sesaat sebelum tiba di puncak inframe @rikamasda #sumbing #summit #summitattack #indonesia #mountains #adventure #hiking (at Sumbing)

if i look back, i am lost

tannertan36
d e v o n
$LAYYYTER
Lint Roller? I Barely Know Her
we're not kids anymore.
untitled
almost home
taylor price

pixel skylines
Cosmic Funnies

No title available

No title available

Love Begins
TVSTRANGERTHINGS
Noah Kahan

#extradirty
ojovivo

izzy's playlists!

JVL
seen from United States
seen from Pakistan

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from France

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Trinidad & Tobago
@docae-blog
sesaat sebelum tiba di puncak inframe @rikamasda #sumbing #summit #summitattack #indonesia #mountains #adventure #hiking (at Sumbing)
PAPANDAYAN MT.
1. Lokasi : Gunung Papandayan
- Pilihan Perjalanan 1. 29 Januari 2016 - 31 Januari 2016 2. 26 Februari 2016 - 28 Februari 2016 . 3. 25 Maret 2016 - 27 Maret 2016 Kontak pendaftaran: Docae: (call/wa/text)082260355679 Enno : (wa) 087784382020, (call) 081286946878
Untuk pendaftaran silahkan Klik Di sini
2. Biaya:
- Rp. 450.000/participant
KETENTUAN
JADWAL
KALAU KAMU PUNYA GRUP SENDIRI
Punya grup sendiri? ingin jalan dengan harga & fasilitas yang sama seperti OPEN TRIP diatas? Pesan Private Open Trip, Call/WA 0822 603 55679 (*sesuai ketentuan)
ATAU
Grup anda tidak mencapai jumlah minimal peserta? Ingin harga & fasilitas seperti OPEN TRIP di atas, Request Open Trip, ajukan dan mari promosikan tripnya bersama-sama. Call/WA 0822 603 55679 (*sesuai ketentuan)
ATAU
Punya grup sendiri dan ingin fasilitas yang sangat lengkap & lebih berkualitas? paket ini cocok bagi anda yang ingin naik gunung dengan enak tanpa susah payah membawa beban dan persiapan yang ribet!! Beli Paket Premium / VIP (Paket ini sangat cocok bagi pemula dan orang awam) Call / WA 0822 603 55679 & untuk proposal penawaran email ke [email protected] (*sesuai penawaran & ketentuan).
Pendakian Gn. Tambora
Lokasi : Gunung Tambora Rute : Desa Pancasila, Sumbawa, Nusa Tenggara Timur Harga : 1. Meeting Point Jakarta : Rp 5.800.000 / orang 2. Meeting Point Bima : Rp 3.500.000/ orang
Tanggal Perjalanan : 1. 15-19 Agustus 2016 2. 8-12 Desember 2016
Harga Sudah Termasuk :
1. Pesawat Jakarta – Bima PP (untuk Meeting Point Bandara Int’l Soekarno Hata) 2. Transportasi Bima – Desa Pancasila PP 3. Ojek Desa Pancasila-Pintu Rimba PP 4. Tenda Kapasitas 4 5. Alat Masak Tim (Kompor Gas, Alat masak + Gas) 6. Guide (Leader Tim) 7. Porter Tim (Bawa Tenda, Alat Masak, Bahan Bakar dan Logistik Pokok) 8. Perijinan & Tiket Masuk 9. Penghinapan di Desa Pancasila ( sharing) 10. Makanan Selama Kegiatan (3 hari 2 malam) 11. Makanan Selama di Homestay
HARAP DI PERHATIKAN
Pendakian Gn Kerinci & Danau Gunung Tujuh
Harga :
1. Meeting Point Bandara Soekarno – Hatta : Rp 3.200.000 / orang 2. Meeting Point Bandara Minangkabau : Rp 2.100.00 / orang
Tanggal Perjalanan : 1. 23-27 Maret 2016 2. 9-13 Juli 2016
Kontak:
Docae: (call/wa/text) 082260355679 Enno : (wa) 087784382020, (call) 081286946878
HARAP DIPERHATIKAN
GRUP SENDIRI
Punya grup sendiri dan ingin jalan dengan harga & fasilitas yang sama seperti OPEN TRIP diatas? Pesan Private Open Trip, Call/WA 0822 603 55679 (*sesuai ketentuan)
ATAU
Grup anda tidak mencapai jumlah minimal peserta,namun Ingin harga & fasilitas seperti OPEN TRIP di atas, Request Open Trip, ajukan dan mari promosikan tripnya bersama-sama. Call/WA 0822 603 55679 (*sesuai ketentuan)
ATAU
Punya grup sendiri dan ingin fasilitas yang sangat lengkap & lebih berkualitas? paket ini cocok bagi anda yang ingin naik gunung dengan enak tanpa susah payah membawa beban dan persiapan yang ribet!! Beli Paket Eksklusif (Paket ini sangat cocok bagi pemula dan orang awam) Call / WA 0822 603 55679 & untuk proposal penawaran email ke [email protected] (*sesuai penawaran & ketentuan).
“the secret of change is to focus all of your energy, not on fighting the old, but on building the new”
JADWAL OPEN TRIP
Gunung merupakan sarana yang baik untuk rekreasi dan mendapatkan pengalaman baru. Karena hal baru Akan Datang Dari mana saja, Dari dalam dan luar Diri Sendiri. Tim kami Mohon Akan Menemani Anda dan Kami Pastikan Bahwa Anda Dapatkan Sebuah Insight Untuk Diri Dalam Petualangan Anda
Silahkan klik disini untuk mendapatkan jadwal open trip kami.
KALAU KAMU PUNYA GRUP SENDIRI ATAU JADWAL SENDIRI
Anda menginginkan jadwal sendiri dan mempunyai pendakian yang anda inginkan silahkan menyampaikan keinginan anda dengan klik disini.
Punya grup sendiri dan ingin fasilitas yang sangat lengkap & lebih berkualitas. paket ini cocok bagi anda yang ingin naik gunung dengan enak tanpa susah payah membawa beban dan persiapan yang ribet!! Beli PaketVIP (Paket ini sangat cocok bagi pemula dan orang awam) Call / WA 0822 603 55679 & untuk proposal penawaran email ke [email protected] (*sesuai penawaran & ketentuan).
PAPANDAYAN MT.
