Kisah Imam Syafii dalam menuntut Ilmu
Imam Syafi'i rahimahullah, siapa yang tidak kenal dengan imam syafi'i? Salah satu imam mazhab yang disepakati keilmuannya.
Bagaimana kisah beliau dalam menuntut ilmu?
Imam Syafi'i berkata, "Aku telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an ketika aku berumur 7 tahun, kemudian aku telah menghafal "Al-Muwaththo" ketika aku berumur 10 tahun. Ketika aku telah mengkhatamkan Al-Qur'an, aku masuk ke masjid. Kemudian aku duduk di majelis para ulama. Aku mendengarkan hadits-hadits dan permasalahan permasalahan, kemudian aku menghafalkannya. Ibuku dulu tidak punya apapun untuk diberikan padaku supaya aku bisa membeli kertas-kertas dengannya. Maka ketika aku menemukan tulang yang bisa aku tulis, aku ambil tulang itu dan aku menulis di atasnya. Ketika sudah penuh tulang itu dengan tulisan tulisan, maka aku masukkan ke kantong kulit milik kami."
Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah....
Lihatlah bagaimana kesulitan dan kekurangan fasilitas, tidak menghalangi seorang Syafi'i kecil untuk menuntut ilmu sehingga bisa menjadi salah seorang imam mujtahid yang mazhabnya dipelajari dan dipakai oleh jutaan kaum muslimin dari berbagai generasi.
Ketika beliau tidak mempunyai kertas untuk ditulis, beliau tidak menjadikannya sebagai alasan untuk tidak menuntut ilmu, beliau justru memutar otak bagaimana caranya supaya tetap bisa menuntut ilmu, beliau jadikanlah tulang sebagai tempat untuk menulis!
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah beliau sehingga bisa lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.
Allahul muwaffiq.


















