"Semoga kamu gak lelah jadi orang baik. Dengan segala luka dan kecewa yang sedang tertimbun dalam dirimu, semoga tak menjadikannya sebagai alasan kamu berubah dan menuntut orang-orang agar memahami situasimu."
@terusberanjak
Three Goblin Art
Xuebing Du
Jules of Nature
Peter Solarz
trying on a metaphor
Monterey Bay Aquarium
noise dept.
$LAYYYTER
🪼
Stranger Things
he wasn't even looking at me and he found me
TVSTRANGERTHINGS
Misplaced Lens Cap
cherry valley forever
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

@theartofmadeline
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

roma★
No title available
One Nice Bug Per Day

seen from Sweden
seen from United States

seen from United States
seen from Lithuania
seen from Australia
seen from Lithuania

seen from United States

seen from Australia
seen from Canada

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from Japan
seen from United States

seen from United States

seen from Brazil

seen from United States
seen from Canada
@dwiovi
"Semoga kamu gak lelah jadi orang baik. Dengan segala luka dan kecewa yang sedang tertimbun dalam dirimu, semoga tak menjadikannya sebagai alasan kamu berubah dan menuntut orang-orang agar memahami situasimu."
@terusberanjak
Seperti halnya ketika kita makan sepotong buah, semua itu selalu tertulis untuk kita, sejak ia tumbuh dari pohon, melewati semua orang dan melakukan perjalanan jauh hingga ada di tangan kita.
Semua telah dimaksudkan untuk menjadi milik kita. Segala sesuatu di dunia ini yang dimaksudkan untuk menjadi milik kita telah tertulis nama kita di atasnya. Dan Allah telah menghendaki untuk pada akhirnya sampai kepada kita, dengan satu atau berbagai macam cara.
Dari setiap butir nasi yang pernah kita makan, hingga setiap orang yang kita cintai.
Semoga definisi bahagia kita gak cuman terbatas dari hal-hal yang terlihat menyenangkan seperti punya banyak uang, punya pasangan yang sefrekuensi, apa yang dimau dengan mudah didapatkan, tapi juga dari hal-hal yang membuat kita rapuh, resah, dan merasa sendiri. Sebab dari sisi lemah itu, bukankah sebenernya kita sedang dibentuk menjadi orang yang sabar, penuh prasangka baik ke Allah, menghargai sebuah proses dan hal-hal baik lainnya yang terbentuk ketika kita menemui hal-hal yang bikin kita bener-bener rapuh? Bukankah itu juga nikmat yang luar biasa? Bukankah menjadi hamba yang beriman dan yakin ke Allah juga merupakan nikmat yang sangat luar biasa?
@terusberanjak
Orang yang Tidak Menceritakan Masalah/Musibah pada Orang Lain Akan Mendapatkan Keutamaan yang Besar
"Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman, "Jika Aku (Allah) memberikan cobaan (musibah) kepada hambaku yang beriman sedang ia tidak mengeluh kepada orang yang mengunjunginya maka Aku akan melepaskannya dari tahananku (penyakit) kemudian Aku gantikan dengan daging yang lebih baik dari dagingnya juga dengan darah yang lebih baik dari darahnya. Kemudian dia memulai amalnya (bagaikan bayi yang baru lahir)."
HR. Al Hakim, shahih
Allahku.. pantaskan diriku atas doa-doa yang kupanjatkan
—dalam 365, hal. 195
Si banyak pinta; tetapi alpa meminta dipantaskan.
Boleh jadi, doa-doa yang belum terkabul itu tersebab aku yang belum memiliki cukup kapasitas untuk menerimanya.
Jika terkabul sekarang; boleh jadi aku akan lalai, zalim, dsb. Engkau mengetahui, sedang aku tidak. Kupercayakan pada-Mu, ya Rabbku.
Cheerful.
Kadang kagum sama temen yang pembawaannya murah senyum, energik dan helpful, tapi ga kalah kagum juga sama yang lembut, kalem, sekaligus hangat.
Keduanya tampak bertolak belakang namun sama sama pribadi yang menyenangkan. Saat bercermin kadang aku jadi bertanya, what kind of my truly personality? Kadang berubah seperti bunglon menyesuaikan keadaan.
