Terlalu kejam untuk bersedih tapi terlalu egois untuk tertawa. Yk 14 Feb.
Misplaced Lens Cap
I'd rather be in outer space 🛸
EXPECTATIONS
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
macklin celebrini has autism
Three Goblin Art

titsay
cherry valley forever
𓃗
Lint Roller? I Barely Know Her
almost home
NASA
🩵 avery cochrane 🩵
untitled
d e v o n
hello vonnie
TVSTRANGERTHINGS

oozey mess

No title available

PR's Tumblrdome
seen from United States
seen from New Zealand
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Norway

seen from Netherlands
seen from Uzbekistan

seen from Türkiye

seen from Germany

seen from United States

seen from Croatia
seen from Netherlands
seen from Brazil
seen from Türkiye
seen from Türkiye
@dibawahkanopi
Terlalu kejam untuk bersedih tapi terlalu egois untuk tertawa. Yk 14 Feb.
13/11/2022
One year ago. it was a pretty rough day, losing myself and losing my way due to unnecessary anxiety. but unbeknownst to her, this kind-hearted woman (and my other friends, of course) rescued and embraced me. badminton. halaqah. shopping. and other things that made my soul come back to life. she holds me in the right place.
She came when no one else would, because the rewards weren't immediate. who do you think would go to a covid patient's house, accompany treatment, even deliver food regularly, to someone they don't know intimately? her presence not only for me, but also for my family, my society, and to strengthen my faith.
Thank you, Allah, for presenting someone with a noble heart who is not only beautiful in appearance, but also in deeds❤️
Banyak hal saling silang menyilang, membujur melintang, dan bahkan saking abstraknya, terserak tak beraturan di sudut semesta. Sedikit sisanya berjalan dalam orbitnya, masih mengikuti rel lurus-lurus yang membentangi daratan. Namun tentu saja, kesemuanya tak lepas dari lintasan orbit-Nya.
Aku dan kepingan perjalanan hidupku pun demikian. Pernah terseok di serpihan semesta raya, pernah pula merasa sedang menumpang kereta -tanpa perlu banyak sudut berkelok- aku tetap melaju. Yah, meski lebam membiru, aku tetap bangkit, kok🤺
Kisah hidup kalau dipikir-pikir ya gitu-gitu saja. Banyak meliuk, meski tak jarang tetap kembali pada relnya. Yang berbeda itu, sosok-sosok yang membersamai dalam setiap putarannya. Ia yang bertahan sampai akhir, membersamai segala guncangan yang bikin mual itu, selalu patut diberi apresiasi. Bukan, tak cukup sekedar lencana. Bagaimana jikalau penawaran yang mungkin tak terlalu menarik?😐 Seperti jadi teman hidup selamanya gitu?
Sun 22 Oct 00.00
Manusia tidak memiliki kuasanya sedikitpun. Sekalipun upaya dan kemauannya begitu keras. Agar manusia paham, betapa tidak berdayanya mereka sedikitpun atas diri mereka. Sekeras apapun upaya dan keinginan itu terwujud. Sekali lagi akan kalah pada ketetapan Allaah.
Ingatlah jika pada akhirnya setan itu hanya berbisik, selebihnya adalah dirimu.
Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian mematuhi seruanku.
Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian, dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku.
Qs. Ibrahim: 22
Menikmati Doa
Mungkin ada, seseorang yang Allah kabulkan doanya hanya dengan sekali ucap dan meminta, akan ada pula seseorang yang harus berkali-kali berdoa dan mengharap barulah Allah berikan. Bahkan ada yang mungkin berdoa sepanjang usianya dan hari ini belum pula Allah berikan.
Kamu tahu? Doa itu bukan perihal apa yang kamu harapkan dan doakan juga pengkabulan, sebab apa yang Allah beri belum tentu menjadi rezeki, ia bisa saja menjadi petaka atau ujian.
