Semakin dewasa, kamu semakin belajar untuk bisa terbiasa pada hal-hal yang tidak biasa.
Cosmic Funnies
RMH
Xuebing Du
I'd rather be in outer space 🛸

Origami Around

shark vs the universe
Mike Driver

Love Begins
Keni
🪼
No title available
almost home
No title available

if i look back, i am lost
KIROKAZE
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
TVSTRANGERTHINGS

No title available
occasionally subtle
Monterey Bay Aquarium
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from Belgium

seen from Malaysia
@diniyp
Semakin dewasa, kamu semakin belajar untuk bisa terbiasa pada hal-hal yang tidak biasa.
Sedang merindukanmu tapi apa daya, kita tak bisa bersama, tak boleh lagi saling berkomunikasi. Sangat ingin menangis, tapi apa daya air mata ini tak bisa menetes. Semati rasa itukah aku? Semuanya terasa hambar. Memaksakan untuk pura-pura bahagia hanya membuat semakin sedih.
Dunia rasanya kejam sekali. Disaat orang sudah di titik senang. Kenapa aku selalu ada di titik sedih? Tapi memang jalan hidup tiap orang selalu berbeda. Semoga aku bisa secepatnya ada di titik itu. Semangat untuk aku yang masih banyak kurang! 👏
Bagaimana kau bisa menemukan yang baik jika tiap yang datang kau suruh pergi hanya karena kau takut untuk kecewa lagi?
Kamu, Apa Kabar?
Akan selalu ada satu orang yang membuatku bingung tentang perasaannya, tapi aku tak pernah berani bertanya. Sampai pada…suatu hari, kita memilih arah yang berbeda tapi tidak saling memberitahu. Pelan-pelan, pengetahuan kita tentang satu sama lain semakin berkurang karena tidak rutin bertukar kabar lagi.
Kemudian, banyak prasangka buruk bermain di kepalaku; mungkinkah aku pernah melakukan sebuah kesalahan yang membuatmu berubah ataukah kamu sudah menemukan seseorang yang jauh lebih menyenangkan dariku? Tak cukup dayaku untuk menerima jawaban darimu, karena aku tidak tahu apakah kamu masih bersedia dihubungi olehku atau tidak.
Kamu, kini hanya boleh jadi teman yang kupantau diam-diam. Dan sejujurnya, ada kekecewaan yang sanggup membuatku bersedih, tentang; “kenapa aku tak bisa menjadi orang yang terus-menerus menemanimu, kenapa aku tak memiliki kesempatan yang cukup untuk bisa lama-lama di kehidupanmu?”
Lucu rasanya, ketika ternyata aku adalah satu-satunya hal yang kaubiarkan lepas, sementara yang lain tetap. Teman-temanmu, hobimu, pekerjaanmu. Ini membuatku sadar, aku kalah penting dari mereka. Tapi, aku ingin tahu; ada berapa banyak orang yang kamu tarik perhatiannya setelah kita tak lagi dekat?
Tidak ada kesepakatan untuk berhenti, tapi herannya kita sama-sama paham tidak ada yang perlu dilanjutkan. Kamu tentu sudah punya standar bahagia baru, begitu pun aku. Seperti yang kamu bisa lihat, aku berlaku selayaknya orang bahagia yang tak pernah merasa kekurangan kamu sebelumnya. Baiklah, jujur, aku sedang berusaha…
Kemudian, ini akan menjadi bagian yang bisa jadi mengejutkanmu. Aku tidak tahu sejak kapan muncul ketergantungan ini; aku ingin kamu selalu tahu tentang apa yang kulalui setiap harinya. Singkatnya, aku mau kamu terlibat, memberi respon, dan bereaksi. Aku mau kamu menginginkanku sama seperti aku menginginkanmu.
Makanya, aku masih sedang berusaha…menayangkan semua aktivitas yang kelihatannya cukup menyenangkan untuk diketahui, lalu tersisip sedikit rasa penyesalanmu karena telah bergerak pergi dariku, hingga kamu pun terpancing untuk bertanya, “kamu, apa kabar?”