1. Lokasi : Gunung Papandayan
- Pilihan Perjalanan 29 Januari 2015 - 31 Januari 2015 Kontak pendaftaran: Docae: (call/wa/text)082260355679 Enno : (wa) 087784382020, (call) 081286946878
Untuk pendaftaran silahkan Klik Di sini
2. Biaya:
- Rp. 450.000/participant
KETENTUAN
JADWAL
KALAU KAMU PUNYA GRUP SENDIRI
Punya grup sendiri? ingin jalan dengan harga & fasilitas yang sama seperti OPEN TRIP diatas? Pesan Private Open Trip, Call/WA 0822 603 55679 (*sesuai ketentuan)
ATAU
Grup anda tidak mencapai jumlah minimal peserta? Ingin harga & fasilitas seperti OPEN TRIP di atas, Request Open Trip, ajukan dan mari promosikan tripnya bersama-sama. Call/WA 0822 603 55679 (*sesuai ketentuan)
ATAU
Punya grup sendiri dan ingin fasilitas yang sangat lengkap & lebih berkualitas? paket ini cocok bagi anda yang ingin naik gunung dengan enak tanpa susah payah membawa beban dan persiapan yang ribet!! Beli Paket Premium / VIP (Paket ini sangat cocok bagi pemula dan orang awam) Call / WA 0822 603 55679 & untuk proposal penawaran email ke [email protected] (*sesuai penawaran & ketentuan).
Kangen-Kangenan Di Rinjani
1. Lokasi : Gunung Rinjani. - Rute : Jalur Sembalun - Pilihan Perjalanan 28 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2015 Kontak pendaftaran: Docae: 082260355679
Untuk pendaftaran silahkan Klik Di sini
2. Biaya:
- Rp. 3.750.000/participant (minimum 5 Participant)
KETENTUAN
Kangen-Kangenan Di Rinjani
1. Lokasi : Gunung Rinjani. - Rute : Jalur Sembalun - Pilihan Perjalanan 28 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2015 Kontak pendaftaran: Docae: 082260355679
Untuk pendaftaran silahkan Klik Di sini
2. Biaya:
- Rp. 3.750.000/participant (minimum 5 Participant)
KETENTUAN
Kangen-Kangenan Di Rinjani
1. Lokasi : Gunung Rinjani. - Rute : Jalur Sembalun - Pilihan Perjalanan 28 SEPTEMBER - 5 OKTOBER 2015 Kontak pendaftaran: Docae: 082260355679
Untuk pendaftaran silahkan Klik Di sini
2. Biaya:
- Rp. 3.750.000/participant (minimum 5 Participant)
KETENTUAN
SAYEMBARA FILM PETUALANG
SAYEMBARA FILM PETUALANG
bukan satu hal yang baru untuk saat ini, kita mendokumentasikan setiap acara yang tengah kita lakukan. Mulai dari kumpul bersama teman, keluarga ataupun saat berdua dengan teman. Selfie menjadi trend, kebutuhan eksis dan di akui oleh masyarakat semakin di damba. Hal positif yang selalu kita perhatikan adalah, bagai mana kita mambagi informasi tiap daerah yang kita datang. keramahan budaya dan kearifan masyarakat Indonesia.
Bukan hanya di jadikan lomba, tapi akan di jadikan wadah kreativitas bagi para penggemar mendaki gunung, traveler, untuk mendokumentasikan indahnya Indonesia pada tiap perjalanan.
Kenginan yang kuat untuk melakukan pendakian, perjalanan dan eksplorasi di imbangi oleh teknologi yang sangat baik. Teknologi yang mumpuni dan mengimbangi aktivitas ini semakin menunjukan “gigi”nya. Terlihat dari maraknya foto dan video di media sosial. Dokumentasi, bukan hal yang baru dalam dunia petualangan. Dokumentasi bisa di jadikan laporan, atau bahkan menjadi tolak ukur dalam kegiatan yang sudah kita lakukan. Sayembara Film Petualang (SFP) di hadirkan tidak hanya untuk di jadikan lomba, juga di jadikan satu wadah dokumentasi “masal” dari para penggiat alam bebas. SFP juga akan sedikit “memaksa” para penggiat alam bebas untuk bisa lebih kreatif dalam hal mengolah gambar. Dengan mengusung tema besar “SAYANG INDONESIA”, SFP akan membuka mata meraka yang melakuan perjalanan dengan lingkungan sekitar. Dan tentunya akan memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat indonesia untuk dapat melihat tiap sudut indonesia yang begitu indah.
Tentu saja kami membutuhkan bantuan dan suport dari berbagai kalangan, mulai dari timur sampai barat Indonesia. dan nantinya kami akan kumpulkan menjadi Suport Team yang akan kami namakan sebagai MILISI.
Penyelenggaraan SPF akan di lakukan melalui 4 Tahap
a. Forming, 2 bulan pertama merupakan tahap merupakan sosialisasi yang kami lakukan kepada para penggiat alam bebas melalui media sosial (sampai dengan bulan September 2015)
b. Storming, Tahap ini merupakan tahapan pendaftaran dan penyerahan karya, yang akan berlangsung sampai dengan bulan MEI 2016
c. Norming, merupakan masa tenang, adalah saat seleksi dan penjurian dari hasil karya
d. Perfroming, tahap akhir yang akan memberikan penghargaan untuk film-film yang berhasil lolos seleksi dan masuk nominasi
info lebih lanjut:
www.myadventure-id.com, twitter : @filmpetualang IG: filmpetualang
di dukung dan di suport juga oleh:
A+ : www.myadventure-id.com
Poseart: IG : poseart
Hikingwear; IG : hikingwear
Wanita & Gunung : IG: wanitagunung
Amprogan : IG: amprogan
Summiters DKI : Twitter : @kopdar_jakarta
Info Pendaki Indonesia : twitter : @climb_id
#MATAADVENTURE : twitter: @noo_enno
korespondensi dan email melalui: [email protected]
line official: @ infopetualang
kontak info:
1. Docae (partnership) 082260355679
2. Syuta (Komunitas) 082112691097
3. Katik ( korespondensi) 082112841434
Proud To Be Indonesian (PRAU MT.)
