Semoga bahagiaku tidak pernah menyakiti hati siapapun dan bahagia mereka jangan sampai meninggalkan rasa iri dalam diriku :)

titsay
No title available

ellievsbear
Sade Olutola
wallacepolsom
Sweet Seals For You, Always
RMH
Alisa U Zemlji Chuda
Misplaced Lens Cap
sheepfilms
dirt enthusiast
trying on a metaphor

tannertan36
Show & Tell

Andulka
he wasn't even looking at me and he found me
No title available

Product Placement
almost home
NASA

seen from Jordan
seen from United States

seen from Italy

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from Israel

seen from United States
seen from Croatia
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@desemberlimabelas
Semoga bahagiaku tidak pernah menyakiti hati siapapun dan bahagia mereka jangan sampai meninggalkan rasa iri dalam diriku :)
Padahal penerimaan atas segala perasaan negatif itu juga wajar, kok. Kamu marah, sedih, kecewa itu wajar. Tidak mesti terus tertawa demi menutup semuanya.
Kita mungkin tidak sadar ketika ternyata sedang menggantungkan bahagia di pundak orang lain.
Kita kadang mungkin sudah tahu, nih usaha apa yang bisa kita coba lakukan sebagai solusi atas permasalahan yang sedang kita hadapi. Tapi…kita pikir,”ah, bisa coba nanti aja.” Hingga tidak terasa waktu pun terus bergulir dan akhirnya masih begini-begini saja :)
Kita cuma bisa berdoa sekencang-kencangnya, berusaha sekuat tenaga, lalu sisanya biarlah menjadi urusan Allah SWT. Bagaimana pun hasil akhirnya, setelah semua usaha dan doa maka mungkin memang itulah yang terbaik. Semangat, ya :)
Jangan hanya karena itu bukan kamu.
Terlalu pusing mikirin pandangan orang ke kita, menimbang perasaan orang lain agar tidak terluka tapi lupa menjaga perasaan sendiri dan memprioritaskan diri sendiri dulu.
Padahal kesempurnaan hanya milik Tuhan, tapi kok bisa ada yang sebegitu jumawanya merasa tiada celah 🙂
Belajar membiasakan mengukur kemampuan diri.
Ketakutan berlebihan terhadap sesuatu itu justru bikin kita gak gerak kemana-mana. Sudah berkali-kali ketakutan berlebihan tidak terbukti selain hanya ada didalam pikiranmu sendiri.
Dulu aku kerap mempertanyakan bagaimana doa bisa bekerja jika takdir sudah termaktub? Sampai akhirnya aku paham bagaimana konsep dari takdir itu sendiri dan bagaimana kekuatan sebuah doa dapat mengubahnya. Maka, berdoalah.
Aku teringat dengan sebuah tulisan yang pernah kubaca "tangan yang menengadah ke langit tidak akan kembali dalam keadaan hampa". Artinya, semua yang telah dipanjatkan pasti selalu punya jawaban. Maka, berdoalah.
Berdoalah dan meminta kepada-Nya untuk segala hal apapun yang nampaknya mustahil. Sebab Dia dapat mengubah sebuah kemustahilan menjadi keniscayaan. Maka, berdoalah.
Kalau semua hanya perkara UNTUNG-RUGI, lantas dimana letak IKHLAS?
Jangan hanya karena terbiasa ‘dikasari’ baik dengan tindakan maupun ucapan, kamu jadi melakukan hal serupa kepada orang lain yang sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan rasa sakitmu.
Orang lain itu.
Yang selalu berhati-hati dalam setiap ucapan dan tindakannya demi menjaga perasaanmu justru yang paling sering kamu sakiti hatinya.
Orang lain itu.
Mungkin saja yang selalu mendoakan kebaikan untukmu.
Apa yang Kamu Rasakan Saat Pasanganmu Bilang ‘Sama, Aku Juga Capek’ Saat Kamu Mengeluh Capek?