Doa itu soal ketenangan hati dan kedekatan antara hamba dan Tuhannya, doa itu perihal hubungan baik dan kenyamanan jiwa antara apa yang diharap dan kepada siapa ia melabuhkan kecemasannya.
Dan satu lagi, andai doa kita hari ini belum juga Allah kabulkan, maka teruslah berdoa dengan menikmati setiap doa yang keluar dari lisan dan air mata yang mengalir karena ketulusan hati.
Andai kamu siap, pasti akan Allah beri sebagai bentuk hadiah dan pemberian. Andai kamu belum siap, Allah juga akan memberi sebagai bentuk ujian atau sesuatu yang harus kamu selesaikan dengan baik.
Doa kita sama, hanya saja cara Allah mengabulkannya dengan jalan yang berbeda. Sabar, ya :')
@jndmmsyhd
Yang bernilai bagimu tak selalu bernilai pula untuk orang lain. Tidak semua apa yang menjadi kadar kebahagiaanmu mustilah sama dengan orang lain. Sebab kebahagiaan itu datangnya dari Allaah demikianlah pula dengan kesedihan.
Yang kau upayakan dengan sepenuh hati tak selalu pula sedang diupayakan oleh orang lain. Tidak semua apa yang menjadi kadar upayamu mustilah sama dengan orang lain. Sebab kesuksesan atau sampainya kamu pada tujuanmu itu semua Allaah yang mendekatkan mu kepadanya tersebut. Tidak benar-benar sebab upaya kerasmu. Jadi, berhentilah merasa bahwa setiap upaya tidak akan mengkhianati hasil. Setiap upaya hanya Allaah yang menentukan kadar hasil akhirnya untukmu.
Pahamilah bahwasanya di dunia ini nilainya bisa saja berubah-ubah dan tidak ada yang tetap dan kekal kecuali Allaah. Termasuk upaya, kecondongan hati sekalipun. Maka berhentilah menjadi tidak bernilai dengan berpikir bahwa hidupmu selalu baik-baik saja atau hidupmu selalu tidak baik-baik saja.
Semua manusia yang hidup pasti pernah merasakan bahagia dan sedihnya dalam satu waktu. Dalam setiap waktu, dan dalam kehidupannya. Tidak ada manusia yang tidak diuji. Semua diuji, untuk mengetahui kadar ketaatan dan kecintaan.
Maka berhentilah memandang silau ukuran orang lain yang tak selalu bisa selaras dengan hidupmu. Sebab kamu tak akan pernah tahu ujian seperti apa yang telah Allaah uji untuknya.
Bolehkah Aku?
Bolehkah aku menyembunyikan wajahku di kedua telapak tanganku kemudian menangis? Sebab aku tak ingin ada orang yang tau aku sedang menahan sesuatu yang ada di kepala.
Ingin kuhempaskan semuanya. Ingin kulempar begitu saja agar seketika pundakku ringan dan kepalaku tak lagi penat, tapi aku tau semuanya akan meringan bila aku memutuskan untuk melaluinya dan tak berhenti di sini. Melalui semuanya dengan lapang dan penuh percaya kepada Allah. Tapi untuk menjadi lapang ternyata tak semudah kata. Lantas bolehkah aku menangis sejenak sebelum kembali berjuang? Menangis semauku tanpa ada yang menilai sisi lemahku.
Banyak pertanyaan berulang menggema di kepalaku walau aku sudah tau jawabannya apa. Kenapa harus aku? Tersebab Allah ingin aku belajar banyak hal. Allah tengah melapangkan hatiku dan membuat aku mengerti sepenuhnya kalau aku sungguh-sungguh lemah tanpa Allah. Aku tau Allah tau kadar kemampuan setiap hamba-Nya. Tapi bolehkah aku menepi sejenak dan istirahat sebentar sebelum kembali berjuang? Sungguh diri ini lemah ya Allah. Maka kuatkan aku dengan Kuasa-Mu.
Sekali lagi bolehkah aku bersembunyi dari banyak orang dan memilih sendiri terlebih dahulu?
@terusberanjak
Ia menangis saat pertama kali menerima tahta. Tapi di kemudian hari, dengan gagah berani ia dobrak tradisi jahiliyah yakni penimbunan harta. Atas perintahnya, semua harta kekayaan pejabat wajib dibersihkan. Atas komandonya, setiap saudagar kaya raya diharuskan berbagi kekayaan.