Cara Berdo'a agar Mustajab
Berikut 6 adab Berdo'a yg Allah janjikan akan terkabul, sebagaimana terkabulnya do'a Nabi zakariya. Disarikan dari kajian Tafsir surat Maryam ayat 1-9 oleh Buya Yahya.
1. Menyadari kelemahan. Ungkapkan kelemahan dan keterbatasan kita selaku manusia. misalnya do'a Nabi Zakariya diawali pernyataan "Ya Allah sesungguhnya tulang ku sudah lemah dan rambutku sidah putih (baca : berusia tua).."
2. Sebutkan Hajat/permohonan kita. Hajat yg paling utama ialah dikuatkan iman, diperbaki alhlak dan dimudahkan taat, serta dijauhkan dari maksiat. Juga hajat lain misalnya : ingin menikah, punya anak dsb.
3. Khusyuk dan menyadari keagungan Allah. Sadari dan yakini bahwa Allah Maha Kuasa. Tidak ada yg mustahil bagi Allah.
4. Bersyukur atas kenikmatan yg dimiliki. Jangan hanya mengeluh, sadari nikmat yg Allah berikan. misalnya ketika hendak berdo'a agar anak menjadi sholeh (saat itu masih nakal) maka ungkapan rasa syukur bisa berupa : "Ya Allah, Alhamdulillah engkau beri aku karunia berupa anak, karena ternyata tidak semua orang dapat memiliki anak."
5. Jelaskan kegunaan/fungsi/tujuan/motivasi hajat. Misalnya (do'a Nabi zakariya) : "Aku takut tidak ada yg mewarisi kebaikan yg Engkau berikan kepada-ku dan kebaikan keluarga Ya'kub.." contoh lain ketika minta harta bisa dijelaskan kegunaan harta tsb : membayar hutang, bersedekah dsb.
6. Didasari rasa tulus dan husnuzhan. Yakini bahwa Allah pasti mengabulkan sesuai kehendak-Nya yg hal itu adalah pasti baik untuk kita. Jangan putus asa. Pengabulan do'a bisa jadi dalam bentuk lain yg lebih dibutuhkan, atau bahkan nanti di akhirat.
Wallahua'lam.
We used to be close, but people can go, from people you know, to people you don't.
- People, Selena Gomez
Anehnya perpisahan kali ini tak begitu menyakitkan
Entah karena hariku sudah terbiasa tanpamu
Entah karena memang sudah tak ada rasa
Entah karena pasrah menerima jalan-Nya
Kesempatan
Nggak semua kesempatan bisa kita dapatkan, kalau kemudian ada orang yang membukakan atau memberi kesempatan. Kata guruku, coba aja dulu meski kita nggak yakin, kerjakan semaksimalnya kita, soalnya kalau orang lain berani ngebukain dan ngasih kesempatan itu tandanya mereka bisa melihat sesuatu di dalam diri kita yang gak kita sadari, yang kita sendiri juga gak tahu. Tapi, mereka percaya dan berani bertaruh atas kesempatan yang diberikan itu. Cobalah untuk berupaya sekuat tenaga, tunjukkan upaya yang maksimal, karena itu yang bisa kita kendalikan, soal hasil biar urusan nanti. Paling tidak, kita menunjukkan bahwa kita sesungguh-sungguh itu, kita berusaha menjaga kepercayaan yang diberikan, kita nggak sia-siain kesempatan yang udah dibukain, yang udah dikasih.
Sebab, banyak dari mereka yang membuka dan memberi kesempatan itu tidak hanya melihat hasilnya, tapi juga upaya kita. Nggak menutup kemungkinan, besok-besok kita akan terus diberikan kesempatan baru. Kesempatan yang akhirnya membuat kita berkembang melebihi apa yang kita pikirkan selama ini. Karena keterbatasan pengetahuan kita melihat diri sendiri.
