Catatan Kecil Supernova - Gelombang
Menunggu hempasan Gelombang memang tidak selama menyambut kedatangan Partikel setelah tersambar Petir dan berpetuangan dengan Akar. Tapi menunggu kehadiran Gelombang bukan berarti tanpa beban, sakit perut bahkan sampai sesak napas. Begitu Ibu Suri mengumumkan bahwa Gelombang akan segera hadir, hari-hari berlalu tanpa sehari pun alpa mengintip segala gerak-gerik Ibu Suri. Seperti pesakitan yang harus minum obat setiap hari, setiap twit atau postingan Ibu Suri di Instagram menjadi penawarnya. Dunia yang indah berwarna bisa berubah menjadi suram bila sehari tidak mendapat kabarnya, walau pun kadang kabar yang di bacanya masih berita yang sama, tapi itu saja sudah cukup membuat tenang hatinya. Dan ketika Gelombang akhir datang, seluruh jiwa dan raganya hanya bisa pasrah dihempas entah kemana.
Gelombang yang ada di tangannya adalah Gelombang dengan nomor 1723 dari 2014 yang khusus di tanda tangani Ibu Suri. Gelombang pertama yang menyapa dunia.
Lembar-lembar awal mengingatkannya akan duka Gio setelah kehilangan Diva yang tiba-tiba lenyap ditengah belantara, benar-benar hilang atau memang dia memilih untuk tidak diketemukan. Dan merelakan seorang Diva tentu saja bukan suatu hal yang mudah. Sepak terjang Diva di Supernova episode pertama, Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, telah meninggalkan bekas yang terlalu dalam untuk dihapus begitu saja. Walaupun 13 tahun telah berlalu. Dan empat batu yang diterima Gio, dan percakapannya dengan Amaru hanya menambah panjang daftar pertanyaan yang timbul. Satu petualangan lagi, mungkin akan menuntaskan segalanya.
Goresan Ibu Suri tak pernah kehilangan keajaiban, ketika dengan lembut beliau menyeretnya ke desa Sianjur Mula-Mula. Ketika suatu petualangan baru di mulai. Suasana desa, sejarah, adat istiadat Batak yang tak pernah di kenalnya. Permainan Gondang Raja Uti yang keramat penuh nuansa magis, membuatnya merinding, ketakutan, tapi penasaran setengah mati. Setiap rangkaian kata membuatnya menahan nafas, tergidik sampai ingin berteriak. Sempat terpikir untuk berhenti. Tapi ada kekuatan luar biasa yang membuatnya bertahan, hingga halaman terakhir, kalimat terakhir, kata terakhir. Virus itu terlalu kuat untuk dilawannya sendiri.
Entah karena penghargaan atas keberaniannya bertahan atau memang seharusnya begitu. Perlahan keadaan berubah menjadi sedikit lebih baik. Petualangan yang membawa Alfa ke Jakarta hingga terdampar di Hoboken sampai akhirnya bisa menaklukan kota sebesar New York benar-benar menginspirasinya. Kalau Alfa saja bisa, siapapun pasti bisa, dirinyapun pasti bisa, yang penting kemauan untuk mewujudkannya.
Tapi bukan Ibu Suri kalau hanya berhenti sampai disitu saja. Ini bukan sekedar kisah inspiratif, ini lebih dalam dari pada itu. Di saat semuanya berpikir bahwa keadaan akan baik-baik saja, selalu saja muncul kejutan yang luar biasa.
Sesosok misterius yang pernah muncul, dan sempat membuat Akar kalang kabut, dihadirkan kembali. Dia, Ishtar, memang hanya muncul di beberapa lembar halaman, tapi efeknya sungguh luar biasa. Bahkan menjadi penentu atau pembuka pintu. Dia hadir untuk menguncang hidup Alfa, merombak tatanan yang sudah dijaga dengan baik sekian lama. Karenanyalah, apa yang selama ini tertutup, perlahan-lahan terbuka.
Karena Ishtar, apa yang selama ini dihindari Alfa, dengan gagah berani di hadapinya. Walaupun nyawa taruhannya. Apa yang selama ini dilupakan, satu persatu mulai diingatnya. Siapa dia, apa rencananya dan tugas apa yang harus di lakukannya. Karena dia adalah Gelombang.
Bukan hanya Ishtar saja yang memberi kejutan, Diva juga hadir dalam sosoknya sebagai Bintang Jatuh. Walaupun tidak hadir di dunia nyata, tapi kehadirannya cukup mengusik. Dia ada disana, memberi petunjuk atau malah mengacaukan. Dia berada di tempat yang seharusnya bukan tempatnya.
Ketika akhirnya Gelombang sudah mulai mengingat kembali apa yang seharusnya dia ingat, maka petualangan yang sebenarnya akan di mulai. Entah apa yang akan di hadapinya nanti. Saat ini dirinya dalam perjalanan ke Jakarta dengan harapan bertemu yang lain, yang ia tahu semuanya ada enam orang. Dua orang sudah bertemu di Bandung. Satu dalam perjalanan dari London. Kalau Gio adalah yang kelima, lalu siapakah yang ke-enam?
Tapi satu tokoh yang muncul di halaman terakhirlah yang paling membuatnya syok, tokoh yang seharusnya telah tiada sejak petualangan Akar berakhir. Tokoh yang memunculkan berjuta tanya di benaknya. Yang membuat hari-harinya tidak akan tenang sebelum Inteligensi Embun Pagi menyapanya, menutup semua tanya dengan jawaban, atau malah membuatnya mengajukan pertanyaan baru?
Entahlah, diri ini sudah pasrah sejak virus pertama Supernova meninfeksinya, 13 tahun yang lalu.