Wahai Yang Maha Hidup Kekal, Yang Maha Mengurusi Semua Makhluk, dengan kasih sayang-Mu aku memohon pertolongan.
Perbaikilah semua urusanku, janganlah tinggalkan aku untuk mengurusi urusanku sendirian walau sekejap mata, selama-lamanya.

shark vs the universe
taylor price
Cosimo Galluzzi

❣ Chile in a Photography ❣
ojovivo

tannertan36
d e v o n

roma★
Today's Document
YOU ARE THE REASON
Sweet Seals For You, Always

bliss lane
Cookie Run:Kingdom Official!

izzy's playlists!
tumblr dot com
No title available

oozey mess
🩵 avery cochrane 🩵
sheepfilms

if i look back, i am lost
seen from United States
seen from Pakistan

seen from Jamaica

seen from Brazil

seen from Burkina Faso
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from Uruguay
seen from Canada
seen from India
seen from Dominican Republic
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Tunisia
seen from United States

seen from Singapore
seen from Slovakia
seen from South Africa
seen from United States
@dialogantarakita
Wahai Yang Maha Hidup Kekal, Yang Maha Mengurusi Semua Makhluk, dengan kasih sayang-Mu aku memohon pertolongan.
Perbaikilah semua urusanku, janganlah tinggalkan aku untuk mengurusi urusanku sendirian walau sekejap mata, selama-lamanya.
Tidak semua orang punya seseorang yang mau mengerti.
Tidak semua orang punya waktu untuk seseorang yang di mengerti.
Semua orang punya harapan pada seseorang yang tidak bisa mengerti.
Andai saja ada satu orang saja yang dapat menjadi seperti itu atau salah satunya maka kita akan jarang menemukan seseorang dengan status miris di media sosial.
Jauhkan jika seseorang ingin menjauh, dekatkan jika seseorang itu ingin mendekat
Usia memiliki kadaluarsanya, aku tidak akan mengejar seseorang yang ingin pergi.
Aku telah meyakinkan diriku untuk tidak takut lagi dalam kehilangan, sebab aku sadar tidak ada yang kebetulan, Tuhan merencanakan sesuatu dengan skenarionya.
Bila seseorang yang mendekat ditakdirkan untukku, dia akan tinggal dan menjadi milikku selamanya.
SETARA
Sejak aku pernah melisankan aku ingin pasangan yang setara, alam ternyata bekerja mendatangkan orang-orang yang ingin membahas keinginan setara ini. Mulai dari orang asing yang tiba-tiba dekat, teman lama yang bertemu lagi, adek tempat kerja yang berencana menikah, laki-laki yang belakangan jadi teman cerita, dan pertanyaan di kolom instagram.
Jika ditanya aku ingin laki-laki yang bagaimana di enam tahun lalu (masa ini aku ingin menikah dengan seseorang) aku dengan mudah menjawab, aku ingin seseorang yang lebih baik dari aku. Kondisinya aku baru lulus kuliah, pekerjaan belum stabil, mimpi masih tidur dan keinginanku masih seperti teman-teman yang lainnya.
Rasanya saat itu, jika aku tidak menemukan lelaki yang lebih baik, maka kehidupanku hanyalah mimpi buruk. Karena lucunya, saat itu aku juga menganggap salah satu pencapaian itu adalah, siapa yang kelak aku menangkan.
Tapi ternyata Tuhan dengan maha baik memberikan aku perjalanan yang lebih panjang, dan aku melewati lebih banyak waktu dengan mengesampingkan hal-hal yang berhubungan dengan lelaki yang kuinginkan seumur hidup.
Sekarang, jika harus menjawab pertanyaan tentang bagaimana aku akan mencari, dia adalah yang setara denganku. Setara di sini bukan seseorang yang harus sama persis, tapi kami ada di rentang yang sama setidaknya untuk hal-hal crusial yang aku pertimbangkan untuk memilih pasangan.
Sejujurnya aku lebih suka meromantisasi hidupku dan ingin pertemuan yang tidak terduga saja, tapi akan selalu ada plan B dari setiap rencana, dan setara adalah plan B. Namun jika harus belajar dari sejarahku sendiri, barangkali aku akan eksekusi di plan E yang entah apa.
Sekarang, aku hanya tahu ini tentang diriku. Aku ingin seseorang yang setara, setidaknya untuk pola pikir, wawasan, kematangan emosi, finansial, daya tahan juang, pendidikan, empati dan kasih sayang.
Aku percaya jika seseorang memiliki banyak rentang kehidupan yang sama, maka saling memahami itu menjadi mudah. Saat memahami lebih mudah, maka berkomunikas bukan lagi sesuatu yang harus diusahakan, tapi menjadi keseharian. Saat dua orang berkomunikasi dengan tepat, maka telah menyelesaikan separuh dari masalah antara keduanya.
