Don't mess up
Don't mess up
Don't mess up things
Just this once
Please
*me to myself
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
The Bowery Presents
wallacepolsom
official daine visual archive
almost home
Today's Document
$LAYYYTER
Game of Thrones Daily
Keni

bliss lane
untitled
No title available
Lint Roller? I Barely Know Her

izzy's playlists!
art blog(derogatory)
taylor price

gracie abrams
trying on a metaphor

Andulka
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

seen from Poland

seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from China

seen from Malaysia

seen from United States

seen from South Korea

seen from United States

seen from Russia
seen from Switzerland
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Italy

seen from Iceland
seen from United States

seen from Argentina
@elkhaerunnisa
Don't mess up
Don't mess up
Don't mess up things
Just this once
Please
*me to myself
Just a dream
I’m just a dream in a long lonely night
A beautiful dream
A dream in which you were being loved unconditionally
A dream that brings you to a far place
But a dream is a dream
When you woke up
I am not there
I am not your reality
How could I blame you?
When I just a dream in the first place
Bandung, 01.01.2021
Saat tidak punya waktu: Ah, andai saja aku punya banyak waktu, aku akan melakukan ini dan itu
Saat punya banyak waktu: Ah, akhirnya merasakan punya banyak waktu, santai dulu lah..*
*terus berlanjut sampai akhir dekade
Takut dikira keset klw terlalu welcome sm people tuh...
Segala sesuatu yang belum atau tidak diberikan pada kita padahal Allah mengetahui kita begitu menginginkannya.
Bisa jadi karena Allah mengetahui apa yang jauh lebih kita butuhkan dibanding keinginan kita.
Bisa jadi karena Allah mengetahui yang ditunda untuk kita supaya kita belajar banyak hikmah terlebih dulu, belajar sabar agar kelak dapat menghargai segala pemberianNya itu penuh rasa syukur.
Bisa jadi karena Allah mengetahui yang digantikan untuk kita sebab hal itu lebih utama dan lebih mendekatkan kita padaNya.
Sebagai hamba yang hanya menginginkan kedekatan denganNya bukankah seharusnya lapang maupun sempit, sabar maupun syukur, dilimpahi rezeki keinginan atau rezeki yang Allah pilihkan semuanya sama. Sama sama berasal dariNya. Dan yang mesti kita lakukan adalah menjalani hidup dengan baik sebagai hambaNya penuh ikhlas penuh ihsan :)
Alizeti, Jakarta
Lihatlah kelakuanmu saat jatuh cinta nak, sungguh norak sekali. Reaksi berlebihan, sibuk sana sini. Padahal dia biasa saja. Tidak pernah mendengar orang yang demam tinggi? Tak perlu sepanik itu. Tapi kupikir dia sendiri. Ah maaf jika aku tak bersamamu ketika kau sakit, nak. Jadi kau selalu berpikir orang lain juga sepertimu. Kau tau berapa lama dia tinggal di luar sana, di negeri orang, sendiri. Dia akan baik-baik saja, percayalah.
Hujan, dan Masih Disini
Mendung yang sedari tadi menutupi hampir seluruh kota, kini telah turun menjadi rintik-rintik air hujan. Dari sini, dari ruang kantor yang sudah menjadi rumah keduaku, aku menatap rintik air dari balik jendela kaca. Ah, aku selalu menyukai suasana kantor seperti ini. Ya, suasana kantor di hari libur.
Sebenarnya ini diluar rencana. Malam tadi, saat hendak pulang, seorang kawan lama menelponku dan kita berbicara hampir dua jam. Setelahnya, beberapa orang penghuni malam mengajakku untuk makan, barbeque, di rooftop kantor. Bukan dalam rangka apa-apa. Hanya makan. Tapi itu menyenangkan, aku jadi tahu banyak hal terutama tentang perkara-perkara ‘off the record’ yang terjadi selama ini. I am that typically distant person. Jadi terlibat obrolan-obrolan manusiawi semacam ini, termasuk momen langka, dan aku menikmatinya. Kupikir para enjinir ini hanya mengerti bahasa komputer dan berbicara dengan koding tertentu. But they are human after all. Ah iya, kalau dipikir-pikir, sebenarnya aku hanya punya satu barier dengan mereka. I can’t stand smoke. Paru-paruku lemah sekali. Terpapar asap roko dikit bisa bengek. That’s why. Tapi sesekali, sepertinya tidak mengapa. Seperti malam ini.
