibuk bikin video buat dipost di ig stories.
Hmm…
Hampir sama Kaya temen yang satu lagi. Kalau dia selalu bawa hape android keluaran 5tahun lalu. Tapi bisnis nya bisa sukses. Dalam obrolan singkat soal hape nya, dia pernah bilang “kalau kemampuan kita Cuma bisa beli hape xiaomi ya jangan ribet ngumpulin duit buat beli iPhone 7. Jangan jangan kebutuhan kita hanya perlu pake hape Nokia biasa. Asal bisa sms da tlp”
Jlep.. Gara2 obrolan itu, saya jadi merubah pola pikir untuk tampil dengan terlihat fashionable dan kekinian.
Setelah semua barang hampir bersih di kostan, buktinya saya lebih semangat bekerja, sekedar Baca buku juga jadi nyaman.
Saya pernah juga membaca buku yang menerangkan konsep less for more. Gimana caranya kita bisa berbuat banyak hal dan memiliki hal yang membuat kita puas.
Contohnya
Kalau kita punya uang 2juta yang niat awal buat beli sepatu Nike, kita bisa revisi Menjadi 300rb buat beli sepatu (300 ribu udah nyaman Kok) satu juta ditabung, 500rb buat sedekah, sisanya buat traktir temen makan. Meskipun gak semua orang setuju sama konsep ini, ternyata kalau saya pikir pikir having less for more ini jauh lebih bisa membuat hidup Kita bermakna dan bermanfaat.
uneg-uneg tentang selfie
Introvert adalah pribadi yang hidup dalam pikiran. Setiap hari berkontemplasi. Setiap hari berasumsi. Ada yang perlu kita waspadai. Bahwa seorang introvert itu sangat rawan terjebak dalam asumsi dan kacamata berpikirnya sendiri.
ini gue rasain banget ketika ada begitu banyak orang menulis tentang ‘keharaman’ selfie bagi wanita. Gue sebenernya bukan orang yang ngedukung wanita untuk berbondong-bondong selfie. Setiap orang harus punya rasa malu. Wanita harus menjaga dirinya dengan tidak membuka aurat, dan laki-laki harus menjaga dirinya dengan menundukkan pandang plus tidak banyak mengumbar kata mesra yang mengandung fitnah. Tapi dibalik semua kewajiban itu, hukum selfie tetap mubah. Nggak bergeser menjadi haram.
Pentingnya apa memahami bahwa selfie itu mubah?
agar kita lebih punya hati dalam memperingatkan para muslimah yang banyak memasang foto di sosial media. Biar kita nggak dengan kasar menggunakan logika bahwa selfie = tabarruj, tabarruj = dosa, dan yang dosa itu haram dilakukan jadi selfie itu haram. Tidak semua selfie termasuk tabarruj. Jika ia dilakukan sesuai adab serta dengan frekuensi yang sesuai ukuran, semua orang diizinkan untuk melakukannya. Wajah itu pada dasarnya cuma identitas. Jika di instagram kita ada satu dua foto, itu nggak masalah.
Jangan semua dibawa ke arah tabarruj. Tabarruj itu bermakna dengan sengaja untuk membuka sesuatu yang seharusnya di sembunyikan. Sementara nggak semua orang memasang foto dengan niat ‘sekedar untuk menampakkan diri’. Gue mungkin keseringan memakai sudut pandang introvert yang melakukan hampir semua hal dengan menata niat terlebih dahulu. Berbeda dengan orang ekstrovert yang kadang melakukan sesuatu ya sekedar ngelakuin aja. Tanpa ada niat apapun. Buat lucu-lucuan doang.
Jangan dipahami kalau gue mendikotomi manusia cuma jadi dua jenis. Introvert sama ekstrovert doang. Manusia itu banyak. Sudut pandangnya juga amat sangat banyak sekali. Dimana masing-masing sudut pandang jauh banget bedanya. Jadi nggak semua orang itu melakukan sesuatu dengan dasar atau niat seperti yang kita pikirkan.
Intinya, nggak semua wanita itu memasang foto demi mencari perhatian. Kalau toh frekuensinya terlalu banyak, kita bisa ngingetin dengan bahasa yang santun. Bukan hanya dengan nada yang lembut tapi ujung-ujungnya dijudge tabarruj.
Wanita menutup auratnya itu lillah. Bukan sekedar untuk menjaga diri dari mata yang jelalatan. Laki-laki menjaga pandang pun mestinya juga lillah.