Apapun itu, semoga setiap langkah kita diiringi kebaikan.
Abdullah bin Mubarak berkata:
"Dahulu, jika seseorang melihat saudaranya melakukan sesuatu yang dibenci, dia larang saudaranya melakukan itu & dia tutupi aibnya. Dia dapat pahala melarang & menutupi aib. Adapun hari ini, jika terjadi yang seperti itu, dia kan memarahi saudaranya dan membongkar aibnya."
Syaikh Ahmad Al Khudhair
Di Subuh yang dingin…ku dapati Ibu sudah sibuk memasak di dapur.
“Ibu masak apa? Bisa ku bantu?”
“Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan Bapak” sahutnya.
“Alhamdulillah.. mantab pasti.. Eh Bu.. calon istriku kayaknya dia tidak bisa masak loh…”
“Iya terus kenapa..?” Sahut Ibu.
“Ya tidak kenapa-kenapa sih Bu.. hanya cerita saja, biar Ibu tak kecewa, hehehe”
“Apa kamu pikir bahwa memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah dan lain lain itu kewajiban Wanita?”
Aku menatap Ibu dengan tak paham.
Lalu beliau melanjutkan, “Ketahuilah Nak, itu semua adalah kewajiban Lelaki. Kewajiban kamu nanti kalau sudah beristri.” katanya sambil menyentil hidungku.
“Lho, bukankah Ibu setiap hari melakukannya?”
Aku masih tak paham juga.
“Kewajiban Istri adalah taat dan mencari ridho Suami.” kata Ibu.
“Karena Bapakmu mungkin tidak bisa mengurusi rumah, maka Ibu bantu mengurusi semuanya. Bukan atas nama kewajiban, tetapi sebagai wujud cinta dan juga wujud Istri yang mencari ridho Suaminya”
Saya makin bingung Bu.
“Baik, anandaku sayang. Ini ilmu buat kamu yang mau menikah.”
Beliau berbalik menatap mataku.
“Menurutmu, pengertian nafkah itu seperti apa? Bukankah kewajiban Lelaki untuk menafkahi Istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan?” tanya Ibu.
“Iya tentu saja Bu..”
“Pakaian yang bersih adalah nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban Suami. Makanan adalah nafkah. Maka kalau masih berupa beras, itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan. Sehingga memasak adalah kewajiban Suami. Lalu menyiapkan rumah tinggal adalah kewajiban Suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban Suami.”
Mataku membelalak mendengar uraian Bundaku yang cerdas dan kebanggaanku ini.
“Waaaaah.. sampai segitunya bu..? Lalu jika itu semua kewajiban Suami. Kenapa Ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut Bapak sekalipun?”
“Karena Ibu juga seorang Istri yang mencari ridho dari Suaminya. Ibu juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana. Karena Ibu mencintai Ayahmu, mana mungkin Ibu tega menyuruh Ayahmu melakukan semuanya. Jika Ayahmu berpunya mungkin pembantu bisa jadi solusi. Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk Ibu.”
Aku hanya diam terpesona.
“Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Ayahandanya, Nabi, karena tangannya lebam menumbuk tepung? Tapi Nabi tidak memberinya. Atau pernah dengar juga saat Umar bin Khatab diomeli Istrinya? Umar diam saja karena beliau tahu betul bahwa wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam-macam yang sebenarnya itu bukanlah tugas si Istri.”
“Iya Buu…”
Aku mulai paham,
“Jadi Laki-Laki selama ini salah sangka ya Bu, seharusnya setiap Lelaki berterimakasih pada Istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah Istri.”
Ibuku tersenyum.
“Eh. Pertanyaanku lagi Bu, kenapa Ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban Ibu?”
“Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita, Nak. Istri menuntut Suami, atau sebaliknya. Tapi banyak hal lain. Menurunkan ego. Menjaga keharmonisan. Mau sama mengalah. Kerja sama. Kasih sayang. Cinta. Dan Persahabatan. Menikah itu perlombaan untuk berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain. Yang Wanita sebaik mungkin membantu Suaminya. Yang Lelaki sebaik mungkin membantu Istrinya. Toh impiannya rumah tangga sampai Surga”