Dan, berhubung acara makan-makan itu selesai lewat tengah malam, aku memutuskan untuk tidur di kantor. Yap. I have everything I need here. Aku sudah terbiasa untuk hidup nomaden, lebih tepatnya sering galau antara pulang ga pulang. Jadi di kantor aku menyimpan beberapa alat perang seperti sleeping bag, baju ganti, handuk, alat mandi dan lain-lain. Dan, salah satu pojok ruang fainans kini sudah disulap menjadi tempat istirahat, dengan rumput sintesis, bean bag dan kursi lipat yang bisa dijadikan tempat tidur. I also can take a hot shower di kamar mandi ruang hardware. This is more than enough.
Jika di tulisan sebelumnya aku sedang berjuang untuk persiapan ujian sidang, maka ditulisan kali ini, aku dengan bangga menyatakan bahwa, I’ve got that sh*t done. Ujian sidang lancar, minor revision, I got perfect score, dan sekarang tinggal menunggu wisuda bulan April. Tapi sesungguhnya ada yang lebih melegakan, lomba CFA research challenge yang kuikuti bersama empat kawan dari SBM akhirnya selesai. No more academic stuff. I am free, yeah.
Dan, salah satu godaan setelah lulus adalah, melihat seberapa sakti ijazah kampus gajah itu. Aku mengikuti saran bebepa teman untuk apply ke beberapa tempat. Ditambah beberapa hal di pekerjaan sekarang that somehow reach my confort zone. Dengan beberapa pertimbangan, aku mengirimkan email ke CEO, since I am working under CEO office division. Diantara point-nya adalah minta kejelasan role yang sekarang, dan minta naik gaji. Haha. I think it’s normal, since I am working remotely most of the time when I was enrolled my master degree. Dengan beres kuliah dan kembali full time, porsi kerjanya juga berbeda, dan wajar jika kompensasinya pun berbeda. Kemudian, tepat satu hari sebelum diadakan pertemuan untuk membahas hal tersebut, aku menerima notifikasi bahwa salah satu startup digital di Jakarta tertarik untuk terhubung denganku dan menawarkan posisi Finance manager dengan kompensasi 3x lipat dari gajiku yang sekarang. Sungguh tawaran yang menggiurkan. Idenya simpel, ketika sesi one-on-one, aku akan ditanya tentang expektasi gaji yang diharapkan. How do you asses yourself? Go on marketplace. Saat ini sudah banyak platform yang menjadi marketplace para pencari kerja, sebut saja Tech in Asia. Pengguna membuat akun, melengkapi data-data dan perusahaan yang tertarik dengan pengguna akan mengontak dan memberikan penawaran. Dan biasanya pada pekerjaan yang ditawarkan, terdapat informasi tentang kisaran gaji. I use this for bluffing. Opportunist, tapi ya gimana lagi. Lebih baik terbuka dari awal, kan.
Pada akhirnya, I got a counter offer with a managerial position and raised in salary. Still below my proposed amount. But it is still a good offer. Dan ada satu kejadian penting yang membuatku berpikir ulang atas keputusan untuk meninggalkan perusahaan. Iya, kamu.
*A week before I hand in my resignation letter*
Semenjak HR manager di kantorku mengundurkan diri beberapa minggu sebelumnya, yang mana adalah teman terdekatku di kantor, pekerjaan menyiapkan kontrak karyawan baru dilimpahkan kepadaku. Termasuk urusan tanda tangan kontrak. More importantly, you got to know them in advance.
Hari itu, sudah tiga orang yang menghadapa padaku, menunggu satu lagi. Normally, anak baru akan datang pagi sekali, jam 8 sudah di kantor. It is a commmon courtesy, kecuali sudah ada janji sebelumnya. Kulihat salah satu baris dalam daftar yang kupegang, dibawah nama itu tertulis,
“27 years old, Electrical Embedded Engineer”
Setelah menunggu beberapa menit, muncullah sesosok lelaki berkacamata, dengan tampilan kasual, kaos abu-abu dipadukan dengan jaket hitam, dan sepatu kets warna putih. Aku mempersilahkannya duduk, dan langsung menyerahkan dokumen yang sudah kusiapkan sebelumnya. Biasanya aku hanya menyerahkan kontrak, dan menjelaskan hanya jika ditanya. Tapi kali ini aku berinisiatif menjelaskan beberapa hal terkait kontrak, and somehow I enjoy talking to him. Sekarang aku bahkan bertanya pengalaman kerja sebelumnya,
