โWahai (Rabb) Yang Mahahidup Yang Mahaberdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. Perbaikilah segala keadaan dan urusanku, jangan Engkau serahkan aku kepada diriku meski sekejap mata sekali pun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).โ
Rutinkan doa ini di pagi dan petangmu, sebagaimana telah Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam contohkan kepada putrinya Fatimah radhiyallahu โanha.
Ya Hayyu, Yang Mahahidup (sifatudzatiyah) yaitu Sumber Kehidupan.
Tidak ada kehidupan yang bermula kecuali dari Allah Subhanahu Wataโala.
Tidak ada kehidupan yang berakhir kecuali dengan izin Allah Subhanahu Wataโala.
Tidak ada kehidupan yang dibangkitkan kecuali oleh Allah Subhanahu Wataโala.ย ย
Allah Subhanahu Wataโala selalu hidup, tidak ada yang hidup sebelum-Nya, Dia-lah Yang Awal.
Ya Qayyum, Yang Berdiri Sendiri, Yang Mengatur Segala Sesuatu, tidak butuh segala sesuatu.
Allah Subhanahu Wataโala bukan hanya memulai segala sesuatu, tetapi juga memelihara. Urusan rezeki makhluk semua diurus oleh Allah Subhanahu Wataโala. Saat semua terlihat kacau (politik, pandemi) Allah Subhanahu Wataโala is always in control, Allah Subhanahu Wataโala remains in control.
Allah Subhanahu Wataโala tidak mungkin hanya mencipta kemudian mengabaikan. Setiap hari Allah Subhanahu Wataโala mengurus hidup setiap hamba-Nya.
Al-Hayyu (sifatudzatiyah) kesempurnaan Dzat Allah Subhanahu Wataโala dan Al-Qayyum (sifatulfiโliyah) sifat yang menunjukkan perbuatan Allah Subhanahu Wataโala, terkandung di dalam ayat kursi, QS. Ali โImran: 2, QS. Tha Ha: 111.
โDiriwayatkan dari Anas radhiyallahu โanhu, ia pernah bersama Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam yang dalam keadaan duduk lantas ada seseorang yang salat, kemudian ia berdoโa, โAllahumma inni as-aluka bi-anna lakal hamda, laa ilaha illa anta al-mannaan badiiโus samaawaati wal ardh, yaa dzal jalali wal ikram, yaa hayyu yaa qayyum [artinya: Ya Allah, aku meminta pada-Mu karena segala puji hanya untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Banyak Memberi Karunia, Yang Menciptakan langit dan bumi, Wahai Allah yang Maha Mulia dan Penuh Kemuliaan, Ya Hayyu Ya Qayyum -Yang Mahahidup dan Tidak Bergantung pada Makhluk-Nya-].โ
Kemudian Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โSungguh ia telah berdoa pada Allah dengan nama yang agung di mana siapa yang berdoa dengan nama tersebut, maka akan diijabahi. Dan jika diminta dengan nama tersebut, maka Allah akan beri.โโ (HR. Abu Daud no. 1495 dan An-Nasaโi no. 1301. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih).
Bi rahmatika astaghiits, rahmat Allah Subhanahu Wataโala meliputi segala sesuatu.
Rahmat Allah Subhanahu Wataโala meliputi:
Segala yang kamu butuh di hidup ini (urusan dunia).
Segala yang kamu cari dari Allah Subhanahu Wataโala di akhirat (urusan akhirat).
Ash-lihlii syaโnii kullahu, perbaiki semua urusanku. Dunia, agama dan akhirat.
Jika seorang hamba meminta dengan menyebut nama-nama-Nya maka doa tersebut akan diijabah. Dengan menyebut nama-Nya Al-Hayyu Al-Qayyum maka akan menyadari bahwa hanya Allah Subhanahu Wataโala yang mampu mengabulkan doa karena Allah Subhanahu Wataโala yang memberi hidup dan mengatur segala urusan hamba-Nya.
Hati menjadi tenang walau di luar sana terlihat kacau sebab menyadari bahwa Allah Subhanahu Wataโala selalu mengurus hamba-Nya hingga detik ini.
Lalu meminta pertolongan-Nya di setiap urusan tanpa terkecuali agar diperbaiki dengan rahmat-Nya yang meliputi segala sesuatu. Allah Subhanahu Wataโala yang mengatur semesta ini, yang mengatur kehidupan dengan kasih sayang-Nya.
Wa laa takilnii ilaa nafsii (thorfata โaini), sekejap mata.
Berapa kali kamu berkedip dalam sehari tanpa sadar agar matamu lembap? Hal yang sering lupa disyukuri dan banyak hal yang terjadi tanpa kamu sadari.
Put your trust in Allah Subhanahu Wataโala, meminta kepada Allah Subhanahu Wataโala hal yang kamu tahu kamu butuhkan dan hal yang sering lupa bahwa kamu butuhkan.
Semua makhluk akan mati, Allah Mahahidup; walau berkekurangan dan penuh dosa, setiap hamba mempunyai akses untuk menghubungi Allah Subhanahu Wataโala setiap waktu.
Lalu bagaimana dengan dosaku? Allah Subhanahu Wataโala tahu setiap dosamu, jangan berhenti berdoa dan terus berusaha untuk berhenti berbuat dosa dengan meminta pertolongan Allah Subhanahu Wataโala.
Berdoalah dengan penuh kerendahan hati, meminta agar Allah Subhanahu Wataโala mengurus semuanya, memperbaiki semuanya karena Dia-lah Al-Hayyu Al-Qayyum. Setiap hamba butuh diurus oleh Allah Subhanahu Wataโala agar tetap hidup dan tidak ada seorang pun yang sanggup mengurus dirinya sendiri.
Rasa takut dan khawatir yang hinggap di hati disikapi dengan berdamai dari hal-hal yang di luar kuasamu, seperti: kekayaan, kematian, kesehatan dan bagaimana Allah Subhanahu Wataโala menjawab doamu.
Ketika berdoa sadarilah lemahnya dirimu sampai kamu merasa โSaya tidak ingin Allah Subhanahu Wataโala menjawab doa saya sesuai dengan apa yang menurut saya terbaik tetapi saya ingin Allah Subhanahu Wataโala menjawab doa saya sesuai dengan apa yang menurut Allah Subhanahu Wataโala terbaik untuk saya.โ
Dengan begitu kamu akan menyadari bahwa ada hal-hal yang di luar kuasamu dan sudah tercatat. Sadari juga bahwa kamu memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Apa yang menurutmu baik, belum tentu baik dan Allah Subhanahu Wataโala Mahatahu segala sesuatu. Put your trust in Him. Allah Subhanahu Wataโala tahu yang terbaik.
Ada hal-hal di luar kekuasaan saya and Iโm okay with that.
Saya tenang, yakin, percaya dan menerima bahwa Allah Subhanahu Wataโala yang mengatur segala sesuatu maka saya fokus pada hal-hal yang bisa saya kontrol.
Pondasi tawakal Hatim Al-Assam:
Tahu bahwa rezeki saya tidak akan dimakan orang lain selain saya, maka hati saya merasa aman.
Tahu bahwa orang lain tidak akan mengerjakan amal-amal saya, maka saya sibuk mengerjakannya.
Tahu bahwa kematian datang tiba-tiba, maka saya bersegera (melakukan kewajiban ibadah saya) sebelum ia menyerang.
Tahu bahwa saya tidak akan luput dari pengawasan Allah Subhanahu Wataโala di mana pun saya berada, maka saya malu kepada-Nya.
Disadur dari postingan loveshugah (Do not leave me to myself - Imam Omar Suleiman).