Aku tidak bisa membayangkan hidup dengan seseorang yang tidak bisa mengendalikan emosinya. Aku tak ingin hidup dengan seseorang yang mudah sekali menyerah setelah seumur hidup aku habis-habisan berjuang. Aku tak mau pula jika ternyata perasaan di antara kami terlalu timpang sehingga hanya satu yang berusaha maksimal.
Aku ingin berjuang dengan seseorang yang juga memperjuangkan, aku ingin bicara dengan seseorang yang bisa berbicara balik, aku ingin bertumbuh dengan seseorang yang juga ingin bertumbuh. Aku ingin makan di tempat tertentu, dengan seseorang yang mempertimbangkan rasa bukan harga.
Aku ingin teman, partner, pasangan, yang membiarkan aku ruang penuh untuk terus maju, sebab ia juga tahu apa yang ia mau. Aku ingin seseorang yang akan mendengarkan aku sebab ia tahu aku mampu.
Orang lain boleh bilang ini terlalu banyak ingin. Boleh dibilang barangkali aku tidak akan bertemu. Boleh dibilang aku tak tahu mana kebutuhan mana keinginan. Dan apapun orang lain boleh bilang.
Tapi untuk hidup panjang yang telah kulalui, aku tak ingin berkompromi menerima seseorang yang tak memberikan solusi.
Aku tahu aku mampu memberikan yang sama, jadi adalah tepat bagiku menginginkan hal yang sama.
19 September 2023
Jangan pernah menyerah dengan hidupmu, sesulit apapun itu kamu pasti bisa melewatinya ..
~note putih diatas hitam~
Hujan Semalam
Setenang pagi, pada segar dan dinginnya udara dari tanah yang tersiram oleh hujan semalam. Bermula dari langit yang bergemuruh antara hujan dan petir. Jika ada yang takut pada gelapnya malam dan hujan petir yang bersahutan, maka berlindunglah dan sabar menunggu esok pagi. Pada akhirnya hal yang dibenci pun menjadi indah.
Ujian dan cobaan hidup tidak akan pernah habis, dari seringnya kita diuji pada hal yang terdekat, semisal keluarga, pasangan, teman, rekan usaha. Tidak jarang rasa takut dan kalut sering hinggap dihati juga pikiran. Sabar, jangan sampai kita terhasut. Setelah selesai ujian ini, akan ada kebahagiaan tersendiri.
Selalu minta perlindungan dan kekuatan dari Allah, dari sanalah kita mampu bertahan dan menemukan jalan keluar, dari rumitnya labirin masalah yang tidak kunjung selesai.
Sabar dulu, sebentar saja.
@jndmmsyhd
Hujan mengguyur pagi ini, ditemani dengan gelegar yang menyambar. Dibalik jendela aku tersangkut satu pandangan pada awan gelap serta hujan yang turun tiada hentinya. Tanpa terasa mataku terasa penuh tak kuat membendungnya lagi. Ada setitik-titik air yang mulai jatuh membasahi pipi, seakan irama hujan yang jatuh ke tanah selaras dengan air mataku, hingga aku tenggelam kedalamnya.
Entah apa yang kutangisi ..
Entah apa yang ada dipikiranku saat ini ..
Ah, aku tak tahu ..
memandang jendela dengan tatapan kosong telah membuat guratan senyuman tanpa ada alasan. seakan memberikan energi baru dalam diriku ..
terima kasih ..
pundakmu harus kuat tetaplah tegap ini baru permulaan .. jangan pernah runtuh. Kalau kamu rasa sudah sangat berat, di sepertiga malam kamu sujud menghadap kepada-Nya dan tumpah ruahkan semua apa yang kamu rasa ..
~note putih diatas hitam~
Terima Kasih, sudah memilih untuk berjuang..
https://instagram.com/gsatria
Aku ragu apakah aku berhasil pulih atau hanya teralihkan sejenak?
Sebab di satu tempat aku mendapati aku tersenyum bak tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang luka kemarin. Namun di tempat lain aku bungkam, membias hati yang perih dengan kedok garis senyum yang membenam.
Arief Aumar Purwanto
aku percaya akan hal itu ..
~note putih diatas hitam~
Aku benar-benar menyesal telah membuat mereka kecewa padaku, aku ingin membahagian dan membuktikan kepada mereka bahwa aku bisa membanggakan mereka sama seperti anak-anak yang lain diluar sana. Maka aku mohon, jangan lagi membanding-bandingkan aku dengan anak yang lain lagi, aku benar-benar sedih setiap kali kalian mengatakan itu padaku. Aku hanya butuh do'a dan dukungan semangat atas apa yang ku lakukan saat ini. Inilah caraku dekat dengan kalian tanpa harus banyak kata yang harus ku sampaikan, tapi dengan tindakan nyata itu sendiri.
Saat ini aku telah jujur kepada mereka atas apa yang terjadi pada diriku, hingga kenapa aku belum wisuda saat ini. Aku pikir setelah jujur, mereka akan berubah dan mau mengerti diriku.