“di PT.Len dari tahun 2013-2015, kemudian melanjutkan kuliah” jawabnya singkat,
“oh ya, kuliah dimana?”
“TU Delf” jawabnya lagi.
Ini fakta baru bagiku, di form pelamar pekerjaan yang kudapat memang disebutkan alasan berhenti dari perusahaan sebelumnya karena melanjutkan studi, tapi aku tidak mengetahui studi-nya dimana. Dia kemudian meraih pulpen, he bring his own pen, dan menandatangani perjanjian itu, but wait, his hand is quite shaking. Mungkin lebih terbiasa memegang mouse atau keyboard daripada pulpen.
Aku sudah bersiap untuk bangkit dan mengucapkan selamat bergabung, tapi dia lebih dulu bertanya
“namanya siapa?”
Eh, aku sedikit kikuk, lebih karena kaget mendapat pertanyaan itu. Normally people don’t ask my name if I didn’t introduce myself. Aku kemudian tersenyum, menjawab, dan segera keluar dari ruang meeting, membawa laptop dan dokumen, while he is holding the door for me.
I always believe in my intuition. I get this instant vibe off of people the minute I meet them, as if I suddenly know about them and whether they are being genuine or not. I notice it right away.
And now, I guess, I should wait a little longer and stay here with the company.
Bandung, 23 Februari 2018
Akhirnya
Akhirnya gue bisa berkata “akhirnyaaa...”
Akhirnya beres juga submit thesis
Akhirnya beres sidang
Akhirnya beres revisian
Akhirnya bisa tidur sehari penuh
Ya, semua proses yang sebulan lalu sepertinya sulit sekali dilakukan, yang menguras tenaga dan pikiran, dengan bumbu-bumbu drama nangis dan lain-lain itu, akhirnya selesai sudah. Kesimpulannya adalah: (1) gue bukan tipikal akademisi yang bahagia kalo nulis paper atau bikin penelitian, kecuali bikin paper karena mau ikut konfrensi dan jalan-jalan, ini beda kasus; (2) doa bisa mengubah nasib (yang tadinya masih jauh dari approval) jadi disetujui oleh dosen pembimbing karena doa itu nyata adanya; (3) dosen yang terlalu sering kau sebut-sebut namanya, entah karena tidak suka gaya mengajar-nya bisa jadi adalah orang yang paling menentukan dalam tugas akhirmu, dan bisa jadi ketika menjadi penguji tidak sesulit yang dipikirkan, meskipun doi sering bragging di kelas bahwa mahasiswa yang diuji olehnya sering menangis di ruang sidang.This too shall pass, this too will pass.
Ini hanyalah sebuah akhir dari awal yang baru. Welcome the the office, again!
Disaat yang Tidak Tepat
Apa jadinya kalau keinginan menulis itu datang disaat yang tidak tepat. Seperti rindu yang sering datang disaat yang tidak tepat. Saat ada banyak deadline report2an awal tahun, disaat harus banyak baca perjanjian-perjanjian legal perusahaan dengan shareholder dan menginterpretasikannya ke dalam jurnal entries serta memastikan semuanya comply dengan hukum Singapura. Bukan, aku bukan bekerja untuk perusahaan asing. Hanya saja aturan di Indonesia yang begitu ribetnya bagi startup yang mendapat pendanaan dari investor asing, sehingga mendirikan perusahaan di Singapura adalah pilihan yang paling cepat buat dapet duit sambil ngurus-ngurus urusan legal PMA didalam negri. Katanya mau ningkatin FDI, tapi aturannya ga dipermudah. Sudahlah berhenti menyalahkan pemerintah. Pemerintah sudah membiayai sekolahmu. Sana bikin PPT buat sidang lalu mengabdi untuk negeri!
