SBM x kataraya Ramadan 12
Jawab:
Anak adalah peniru yang ulung. Apa yang ia dengar itulah yang ia ucapkan. Fakta inilah yang membuat pendidikan anak tidak mungkin diisolasi menjadi pekerjaan orang tua dalam satu rumah tangga saja. Akan tiba waktunya anak keluar rumah dan berinteraksi dengan lingkungannya. Orang tua tak bisa menyumpal telinga anak mereka agar tak mendengar bagaimana tetangga dan anak tetangganya berbicara. Jadi, mendidik anak haruslah dimulai dengan kerja sama komunitas. Cara pikir “urus anak masing-masing” dalam hal ini sungguh tidak masuk akal.
Sudah saatnya rapat di warga di RT membahas hal-hal seperti ini. Sudah saatnya pertemuan bulanan di Posyandu membicarakan persoalan ini. Tiap-tiap unit terkecil dalam masyarakat sudah seharusnya menyepakati nilai-nilai mendasar yang akan ditanamkan ke semua anak di area itu. Tentu dimulai keteladanan dari orang dewasa di area itu.
Jika cara ini terlalu sulit dilakukan, orang tua perlu memberi penekanan kepada anak bahwa mereka tidak suka ketika anak mereka mengatakan kalimat “A” atau kata-kata “B”. Sampaikan ke anak bahwa kalimat dan kata-kata itu memiliki arti yang buruk dan membuat orang tua merasa tidak nyaman dan sedih. Hal ini penting untuk dilakukan agar anak belajar bahwa mereka memiliki kesempatan untuk tidak membuat orang tua mereka sedih dengan cara menahan diri untuk tidak mengucapkan kalimat “A” atau kata-kata “B”.
Kredit Desain: Yuliana Paminto
Kredit Foto: Fatima Nurul Alissa














