Untuk kekasih yang paling kucintai, Untuk manusia yang ingin senantiasa kumiliki.
Bagaimana rasanya menjalani hubungan dengan seseorang sepertiku, sayang? Aku selalu berharap tawamu lebih banyak daripada air matamu. Aku selalu berdoa semoga kehadiranku membawa banyak kebahagiaan dalam hidupmu.
Sayang, Banyak sekali hal yang ingin aku sampaikan. Tapi kalimat aku mencintaimu ingin selalu kuulang. Di antara bumi yang seluas ini, dipertemukan Tuhan denganmu menjadi hal yang paling kusyukuri. Kamu bukan hanya mampu membuatku senang, tapi juga piawai melahirkan tenang.
Sayang, Tidak mudah untuk kita bisa sampai di titik ini. Banyak tantangan yang berhasil kita lewati. Banyak permasalahan yang berhasil kita atasi. Banyak badai yang berhasil kita hadapi. Aku tidak pernah menghitung hari dan ternyata perjalanan kita sudah sejauh ini. Aku sama sekali tidak pernah menduga bahwa menjalani hubungan denganmu akan membuka banyak pintu bahagia. Aku sama sekali tidak pernah menyangka kalau beriringan denganmu akan membuatku begitu berharga.
Aku ingin selalu tinggal di palung hatimu yang paling dalam,
Aku ingin selalu berkeliaran di dalam isi kepalamu yang lapang,
Aku ingin selalu menjadi alasanmu menggelarkan senyuman,
Aku ingin selalu menjadi bukti bahwa cinta sejati itu sudah kamu dapatkan.
Maukah kamu untuk menghabiskan sepanjang usiamu di sampingku? Maukah kamu untuk melewati pasang surutnya kehidupan ini denganku?
Bersediakah kamu untuk menjadi semesta dalam hidupku?
Sayang, Kita sama-sama tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana. Tapi aku selalu berdoa semoga aku dan kamu senantiasa menjadi kita. Kalau ada yang kurang, kita benahi sama-sama. Kalau ada yang salah, kita benahi berdua. Aku memilihmu sebagai pendamping hidupku, Terima kasih sudah lahir ke bumi. Terima kasih sudah menjadi alasanku jatuh cinta sedalam ini.
Semoga hubungan kita senantiasa berumur panjang ya, sayang. Andai aku dilahirkan sekali lagi, kamu akan tetap kupilih sebagai seseorang yang kucintai.