Suatu hari kita bisa menjadi orang yang memberi kesempatan, membukakan jalan bagi orang lain. Kalau saat kita, kita sedang dibukakan jalannya. Jangan tutup jalan itu dengan kemalasan, nggak niat ngerjainnya, ngilang, menyalah-nyalahkan orang lain, dan berbagai hal yang membuat pintu kesempatan berikutnya tidak lagi terbuka. Pada kondisi yang tertekan, biasanya orang akan menunjukkan bagaimana respon dan coping mechanism nya. Kalau respon kita merugikan, coping mechanism kita tidak memecahkan masalah. Barangkali sudah cukup. Kapasitas kita memang hanya sedemikian aja, nggak bisa lebih dari itu. Kalau mau lebih dari itu, maka kita harus bisa mengelola diri kita sendiri dengan lebih baik terlebih dahulu.
Kalau kita berharap memegang hal-hal besar, maka risiko - konflik - dan berbagai macam tantangannya akan semakin besar. Kalau ingin berkembang lebih jauh, pasti nggak enak, nggak nyaman, gak menyenangkan sama sekali.
Apakah kamu pernah menutup jalan yang pernah dibukakan orang lain untukmu?
After a sweet "hi", there's always a bitter "bye".
Semakin dewasa, rasanya jadi disadarkan kalau kemauan dan kekuatan untuk bertahan itu mahal. Banyak belajar memahami ternyata ada banyak bentuk mekanisme pertahanan diri dari manusia dalam menjalani kehidupannya. Mulai dari hal besar yang terlihat nyata hingga hal sederhana yang tak kasat mata.
Di antaranya mungkin ada yang bertahan dengan menangis, makan makanan favoritnya, olahraga, fangirling, journaling, merokok, curhat berjam-jam, menyendiri, melihat foto anak atau foto orang tua, menyetel playlist dan bernyanyi bebas, duduk menangis seusai sholat, berdoa dalam sujudnya, dan lain sebagainya.
Baik atau tidak baik, seru atau tidak seru cara-cara tersebut, bergantung dari sudut pandangnya. Namun terlepas dari itu, untuk segala bentuk bertahan pada masing-masing orang, kita tidak berhak menghakimi seaneh apapun hal itu bagi kita. Mekanisme yang terbentuk seiring dengan pengalaman hidup yang sudah dilewatinya, ada terlalu banyak hal yang nggak kita ketahui dibaliknya.
Entah rasanya tidak akan pernah ada yang bisa menggantikanmu, dihatiku.
Tapi untuk bertahanpun aku tak ada artinya untukmu.
Yang kurasa, seringkali kau sangat asik dengan hidupmu sendiri
Ya memang, kita bukan siapa-siapa
Aku tak punya hak apapun atasmu :)
Padahal...
Masih banyak yang lebih bisa bikin bahagia. Kenapa masih bertahan dengan yang tidak menghargai? Yang selalu mengabaikan.. Yang membuat tersiksa sendiri.. Kenapa?
Memang bener-bener sebodoh ini ya? Tapi kenapa selalu dan terus seperti ini?
Kau hanya baik. Aku yang salah mengartikan. Kupikir kesempatan itu ada. Tapi pada nyatanya, dari awal semua itu memang tidak pernah ada.
Sebenarnya..
Kalau dipikir-pikir, aku ini bodoh. Terus terperangkap dan mengharapkan masa lalu. Entahlah apa alasannya sampai aku sebegininya.
Disini aku terus mendo'akanmu, memohon kepada Tuhanku. Mengorbankan apapun yang bisa aku lakukan asal aku bisa kembali bersamamu, agar kau merasa senang dan melihat arti kehadiranku.
Ku ikuti semua caramu. Tapi nyatanya kau sibuk dengan duniamu, seolah aku hanya sisa dari semua waktumu itu. Tidak penting. Mungkin hanya sekedar hiburan saja dihidupmu.
Harus bagaimana lagi? Sudah ku membuka hati untuk yang lain. Tetap nama dan bayangmu yang hati ini inginkan. Mengapa Tuhan menanamkan rasa ini begitu dalam?
Sulit sekali untuk melepaskan bayangmu. Sakit rasanya jika lagi dan lagi harus melepasmu. Mengabaikanmu saja sudah sangat sulit.