LOKASI : GUNUNG PRAU. - RUTE : PATAK BANTENG - PILIHAN PERJALANAN A. 14 - 17 AGUSTUS 2015 PRICE: Rp 1,500,000,-/ person (minimum 5 Person) Tidak termasuk tiket kereta PP Jakarta - Purwokerto KONTAK PENDAFTARAN: DOCAE: 082260355679
Untuk pendaftaran silahkan Klik Di sini
KETENTUAN
Gn Gede, DREAM IT… BELIEVE IT..., AND ACHIEVE IT !!!!
Gn Gede, merupakan gunung “idola”, Walaupun jaraknya yang dekat dari jakarta, tapi kalau yang namanya naik gunung, persiapan harus bener-bener mateng. mulai dari persiapan fisik, peralatan, sampai dengan mental. Saat Musim Pendakian sudah tiba, Hujan yang sudah mulai jarang, yang otomatis dingin akan semakin mengigit.
Sekitar satu bulan lalu, tiba-tiba di group wa sepedahan, ada celetukan pengen naik gunung. yang di awalin dengan share-share gambar edeliweis. Singkat cerita akhirnya terbentuklah group dengan nama Jalan-jalan cantik Ke gunung, kalau pakai nama Naik Gunung, kesan yang timbul lebih serem dan gak cantik hehehe…
Setelah berunding, akhirnya terbentuk jadwal pendakian tiga hari dua malam, dan dengan budget yang di sharing, Sebuah Elf siap mengantar dan tim pendukung terbentuk.
Hari Pertama,
Penjemputan dan pertemuan di titik kumpul yang sudah di sepakati berlangsung. Keluar Jakarta pada hari jumat dan menjelang Long Weekend, harus mempunyai usaha yang besar, kesabaran tingkat dewa pun di jajal, untungnya ada sedikit cemilan dan minuman yang sudah siap di kunyah untuk menenangkan perut.
Sekitar tiga jam perjalanan, akhirnya kami tiba di Cibodas, Waktu itu yang ikut bergabung adalah : Mba Devi, Mba Antin, Om Marco, Jodi, Bintang, Om Heru, Aji. Sementara Tim Pendukung sudah tiba lebih dahulu, untuk mempersiapkan Camp site, dan makanan hangat saat kami tiba.
Di Dahului makan di warung cibodas, perlahan kami mulai berjalan memasuki taman wisata Cibodas. Hari sudah gelap saat itu, perjalanan di mulai dengan rusaknya sepatu mba antin, dan untungnya cadangan tersedia. Tanpa kendala perjalanan terus di lakukan dengan perlahan. Hawa yang dingin terkalahkan dengan panasnya tubuh yang keluar saat perjalanan. Di selingin istirahat di danau biru, kami tetap menjaga irama perjalanan, melewati jembatan di rawa, dan akhirnya mulai menanjak menuju pos panyangcangan. Asap halus mengepul keluar dari pori-pori pakaian kami, badan mulai panas. Istirahat yang kami lakukan tidak lama, agar suhu badan tidak menjadi dingin lagi.
Menghabiskan 6 jam perjalanan, akhirnya kami tiba di pos pemandangan. Perjalanan yang masih di bilang normal, walaupun berjalana di malam, tanpa melihat pemandangan, sedikit membantu, karena tanjakan-tanjakan terjal gak terlihat. Kadang kelelahan membuat orang frustasi, tapi teman dalam tim justru yang terus menyemangati. Kemampuan menahan emosi untuk pulang, atau untuk tidur terlewatkan dan terbayar dengan sajian teh serai hangat. Tenda sudah tersedia, minuman hangat pun tinggal minum, masing-masing kita segera masuk ke tenda untuk mengganti pakaian yang basah dengan pakaian tidur. Gak menunggu lama, kami langsung terlelap.
Hari selanjutnya.
Perjalanan hari ini akan langsung menuju Surya kencana. Di awali dengan sarapan roti isi keju, daging, telur dan sedikit sayuran, kamu mulai bergerak sekitar pukul 9 pagi. Tim pendukung akan jalan belakangan karena harus packing. Tak jauh dari Camp kami, Air Terjun Panas terbentang untuk kami lewati. Cukup padat waktu itu, tapi kami berhasil melewat dengan perlahan dan cukup hati-hati.
Iring-iringan perjalanan mulai terpecah setelah melewati air panas, dan setelah di susul oleh tim pendukung. Keril yang mirip batu menhir tinggi menjulang, seolah tak terasa di panggul melewati tanjakan. Waktu itu rombongan tim pendukung yang di komandoi Suta adalah Fadil, eci, rayi, rika dan jaka.
Matahari yang masuk menerangi jalur perjalanan, sedikit memperlambat perjalanan karena panas. tapi seluruh tim tetap konsisten dengan langkahnya, istirahat sekedar untuk menarik nafas dan mengatur hingga stabil lagi, lalu di lanjutkan terus berjalan.
Tiba di kandang badak, kami segera memasak makanan untuk makan siang, dengan menu utama hari itu: sup sosis, sayur buncis, ayam kecap jamur lada hitam. Makanan yang ada termakan 2 babak, dengan penutup secara tidak langsung sup sebagai seruputan terakhir.
Badan menjadi hangat dengan perut yang terisi, perjalana di lanjutkan. Iring-iringan kembali terpecah menyesuaikan kemampuan masing-masing, karena hampir gelap, kami menghindar jalur tanjakan setan, kareana waktu itu cukup ramai antrian di jalur tersebut.
Lepas magrib, rombongan terpecah menjadi beberapa, dan saya mengawal posisi di belakang.
Keseluruhan tim, merupakan pendakian pertama bagi mereka, menemani mereka cukup tenang, karena mereka merupakan “aktivis”goweser (hehehhhe…) yang kalo di hitung secara fisik, cukup mumpuni untuk melakukan pendakian ini. Satu hal yang wajar saat pertamakali melakukan, pikiran untuk berhenti dan turun selalu terlintas. Fikiran untuk tidur saja dan tidak meneruskan pendakian pasti ada. Dengan istirahat yang cukup saat perjalanan, dan teman-teman lain yang terus menyemangati, belum lagi dengan para pendaki yang bertemu di jalur selalu memberikan semangat, fikiran itu bisa teratasi.
Akhirnya kami tiba di puncak gn Gede sudah malam, langit yang cerah dengan bintang dan sedikit purnama yang akan hadir di beberpa hari kedepan, pemandangan puncak tetap terlihat eksotis.
Permintaan untuk tidur sebentar di puncak, untuk melepas kelelahan dan mengurangi rasa ngantuk. SAtu jam berlalu, akhirnya kami mulai menuruni punggungan untuk menuju Surya Kencanan.