Menutup aurat dan menjaga pandang adalah urusan dan tanggung jawab masing-masing. Nggak ada ceritanya laki-laki jadi punya hak buat nyalahin wanita karena kegagalannya menjaga pandang. Dan nggak ada ceritanya wanita jadi bebas dari kewajiban menutup aurat ketika semua laki-laki lulus dari ujian menjaga pandang.
inget guyonan dua orang teman:
“Eh itu instagram penuh banget sama selfie nggak apa-apa?“
“Emang kenapa. Kan mubah?“
“Yaa nggak apa-apa sih. Cuman lucu aja. Tiap ngelihat newsfeed yang muncul, muka kamu semua. Berasa lagi jalan di dunia nyata terus ngelihat pohon, eh ada foto kamu. Ngelihat gedung, ada foto kamu lagi. Ngelihat menu makanan itu lho, ada foto kamu juga. Berasa kamu tuh jadi duta segala macam produk ~XD. Overdosis akunya“
si teman langsung ketawa. Esoknya, ada banyak foto yang dihapus.
Setiap orang punya bahasa masing-masing dalam mengingatkan. Hanya saja, nggak semua hal bisa dikaitkan dengan tabarruj seolah menjadi wanita itu kerasa susah. Gerak dikit aja salah. Gerak dikit aja disangka cari perhatian. Endingnya pemahaman tentang tabarruj menjadi berlebihan. Padahal semua yang dipahami secara berlebihan itu tidak baik.
Wanita memang harus belajar tentang rasa malu dan tentang definisi tabarruj. Tapi biarkan mereka belajar secara utuh lewat kata-kata yang baik. Bukan lewat nasihat judgemental di muka umum yang menuduh mereka berbuat yang tidak-tidak. Padahal selfie itu mubah.
Selfie berpotensi ke arah tabarruj seperti potensi pisau yang bisa dijadikan alat untuk membunuh. Tapi nggak semua selfie itu tabarruj, sama halnya kayak pisau yang nggak semuanya dipakai untuk membunuh.
Silahkan menampakkan diri kita secukupnya saja. Sebatas orang tahu bahwa akun kita tidak anonim. Sebab di era ketika banyak orang tidak bertanggung jawab berpendapat secara anonim, memperlihatkan identitas ketika beropini adalah bentuk tanggung jawab.
Jikapun kamu memilih untuk tidak menampakkan diri sama-sekali, itu hak masing-masing. Setiap orang bisa menggunakan kacamata yang berbeda. Menjaga diri dari fitnah itu amat baik. Tapi memaksa semua orang menggunakan kacamata yang sama sehingga yang pasang satu dua foto dituduh nggak mau menjaga diri, kita perlu memeriksa hati kita masing-masing.
Biarkan para akhwat belajar tentang kehati-hatian dengan prosesnya masing-masing. Yang mubah biarlah tetap menjadi mubah. Kalaupun kita mengurangi frekuensi untuk melakukan yang mubah, semoga semuanya dilakukan atas dasar yang benar.
seperti kita yang berkomitmen mengurangi makanan berlemak yang meskipun itu nggak haram, tapi lebih baik dihindari karena nggak baik untuk kesehatan jantung.
seperti kita yang berkomitmen untuk mengurangi makanan pedas yang meskipun itu enak, tapi nggak bisa dimakan banyak-banyak karena bisa membuat perut kita sakit dan mengurangi produktifitas.
mengurangi frekuensi selfie harus dimaknai demikian. agar kita bisa lebih santun lagi dalam menasihati dan tidak serampangan menebak niat orang.
Wallahu a’lamu wal musta’an,
Karena segala hal yang sudah dipilih..apapun itu..harus dijalani dengan sepenuh hati. Tidak boleh setengah-setengah !
190717
“Manusia hanya bisa merencanakan, sisanya Allah-lah yang menentukan.” Kata-kata itu sering sekali kudengar, sering kubaca. Semua orang mengucapkankannya,juga menuliskannya. Akupun tidak terkecuali..meski lebih sering kulafalkan didalam hati. Manusia hanya bisa merencakan… Terbayang ada banyak sekali rencana-rencana yang sudah kususun matang di bulan ramadhan ini bahkan sampai di akhir syawal nanti. Janji-janji dengan teman kubuat , sederet acara digendakan. Ramadhan tahun ini aku pernah berencana off dari smua kegiatan, termasuk resign dari pekerjaan yang baru kujalani 40 hari demi bisa menikmati ibadah puasa, demi bisa berlibur panjang, demi bisa merayakan idul fitri dengan keluarga dengan saudara tanpa ada tuntutan pekerjaan. (Ketauhuilah aku sudah melewatkan kesempatan 6 kali ramadhan, juga 6 kali lebaran yang di tuntut oleh pekerjaan. Yang tidak bisa libur..malah diwajibkan lembur..aku lelah juga bosan) Sehari setelah kuundurkan diri dari pekerjaan, rencanaku berantakan. Tidak ada satupun yang dapat kuwujudkan. Tidak pernah terfikir jika pada akhirnya