Kita selalu bertengkar karena masalah sepele, contohnya: masing-masing ingin dimengerti, tapi tak ingin saling mengerti.

Game Changer & Make Some Noise
YOU ARE THE REASON
Fai_Ryy

izzy's playlists!
The Stonewall Inn

Love Begins
d e v o n
Cosimo Galluzzi
occasionally subtle
todays bird
Monterey Bay Aquarium
🩵 avery cochrane 🩵
Cosmic Funnies
ojovivo

Jar Jar Binks Fan Club
Noah Kahan
noise dept.

Andulka
Xuebing Du

pixel skylines
seen from India

seen from United States
seen from Argentina
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Sweden
seen from Singapore

seen from Spain
seen from Cyprus
seen from Türkiye

seen from Sweden

seen from Brazil
seen from Sweden

seen from Türkiye
seen from Philippines
@difazidanp
Kita selalu bertengkar karena masalah sepele, contohnya: masing-masing ingin dimengerti, tapi tak ingin saling mengerti.
Sepintar
apapun memilih tempat yang paling kokoh untuk berlindung, pasti jawabannya adalah tak terlihat. Maaf tuhan, aku sering lupa.
Berkelana
amat jauh terletak di pikiran, belum lagi dipusingkan oleh hati, sampai melupakan tubuh yang butuh istirahat.
Ternyata
yang berharga justru ditemukan ketika kita berpikir semua orang tak ada yang mengerti, kecuali diri sendiri.
Bahagia dan sedih
selalu menghiasi, sering salah mengira sedih adalah tangis, padahal yang paling nyata; dibalik senyum dan tawa.
Berjalan
menuju ke tempat yang menantikan kehadiran kita.
Terluka
bukan tentang ego yang selalu ingin dimengerti, ini tentang luka yang berusaha menjadi pulih.
Percaya
kelak saat luka bertemu dengan luka, tak akan lagi menyakiti, karena sama-sama butuh pulih.
Dear kamu,
Kabar yang aku tunggu tak kunjung datang, sepertinya aku telah gagal. Pesan ini aku tulis untuk yang kesekian kali, atau mungkin terakhir kali. Maaf aku memilih egois karena mengabaikan rindu, aku hanya tak mau menjadi rapuh, lantas kau tahu bahwa aku akan pulang kepada masa lalu.
Aku tahu bahwa aku tak sempurna, dengan apa adanya terus berusaha, terimakasih untuk yang terus percaya, meski gagal tapi selalu ada, didalam hatinya juga hatiku.
Katanya terlalu lama, padahal karena bersama. Katanya terlalu tergesa, padahal sudah waktunya. Aku tak benar-benar mengerti, hanya mencoba tentang kita ialah sama.
Seharusnya bersama
—mungkin lain kali
hari ini bertahan sendiri
—mungkin lain kali
saat mengerti bahwa bertahan ialah tentang kita
—semoga terakhir kali
saling melengkapi.
Kalau aku menilaimu terlalu dalam, tolong sadarkan aku dengan fakta bahwa kamu tidak sebaik atau seburuk yang kupikirkan.
Tak apa patah hati berkali-kali, sebab kita akan terbiasa belajar merawat, mencegah, mengobati, dan menerima apa yang terlanjur membekas.
Mungkin aku manusia yang paling menyebalkan di dunia, banyak komplain hal kecil terhadap dirimu. Asal kamu tahu, kulakukan itu karena aku ingin kamu baik-baik saja dan tetap disisiku.
Hari pertama tanpamu berbeda dengan hari pertama saat bersamamu, semakin tidak percaya bahwa kamu telah pergi, semakin mencari seseorang yang seperti kamu.
Usaha seperti apa agar kamu tahu bahwa aku ditakdirkan untukmu? atau aku yang terlalu naif ketika melihatmu bersamaku akan menjadi manusia paling bahagia di dunia?