“MasyaAllah…. eeh kalo calon istriku tahu hal ini lalu dia jadi malas ngapa-ngapain, gimana Bu?”
“Wanita beragama yang baik tentu tahu bahwa ia harus mencari keridhoan Suaminya. Sehingga tidak mungkin setega itu. Sedang Lelaki beragama yang baik tentu juga tahu bahwa Istrinya telah banyak membantu. Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya.”
Jodoh kita adalah Hadiah dari ALLAH
Semoga sahabat bisa segera bertemu dengan jodoh Terbaik Saling Mencintai karena ALLAH Aminnnnn :)
#TeladanRasul
Selalu haru baca postingan dengan keharmonisan macem gini apalagi kalo liat langsung :’)
Prasangka baik itu menjadi obat bagi keadaan yang terlihat menyakitkan.
Seorang kepala perusahaan berkata pada pegawai yang akan diberhentikan: "Bagaimana menurutmu jika kami tidak mempekerjakanmu atau kamu kami pecat?"
Pegawai ini menjawab: "Tidak apa-apa. Itu artinya Allah akan menempatkan seseorang yang lebih baik dariku untuk tempat ini, dan menempatkanku di tempat yang lebih baik dari tempat ini."
Ketika kita bisa menempatkan husnudzon (berbaik sangka) pada Allah, maka akan hadir ketenangan jiwa, akan datang pula ketenangan hati bahwa Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk hambanya.
@jndmmsyhd
Semangat lah wahai penuntut ilmu, bersabarlah di atas kesulitan dan kesusah payahan kalian dalam memahami sebuah ilmu, kemudian mengamalkannya lalu me-mutqin kan lagi apa yg telah kalian pelajari dan hafal.
Bukankah telah Allah janjikan kemudahan bagi seseorang jalan menuju surga jika ia menuntut ilmu?
Bukankah telah banyak kisah2 para ulama dan orang2 'alim yang Allah angkat derajat nya karna ilmu dan ketawadhu'-an nya?
Ada lagi yang lebih penting...
Bukankah sudah menjadi hukum nya segala sesuatu aktivitas yang kita lakukan di dunia ini telah Allah atur sedemikian rupa tanpa ada celah sedikitpun? Lalu apakah hal tersebut didapatkan langsung secara lahiriah? Tentu tidak. Engkau harus menuntut ilmu dulu, kau harus pahami sedikit demi sedikit, dan kau harus amalkan, lalu barulah kau bisa masuk surga. Tapi bodoh nya, kita mengharapkan surga tertinggi disisi Allah, sedang jiwa kita berada pada zona nyamannya. Berleha leha dengan kehidupan dunia.
📚 Bittaufiq
Jangan menghabiskan waktumu hanya untuk bersusah payah mengupayakan agar semua orang menyukaimu. Bukankah kau pun juga tak suka dengan semua orang?
Masih banyak yang perlu kau upayakan, ilmu agama salah satunya. Dan itu bisa kau upayakan jika kau fokus. Bayangkan jika kau terlalu mengupayakan untuk agar orang2 menyukaimu, bagaimana kau bisa fokus dengan agamamu. Sedang menuntut ilmu agama kau butuh fokus. Maka akan banyak yang akan kau lalaikan, bahkan agama mu bisa dipertaruhkan. Wal 'iyadzubillah
-wishing you a weekdays of sparkles & sunshine✨
Pekanbaru,
10:10 pm
Yunus bin Yazid bertanya kepada Rabi'ah bin Abu Abdurrahman tentang sabar level tertinggi, jawaban beliau,
"Sabar level paling tinggi adalah kondisi hati saat tertimpa musibah itu sama dengan sebelum tertimpa musibah "
(Hilyatul Aulia' 3/261)
Banyak yang berfikir bahwa marah harus dikeluarkan, diekspresikan, supaya orang lain tahu (mengerti) bahwa kita marah dan kita tidak senang.
Tapi pada kenyataannya apakah demikian?
Sekarang saya tahu, marah itu harus elegan…
Tarik nafas 7 kali, istighfar, lalu tanya pada diri sendiri, saya marah sama siapa?
Apa perlu?
Lalu senyum sambil bilang, iya saya marah, tapi sekarang sudah reda.
Alhamdulillah…
It is okay now…
I am easy…
Dewi Hughes
Kesabaran yang diupayakan.