Ah ya. Seharusnya sekarang akupun membuat PPT untuk ujian sidang 2 hari lagi. Seharusnya. Dan berhubung besok ada boot campt, semacam training untuk level menegah ngehek di kumpeni lanjut jeffersonian dinner sampe malem dan menginap. Terus gue akan sidang keesokan paginya jam 8. Lah, terus kapan elu mau bikin PPTnya. Nah justru itulah yang ingin aku curhatkan sekarang. Aku sudah terlalu lelah dengan semua ini. Aku sudah tidak sekuat dulu, mungkin juga karena faktor usia yang tidak muda lagi. Dua minggu awal Desember kemarin adalah saat-saat tergila dimana waktu tidur kurang lebih 4 jam sehari demi mengejar deadline submit thesis. Salah sendiri kuliah di kampus kapitalis. Telat lulus dan ngambil nol SKS harus bayar setara tiket PP Indonesia-Prancis plus liburan seminggu disana. Jadilah semua tenaga dan pikiran dikerahkan hanya untuk thesis. Lengkap dengan adegan nangis di toilet SBM ketika suatu saat setelah bimbingan, setelah malam-malam tanpa tidur, setelah kupikir aku sudah melakukan segalanya, ternyata MASIH BANYAK BANGET REVISI. Ya Tuhan, dulu sempat mikir ngambil 2nd master degree yang program setaun di UK, mengejar target pertama kuliah master dulu. Tapi makasih deh. Sepertinya saya memang ga pinter2 amat jadi ya cukup aja deh kuliahnya. Mungkin ini hikmahnya ketika dulu dipindahin ke DN sama pemberi beasiswa, karena ya si gue semangat belajarnya gitu-gitu aja.
What I want to say is, gue lagi setress. Helllppppp.. Heelllpppp, heeelllpppp. Sebenarnya gue tahu persis penyebab semua ini karena dari kemarin folder presentasinya ga dibuka-buka lagi. Jadi hanya bisa memikirkan saja tanpa melakukan apa-apa. Iya gue tau itu ppt ga akan beres dengan sendirinya. Tapi ternyata kita manusia memang ga ada apa-apanya tanpa pertolongan Tuhan. Mungkin pelajaran paling berharga dari semua ini adalah, ketika sejauh apapun aku melangkah dari-Nya, ada saja jalan untuk membuatku kembali pada-Nya. Ya, karena udah ga tau harus ngapain lagi, udah mentok dan rasanya gabisa mikir lagi. Satu-satunya jalan adalah: ya minta ke Allah.
Ya Allah, tolonglah hamba dalam membuat PPT ini, dan enyahkanlah dia dari pikiran hamba. Tapi jangan enyahkan dia dari muka bumi. Dan kamu, rindu, berhentilah datang disaat yang tidak tepat.
Mylog: Bored
Dari segelintir akun yang aink folo, sekarang makin dikit yang sering update,.. Aink jadi kekurangan bahan bacaan di dasbor.
Ada rekomendasi akun yang isinya daily-life curcol minim faedah untuk difolo ga?
Dari sekian sedikit akun yang gue follow di tumblr, selalu suka tulisan yang jujur, yang engga dipoles berlebihan, yang apa adanya bukan ada apanya. Dulu ketika tumblr di banned, kabar baiknya aku masih bisa akses dan menemukan akun-akun ini masih tetap posting meski frekuensinya berkurang. Ini seperti jadwal rutin disaat mengerjakan PR bahasa mandarin yang menguji kesabaran itu.
Dan ketika balik lagi ke endonesia, dan mengejar semua ketertinggalan: kerjaan kantor yang ditinggal selama 6 bulan, tesis yang ga ada progress sama sekali, sementara teman-teman sekelas sudah banyak yang lulus, dan kondisi hati yang saat itu baru berpisah dengan seseorang, ya seseorang. Akhirnya udah ga pernah ngecek tumblr lagi. And now I am back. And I was surprised, ternyata tante @jagungrebus-nya Runi itu adalah teman se-MBA yang dulu ketemu pas kumpul MG Bandung. Taunya pas gradnight kemaren gue jadi panitia dan liat postingannya di salah satu backdrop acara. Hmm.
Anyway. Terimakasih kalian-kalian yang sudah mewarnai hari-hariku di tahun 2018 dan tahun-tahun sebelumnya, seperti moto anak tumblr: meski aku tidak mengenalmu, tapi aku tau cerita hidupmu. Tetaplah menulis, setidak penting apapun itu menurut orang lain. Toh, pada akhirnya tujuan menulis adalah untuk diri sendiri~
Excursion group Spring 106~ Exhausted, since I never been exercising for a while. But the view is worth it. #Taipei #Taipei101 #Elephantmontain #Hiking #Xiangshan (at 象山)
102.20.39
*After I posted a picture of Stasiun Tugu
R: Jogjaaa 😍😍😍
L: elu adalah orang yang paling sering bales insta story gue Rey
R: Abisnya ngikutin story lu seru sih el, kapan lagi punya teman pengangguran terselubung kayak gue
L: You just don't know your friend plan a murder here
R: wkwkwkwk, serem parah. Gue berasa masuk dunia Agatha Christie
L: *send a picture of status update said, 'I WILL KILL YOU~ #singwithmurderface'
Apa perlu gue update juga disini?
