"إنها و الله لأيام ثِقال و لكن رحمة الله رافعة لكل ثقل ".
"by Allah these are heavy days, but Allah's mercy lifts every heaviness."

Origami Around
almost home
Mike Driver

titsay
Three Goblin Art
Monterey Bay Aquarium

oozey mess
Stranger Things
taylor price
Game of Thrones Daily
🪼
will byers stan first human second
Peter Solarz
h
Claire Keane
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

blake kathryn

Janaina Medeiros
Misplaced Lens Cap
AnasAbdin

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from Lebanon
seen from Switzerland
seen from United States
seen from Lebanon
@donnyutsman
"إنها و الله لأيام ثِقال و لكن رحمة الله رافعة لكل ثقل ".
"by Allah these are heavy days, but Allah's mercy lifts every heaviness."
The cut is too deep, and the disappointment is immeasurable.
The wound will not heal, nor will you be forgiven.
This is not a feeling of loss; this is a feeling of betrayal and abandonment.
No, I shall not miss you.
Cinta Sejati
وعن عبد الواحد بن زيد رحمه الله قال: خرجت إلى ناحية الخريبة فإذا أسود مجذوم قد تقطعت كل جارحة له بالجذام وعمي، وأقعد وإذا هو يزحف، وإذا صبيان يرمونه بالحجارة حتى دموا وجهه، فرأيته يحرك شفتيه فدنوت منه لأسمع ما يقول، فإذا هو يقول: يا سيدي إنك لتعلم إنك لو قرضت لحمي بالمقاريض، ونشرت عظامي بالمناشير، ما ازددت لك إلا حبًا، فاصنع بي ما شئت
Diriwayatkan oleh Abdul Wahid bin Zaid -semoga Allah merahmatinya-, beliau berkata:
Suatu hari aku pergi ke bagian Al-Khuraibah. Di sana terdapat seseorang yang berkulit hitam, memiliki kusta dan seluruh luka di tubuhnya tercabik-cabik oleh kusta, dan dia adalah seorang yang buta. Dia sedang duduk, lalu dia merangkak. Kemudian, tiba-tiba ada beberapa anak-anak melemparinya dengan batu sampai membuat wajahnya berdarah. Aku melihatnya menggerakkan bibirnya, lalu akupun mendekat kepadanya, ternyata dia mengatakan:
“Wahai Tuanku, Engkau mengetahui jika seandainya engkau memotong-motong dagingku dengan gunting, dan Engkau gergaji tubuhku dengan gergaji, tidaklah hal itu melainkan hanya menambah cintaku kepada-Mu. Maka lakukanlah kepadaku sesuka-Mu.”
Menertawakan Kesalahan Orang Lain
Kebiasaan sebagian orang -dan bisa jadi termasuk kita- adalah menertawakan orang lain ketika mereka membuat kesalahan. Meskipun bisa jadi sebenarnya orang yang menertawakan belum tentu bisa melakukan lebih baik daripada orang yang ditertawakan.
Menertawakan kesalahan orang lain adalah perilaku yang kurang pantas dan dapat memberikan efek negatif pada hubungan antarindividu. Terkadang, seseorang mungkin merasa tertawa ketika melihat orang lain melakukan kesalahan karena dia anggap itu lucu dan menghibur, padahal bisa jadi hal itu menyakiti hati orang yang ditertawakan tersebut.
Ketika kita tertawa pada kesalahan orang lain, hal ini dapat membuat mereka merasa tidak dihormati, diabaikan, atau dianggap tidak kompeten. Ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, bahkan walaupun kita tidak ada niat untuk menyakiti perasaan seseorang.
Dan kita pun tidak suka kan jika seandainya kita ditertawakan ketika membuat kesalahan? Maka perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan orang lain.
Lebih parahnya lagi, ketika seseorang terus-menerus menertawakan kesalahan orang lain, hal ini dapat membentuk pola perilaku yang buruk. Orang yang sering menertawakan kesalahan orang lain dapat menjadi tidak peka dan tidak empati terhadap orang lain, sehingga hal ini dapat merugikan hubungan mereka dengan orang lain.
Dan tidak layak bagi seorang muslim untuk menertawakan saudaranya ketika mereka melakukan kesalahan. Allah subhana wa ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
[Surah Al-Hujuraat 11]