Lembah yang membentang cukup luas malam itu meniupkan angin dingin yang sangat menggigit. Bahkan api unggun hampir tak terasa hangatnya. Setelah masuk ke tenda yang sudah tersedia, kami langsung merebahkan diri.
Hari terakhir
Tapi aku percaya, aku akan baik-baik saja, and made it !!!, i Prove it there is no limit over anything” ~Devi Anita Kairupan~
Dingin yang semakin menusuk subuh itu, membuat kaku tubuh ini untuk beranjak keluar, bahkan untuk mengintip dari dalam tenda pun tertutup kabut dan angin yang meniup melalui selah-sela tenda kami. Kami sarungkan kembali sleeping bag, dan teruskan untuk tidur. Barulah saat matahari mulai keluar seidkit, kami mulai beranikan untuk sekedar berjemur di atas batu untuk menerima kehangatan sang surya.
Hari ini jadwal cukup lenggang, banyak waktu yang akan kami nikmati di surya kencanan. Kompor-kompor mulai di nyalakan, air mualai di panaskan. Minuman hangat mulai tersaji, teh, kopi menjadi penghangat perut pagi itu. Sambil menunggu masakan matang, kami berjalan-jalan untuk melihat suasana di Surya kencana. Kamera mulai di keluarkan, frame demi frame photo mualai kami ambil. Menikmati dingin dan luasnya surya kencanan, yang seolah tak berujung di kedua sisinya. selagi Asik mengambil gambar, makanan pun siap tersaji, dengan makanan penutup berupa alpukat kocok dengan toping coklat yang mengiurkan.
Kencang perut, bibirpun tersungging senyum, mentari semakin beranjak tinggi, kami mulai merapihkan perlatan, dan mempacking kembali. Perjalanan pulang akan melalui jalur gn putri, jalur yang pendek tapi curam.
Perjalanan turun tidak bisa di remehkan, justru kehati-hatian harus ekstra lebih saat turun. perlahan, dan sangant perlahan kami mulai menuruni jalur gn putri. bertemu dengan para pendaki yang baru saja akan menuju mandalawangi. Mereka cukup takjub saat itu, melihat Mba devi yang masih melakukan aktivitas outdoor. Sayapun ikut mesem-mesem walopun yang di kagumi mba devi ( hahahha…), mba devi bilang “imposible is nothing", gak ada yang gak mungkin, kalo ada kemauan. Kalimat pendek yang memberikan efek sangat panjang.
Perjalanan yang mengasyikan, dan suatu kebanggaan mengawal teman-teman sepedahan dari adventurider, yang udah gak bisa di bilang muda, tapi semangat tetep membara… (aseeekk).. Terutama mendaki bareng mba devi. Mba Devi yang nyaris 1 bulan melakukan persiapan untuk memulai hobinya yang baru, banyak konsultasi sana-sini, mulai dari perlengkapan sampai persiapan fisik. SEbelumnya mba devi sudah aktiv bersepedah gunung. Latihan jalan pun di lakukan, keliling jalur JPG. Mba dev yang di vonis dokter “nggak bisa lagi melakukan aktivitas Outdoor”. Tapi fikiran manusia dan vonis manusia terkalahkan oleh keinginan-kengininan yang kuat, dan bulat. saat usianya memasuki 43 th, mba dev di vonis “OSTEOARTHRITIS (atau sering kita dengar sebagai pengapuran sendi adalah kondisi dimana terjadi kerusakan tulang rawan pada sendi. Bila tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan tulang mengalami kerusakan, ujung tulang akan saling bergesekan sehingga timbul rasa kaku atau nyeri pada sendi), divonis dokter kena ostheoarthritis sejak umur 43 th krn over trained/exercises di olah raga lari dan sejak itu tidak boleh melakukan olah raga dengan high impact ke bagian kaki/sendi. Jadi no more running or jogging, mba devi beralih pindah masuk ke indoor sport activities di gym, sampai kenalan ke olah raga sepedah.Sepedah jg gak boleh sepedah gunung sama dokter, “ tapi convinced dokter dgn bohongin dia kalo aq cm main flat road aja” kata mba dev….hmm…
“Tapi aku percaya, aku akan baik-baik saja, and made it !!!, i Prove it there is no limit over anything” (mba devi)
Yang membuat semangat adalah menemani mba dev melalui pendakian ini, sedikit menyemangati saat ngantuk, mendegarkan keluhan saat lelah, kadang menjaga saat ngantuk. Keinginan yang kuat, mengalahkan segalanya, mengalahkan rasa sakit, mengalahkan kelelahan, mengalahkan rasa ngantuk, mengalahkan ocehan dokter yang melarang melakukan aktivitas outdoor. Saat pejalanan turun, mba dev banyak memberikan semangat pada para pendaki yang lebih muda, dan selalu ngomel kalo ada pendaki yang cuman pake sendal jepit (hahahah…)
Dan justru perjalanan turun ini yang sedikit membuat saya khawatir. satu cup mie instan sempat membuat pengalihan perhatian di pos 2 pendakian gn putri. Sedikit bersenda gurau dengan para porter dan pedagang. Kembali melanjukan perjalan untuk turun. Kelengkapan Peralatan salah satu penunjak untuk melakukan aktivitas ini, TErangnya lampu akan membuat tenang. jadi jangan sekali-kali remehkan barang bawaan anda. Sementara saya selalu stanby tenda dome, alat masak dan sedikit makanan untuk berjaga-jaga. Kegigihan untuk terus jalan, walaupun kadang sedikit melata (hihihi….) Saat mereka termenung, terharu dan menerawang kebelakang tentang perjalanan yang baru saja di lakukan, saya mindik-mindik cari kehangatan di antara para supir angkit yang sedang mengelilingi api unggun.
Perlu di sadari, dalam setiap aktivitas, bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Hal ini tentu berbarengan dengan persiapan yang matang, bukan jalan dengan modal nekat.
Setibanya di Warung tempat kami istirahat di kaki gn putri, saya langsung memesan teh hangat, sementara mba dev… seolah gak percaya bisa melalui semuanya, Melakukan pendakian ke gn gede.
Raut gembira dan terharu bercampur aduk terpancar dari teman-teman, pertama kali melakukan pendakian, dan berhasil. Disiplin yang cukup kuat saat melakukan persiapan, merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam setiap pendakian..