Saat kesadaran kolektif mulai terbentuk, manajemen zakat melesat cepat. Nyaris tak ada satu orang pun yang membutuhkan zakat. Hingga dana zakat mendadak melimpah di Baitul Mal.
"Berikan upah pada penerima upah." Namun dana zakat masih berlimpah.
"Bayarkan hutang-hutang seluruh warga!" Tetapi dana zakat nyaris tak berkurang.
"Nikahkan orang lajang dan bayarkan maharnya." Anak muda berbondong-bondong menunaikan separuh agamanya. Namun sayang, tak ada yang mampu menghabiskan dana zakat.
Ia berpikir keras. Akhirnya diputuskanlah bahwa uang zakat tersebut digunakan untuk pembiayaan usaha warga yang membutuhkan modal, tanpa harus mengembalikannya.
Semoga ridha-Nya selalu menyertai Khalifah Umar bin Abdul Aziz, tokoh revolusioner zakat yang mampu membuktikan bahwa zakat mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan ekonomi.
Menemukan arsip tulisan yang nggak jadi caption sebuah brand keuangan syariah, Saya simpan disini juga untuk mengenang kebaikan beliau.
Kepulangan..
Akan ada satu masa dimana diri kita akan lelah dengan semuanya. Sekalipun dengan apa yang telah kita tuju dan capai. Segala sesuatunya sangat menguras energi dan hati kita. Lelah dan ingin menangis sekali.
Akan ada satu masa dikala diri dengan segala kelelahan yang ada hanya bisa menangis dan terus menangis. Meminta agar dikuatkan, meminta agar diberikan kesabaran.
Akan ada satu masa dimana hanya terdiam dan tidak lagi ingin melakukan apapun. Hanya menatap dan mengupayakan sebuah doa. Agar tidak menghentikan langkah, agar tidak menyerah begitu saja.
Kala itu, barangkali Allaah sedang membuat hati kita lelah sebab tujuan dan capaian kita adalah dunia. Kita seolah merasa bahwa esok adalah milik kita. Berupaya berlelah-lelah hanya demi urusan dunia yang tak pernah ada habisnya.
Kita memang butuh dunia untuk membantu kita mengejar akhirat. Namun tidak meletakkan dunia di tangan dengan begitu erat, ataupun meletakkan di dalam hati dengan lekat-lekat. Itulah mengapa lelah yang tak berujung yang dirasa.
Penikmat dunia itu merasakan kenikmatan dari hasil yang diupayakan namun terkadang tak ada penikmat dunia yang benar-benar bisa menikmati dunia yang dimilikinya dengan merasa tenang. Sebab ketenangan, kebahagiaan Allaah yang memberikan.
Jadi bila saat ini kau merasakan sangat lelah. Mari koreksi perjalananmu, sudah sejauh mana kau mengejar duniamu. benarkah kau mengejarnya untuk meraih akhirat? Atau hanya lip service semata? Mengejar dunia dan meletakkannya di hatimu.
Allaah, bila pada akhirnya aku kembali kepadaMu. Maka jangan biarkan dunia ada didalam hatiku, sebab aku hanya ingin pulang menghadapMu dengan sebaik-baik kepulangan. Allaah, bila pada akhirnya aku kembali kepadaMu. Maka buatlah kepulangan ku dengan keadaan sebaik-baik diri saat aku begitu senang melakukan ketaatan kepadaMu.
Hujan dipelataran rumah || 14.24
ONLY ONE DAY LEFT AND I'M STILL EXCITED!
Di saat orang-orang membuat short escape, aku malah membuat short plan for productivity (work madness?). Orang-orang mungkin bisa mengataiku gila kerja (karena ya memang begitu kenyataannya wkwk). But deep inside, aku hanya berusaha memenuhi tanggung jawabku dan agar aku memiliki kebebasan ekstra.
Kebebasan ekstra? YES! Ketika kita bisa menyelesaikan pekerjaan di awal waktu (minimal tepat waktu lah ya), bukankah kita bisa memiliki lebih banyak kebebasan kedepannya? Nggak diburu-buru dan nggak bingung karena bermacam-macam deadline yang menumpuk.
[Di ilhami dari buku Atomics Habit-nya James Clear]
So, semangat yuk semangat!