Cara yang lebih baik untuk merespon kesalahan orang lain adalah dengan memberikan dukungan dan bantuan untuk membantu mereka memperbaiki kesalahan tersebut. Ketika kita menunjukkan sikap yang positif, kita dapat membantu orang lain memperbaiki kesalahan mereka dan memperkuat hubungan kita dengan mereka.
Jadi, sebaiknya kita berhati-hati dalam merespon kesalahan orang lain. Daripada menertawakan kesalahan mereka, lebih baik kita memberikan dukungan dan membantu mereka memperbaiki kesalahan tersebut. Dengan cara ini, kita dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan positif dengan orang lain. :)
Kisah Imam Syafii dalam menuntut Ilmu
Imam Syafi'i rahimahullah, siapa yang tidak kenal dengan imam syafi'i? Salah satu imam mazhab yang disepakati keilmuannya.
Bagaimana kisah beliau dalam menuntut ilmu?
Imam Syafi'i berkata, "Aku telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an ketika aku berumur 7 tahun, kemudian aku telah menghafal "Al-Muwaththo" ketika aku berumur 10 tahun. Ketika aku telah mengkhatamkan Al-Qur'an, aku masuk ke masjid. Kemudian aku duduk di majelis para ulama. Aku mendengarkan hadits-hadits dan permasalahan permasalahan, kemudian aku menghafalkannya. Ibuku dulu tidak punya apapun untuk diberikan padaku supaya aku bisa membeli kertas-kertas dengannya. Maka ketika aku menemukan tulang yang bisa aku tulis, aku ambil tulang itu dan aku menulis di atasnya. Ketika sudah penuh tulang itu dengan tulisan tulisan, maka aku masukkan ke kantong kulit milik kami."
Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah....
Lihatlah bagaimana kesulitan dan kekurangan fasilitas, tidak menghalangi seorang Syafi'i kecil untuk menuntut ilmu sehingga bisa menjadi salah seorang imam mujtahid yang mazhabnya dipelajari dan dipakai oleh jutaan kaum muslimin dari berbagai generasi.
Ketika beliau tidak mempunyai kertas untuk ditulis, beliau tidak menjadikannya sebagai alasan untuk tidak menuntut ilmu, beliau justru memutar otak bagaimana caranya supaya tetap bisa menuntut ilmu, beliau jadikanlah tulang sebagai tempat untuk menulis!
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah beliau sehingga bisa lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.
Allahul muwaffiq.
Ujian
By: Muhammad Donny
Ujian bukanlah tujuan
Melainkan sarana mengulang pelajaran
Nilai dan IPK jangan jadi acuan
Doa orang tua menjadi pegangan
Penghujung semester telah tiba
Kembali kita merangkai karsa
Untuk menggapai ridho-Nya
Bahagia selamanya di surga
Seandainya rasul itu malaikat, niscaya kita gak bisa tau adab makan, nikah, jima, bergaul, adab istinja, adab masuk kakus, gimana kalau lupa shalat, dll
Ringkasan ceramah Syaikh Abdur Razaq Al-Badr
Kita perduli jika di baju kita ada noda, sedangkan kita maka lebih penting lagi kita benar-benar memperhatikan jika ada noda di dalam hati kita
Imam Ahmad ditanya, apakah iman bertambah dan berkurang, beliau menjawab “Iman bertambah hingga sampai langit berkurang sampai asfala safilin”
- Kita tidak akan bisa menghiasi hati kita jika Allah tidak menghiasi hati kita. Maka kita harus berdoa kepada Allah. Namun para ulama berkata, “Selain berdoa kita harus bersungguh-sungguh ikhtiar.” احرس على ما ينفعك واستعن بالله
- Setiap hari harus diisi dengan ilmu syar’i. Karena kita tidak bisa melakukan kebaikan kalau dia tidak punya ilmu. Bagaimana dia mau meningkatkan imannya kalau dia tidak punya ilmu apa saja yang menguatkan imannya.
- Menguatkan iman dengan Al-Qur’an.
فأما الذين آمنوا زادتهم إيمانا
Al-Qur’an adalah hal yang menguatkan iman dengan.Tapi tidak cukup hanya dengan membacanya, tapi juga dengan mentadabburinya.
Ahli Qur’an adalah orang yang memahami kalamullah dan mengamalkannya.