Ingatkah kamu pada Kisah termashur, kisah Nabi Ayyub alaihissalam. Allaah beri kenikmatan Nabi Ayyub alaihissalam selama 20 tahun lamanya, dengan kebun kurma, 12 orang anak yang gagah perkasa. Dan jadilah ia raja, Nabi terkaya di kaumnya.
Lalu Allaah uji Nabi Ayyub alaihissalam, Allaah hancurkan semuanya hanya dalam waktu singkat, 3 hari. Mudah bagi Allaah melakukan itu semua.
Hari pertama Allaah beri ia penyakit kusta sampai kaumnya pergi meninggalkannya.
Hari kedua Allaah kirimkan badai dan hama yang menghancurkan seluruh kebun dan peternakannya.
Hari ketiga ini adalah hari terberat dalam hidup Nabi Ayyub alaihissalam . Allaah wafatkan 12 anaknya dalam sehari tanpa sebab apapun.
Hanya tinggal istrinya.
Sampai 18 tahun ujian , istrinya berkata, "wahai Nabi Allaah, berdoalah pada Tuhanmu agar menghilangkan ujianmu, tidak perlu mengembalikan semuanya, cukup agar penyakitmu sembuh."
Lalu apa kata Nabi Ayyub alaihissalam? "Wahai istriku berapa lama Allaah beri kita nikmat?"
"20 tahun" kata istrinya.
"aku masih malu untuk meminta kepada Allaah." Itu jawaban Nabi Ayyub alaihissalam kepada sang istri.
Tepat 20 tahun, Nabi Ayyub alaihissalam berdoa yang mana Allaah abadikan dalam surat al-Anbiya
رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ
Rabbi 'annii massaniyadh-dhurru wa 'anta 'arhamur-raahimiina.
Artinya: “(Ya Tuhanku,) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (QS. Al Anbiya: 83)
Telah sampai batasnya, telah tiba waktunya Allaah kabulkan doa Nabi Ayyub alaihissalam, Allaah berfirman:
فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَٰبِدِينَ
Fastajabnā lahụ fa kasyafnā mā bihī min ḍurriw wa ātaināhu ahlahụ wa miṡlahum ma'ahum raḥmatam min 'indinā wa żikrā lil-'ābidīn
Artinya: Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.
Dalam tiga hari pula Allaah sembuhkan penyakitnya.
Hari pertama , Allaah sembuhkan penyakitnya.
Hari kedua, Allaah jadikan istrinya setiap tahun melahirkan 2 bayi kembar sampai anak Nabi Ayyub alaihissalam berjumlah 24 anak.
Hari ketiga Allaah kembalikan harta, kekayaan, dan kekuasaan Nabi Ayyub alaihissalam.
Allaah beri Nabi Ayyub dengan kelipatan. Lalu inti dari kisah ini apa?
Tidak sulit bagi Allaah untuk mengabulkan doa. Namun Allaah sedang ingin menguji, melihat kesabaran mereka dalam berdoa. Dari kisah Nabi Ayyub alahissalam adalah kesabaran tanpa batas. Dan bahwasanya setiap jawaban Do'a adalah "iya"
"Doa itu ibarat panah yang dilesatkan ke langit. Tapi untuk mencapai ke langit ia butuh waktu." (Ibnu Qoyyim rahimahullaah ta'ala)
Iya, butuh waktu.
Menuliskannya kembali, di 08 September 2022. Bersemilah septemberku..
كم من مفتون بثناء الناس عليه، ومغرور بستر الله عليه، ومستدرج بنعم الله عليه، وكل هذه عقوبات وإهانة ويظن الجاهل أنها كرامة.
banyak yg terfitnah dengan pujian manusia kepadanya, tetipu diri dengan kelembutan Allaah yg selalu menutupi aib nya, dimanjakan dengan rizki Allaah ta’ala yg luas melimpah padanya. namun semua itu adalah hukuman dan perendahan. orang-orang tidak tau, mengiranya sebagai karomah dan kemuliaan.
jawabul kafi : imam ibnu qayyim al jauziyyah
🎙t.me/sissyindeen
Jangan kabarkan kepada orang-orang, berapa hapalan Quran-mu.
Jangan pula kau kabarkan kepada mereka, bahwa engkau telah me-mutqin-kan 1 juz, atau telah menghapal 1 hizb, atau telah memurajaah 10 juz.
Biarkan mereka melihat Quran itu ada pada dirimu.. di perkataanmu yang baik, akalmu yang berbobot, kemuliaan yang pada anggota badan dan hatimu.. di semangatmu berbuat baik kepada orang lain, kebijaksanaanmu, dan ketenanganmu dalam bersikap.
Jangan sampai tujuanmu agar disebut sebagai orang yang telah hapal Al-Quran .. tapi berusahalah agar menjadi orang yang berakhlak dengan Al-Quran.
Ustadz Ad Dariny
Aku berhutang cinta untuk setiap orang yang telah menunjukkan ku pada Allah