Meski pada awalnya hampir mustahil, lama-lama aku menyadari bahwa semuanya bisa terlewati juga. Masa-masa yang penuh dengan ujian mental: kesabaran, kesepian, sampai kehilangan, akhirnya berlalu juga.
Alhamdulillaah, Allah beri hadiah yang indaaaah banget, mulai dari sahabat-sahabat yang baik hatinya, bisa lulus kuliah sekaligus pondok di awal tahun, dan mulai bekerja di dunia akademia (sesuai yang pernah dicita-citakan dahulu). Alhamdulillaah bini'mati tatimusshalihaaat.
Satu hal yang harus selalu kamu ingat wahai diriku, "Ujian keimanan itu nggak kenal waktu, harus berusaha siap meski nggak siap saat itu juga. Selalu ingat Allah dan ke-Maha Besar-annya supaya nggak tenggelam dilahap waktu."
BISMILLAH AKU SIAP BUAT UJIAN SELANJUTNYA~
Apapun keadaannya seorang mukmin tetaplah tenang hatinya. Karna ia paham segala sesuatu yang menimpanya adalah suatu ketetapan yang pasti.
Ketika ditimpa musibah, ia mungkin bersedih. Tetapi kesedihan itu hanya sebentar saja, setelahnya ia akan memutuskan melapangkan sabarnya lebih luas lagi. Ketika diberi nikmat, ia berbahagia. Tetapi kebahagiaannya ia jaga dalam bentuk syukur yang melangit.
Keadaan seorang mukmin adalah keadaan yang kuat. Hati-hati mereka telah di beri ketenangan oleh Allaah Azza Wa Jalla. Sehingga kesedihan, kecemasan, kekhawatiran, tidak akan menahan langkahnya untuk berhenti mengutuk takdir.
Sungguh, keadaan seorang mukmin itu menenangkan. Pada hati-hati mereka telah diberikan banyak kebaikan oleh Allaah Ta'ala.
Kata suami, "Berbaik sangka kepada Allaah adalah salah satu penghambaan diri kepadaNya. Orang yang bertauhid wajib berbaik sangka kepada Allaah.
Berbaik sangka kepada Allaah akan mendatangkan tenang ke dalam hati seorang mukmin. Sebab ia bersandar sepenuhnya hanya kepadaNya. Dan ia yakin segala urusan yang telah Allaah tetapkan untuknya adalah baik.
Orang-orang yang berbaik sangka berarti ia benar-benar mengenal Allaah. Jadi, bagian mana yang perlu kita khawatirkan?
Tidak kah kau menginginkan keadaan seperti itu wahai diri? Maka melembutlah, agar kau mengerti.
YES! Meski orang-orang sak ndayak dah pada nikah, punya anak, sukses di karirnya, harus tetep bersyukur sama apapun yang Allah tetapkan sampai detik ini. InsyaAllah nanti bakal ada gilirannyaaa~
Lagumu nggak asyik? Cuma bikin galau dan bikin hati jadi nggak nyaman? Move on ke nasyid sahaja, kuyyyy!
Recomended Song on April 2022 versi Cikal (meski lagunya udah 7 tahun yang lalu banget).
⭐️⭐️⭐️Rating diberikan berdasarkan lirik, nada, dan kesyahduannya. Ashik.
Secuplik liriknya:
"Arti dunia hanya di ujung jari bukan di dalam hati Jangan tergoda, terbawa-bawa, dan terpedaya~"
Sangat relatable buat kita yang masih amat cinta dunia ini bukan?:"
Temukan lagunya disini. Dengerin Playlist Good For Deed lainnya, yuk! Kasih rekomendasi nasyid yang asik juga boleh banget!
Hangat
Belum lebaran, tapi postingan soal kehatangan bercengkrama bersama keluarga dekat mulai merebak, setidaknya di beranda sosial mediaku.
Berbeda dari Ramadan sebelum-sebelumnya, kali ini rasanya ikutan hangat, kali ini rasanya benar-benar turut berbahagia menyaksikan teman-teman berkumpul dengan sanak kerabatnya jelang hari raya. Nggak ada perasaan cemburu, sesak, perasaan pengen ada di posisinya, dan perasaan-perasaan lain yang mengotori hati.
Alhamdulilah 'ala kulli hal. Allaah Iradaat, yang Maha Berkehendak, Allaah pula Al Malik, pengatur segala urusan mahluk-Nya. Maka, tidak ada pilihan lain selain ridha atas segala takdir yang telah dan akan Allaah berikan.
Bersyukur karena masih dikumpulkan Allah bersama keluarga, meski tidak sebesar dan sehangat yang lain. Bersyukur masih diberikan usia sampai penghujung Ramdan. Bersyukur Allah mampukan untuk dapat menyantap hidangan sahur dan berbuka dengan aman dan nyaman.
