Nangis bgt peluk mamah
d e v o n

izzy's playlists!

JVL
art blog(derogatory)
One Nice Bug Per Day

❣ Chile in a Photography ❣
RMH

⁂
Jules of Nature
wallacepolsom
No title available
sheepfilms
KIROKAZE
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

@theartofmadeline
he wasn't even looking at me and he found me

Discoholic 🪩
DEAR READER
AnasAbdin
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from Indonesia

seen from Singapore

seen from United States
seen from United States

seen from Egypt

seen from Greece
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
@duniaulfa
Nangis bgt peluk mamah
Sepertinya Allah bukan cuma mau lulusin aku sarjana tapj juga lulusin aku dari ujian2 kehidupan. Alhamdulillah ya Allah aku yakin dan percaya kepada-Mu bismillah
Im done im enough its okey to let it all floww
Ya Allah pengen pergi jauh sejauh jauhnya....
Kangen banget sama Allah...
“Seringkali kehidupan memang lucu, ketika kita sudah menata hati untuk memantapkan diri memilih sebuah jalan yang sudah ditimang berbulan-bulan, munculah jalan-jalan lain yang tak kalah menggiurkan.”
—
kalau lagi buntu, semua jalan terlihat gelap, buntu sebuntu-buntunya. ketika kita sudah tawakal atas segala ikhtiar yang telah jumpalitan diupayakan, munculah berbagai jalan dari sudut yang tidak kita duga-duga.
masalah jadi selesai? belum tentu!
kehidupan seringkali membawa kita pada risiko-risiko tak berkesudahan. segala jalan yang muncul bersamaan juga menimbulkan masalah baru.
jalan mana yang harus dipilih? jalan mana yang sekiranya lebih Allah sukai?
kita akan menghadapi pilihan-pilihan yang tak kalah sulitnya.
kalau kita hanya mengandalkan kekuatan otak, kita akan kewalahan. sebab metematika kehidupan sering kali tidak baku. tidak selalu 1+1 sama dengan 2, tidak selalu 5-7 sama dengan -2.
libatkan Allah, libatkan Allah.
setiap pilihan adalah takdir. apapun yang kita pilih sudah tentu ada jalur takdirnya masing-masing, begitu pula dengan segala risiko yang mengikuti.
kekhawatiran kita, kepanikan kita, adalah tanda keimanan kita butuh lebih banyak asupan kebaikkan. ketika keimanan kita sedang baik, tidak akan ada keraguan berkepanjangan untuk menentukan pilihan, sebab kita tahu, pilihan apapun yang kita ambil berlandas kepasrahan pada Allah, akan melahirkan pemahaman baik berikutnya.
ya Allah, maaf ya Ya Allah aku selalu mengandalkan otak, padahl ujung2nya cape sendiri... takdir juga yang membawaku ke tulisan ini,tulisan yg beberapa tahun lalu mungkin aku likenya, aku lihat lagi hari ini😭😭😭
Suatu hari aku coba untuk mengunjungi salah satu desa di kota ku yang aku tidak pernah kunjungi sebelumnya...
Niat awalnya sih memang ingin mengambil foto untuk koleksi dan belajar photography.
Hal yang aku sukai dari hunting foto adalah bagian dimana aku harus bercengkrama bersama masyarakat sekitar rasanya aku benar-benar hidup.
Sperti cerita dibalik foto-foto dibawah ini mereka sangat friendly dan asik bgt. Mereka terlihat sangat happy saat aku mulai memotretnya dan candaan dari mereka juga seru hahaha...
Selanjutnya adalah pasar.
See yaa aku akan post pasar as soon as possible
Hai tumblr... its been a long time not to see u.
Aku kenal tumblr dulu waktu aku masih smp. Disini tempat aku curhat cerita ttg bagaimana perihnya menjalani hari saat menghadapi patah hati pertama hahahahaha
Sekarang umur aku sudah 22. Tidak banyak yg berubah dengan keadaan diriku. Hanya saja aku rasa begitu sangatt berat hari-hari yang harus aku jalani. Tapi bagaimanapun ini dunia hanya permainan dan aku pemainnya. Yg develop gamenya Allah SWT.
Aku yakin sesulit apapun yg aku hadapi sekrng, semuanya terjadi atas izin Allah. Dan aku yakin Allah gakan ngasih ujian yg hambanya ga mampu buat menjalaninya.
Untuk siapapun yg membaca ini aku harap kamu juga bisa kuat menjalani hari-hari yg kamu anggap berat. Sabar, berdoa dan terus bertahan yakin Allah gakan ninggalin
DAY 3