DREAM IT… BELIEVE IT, AND ACHIEVE IT !!!!
MAIN SEPEDAH DI GUNUNG RINJAI
TULISAN OLEH OM HADI DARU SUCIPTO
Berawal dari pertunjukan video edun Mas Clementz main pedah di Gunung Rinjani https://youtu.be/3S9efCaj3nU dan iklan paket touring dari A+ Adventure maka terbersitlah niat tidak senonoh man-teman untuk bikin kegiatan sepedaan di Gunung Rinjani juga. Langkah pertama colek satu-satu man – teman yg suka sepedaan jauh, trus bikin group WA agar memudahkan komunikasi, selanjutnya daftar untuk bayar tiket dulu jauh-jauh hari agar bisa dapat harga ekonomis, nah sisa biaya di angsur lan-pelan hihihihi. Setelah bayar tiket niscaya seluruh konsentrasi akan memadat dikepala termasuk permohonan ijin cuti tiga bulan sebelum hari H (maklum masih buruh), persiapan fisik seperti b2w saban hari dan maksa ikutan running. Yang paling seru tentu saja persiapan H-1, panik cari pinjaman tas sepeda, jacket gunung, celana gunung, kupluk kepala, back pack, head lamp, tongkat buat mendaki, dan urusan kesiapan sepedanya itu sendiri. Tgl 26 hari Sabtu pkl 08.00 tet, satu persatu peserta berkumpul di bandara Soekarno Hatta, uniknya kita justru sebagian besar baru ketemu dan bertatap muka saat di bandara dan sebagian ada yg sdh sampai Lombok duluan. Wajah penuh semangat dan berseri seri terpacar di wajah kami-karena petualangan sebentar lagi di mulai hehehehe. Ada om Nico dengan perangkat lengkap fotonya – secara beliau adalah fotografer, ada om Heriman dengan camera dronenya. Sampai di bandara Lombok pkl 14.00 lanjut makan nasi balap dan melucur ke penginapan Lembah Simbalun. Makan malam terasa kurang mantabs karena belum selesai rakit sepeda, tangan kanan yang cedera masih ngilu untuk bongkar pasang whellset. Di iringi gerimis hujan akhirnya bisa tidur juga setelah makan malam. Pelajaranya sebaiknya kita berangkat menggunakan pesawat paling pagi agar bisa sampai penginapan masih terang matahari. Minggu pagi pkl 06;00 didepan penginapan sdh ramai dengan para porter yg siap membantu kita membawa perangkat backpack atau sepeda kita nanti, idealnya setiap peserta dibantu oleh dua porter guna membawa backpack dan satu lagi membawa sepeda ketika jalanan mulai terjal menanjak, modifiksi dengan panggulan bambu juga bisa membantu porter mambawa sepeda, karena ternyata tidak semua porter punya stamina kuat hingga sampai puncak Rinjani. Pukul 07:00 sehabis sarapan semua peserta perlahan bergerak gowes menuju pos 1, jalanan relatif menanjak halus bisa dinikmati dengan panorama alam yang indah hingga pos 2. Lintasan dari pos 2 ke pos 3 semakin berat beberpa kali harus melintasi kali mati. Di pemberhentian pos 3 kami istirahat makan siang, napas mulai tidak teratur, muka sdh sulit tersenyum karena begitu mendongak ke atas tampak tantangan tebing terjal menunggu didepan. Sehabis makan saya, mbak Thea dan Om Oka perlahan bergerak nyeberang kali mati dan mulai naik setapak demi setapak, ditemani porter dengan menggendong sepeda. Praktis perjalanan kami lalui dengan sangat lambat, tiap lima langkah kami berhenti untuk atur napas kembali begitu seterusnya. “ jangan lihat atas, jalani saja nanti juga sampai asal jangan berhenti duduk “ begitu kata mas porter, dan hampir tiga jam lebih kami menapak lereng terjal yg dijuluki “tanjakan penyesalan” mungkin maksudnya nyesel mau turun jauh, mau lanjut naik tdk tampak ujungnya. Sekitar pukul 5 sore akhirnya kami selesaikan tanjakan “penyesalan” dan dihadiahi pemandangan luar biasa, karena dibawah kami bisa lihat danau biru dan awan di bawah kita, inilah plawangan sebuah area relative datar yg menjadi tempat camping untuk mempersiapkan tenaga untuk pendakian selanjutnya ke summit. Dengan pemandangan yg indah rasa cape hilang, langsung ambil camera dan ceprat-depret ambi foto Mbak Thea dengan sepeda andalannya. Sembari menyusur Plawangan kami mencari lokasi tenda yang sudah disiapkan para porter, teh manis dan kopi terasa sangat nikmat saat itu. Om Fadli yang sudah sampai duluan langsung kasih intruksi untuk ambil posisi foto-foto yang bagus. Hingga malam tiba satu-demi satu peserta mulai lengkap berdatangan termasuk om Leo yang telah berusia 63th, sesungguhnya prestasi luarbiasa buat kami yg rata-rata bukan pendaki, hanya pesepeda.