R: Update dong el, penting itu. wkwkwk.
L: Percuma target gue ga ada disini. I've been blocked.
Anyway I hope I never come back to this city...
R: Just whhhyyyyy :( Jogja is somehow luvly
L: Aku lagi makan di stasiun, terus pengen nangis terus ilang nafsu makan tapi masi laper. What should I do :(
R: *free puk puk* :( Sini gue bantu kill 😈😈😈
L: I have meet someone here, 7 years ago.
R: Then?
L: we've been together since then
R: *send me a picture of him, minion. Actually I want to attached it here*
L: until 3 months ago he left without saying anything. He just stop contacting me. After he visited me at Bandung
R: Then?
Omgggg
He s just so cruel
L: gue inget waktu itu bolos kelas Business Strategy. Karena nemenin dia
R: Then he supposed to be someone special for you
L: He is getting married tomorrow
R: OMMMGGGGGG THATS THE POINT *three crying emoji*
L: and I know it several days ago, right after I arrived at this city, where we first started it all
R: Omg i know how you feel.. *three crying emoji* again
L: He used to pick me up here, at this very place
R: Just... This very moment?
L: No, he used to.
R: Jadi lu gimana disana? Terdampar ngga?
L: ga enak banget makan kayak gini *sambil mengaduk pop mie yang entah kenapa sangat lembek dan lebih asin karena bercampur air mata
R: Paraaahh el..Rasanya hambar karena sedih banget pasti *crying emoji* Sabar ya el.. Somehow he is being so rude dengan ngga ngomong dulu sama kamu dari awal.
L: bahkan dari dulupun sebenernya aku juga jarang kontak sama dia. We are not in that phase of relationship anymore. We believe in commitment. And he insisted that there's no other woman
R: Udah kamu santai aja dulu berarti, just take a deep breath.. nangis juga ngga papa kok el
L: dan dia datang ke bdg kmren ngobrolin tentang pernikahan, dimana kita akan tinggal dll
R: Gooddamit.. Parah sih..
Slow down.. Doakan aja yang terbaik buat mereka..
L: Not in million years
R: Gue sedih banget temen gue diginiin.. 😭😭😭
L: Untung gue makan ngadep tembok jadi ga ada yg ngeliatin gue nangis. Haha
R: *send Naruto 'Sadness and Sorrow' grand piano version*
Listen to this.
L: Thanks Rey
R: Remember that God have chosen the best for you
Btw you sure you are okay?
L: Yeah, for sure
R: Stay save, el.
L: *fall a sleep on the train*
Go ahead~
and walk away~
You can’t make someone love you. If they want to cheat, leave them. If they want to leave, let them. It will hurt but you will learn and you will heal.
Tony Gaskins (via onlinecounsellingcollege)
Memulai Lagi
Entah sudah berapa puluh atau bahkan ratus hari yang kulewati tanpa menulis,
Seperti ini
Berbicara pada diri sendiri
Aku yang keterlaluan sering mencari alasan ini
Akhirnya menyadari
Bahwa huruf dan kata tak bisa tersusun dengan sendirinya,
Harus ada tangan yang menggerakkan pena
Bahwa cerita hidup yang tidak terlalu menarik bagi orang kebanyakan,
Tidak ada yang akan menuliskannya
Kalau bukan dirimu sendiri
Enam belas hari berlalu #sigh
Untuk sebuah tulisan pertama
Tapi kau selalu bisa memulai lagi segala sesuatunya bukan,
Mulai mencintai
Mulai melepaskan
Mulai menerima
Mulai berhenti menyakiti diri sendiri
Wahai diri,
Berhentilah berlari
Berhentilah mengejar bayang semu kehidupan
Karena ia tak akan kemana-mana
Karena kita akan sampai disana
Tempat dimana takdir kehidupan terbaik berada
Bandung, 16 Januari 2018 | © elkhaerunnisa
My father had taught me to be nice first, because you can always be mean later, but once you’ve been mean to someone, they won’t believe the nice anymore. So be nice, be nice, until it’s time to stop being nice, then destroy them.
Laurell K. Hamilton (via bl-ossomed)
…then destroy them!
Ini yang paling masuk akal
(via jangantakut)
Should I?
The saddest thing about betrayal is that it never comes from your enemies.
Anonymous (via lovequotesrus)
So many times, fellas. So many reasons i keep hate everyone i knew
(via jangantakut)
Even from your love one