Mereka makhluk bernyawa, bukan patung dengan raga
Beberapa hari ini saya tiba-tiba ingin sekali membersamai adik-adik yang hidup di panti asuhan. Sebenarnya keinginan tersebut timbul setelah secara tidak sengaja saya mengucapkan selamat kepada salah seorang teman saya atas wisudanya. "Selamat wisuda ya, akhirnya bisa bikin mama bangga" kata saya. "Terima kasih kak, tapi mama saya udah ga ada😭" jawabnya. Saya merasa begitu bersalah dan turut bersedih saat mendengar jawabannya. Disaat bahagianya justru orang yang amat sangat dicintainya tidak ada disisi.
Lalu saya membayangkan bagaimana kehidupan mereka yang sudah tidak memiliki ayah atau ibu lagi. Bagi seorang anak, orang tua adalah harta terbesarnya. Bagi seorang anak, orang tua adalah alasan mereka untuk tetap berjuang. Dan bagi seorang anak orang tua adalah surga yang dihamparkan di dunia. Tidak ada yang lain.
Lalu saya teringat kisah abdul yang secara tidak sengaja bertemu di Masjid Istiqlal. Saat itu ia menjual plastik untuk sendal jamaah. Saya pun bertanya banyak hal padanya, tentang sekolahnya, tentang hobinya, tentang pekerjaannya dan tentang orang tuanya. Semua dia ceritakan dengan begitu bahagia. Tidak ada raut kesusahan dan kesedihan yang ia tampakkan. Namun tidak saat ia bercerita tentang ibunya. Pancaran itu redup seketika. Tiba-tiba larut kesedihan menggurat diwajahnya. Baginya perjuangan hidup dan kemelaratan tidak ada apa-apanya dibandingkan kesedihan tanpa ibu disisinya.
Begitulah aku menyadari bahwa mereka adalah anak-anak yang perlu diberi dukungan bukan cacian.
Bahkan agama dengan sangat tegas memerintahkan untuk menyayangi mereka, dan jangan lupa ada hak mereka diantara pundi-pundi kita. Saya sangat sedih ketika melihat mereka terkadang justru di eksploitasi dengan sedemikian rupa. Menjual kesedihan untuk mendapatkan bantuan, yang kadang disalah gunakan beberapa oknum saja. Terkadang pula sangat disayangkan ketika anak-anak yatim tersebut diundang untuk diberi santunan di rumah kaya. Saya meyakini bahwa ini adalah kemurah-hatian sang dermawan. Tetapi secara tidak sengaja mereka yang mengundang justru sedang memamerkan betapa harmonisnya keluarga mereka, kebahagian atas kelimpahan harta dan kesenangan hidup yang tidak ada habisnya.
Dalam hati anak-anak tersebut menjerit, betapa mereka tidak pernah merasakan kebahagiaan serupa. Tidak adakah kebahagiaan serupa yang diberikan Tuhan padaku?
Untuknya, sentuhlah mereka dengan sentuhan kasih sayang, dengarkan setulusnya keluh kesahnya dan hibur dengan permainan-permainan kecil yang selama ini mereka tidak dapatkan. Barangkali mereka muak dengan hadiah-hadiah kecil yang terkadang penuh pencitraan, kado berisi buku-buku baru yang terkadang justru menganggap mereka mahluk yang tidak mampu, atau bantuan setumpuk kotak nasi yang sebenarnya mereka tidak butuh untuk dikasihani. Mereka butuh sentuhan bukan bantuan. Mereka mahluk bernyawa bukan patung dengan raga.
Untuknya aku ingin sekali mengajak teman-teman semua untuk bisa meluangkan waktu barang sehari dalam seminggu. Jenguklah mereka di panti asuhan, ajak saja mereka bicara.
Kamu akan menemukan taman syurga disana. Dan kamu adalah surga kecil bagi mereka.
Saya dan beberapa teman juga mempunyai niat untuk melakukan hal yang sama, barangkali ada yang ingin membersamai kami. Menjenguk mereka, menumbuhkan kepedulian dan menyemangati mimpi-mimpi mereka. Untuk daerah jabodetabek, mari kita susun sama-sama untuk waktunya. Semoga tumblr terus menyemai kebaikan kedepannya.