aku harus hidup jauh dari rumah. Terdampar disini..sendirian :( ah jika tidak karena restu ibu…aku tidak akan pernah pergi melangkahkan kaki ini. Kadang kita tidak menyukai sesuatu,tapi bisa jadi itulah yang terbaik. Aku tidak suka berada disini..dengan pekerjaan lama yang sama. Yang menyita waktu ibadah juga waktu berkumpul bersama keluarga. Aku berencana bebas dari hal ini..kenapa pada akhirnya aku justru mendapati ini lagi?? :( :( Semuanya Allah lah yang menentukan… Aku bersyukur..karena pada akhirnya banyak sekali hikmah yang bisa kuambil. Aku berfikir tidak bisa menikmati ibadah ramadhan dengan kyusuk tahun ini..sama seperti yang kemarin.. Aku berfikir aku akan sendirian Aku berfikir aku akan sulit menyesuaikan diri.. Benar aku terlalu banyak berburuk sangka :( Tapi lihat kenyataannya Setelah aku jalani… Masya Allah disini Justru banyak sekali forum2 diskusi yang sebelumnya belum pernah aku ikuti Banyak sekali pelajaran, dukungan serta motivasi yang kudapat yang membuat semangat beribadahku tak down lagi 😇 Disini… Aku dipertemukan dengan banyak sekali orang-orang baik.. Aku di kerumuni banyak sekali teman-teman juga sahabat-sahabat baru.. Aku mendapatkan banyak sekali pengalaman baru, juga terhadap pekerjaan yang sempat kuremehkan dan kukeluhkan.. Dimana aku harus-benar belajar merubah sikap diri..mengikuti standar2 yang tidak bisa ditawar lagi. Tidak seperti di tempat lama dimana aku bisa bersikap dan berbuat sesuka hati :( Manusia hanya bisa merencanakan, sisanya Allah-lah yang menentukan. Sekarang aku bersyukur…sangat bersyukur.. Untuk segala yang aku jalani Untuk nikmat sehat yang tidak bisa terbeli.. Untuk rizki yang tiada berhenti mengalir.. Untuk segala ilmu juga hal-hal baru Untuk rindu dan untuk semua orang yang menangis merindukanku. Sekarang aku paham arti pulang :( Arti rumah.. Arti yang selama 24 tahun hidup, baru kali ini kurasakan.
Bandung, 12juli 2017 Dee yang sendirian didalam kamar,dan sedang rindu ingin pulang 😔😔
Nyatanya.. Bahagia adalah menerima Bahagia adalah rela Melepaskan segala apa yang membelenggu dada. Mengikhlaskan segala apa yang bukan milik kita Benar memang sederhana Walau kadang sakitnya perihnya menusuk hati Melukai jiwa..
081017
Selamat tidur ; yang lelah di tualang hidup. Esok akan datang lagi. Kau butuh tenaga menghadapi semua hari. Tidak ada waktu untuk menyerah. Jalan yang kau pilih harus di tempuh sampai tujuan. Hidup memang butuh perlawanan. Sebab, menyerah sama saja dengan kalah. Tertinggal dan dilupakan. Terbuang dan di abaikan. Jalan panjangmu selama ini, tak bisa lagi kau jejaki. Maka, lelapkanlah diri. Kumpulkan tenaga lagi. Perjalanan itu masih harus kau lanjutkan esok pagi 🌃 (at Bandung)
Kemarin aku masih sering menengok kebelakang Merasa begitu sedih akan kehilangan-kehilangan Merasa begitu berat melepaskan segala kenyamanan yang sudah aku dapatkan. Tapi hari ini aku tersadar Bahwa dalam hidup, tidak pernah ada satupun yang benar-benar hilang Allah hanya menukarnya Dan sebelum memberikan gantinya Sederhana sekali.. Allah hanya meminta kita untuk sabar juga ikhlas Tetap bertawakkal dan tak henti berikhtiar. Tidak mungkin tidak ada ganti yang lebih baik atas segala apa yang pergi. Sebelumnya aku pesimis bisa sampai dititik ini.. Hatiku pernah patah.. Semangatku sempat hilang Aku pernah merasa tidak dihargai Aku pernah merasa tidak berarti Tapi nyatanya kini Aku berhasil mendapatkan segalanya lagi Aku tidak perlu memamerkan dan membuktikan apa-apa Tidak perlu juga kutunjukan ini pada siapa-siapa Aku cukup bersyukur Kaki ini kembali berdiri,aku bisa berlari. Hatiku sembuh, semangatku tumbuh. #ramadhanday7 (at Pantai Teluk Penyu,Cilacap)
Rayakanlah bahagiamu sewajarnya saja. Entah, siapa yang tahu, dibalik segala sukacitamu itu ada seseorang yg telah terluka, lalu berbalik pergi memendam duka.
(via miftahulfikri)
Bus yang kita naiki, terminal-terminal yang kita singgahi, dan sepanjang jalan yang kita lalui hingga sampai di tanah ini… Untukmu, terimakasih telah menjadi sahabat..juga teman berpetualang. -Bromo tengger semeru- 30042017
Ah, bagus banget ini.
(Membuka memori lama, ternyata alay gini ya) Sindoro kala itu .. Pagi hari setelah semalaman hujan badai