Everybody in this world have the same time but the different mind. A little illustration I have 50.000 and you too. In my mind I want to buy psychology book and in your mind you want to buy shirt. So, who is the wrong? Nothing. Both of us aren’t wrong. Because everybody have the different necessity, so why you blame someone, with perspective they are is wrong to use their money? Even you didn’t know what is the reason behind every decision of someone take. That same with time, I have time you have and we have a same time that is 24 hours. For what we use all of our time is depends on our necessity. I never know what actually your condition, I never know what in behind your smile, maybe you feel so sad, so scary and you spend your time to heal your feeling is ok, it isn’t wrong. Even the world is very crowded, and demands your existence but your feeling, your body is more important than anything. So that’s all be in force with me. Probably, someone said “we have to use our time with something productive” yes I really agree with him. But the definition of productive I think that’s cant be equated for everyone. Someone, that is not upload anything in social media is not meant she is not productive, but she have her own way to productive. Even meditation it isn’t require a lot of energy just for heal our self can be name a productive for someone. So we have live with our own way, just close your ears for every sounds that you didn’t want to listen. Just walk with your style.
Day 2
This my second post just for practice mine.
Hello everybody.
Today I want to describe someone. She is a women. She is the one of precious person in my life. She is a strong women, because I have never seen her cry. Probably, she cry but she is very smart to hide her paint or her sick. Her life is full of helping others. She try to give me a lesson to caring others from a little things. She is very affable, she always tell me to gives smile to everybody because it will make a positive vibe to people around us. A few days ago she said to me “my heart is very sad if you answer my question with a frowning face” I smiled and said “I’m not mad I just didn’t have mood at that’s time”. In her opinion someone can be name a adult person when she can position her own self in any condition and try hard to be fine even herself never actually fine. She is role mode in my life. When my life is down with her straight she becomes the cure for me. Every word her said always make my heart melt. She is my angel in my life. And I will always learn from her how to against this cruel world.
.........
Hello gais, my name is ulfa. I was born at 19 Desember 1999 in Purwakarta. My hobbies are reading book, writing, making simple podcast and gardening. I have interest in literacy and gardening. My favorite genre books are psychology, self-improvement, and religion. Sometimes I like a novel fiction. My favorite novel fiction is “Tentang Kamu” by Tere Liye. I have a podcast, my podcast name is Saujana Podcast, you can hear my podcast in Spotify, anchor or any platform that available for podcast. A few days ago I started to build a simple hydroponic at my mom’s backyard. I have a bunch of hope someday I can have area for build a big system of hydroponic.
My age is 20. I think my age is adult enough to give contribution for each other, but I can’t for today, because I don’t have enough capability to give more. So I will start from the smallest thing, change a little things. At least I learn, until my capability useful for other. I am student collage in one of polytechnic state in Bandung. My mayor is electrical engineering, and specialist at Telecommunication Engineering. I study a lot of signal, high frequency, computer network and a little bit of computer since. I enjoy to through a process of study in there, even sometimes make my head so dizzy.
I am the one and only child in my family. All of my parent's attention is for me. I have never felt lonely because I like to be alone. In solitude I can do anything I want. But sometimes I have felt deficiency of story experience like from sister or brother. So If you have sister or brother you have to be grateful. But that is not a problem. I have many friends that they can help me, if I ask them to help me. So I think enough for my introduction. Thank You So Much……
"Entahlah. Sejak kapan aku menyukai menjadi tak terlihat, dan semakin yakin bahwa menjadi biasa itu memang anugerah"
[Tentang Rindu]
"Ayo ayo semangat jangan lupa Al-Kahfi ayat 10"
Sebaris kalimat yang muncul di notif handphoneku pagi-pagi buta, sudah cukup membuat ku tersenyum sembari ku rapihkan lagi segala harap yang sudah tercecer entah dimana.
Ya, pagi itu saat sedang kupersiapkan segalanya untuk ku selesaikan tanggungjawabku di kota ini. Kota yang sekarang sedang menjadi target rindu "katamu".