Suasana malem menjadi makin menakutkan karena hujan tiba dan beberapa kali petir menyambar-nyambar, dan karena kondisi hujan pendakian malam ke puncak dibatalkan hingga cuaca memungkinkan. Pagi hari hujan masih rintik-rintik, kami terpaksa sarapan roti bakar dan pancake ala porter di dalam tenda, teh manis dan kopi terasa nikmat menghangatkan tubuh. Selesai sarapan kasak kusuk rencana pendakian lempar ke peserta, sebagian lanjut naik dan sebagian kembali turun ke Simbalun, tidak semua porter juga siap mendampingi membawa sepeda ke pucak. Akhirnya hanya 4 sepeda yg siap dibawa naik. Perlahan pendakian dimulai, dengan mengikuti jalur air yg berpasir, perlu waktu sekitar satu jam untuk sampai dataran landai di tepi tebing, danau biru, caldera dan awan ada dibawah kita, tidak bosan-bosan untuk dinikmati. Makin keatas semakin ajaib pemandangannya, sususan lapisan tebing batu dan pasir raksasa membuat tiap tiap yg naik seperti semut kecil. Kabut dan angin makin kencang menjelang menapaki lintasan makadan dan batu lepas, praktis hanya bisa bergerak tiga langkah, berhenti, begitu seterusnya. Karena lupa membawa air minum terpaksa meminta tiap ada pendaki/porter yg liwat barang seteguk untuk menambah tenaga. Sekitar pukul 3 sore akhirnya sampai juga di puncak Rinjani, tampak ada satu porter yang sudah sampai dengan sepeda Om Fredly, dan langsung ambil posisi foto wajib, tak lama om Fadly juga muncul dan disusul Om Oet. Selesai foto-foto kami baru nyadar jika turun musti naik sepeda, sementara info dari porter sepeda saya tidak bisa sampai atas karena porter tdk kuat. Dalam hati tdk apalah gowes dari tengah arena dr atas terlalu beresiko dengan lintasan pasir dan batu lepasnya. Sementara Om Fadli, Om Fredli dan Om Oet siap-siap meluncur turun, saya mendahuli mau abil posisi camera paling bagus, tp apes baterai gopro habis sudah, dan hanya bisa melihat om Oet dan Om Fredly meliuk-liuk meluncur kebawah dengan muka kegirangan.....(jancuk dlm hati saya). Beberapa saat kemudian di tengah perjalanan muncul om Fadli menawarkan gantian sepeda setelah sempat jatuh dimakadam, tanpa pikir panjang langsung ikutan meluncur menyusul Om Oet. Tanah pasir sehabis kena hujan semalem jd padet, enak banget buat meluncur gowes, tiap-tiap tangan lepas tuas rem berasa makin laju karena kemiringannya. Lintasan terakhir kami harus meliwati jalan air berpasir, jatuh bangun dilintasan ini karena sepeda sulit dikendalikan. Akhirnya pkl 17:00 sampai di tenda kembali, sebenernya tidak puas karena tidak mengendarai sepeda sendiri, namun cukuplah pengalaman hr ini luar biasa buat saya. Setelah “mandi” dengan tisu basah lanjut makan malam, ngupi dan istirahat tidur. Jika sesuai jadwal mustinya ada kegiatan turun ke danau, tp setamina sdh tidak memungkinkan. Esok pagi kami terbangun dengan matahari pagi yg sangat indah, langit merah cerah selesai foto – foto dan sarapan kami siap-siap turun gunung, sepanjang dataran Plawangan kami bisa gowes, menuju turunan pos 3, hanya sebagian bisa kami lalui dengan sepeda karena terlalu terjal, beberapa kali jatuh bangun menghindar posisi akar pohon dan lubang jalan air. Hingga sampai pos 3, napas hampir habis, langsung istirahat dan selonjoran. Hidangan mie rebus menambah semangat gowes lagi, kali ini jalur lbh asyik di lalui karena bisa meluncur mudun hingga pos 2. Sekali Om Nico bocor ban sehingga ada kesematan istirahat kembali. Turun pulang kali ini tidak menuju ke lembah Simbalun, tp liwat jalur potong masuk hutan dengan beberapa drop kecil yg menyenangkan, sampai sampai Om Rudi minta loading ulang.....! Setelah dua kali melintasi sungai kering akhirnya sampai juga kami di titik penjemputan menuju penginapan dan lagi-lagi Om Fadli sudah nongkrong duluan. Kesimpulannya petulangan kali ini adalah kombinasi pendakian dan bersepeda, namun kuncinya adalah di pendakian tsb, sebab jika stamina habis pada saat pendakian maka bersepeda akan lbh berbahaya karena hilang konsentrasinya. Bersyukurlah seluruh team selamat berhasil kembali pulang bahkan beberapa melanjutkan perjalanan ke Bali dan Bromo. Terima kasih buat Om Docae, A+ adventure & team karena telah bikin acara petualangan ini.
GN. RINJANI
GUNUNG RINJANI
Gunung dengan Sejuta Ke indahan
Nulis tentang gunung Rinjani, gunung dengan sejuta keindahan dan kearifan warga lokalnya. teringat saat pertama kali melakuan pendakian ke Rinjani. waktu itu saat kenaikan kelas 1 sma ke kelas 2. Di dahului dengan karyawisata sekolah ke jogja, tapi niat dan bawaan udh 1 keril 90L “muncung” buat ke rinjani. Th 1991 akhir (ehmmm tua juga yak.. :P). jamannya belum ada HP, Telponpun blm terpasang di rumah. Jadi strategi yang di jalankan ke Ortu waktu itu izin 3 hari buat karyawisata dengan sekolah ke jogja. Hari terakhir karyawisata (dulu namanya karyawisata.. sekarang mungkin namanya fielg trip). saya pun menuju kantor pos buat bikin surat izin ke ortu utk melanjutkan perjalanan ke Rinjani. Ada untungnya hidup di jaman surat menyurat, ngirim surat izin naek gunung, gak perlu nunggu balesan boleh apa nggak, tapi minta doa aja hahahha…
Menembus lombok melalui jalan darat, ngeteng sngkutsn sana-sini, jajan di terminal mataram akhirnya berhasil masuk di kaki Rinjani, jalur Senaru. Tanpa bak bik buk… langsung merangsek di jalur, memasuki suasana hutan khas jalur senaru. Kami waktu itu berlima, logistik dan perlengkapan camp terbagi dengan rata, jadi beban yang kami bawa sama berat. Berhasil memasuki Danau Segaranakan pada esok harinya, setelah malam sebelumnya istirahat di pos 3. Pendakian saat itu belum begitu ramai. Sepanjang perjalanan kami hanya bertemu dengan 1 rombongan turis yang melakukan pendakian. Istirahat di danau, untuk malamnya melakukan pendakian ke puncak. Persis jam 12 malam kami mulai bergerak menuju puncak, dingin yang menusuk tulang, dan rasa kantuk mengerogoti perjalanan. Istirahat sejenak di celah batu untuk memanaskan makanan dan sekedar memejamkan mata. Tenaga masih berlebih saat itu, menembus puncak Rinjani pada pukul 6 pagi. berteman Pendaki-pendaki dari luar, total kami semua saat itu di puncak ada 15 orang. Berfoto sejenak (masih pake kamera poket, manual dan harus beli film isi 36) foto dgn pose sekedarnya dan harus pas. Jam 10 pagi kami turun setelah puas menikmati puncak. Danau segaranakan setelah turun dr puncak sangat dingin, esok paginya kabut masih bergelayut di sekitar danau. Kami cukup terperanjak dengan kehadiran dari warga lokal (orang sasak) hanya menggunakan kain dan ikat pala putih asik memancing. Bahkan wanita yang ikut pun hanya mengenakan kain saja. Sepulang dr rinjani, tentu oleh-oleh tenun yang masih ada sampai sekarang buat “nyogok” ortu biar gak di omelin sampai di rumah heheh.… Kabar cepat tersebar waktu itu, kalau kami berhasil melakukan pendakian ke Rnjani, pangkat, harkat dan martabat di sekolah seolah naik dan melesat ke puncak. Semua teman di sekolah waktu itu, saat saya lewat langsung nunduk (alaaah …. hahha). Dengan sebelumnya bergabung di kelompok pecinta alam sekolah, di lanjut pendakian-pendakian gn di jawa, lalu Rinjani, karir pun melesat (hahahha…). Belum lagi sebulan turun dr rinjani, teman ada yng minta temenin untuk ke sana, dan terus berulang hehehe..