Ibnu Abbas menafsirkan حق تلاوته mengikutinya dengan sebenar-benarnya.
- Membaca siroh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam
- Membaca siroh sahabat
- Mengenal Allah, sifat-sifatnya nama-namanya, dan tindakan-tindakan Allah.
- Bersungguh-sungguh dalam melakukan amal shalih. Seperti shalat. Karena shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
- Mengetahui sebab-sebab lemahnya iman agar bisa menjauhinya
Ibnu Qayyim memberikan permisalan tentang keadaan syaithon dan manusia. Permisalan syaithon dan manusia, seperti seseorang memiliki sepotong daging (misalkan ini iman) di depannya, kemudian di sekelilingnya ada para anjing yang kelaparan menunggu pemilik daging lengah sedikit saja untuk mencurinya.
- Seseorang perlu berhati-hati dari teman-teman yang buruk. Baik teman-teman berupa manusia, maupun teman yang berupa gadget.
- Berhati-hati terhadap jiwa yang senantiasa memerintahkan kepada keburukan. Jika seseorang senantiasa menaati apa yang diperintahkan jiwanyanya, maka dia akan binasa. Maka hendakya seorang mukmin seperti apa yang Allah firmankan, يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله والتنظر نفس ما قدمت لغد
“Wahai orang-orang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaknya sebuah jiwa melihat apa yang diperbuatnya untuk besok”
Sesayang-sayangnya ibu kepada anaknya, seringkali spontan marah atau menghukum anaknya bila anaknya melakukan kesalahan.
Sedangkan Allah tidak langsung menghukum hamba-Nya ketika hamba-Nya melakukan kesalahan. Dia tunda kemurkaan-Nya, separah apapun dosa yang dilakukan hamba-Nya. Bayangkan jika seandainya setiap kita melakukan dosa Allah langsung menghukum kita, atau Allah langsung mencabut nyawa kita dalam keadaan kita berbuat dosa?
Dan hamba-Nya pun masih dia beri berbagai kenikmatan. Padahal siang malam hamba-Nya bermaksiat kepada-Nya. Bahkan dia beri taufik hamba-Nya untuk beristighfar dan bertaubat, kembali kepada-Nya. Dan dia pula yang menerima taubat hamba-Nya.
ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ اﻟﻄﻴﺐ اﻟﻤﺘﻨﺒﻲ: ﻭﻟﻢ ﺃﺭ ﻓﻲ ﻋﻴﻮﺏ اﻟﻨﺎﺱ ﻋﻴﺒﺎ ﻛﻨﻘﺺ اﻟﻘﺎﺩﺭﻳﻦ ﻋﻠﻰ اﻟﺘﻤﺎﻡ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﻟﻠﻌﺎﻗﻞ ﺃﻥ ﻳﻨﺘﻬﻲ ﺇﻟﻰ ﻏﺎﻳﺔ ﻣﺎ ﻳﻤﻜﻨﻪ، ﻓﻠﻮ ﻛﺎﻥ ﻳﺘﺼﻮﺭ ﻟﻵﺩﻣﻲ ﺻﻌﻮﺩ اﻟﺴﻤﺎﻭاﺕ ﻟﺮﺃﻳﺖ ﻣﻦ ﺃﻗﺒﺢ اﻟﻨﻘﺎﺋﺺ ﺭﺿﺎﻩ ﺑﺎﻷﺭﺽ، ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﺖ اﻟﻨﺒﻮﺓ ﺗﺤﺼﻞ ﺑﺎﻻﺟﺘﻬﺎﺩ ﻟﺮﺃﻳﺖ اﻟﻤﻘﺼﺮ ﻓﻲ ﺗﺤﺼﻴﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﺣﻀﻴﺾ، ﻏﻴﺮ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﺫﻟﻚ؛ ﻷﻥ اﻟﻨﺒﻮﺓ ﻻ ﺗﻨﺎﻝ ﺑﺎﻻﻛﺘﺴﺎﺏ، ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻄﻠﺐ اﻟﻤﻤﻜﻦ.
ﻭاﻟﺴﻴﺮﺓ اﻟﺠﻤﻴﻠﺔ ﻋﻨﺪ اﻟﺤﻜﻤﺎء ﻫﻲ: ﺧﺮﻭﺝ اﻟﻨﻔﺲ ﺇﻟﻰ ﻏﺎﻳﺔ ﻛﻤﺎﻟﻬﺎ اﻟﻤﻤﻜﻦ ﻟﻬﺎ ﻓﻲ اﻟﻌﻠﻢ ﻭاﻟﻌﻤﻞ.
Jika Allah menginginkan kebaikan terhadap hamba, maka Dia akan menjadikan waktunya sebagai pembantu baginya. Setiap kali dia ingin duduk, waktunya membuat dia berdiri dan menolongnya
Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah
Tidaklah aku menyesal terhadap sesuatu melebihi rasa penyesalanku terhadap terbenamnya matahari di suatu hari dan berkurangnya umurku pada hari itu sedangkan amalku tidak bertambah.
Ibnu Mas’ud
Malam dan siang adalah semata-mata fase-fase yang dilalui oleh manusia tahap demi tahap, hingga berakhir di akhir perjalanan mereka. Jika kalian mampu untuk menyiapkan bekal di dalam setiap fase maka lakukanlah.
Daud Ath-Tha’i
Dunia itu ada tiga hari. Hari kemarin yang telah berlalu, hari esok yang mungkin saja tidak kau temui, dan hari ini yang hendaknya kamu beramal di dalamnya.
Hasan Al-Bashri
Kalian adalah kumpulan hari-hari. Setiap kali berlalu satu hari, maka berkuranglah sebagian dari diri kalian.
Hasan Al-Bashri