Begitupun denganku, aku rindu kota ini meski setiap hari ku berjalan menyusuri segala cerita dikota ini, meski setiap detik selalu ku coba nikmati segala riuh dan kepusingan yang timbul akibat kota ini. Percayalah aku merindukannya. Lebih tepatnya aku merindukan kita di kota ini tempo hari, singkat memang namun sungguh melekat dalam ingatan.
Kota ini juga yang selalu membuat ku ingat kembali perkataan mu beberapa tahun silam, katamu
"ul, kadang apa yang kita keluhkan adalah apa yang orang lain inginkan."
Maaf ya jika ceritaku tentang kota ini selalu berbau keluh, tapi katamu ....
"Manusia itu sifatnya memang pelupa. Perlu diingatkan sampai berkali-kali. Kadang apa yang kita nasehatkan untuk orang lain, suka lupa diterapkan di diri sendiri".
Huah dasar aku pelupa. Terimakasih kamu sudah mau mengingatkan berkali-kali.
Kota ini juga yang mengajariku bahwa rasa itu hadir tanpa campur tangan sedikit pun jarak, waktu atau wadah apapun yang mungkin katanya satu tujuan.
Kota ini mengajariku bahwa rindu padamu bukan hanya sekadar rindu bertatap, tapi rindu tentang diri yang duduk terpaku sampai termenung mendengar segala cerita perjuanganmu selama kita terpisahkan jarak. Rindu mendengar segala nasehat yang terucap tanpa basa basi. Rindu mendengar pengingat tentang segala kebesaran IlahiRabbi yang keluar dari lisan yang kurindu suaranya.
Kota ini juga mengenalkan ku dengan sabar, sabar saat segala ekspetasi ternyata tak sm dengan kehendak semesta.
"Pantes aja aulia, sabar itu hadiahnya surga"
katamu, saat itu saat aku dan kamu sedang mencoba menguatkan, walau ku tahu saat itu kamu tak lebih kuat dariku, tapi kamu tetap mencoba.
Sepenggal rinduku untuk kamu, yang sedang mati-matian melewati segala rintang entah itu anatomi tubuh manusia, kalkulus atau segala hitungan permesinan yang ya aku tahu itu bukan kamu.Tapi bersemangatlah karena itu bukanlah apa-apa.
Kita memang berjarak, tapi jarak ini bisa kita jadikan alasan untuk kita tetap saling menguatkan serta mengingatkan. Karena jarak rindu itu semakin manis kurasa.
Sepeti katamu...
"Sampai surga ya kita"
Aamiin....
Dikota ini aku merindu
Bandung, 16 Mei 2019
#untuk#kamu#rinduku#ratusan#km#dari#tempat#kamu#duduk#sekarang.
[NOTIFIKASI]
"Terkadang saat kita sedang berkumpul dengan keluarga atau sahabat di tempat rekreasi teramai, ternyaman pun rasa sedih itu suka tiba-tiba hadir, rasa sedih itu tiba-tiba melingkupi diri tanpa ada aba-aba. Sebenarnya diri tahu apa penyebab, ada yang salah ini, ada yang kurang ini. Tapi begitulah sombongnya diri tidak cepat bergegas menuju sumber penyebabnya, malah sering menikmati segala kegundahan yang ada.Nanti kalau dirasa sudah cukup lelah, kalo sudah ngerasa cukup butuh baru deh meluapkan sejadi-jadinya. Padahalkan kalo udah tahu apa penyebabnya ya kenapa galangsung aja gitu." -hm benar juga ya-
Tentang notifikasi dari diri sendiri untuk siaku yang sering terabaikan dan tersalahpahami.
Sedih itu datang kukira karena ku sedang merasa kesepian karena jika diingat" dari pagi sampai sore ku seorang diri. Tapi ternyata itu tidak sepenuhnya benar saat ku bersama teman-teman ku seharian berbagi ini itu sedih itu pun tidak hilang ia hanya bermimikri sesaat setelahnya malah kurasa sedih dan lelah yang begitu teramat. Serba salah memang. Lho yaaa memang salah.
Sedih itu datang kukira karena ku kurang aktivitas, tapi ternyata itu tidak sepenuhnnya benar ku coba ikut bermacam org bertemu dengan segala macam sifat dan bentuk manusia. Tapi tetap sedih itu tetap bersemayam tidak mau pergi. Serba salah.
Sedih itu datang kukira karena pencapaianku tidak secemerlang mereka, tapi ku rasa ini pemahaman yang salah. Masa iya tolok ukur kebahagianku sebagaimana bandingan diri dengan pencapaian orang:(. Ah entahlah sedih itu semakin deras saat tak kunjung ku temui apa penyebabnya.
Tapi nyatanya sedih itu notifikasi dari diri untuk siaku. Ia memberitahu bahwa hati kita sedang tidak baik-baik saja. Lupa ga di kasih nutrisi. Hati terus"an merontak rindu akan kedamaian, tapi diri terus"an membawa hati kekeramaian yang tak pasti. Kan gaa sinkron.
Kalo hati sedang baik-baik saja kesendirian bukan jadi alasan untuk galau" ria malah bisa jadi momen yang tepat untuk berdua dengan-Nya, aktivitas yang begitu padat bisa dijadikan sarana bersyukur karena diberikan kesehatan oleh-Nya, atau mungkin pencapaian orang lain bisa dijadikan motivasi untuk menjadikan diri biar ga mageran.
