Siapa sih, yang enggak tahu soal brand Converse? Brand yang eksis karena sepatu Chuck Taylor-nya yang digandrungi hampir segala usia di dunia ini, ternyata ada komunitasnya loh, di Indonesia. Komunitas ini bernama Converse Head Indonesia. Seperti apa sih komunitas ini? Apa saja, ya kegiatannya? Kumpulnya di mana? Gimana cara gabungnya? Yuk, baca selengkapnya!
Kecintaan akan sepatu Converse telah menyatukan mereka, Converse Head Indonesia atau biasa disingkat CHI. Komunitas ini berawal dari forum online terbesar di Indonesia, yaitu Kaskus dengan nama awal ‘We Love Converse’.
Menurut Tito, yang sekarang menjabat sebagai ketua CHI, CHI merupakan perkumpulan dari penyuka, penggemar, pemakai, dan penikmat brand Converse, utamanya sepatu. Tetapi, tidak hanya sepatu. Banyak dari mereka yang juga mengoleksi tas, t-shirt, topi, jam tangan, kaos kaki, dan jaket dari brand Converse ini. Tujuan komunitas ini, agar teman-teman pemakai dan penggemar brand Converse mempunyai tempat untuk berbagi pengalaman mereka mengenai Converse di jejaring media sosial, khususnya Facebook. Tito mengaku, jumlah anggota aktif CHI saat ini berjumlah 27.265 orang. Menurut salah seorang Founder CHI, yaitu Andry Fernandus Wiharja, CHI terbentuk di Kaskus pada tanggal 23 Agustus 2009, tetapi diresmikan pada 8 Desember 2013.
Kemudian menurut Rizal Oktavian, founder CHI Bogor, CHI ini terbentuk karena ada kesamaan hobi dan tujuan, yaitu menebarkan ‘racun-racun’ Converse original dan menghilangkan mindset ‘Converse ori itu mahal’. Komunitas ini sangat menjunjung tinggi keorisinilan barang dan sangat mengharamkan barang-barang palsu. Menurut mereka, hanya ada satu jenis barang yaitu original, tidak ada barang premium, grade B atau C, atau bahkan replika. Karena menurut mereka, ‘enggak banget’ jika harus beli barang palsu. Padahal yang original-nya saja hanya selisih sebesar Rp50.000,00.
Di CHI ini, selain menambah relasi, ternyata kita juga bisa mendapat berbagai info mengenai sepatu Converse yang ternyata banyak jenisnya. Selain itu juga, kita akan mendapat informasi mengenai bagaimana membedakan sepatu original dan palsu, cara-cara merawat sepatu Converse sesuai materialnya, dan yang terakhir, kita dapat mengetahui link-link penjual sepatu Converse yang basic maupun yang limited.
Kegiatan lain dari CHI sendiri, selain sharing seputar sneakers, juga terdapat acara bakti sosial atau baksos, undangan partisipasi event, undangan talkshow radio & televisi, serta majalah. Selain itu, ada acara gathering, photoshoot, jual-beli, dan tukar barang. Membuat event sneaker di daerah, hingga kegiatan futsal dan piknik bersama pun, juga tidak luput dari komunitas ini. Setiap event sneaker diadakan, CHI selalu ikut andil. Seperti event sneaker pada awal tahun 2017 ini, yang bertempat di Jakarta, yang sempat membuat heboh, yaitu Jakarta Sneaker Day. CHI ikut andil dalam acara dengan men-display sepatu-sepatu kerennya. Pada event lainnya, seperti Sole Fest, Sneaker Peak Kemang, Jogja Sneaker Market, dan beberapa event sneaker lainnya, CHI ini juga turut andil. Pada event-event tersebut, tidak hanya pamer sepatu, CHI juga ikut sharing seputar Converse.
“Jumlah regional ada 17 regional, enggak ada list resmi, antara 2015 sampai 2016 (kalau ada) aku minta list anggota beserta logo all regional CHI,” ungkap Tito. Untuk setiap regional, dikepalai oleh satu orang, yaitu PIC (Person In Charge). PIC tersebut bertugas menghubungkan regional dengan CHI pusat. CHI regional, mempunyai hak untuk mengadakan kegiatannya sendiri. Converse Head Indonesia pada Agustus lalu baru saja mengadakan acara Anniversarry mereka.
“Kenapa harus Converse? Pertanyaannya sama seperti kenapa harus makan mi instan merk Indomie? Sebenarnya banyak pilihan, tapi karena sudah jatuh hati, jadi susah pindah ke lain hati. Mungkin bila dirincikan, Converse itu eye catching, timeless, quite cheap, mudah perawatan, dan kalau udah worn, enggak khawatir tidak bisa dipakai lagi. Karena Converse itu kalau sudah worn malah lebih bagus,” jelas Rizal ketika ditanya mengapa harus Converse. Selanjutnya, menurut mahasiswa asal Yogyakarta, Ersa, bergabung dengan CHI membuat relasi dan pertemanannya bertambah. CHI saat ini sudah memiliki banyak regional di Indonesia, sehingga banyak yang bisa berkenalan dari berbagai daerah. Lalu menurut Ersa, Converse merupakan sneaker yang tidak kenal waktu dan masuk untuk style apapun.
“CHI itu asyik. Bisa tahu Converse lebih jauh, aku juga bisa nambah temen dari berbagai kota. Pokoknya keren lah,” ujar salah seorang anggota aktif CHI Regional Surabaya, Egin Pradana, di mana dia juga mencari rezeki dari brand Converse tersebut. Kemudian, menurut calon mahasiswa mesin bernama Iyan juga mempunyai tanggapan bahwa CHI adalah tempat penyalur hobi yang paling friendly, juga komunitas yang penuh dengan cerita. “Kesan gue tentang CHI, gue jadi lebih tahu tentang Converse itu sendiri dan gue juga bisa tahu bagaimana hidup bersosial. Gue perlahan bisa bedain fake atau legitnya sepatu, material, kelebihannya, dan collabs sepatu tersebut. Di samping tentang sepatu, ketika lo udah lama di CHI, lo bakal ngerasain gimana benefit hidup bersosial dari CHI dan dari CHI Bogor khusus, gue bisa belajar arti friend and family,” ungkap Iyan. “CHI terbuka untuk umum, tidak ada spesifikasi khusus seperti umur, gender, kalangan, selama orang tersebut mencintai dan menggunakan Converse original, silakan bergabu
Converse Head Indonesia: Bukan Sekedar Penggila Converse Siapa sih, yang enggak tahu soal brand Converse? Brand yang eksis karena sepatu Chuck Taylor-nya yang digandrungi hampir segala usia di dunia ini, ternyata ada komunitasnya loh, di Indonesia.