Iya.. memang mereka berubah dan mau memahami diriku.
Namun, itu hanya berlangsung beberapa hari saja, setelahnya setiap kali ada kesalahan kecil yang kubuat mereka langsung mengaitkan semua kesalahan diriku hingga masalah ini yang selalu diulang-ulang hingga rasanya aku ingin meledak dan mengeluarkan semua rasa amarah dalam diriku.
Namun, pasti kalian sudah menebaknya bahwa aku tidak mungkin melakukan itu.
Iya..kalian benar aku tidak melakukan hal itu. Aku hanya diam, dan menangis sejadi-jadinya. Entah kenapa bibirku rasanya kaku dan tidak punya keberanian untuk mengeluarkan semua isi hatiku kepada mereka, aku beranggapan nanti keadaan akan menjadi runyam dan aku tidak sanggup mengatasinya. Untuk kesekian kalinya, aku hanya diam, diam, dan diam.
Saat ini aku sedang berjuang dengan tugas akhirku, aku berharap mereka bisa mendukungku sepenuhnya, memberikan kata-kata semangat tanpa ada embel-embel harus mengaitkan semua kesalahanku yang telah kuperbuat. Jujur aku sangat stress setiap kali hal itu, rasanya aku ingin lari dari rumah ini dan meninggalkan mereka.
Saat ini aku benar-benar bingung, dan butuh pertolongan siapapun yang bisa menolongku.
Apa pernah sekali saja kalian berpikir, bagaimana berada di posisi diriku saat ini?
aku juga tidak ingin hidup ku jadi kacau seperti ini. Aku iri dengan teman-temanku yang begitu bahagia menjalani kehidupan atas pilihannya sendiri bukan pilihan orang tua, dan mendapat dukungan penuh dari orang tuanya atas pilihannya.
Aku sudah berusaha jujur kepada kalian, tidak kah kalian mengerti yang saat ini kurasa?
Kalian bilang kalau aku jujur, aku tidak akan dimarahi atau disudutkan. Nyatanya.. saat ini aku hampir gila dan stress hampir setiap waktu mengungkit-ungkit kesalahanku itu. Tidak bisakah kalian bicara dengan baik-baik kepadaku atas apa yang kurasakan saat ini?
Tidak bisakah kalian mendukung ku saja tanpa ada embel-embel menyudutkanku pada akhirnya. Aku juga lelah harus hidup seperti ini. Tolong.. berikan aku kepercayaan dan dukungan untuk memperbaiki keadaan ku ini.
Anak perempuan pertama dan introvert, tidak banyak ngomong kalau tidak ada perlu. Teman yang ku miliki hanya bisa dihitung jari, itu pun tidak ada yang begitu dekat dengan ku. Berharap aku bisa punya teman yang mau mengerti diriku, mendukung diriku dan, aku percaya padanya sehingga segala keluh kesah dalam diriku bisa ku ceritakan padanya tanpa ragu-ragu.
Saat ini aku sedang di fase terbawah dalam hidupku.
Aku harus kuliah di jurusan yang sama sekali bukan keinginanku, aku dipaksa masuk ke jurusan itu. Aku yang dulu tidak berdaya, akhirnya mau tidak mau harus kuikuti. Pada akhirnya kujalani dengan tidak sungguh-sungguh. Hingga di waktu pengurusan tugas akhir. Disitulah puncak kekacauan diriku.
Selama ini aku hanya menjalankan hak-hak mereka. Mereka tidak pernah tau atas apa yang kurasakan sebenarnya dalam diriku saat ini. Terkadang aku berpikir apa hanya aku yang mengalami kejadian seperti ini dihidupnya. Apa hanya aku yang tidak memiliki kekuatan untuk mengeluarkan semua keluh kesahku kepada mereka. Apa hanya aku yang mengecewakan mereka saat ini. Apa hanya aku yang mengalami hal ini dan aku seorang introvert?
Bersandar
Ada masanya, orang memandang rendah dirimu. Tersebab tidak banyaknya dunia yang ada padamu, atau pada apa yang sedang kamu kerjakan. Tetaplah tegak dan bangga, orang yang kaya karena yang haram saja mereka bangga menunjukkan dunianya, seharusnya kamu lebih bangga karena apa yang kamu bawa adalah keberkahan dan halal.
Lagi pula, bersandar pada dunia tidak ada untungnya, miskin kaya jika patokannya pada dunia juga tidak berguna, sebab dunia ini pun akan terus berganti dan mencari siapa yang bisa dijadikan budak olehnya. Kamu harusnya bangga, memiliki dunia di tangan bukan di hati, meski terlihat kecil oleh orang lain tapi kamu menjadi tuan atas apa yang kamu punya.
Banyak kok, mereka yang akhirnya jatuh terhina karena menjadi budaknya dunia. Rezeki kita bukan untuk dipamerkan, bukan untuk ditonton semua orang, bukan juga untuk mendapatkan pujian, sebab dunia yang ada pada kita hakikatnya adalah pertanggung jawaban, darimana datangnya dan kemana perginya.
Sebab kita adalah tuan atas apa yang kita bawa.
@jndmmsyhd