"Intinya sekarang mau dimanapun dengan siapapun dan bagaimanapun gue, saat gue sedih gue tahu hati gue pasti sedang tidak terpaut pada-Nya, tinggal setelah tahunya itu gue ngapaian wkwk"-R19th
Hmm iya deh Setuju aku sama si gue.....
Purwakarta, 3 Juni 2019
#selfreminder #menulis #itu #gampang #praktekin #nya #susah #temanbercakap #berbagiprespektif
Berbeda memang hal biasa. Karena itulah kita tidak bisa langsung menilai sebelum memahami. Apalagi pada segelintir karya yang hanya dipahami oleh penikmatnya saja. Rasanya sangat tidak utuh saat orang lain hanya mengenalmu dari sosial media, bahkan tanpa pernah bertemu dan mengenal secara nyata.
Comparing Self
Akhir" ini ramai sekali tentang efek buruk yang ditimbulkan oleh platform terbesar yg berisi foto serta vidio tentang keseharian pengguna.
Lagi asik"nya selancar tiba" berhenti di foto atau vidio yang sengaja atau tidak membuat hati berbisik
"ih ko dia jalan-jalan terus sih aku kapan"
"ih ko baju dia bagus-bagus ters baju aku mah gini-gini aja"
"ih ko hp dia baru lagi iiii sebl ga sih liatnya."
Akhirnya saat melihat isi lemari rasanya jadi orang yang paling ga punya baju sedunia padahal lemarinya sesak oleh baju.
Belum lagi bergeser ke smartphone merasa smartphone yang dimiliki paling jadul sedunia padahal smartphonenya keluaran tahun kemarin.
Lalu, siapa yang toxic? sosial mediakah?Atau jangan-jangan diri sendiri yang toxic.
Buktinya di dunia nyata masih banyak hal yang sebenarnya 'gabuanget' buat dibandingkan dan hampir sekonteks dengan apa yang dibandingkan di sosial media. Tentang sesuatu yang membuat diri merasa paling teraniaya di dunia. jadi siapa yg toxic?
Mari kita geser obyek pembanding dengan mereka yang sejak kecil harus berada di panti asuhan jangankan dekat dengan keluarga, tahu keberadaan ibunda pun tidak.
Bagi mereka bukan lagi tentang banyaknya baju dan apa merk baju yg dimiliki tapi tentang ada atau tidaknya baju.
Bagi mereka bukan lagi tentang seberapa lezat makanan yang mereka makan tapi tentang ada atau tidaknya makanan.
Jangankan Smartphone bisa mengenyam pendidikan dasar pun merupakan hal yang sangat mereka syukuri
Bagi mereka bukan lagi tentang merengek ini itu kepada mamah dan ayah tapi tentang bagaimana nurut kepada ibu panti serta pengurus agar mereka dapat terus dibimbing.
Siapapun pasti akan tertampar saat mendengar cerita latar belakang anak" panti yang kemarin sempat kami kunjungi.
Dari mereka kami dipaksa untuk cerdas dalam memilih pembanding diri, untuk lebih bijak lagi dalam memandang dunia.
Karena pada dasarnya bukan bahagia yang membuat kita bersyukur. Tapi bersyukur yang membuat kita bahagia.
📷 : farhanuzn_
📍 : Panti Asuhan Himah Mufakir Istiqamah
SEMANGAT!!!
#SelfReminder
Telah habis halaman kesempatan untuk mengukir kisah pada tahun ini. Bak sebuah novel tahun ini berisi sekumpulan cerita yang saling terkait dengan berbagai latar suasana juga rasa.
Halaman demi halaman menghampiri diri setiap saatnya menuntut kebijaksanaan dalam mengukir kisah. Perihal apa yang terukir manusia sendirilah yang akan menentukan.
Tentang apa yang terukir memang tak lepas dari izinNya. Namun, tentang bagaimana menghadapi apa yang ada manusialah yang menentukan. Karena manusia nahkoda dari setiap rasa. Kecewa mungkin ada namun, jika hati bermuara padaNya kecewa bukanlah apa-apa.
Halaman demi halaman haruslah menjadi acuan untuk menapaki langkah agar diri semakin mendekat kepadaNya.
Berusaha mengukir kisah dengan pengharapan ridhoNya memang bukan perkara yang mudah. Butuh kaki yang senantiasa tegak berdiri saat guncangan datang dari berbagai arah, serta lisan yang senantiasa berucap syukur saat apa yang ada dihadapan bukan apa yang diharapkan.
Teruntuk jiwa yang sedang berusaha menamatkan setiap halaman dengan kisah terbaik berbungkus ridhaNya.
Tak apa jika kemarin persentase keluh dan kesah masih jauh lebih banyak dibanding dengan syukur yang terucap, masih banyak hal negatif yang mata tangkap serta masih banyak bisikan tak baik yang diri ikuti.
Namun bersemangatlah jangan pernah berhenti berusaha mengukir kisah terbaik disetiap halamannya, karena manusia memang tidak ada yang sempurna.
Tetapi, ingatlah Rahmat Allah tidak akan pernah putus untuk hambaNya yang tidak berputus asa.
Purwakarta, 31 Desember 2018