Saat ini pendakian GN. Rinjani lebih enak melalui jalur Sembalun. Jalur ini di pilih karena pemandangan yang sangat indah, seolah menggambarkan kencantikan Dewi Anjani, yang setara degan kecantikan Ken Dedes, Gayatri, ataupun Tri Buana Tunggal Dewi. Kecantikan seorang wanita kerajaan, yang tak hanya terpancar dari fisik, tapi dari dalampun sudah membuat lelaki bertekuk lutut. Terbayang saat berjalan melewat kami, di kawal dengan ratusan prajurit mataram yang berbaris dari atas 9 bukit penyesalan sampai menuju puncak. Langkah nan gemulai serta pakaian yang sederhana, hanya menggunakan kain yang di terpa aingin seolah menjuntai untuk memaksa orang yang meliriknya untuk ikut serta.
Sekitar Medio September 2014, saat itu saya sedang mengantar teman untuk melakukan pendakian. Waktu itu perjalanan baru saja di mulai, sekitar satu jam perjalanan, tiba-tiba Hp berbunyi, saya lihat ternyata om Rudi Rau (panggilan buat teman-teman sepedah biasa pakai Om). Saya angkat waktu nafas masih megap-megap, karena badan belom panas, saya ambil posisi duduk untuk berbicara, karena tumben om Rudi telpon. Saya infokan kalau saya sedang di rinjani. Kayaknya om Rudi tau saya lagi di rinjani, makanya telp hehehe… Berdiskusi lewat telpon untuk kemungkinan bisa atau tidaknya jalur sembalun di lewati oleh sepedah, sambil lihat-lihat kontur bukit, dan jalan setapak yang ada, saya putuskan dan jawab. “iya Rinjani bisa di lewati jalur sepedah. “Persekongkolan" pun di mulai (hahahhaa…) “Buka trip sepedahan ke situ Om!!!”, ajak Om Rudi. saya menjawab “oke, kita akan diskusikan lagi teknisnya saat di Jakarta!!!”. Saya akhirnya melanjutkan Perjalanan untuk Menuju Puncak Rinjani dan bermain di Danau Segaranakan.
Beberpa bulan berselang, setelah diskusi untuk buka trip MTB di Rinjani, tiba-tiba sekitar bulan November akhir nongol footage Jerome Clementz, yang berjudul Escape-Mount Rinjani -Clementz. Seolah ini di jadikan momentum untuk memperkuat saya membuka trip MTB rinjani, dan akhirnya Tercetus lah sebuah nama trip “Rinjani Gravity Enduro #2015”
Sekitar Desember 2015, Saya pun me”lounching” Event tersebut, baru saja 1 jam saya naikan banner tersebut, sudah banyak orang telpon untuk mendukung Trip tersebut, bahkan untuk harga yang di tawarkanpun saya belum hitung hehehhe (maklum pola pikir yang saya punya “kumaha engke weh..”, bukan yang model “Engke kumaha..?”). Terbiasa melakukan pendakian, dan membantu meng”organize” event semodel outbond dari th 2003 di campur Sedikit nekat saya jalankan Event tersebut. Sedikit temen yang mau bantu saat itu, bahkan saat menjalankan pun saya cuman sendiri heheh.. (sebagian mundur karena pengaruh usia wkwkwkw…) kecuali teman-teman MTB dan yang “Tulang"nya masih keras.
Hingga pada hari pelaksanaan saya bekerja sama dengan bengkel sepedah Bronik Bike untuk membantu pengecekean di sepedahnya sendiri. Teman-teman Pesepedah yang lain cukup mendukung, dengan meminjamkan berbagai hal untuk emergency plan. Dengan Percaya diri, saya mengawal peserta saat itu. Gowes di mulai dari titik pendakian sembalun, dengan irama bersepedah bergantung kekuatan masing-masing, bukan dengan konvoi. Hal ini selalu saya terapkan karena masing-masing orang pasti mempunyai gaya sendiri untuk pemanasan. Perjalanan berlangsung dengan di selingi makan siang di Pos 3. Perjalan dr Pos 3 menuju pelawangan, Total sepedah tidak bisa di gowes, Kekuatan porter sangat di andalkan saat itu, bahkan porter tetap mengawal dari awal.
Seluruh peserta dan tim tiba di pelawangan, menjelang malam, sekitar pukul 18:30. Setelah makan malam, kami istirahat dengan mengahasilkan kesepakatan kita akan menuju puncak saat dini hari. Sekitar pukul 22:00, Hujan lebat melanda, Petir keras terdengar sekitar pukul 03:00. Sampai Pagi Hujan belum reda, akhirnya di putuskan untuk melakukan pendakian ke puncak lebih siang. Sebagian Peserta harus turun ke Sembalun karena perhitungan keselamatan. Sebagian lagi tetap menunggu hujan reda.
Kabut Pagi sangat tebal menutupi punggungan pelawangan, Ratusan Prajurit berbadan tegap dan berpakaian kerajaan berpacak baris dari pelawangan sampai puncak Rinjani. menggunakan pakaian yang membuat tubuh kekarnya semakin sangar. Tak lama, seorang wanita dengan langkah ringan berjalan melalui lintasan Prajurit yang membetuk 2 barisan, seolah melakukan pengawalan untuk menghindari Sang Dewi Terpeleset. Angin yang meniup rambut panjang dan selendang Dewi Anjani, menebarkan wangi bunga. Dengan pandangan yang tenang Dewi Anjani berjalan melaui setiap prajurit yang berbaris, untuk menuju Puncak Rinjani. Kecantikan sang Dewi, membuat alam tertegun dengan terus menyelimuti Rinjani dengan kabut. Sampai Di puncak Rinjani, Dewi Anjani memandang dan melihat daerah kekusaanya, memperhatikan dengan seksama tiap incinya.