Alhamdulillaaah. Semoga kita senantiasa ridha terhadap takdir Allaah dan berusaha memperbaiki niat setiap waktu.
للَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku.
"Jika terdapat dua pilihan yang sama baiknya" begitu pesan Imam Asy Syafii "pilihlah yang paling menyelisihi nafsumu"
Mungkin secara makna, pesan ini bisa digunakan dalam berbagai peristiwa dalam hidup yang mengharuskan kita menentukan pilihan
Tapi, aku sendiri membaca pesan itu dalam buku Ustadz Salim A Fillah, Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita.
Yaps, buku tema pernikahan. Dan ini yang kedua, setelah buku Nikmatnya Pacaran Setelah Menikah. Dari sekian banyak buku beliau, tema ini (re: pernikahan) adalah yang baru-baru masuk ke dalam daftar bacaan, alasanku, ya menunggu timing yang pas, dan disesuaikan dengan kebutuhan.
Kembali ke pesan Imam Asy Syafii. Pesan tersebut padat tapi tegas, "pilihlah yang paling menyelisihi hawa nafsumu"
Ah betapa berat rasanya hari ini.
Segala hal yang berkaitan dengan pernikahan berseliweran di media sosial. Apakah salah? Tidak, cuma agak miris ketika sunnah nabi yang begitu agung ini, bahkan dikatakan sebagai mitsaqan ghaliza, janji yang amat agung, 'dibumbui' tanpa ilmu dan adab, yang hanya merangsang keinginan untuk bersegera tanpa didasari dengan niat yang agung juga
Normalisasi hubungan sebelum ikatan terjadi, keuwuan rumah tangga yang tidak edukatif, sampai sebagai ajang 'mencari', mungkin harus kita periksa lagi, apakah sudah coba diamalkan pesan Imam Asy Syafii
"yang menyelisihi nafsumu"
Ya, ini sekadar kegalauan yang semoga menyadarkan, terutama buat yang nulis, bahwa pernikahan bukan seremeh temeh konten yang ada, tapi ia adalah janji yang amat agung. Perjalanan belajar seumur hidup, ibadah terpanjang, dan harusnya jadi satu langkah untuk memperbaiki peradaban
Semoga juga, tulisan ini tidak disertai dengan hawa nafsu, yang menunjukkan untuk kebelet nikah.
Tapi pemicu untuk terus belajar, agar saat memulai ibadah ini, dimulai dari niat yang bersih, sehingga prosesnya pun 'bersih' dan bahkan saat Allah mencukupkan, Allah panggil kita dalam kondisi yang bersih
Tak hanya menahan haus dan lapar, tapi juga mengontrol diri agar tak terlalu terbawa emosi dalam merespon peristiwa yang ada.
Lihat saja hari-hari ini, bagaimana bebalnya pemerintah, munafiknya para penjilat, atau si paling revolusi yang gampang mencap sana sini merasa paling tahu soal gerakan.
Maka, agitasi tulisan adalah salah wadah menyampaikan keresahan. Ingin sekali rasanya mengingatkan dengan nada yang keras, entah tulisan atau membalas komentar-komentar itu.
Tapi setelah berpikir dalam, jatuhnya malah terlarut dalam emosi yang berlebihan, membuat nalar berceceran, redaksi penuh hawa nafsu, lalu bergerak tanpa berpikir panjang. Akhirnya apa? Bangunan gerakan menjadi lemah, lalu mudah di pecah belah.
Saya melihatnya seperti itu, terutama untuk diri sendiri.
Sekali lagi, diingatkan kembali pesan para pahlawan. Buya Hamka menjelaskan, kemenangan perjuangan adalah kemenangan hati, mereka yang mampu mengontrol amarah, dan tak terlarut dalam nafsu adalah sejatinya pemenang, terutama dalam masa krisis.
Islam mengajarkan perlawanan tanpa amukan, tapi Islam mengajarkan untuk kita berpikir secara cermat dan tak terlalu reaktif. Tentu, tetap perlu ada penyesuaian zaman pastinya.
Perlahan tapi pasti, bukan perlahan yang membebani hingga tak menjadikanya produktif.
Dah gitu aja, sekadar keresahan menuju tengah malam, hehehe.