Salah satu pendewasaan yang saya sadari setelah menikah adalah menahan diri untuk tidak bilang ‘sama, aku juga’ saat pasangan sedang mengeluh seperti capek, kurang tidur, atau kerjaan kantor banyak sekali.
Saya orangnya jarang-jarang mengeluh, tapi sekalinya mengeluh ya cuma sekadar ingin mengeluh saja, bukan kode untuk diserve ini dan itu oleh pasangan.
Pernah beberapa kali pasangan saya spontan merespon begini, “Sama, aku juga capek.” Mungkin dia tidak ada maksud apa-apa, sama seperti saya yang sekadar bercerita saja. Tapi rasanya yang tadinya saya harapkan bisa plong kok malah jadi sesak ya. Saya tidak merespon apa-apa lagi.
Sekali, dua kali, tiga kali, terus terulang seperti itu. Dan rasanya masih sama. Sepertinya bukan respon seperti ini yang saya inginkan.
Lama saya merenung kenapa saya kurang suka dengan respon seperti itu. Ternyata kemudian saya sadari bahwa saya terbiasa mendengarkan keluhan dan saya jarang mengeluh. Saat pasangan saya mengeluh, saya berusaha mendengar tanpa menimpali dan mencoba mencarikan solusi bila diperlukan.
Lalu saat saya mengeluh dan mendapat respon ‘sama, aku juga’ itu rasanya seperti saya ini tidak boleh mengeluh. Padahal niat saya mengeluh hanya sekadar mengeluh saja biar plong, bukan untuk membandingkan siapa yang lebih capek.
Sekali lagi, mungkin maksud pasangan saya bukan seperti itu. Hanya saja yang namanya komunikasi itu kan dua arah, ada potensi lain maksud lain juga penerimaannya. Dan dalam pernikahan, baik suami atau istri, adalah sama-sama subjek. Maka, menurut saya, saya perlu untuk menyampaikan ketidaksukaan saya atas respon seperti itu. Biar sama-sama senang dan sama-sama belajar.
Komunikasi yang baik antara suami dan istri itu komunikasi yang setara, yang bisa didengarkan dan mendengarkan satu sama lain, yang mau saling menghargai dan saling memberi ruang untuk berekspresi.
Saya gak sadar bahwa kalimat pendek ‘sama, aku juga’ itu bisa bikin kesal. Awalnya saya kira biasa saja, lama-lama kesal juga hehehe. Tapi inilah yang namanya pendewasaan. Pasangan saya tidak benar-benar salah, dan saya juga tidak sepenuhnya benar. Ini hanya soalan pola komunikasi yang berbeda dan perlu disinkronkan. Itu saja. Semoga saja.
@taufikaulia
Meski terkadang saling terluka, bertengkar, meminta maaf dan memaafkan.
Silih berganti tersenyum, tertawa, lalu marah, cemberut, rindu, lelah, serta harus berdamai dengan ketidaknyamanan.
Walau segalanya tak selalu seindah angan dan impian
Tapi ia memilih untuk tetap bersamamu, tak pernah meninggalkanmu, dan terus bertahan
Genggam tangannya hingga akhir, karena dialah sebenar benar teman perjalanan.
Saat dunia dijajah hiruk-pikuk alur video linimasa cepat seperti tiktok, reels, hingga youtube shorts yang membuat manusia seolah dipaksa berfikir pendek dan singkat. Ada dunia lain bernama tumblr, yang membuat seolah waktu berjalan lambat dan tenang, membuat penghuninya berjalan perlahan, berhenti untuk membaca, merenung, lalu kembali bergerak. Tak ada beat musik yang bising atau gerak layar yang menusuk mata, hanya ada tulisan yang dibaca.
Tumblr seperti kamar tempat kita berbaring setelah penuh dengan kepenatan dunia, tumblr seperti pantai kala senja tempat melepas lelah dari kebisingan kota.
Tidak semua yang mendengarkan itu menyimak.