Untuk mu yang juga bergelar sebagai IBU. Ibu dari lelaki yang menjadi pembimbing ku, imam keluarga ku. Untuk mu yang juga bergelar sebagai IBU. Ibu ke dua untuk ku. Meskipun hanya sebagai ibu mertua, namun tetaplah engkau ibuku, bidadari pertama bagi suamiku. Wahai engkau ibu mertua yang ku sayang seperti ibu ku sendiri. Meskipun aku tak terlahir dari rahim mu tetapi ku mohon sayangi aku seperti putri mu sendiri. Ingatkan aku jika aku melakukan kesalahan yang tidak aku ketahui. Ingatkan aku jika aku lalai untuk melayani putramu dengan baik. Ingatkan aku dengan TUTUR KATA mu yang lembut. Jangan anggap aku musuhmu Jangan anggap aku sebagai alasan bahwa adanya aku maka berkuranglah kasih dan cinta putra mu kepada mu. Jangan anggap aku sebagai pemisah jarak antara engkau dan putramu. Jangan anggap aku sebagai penguasa terhadap apa yang di miliki putramu. Meskipun aku adalah istri dari putramu namun dia tetaplah putramu bu. Wahai engkau ibu mertua pahamilah bahwa menantumu ini juga seorang putri. Putri dari kedua orang tuanya, yang mereka lepaskan untuk berubah predikatnya menjadi seorang istri. Pendamping dari putra mu. Putri yang mereka relakan untuk mengabdi kepada putramu. Bu, aku sebagai menantu mu tak meminta banyak hal cukuplah sayangi aku seperti putri mu sendiri.