Bersamaan dengan itu, hujan mulai berganti dengan gerimis kecil, pendakian menuju puncak di mulai. Perlahan namun pasti kami melakukan pendakian, menghabiskan waktu 6 jam perjalan dari Pelawangan untuk mencapai puncak Rinjani. Beberapa teman mulai menyiapkan sepedah yang sudah di panggul oleh porter ke puncak.
Setelah puas berfoto, akhirnya Sepedahpun meluncur cepat dari puncak emnuju pelawangan, Kabut yang masih tebal tetap menjaga kami untuk tetap berada di jalur. Pendakian menuju puncak yang melelahkan, Terbayar dengan pemandangan yang membuat takjub. Gundukan bukit yang samar-samar terlihat. sesaat tertutup kabut. Perjalanan dari puncak menuju pelawangan menggunakan sepeda, hanya mengabiskan hampis 2 jam. Dan saat semua peserta tiba di Camp Pelawangan, senda gurau dan celoteh bahagia menjadi bahan obrolan kami sore sampai malam itu.
Paginya setelah sarapan, sepedah sudah kembali di siapkan, dengan sebelumnya di cek. Seperti lelaki melihat tubuh wanita cantik yang telanjang, seperti itulah para peserta melihat turunan yang menggoda.
Seolah tak sabar, akhirnya bersepedah pun di mulai dari pelawangan dengan tujuan ke Sembalun. Di selingi makan siang di pos 3, dengan sebelumnya turunan curam dari pelawangan menuju pos 3. Babak terakhir bersepedah di Rinjani adalah melibas jalur savana dan sedikit hutan. Dengan membagi dan mengatur susunan posisi peserta, akhirnya kami menikmati perjalanan turun tersebut. Savana yang panjang, dengan tipikal tanah yang gembur namun tidak terlalu licin, serta medan turunan yang sangat mendukung. Seolah tidak mau tersusul oleh teman yang di belakang, semua peserta saling mengayuh dengan kencang. menghabiskan waktu kurang 2 jam, kami tiba di finish
Warung dengan teh manis hangat menjadi sasaran kami, untuk istirahat, dan menunggu barang-barang terpacking dengan rapih di mobil.
Rinjani Gravity Enduro 2015, walaupun tidak bisa memuaskan seluruh peserta, karena kondisi cuaca, kami berhasil menikmati dan semua selamat…
- CUSTOMISE YOUR ADVENTURE
- JOINT THE ADVENTURE
MORE INFO
ITINERARY 7 DAYS
FESTIVAL LIMA GUNUNG XIV 2015
Komunitas Lima Gunung di dirikan dengan membangun sebuah paradigma berkesenian yang menstimulasi dimensi untuk hidup bersama masyarakat seni dalam menyikapi keadaan dengan pelbagai fenomena yang berkembang dalam masyarakat kontemporer. Mengedepankan unsur merdeka yang dapat menarik perhatian masyarakat dan pemerhati seni yaitu dengan membuka wacana baru dalam bereksplorasi.
Festival Lima Gunung merupakan perayaan kesenian yang digelar setiap tahun oleh Komunitas Lima Gunung. Festival ini menampilkan berbagai jenis kesenian tradisional yang berpadu dengan kesenian modern. Pelaksananya adalah masyarakat petani yang bermukim di lereng lima gunung di Kabupaten Magelang, yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Andong, Gunung Menoreh, dan Gunung Sumbing. Dari tahun ke tahun Festival Lima Gunung tampaknya semakin meriah dan semakin mendunia.
Festival Lima Gunung tampaknya benar-benar merupakan gerakan kesenian rakyat. Melalui festival inilah rakyat kecil turut berperan dalam mengisi lembar-lembar kekayaan budaya Indonesia. Pementasan yang mereka lakukan memancarkan kesederhanaan sebagai masyarakat petani. Kesederhanaan itu bahkan terlihat secara kasat mata lewat panggung pementasan.
MORE INFO
FESTIVAL LIMA GUNUNG XIV 2015
Komunitas Lima Gunung di dirikan dengan membangun sebuah paradigma berkesenian yang menstimulasi dimensi untuk hidup bersama masyarakat seni dalam menyikapi keadaan dengan pelbagai fenomena yang berkembang dalam masyarakat kontemporer. Mengedepankan unsur merdeka yang dapat menarik perhatian masyarakat dan pemerhati seni yaitu dengan membuka wacana baru dalam bereksplorasi.
Festival Lima Gunung merupakan perayaan kesenian yang digelar setiap tahun oleh Komunitas Lima Gunung. Festival ini menampilkan berbagai jenis kesenian tradisional yang berpadu dengan kesenian modern. Pelaksananya adalah masyarakat petani yang bermukim di lereng lima gunung di Kabupaten Magelang, yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Andong, Gunung Menoreh, dan Gunung Sumbing. Dari tahun ke tahun Festival Lima Gunung tampaknya semakin meriah dan semakin mendunia.
Festival Lima Gunung tampaknya benar-benar merupakan gerakan kesenian rakyat. Melalui festival inilah rakyat kecil turut berperan dalam mengisi lembar-lembar kekayaan budaya Indonesia. Pementasan yang mereka lakukan memancarkan kesederhanaan sebagai masyarakat petani. Kesederhanaan itu bahkan terlihat secara kasat mata lewat panggung pementasan.
MORE INFO
TOUCHING THE SKY OF RINJANI MT.
1. Lokasi : Gunung Rinjani. - Rute : Jalur Sembalun - Pilihan Perjalanan A. 1 - 5 Agustus 2015 B. 8 - 12 Agustus 2015 C. 14 - 18 Agustus 2015 D. 27 - 31 Agustus 2015 Kontak pendaftaran: Docae: 082260355679 Enno : 087784382020 Adol : 081381209781
KETENTUAN
ITINERARY
Note :
1. B: Breakfast, L: Lunch, D: Dinner 2. Disarankan Teman-teman membeli tiket kepulangan pada malam hari. 3. Itinerary bersifat kondisional menyesuaikan dengan kondisi cuaca, keadaan tim dan keadaan tidak terduga lainnya.