Demam. Satu kata berjuta makna. Penuh tanda tanya. Langkah apa yang dilakukan, akan menentukan apa yang terjadi pada sang buah hati. 2 hari lalu qiqi mulai demam. Dan petualangan penuh drama pun dimulai. Sebenernya qiqi udah beberapa kali demam. Tapi yang beda dari kemarin adalah demamnya selalu ada alasan. Ya habis imunisasi, gejala pilek, diare, dll. Nah, demam kemarin datang tiba-tiba tanpa permisi, tanpa tanda-tanda. Selasa pagi di tinggal kerja, qiqi masih ceria. Siangnya, ternyata demam. Diukur mencapai 38.5. Dari pagi ga makan. Paniklah emak sama abahnya. Trus kami mencoba buat melakukan treatment standar: banyakin air putih, baju yang tipis aja. Malamnya, karena qiqi rewel dan gelisah, ga mau tidur, kami terpaksa memberi sanmol. Demamnya saat itu 38.8. Alhamdulillah bisa nyenyak. Tapi tetep anget, cuma turun sampai 37.5 ke atas. Paginya, suhu tubuh masih 37.5 lebih. Masak oat, alhamdulillah habis. Karena khawatir naik lagi, kami kasih sanmol lagi, daripada utinya yang ngasih dan salah dosis. Siangnya kami telat pulang. Masih panas dan rewel. Kami ngasih sanmol lagi. Mandi, makan, sukses tanpa drama. Malamnya, qiqi gelisah banget. Emaknya padahal lagi sibuk ngurus kerjaan lain, huaaaa...nangiiisss... Fyi, Qiqi dioles pakai bawang merah parut. Jam 12.30 emak qiqi kebangun dan mendapati kalau qiqi panaaaassss banget. Dia gelisah dan merintih. Wajahnya sampai merah. Alisnya juga merah. Padahal alis merah itu terjadi hanya kalau qiqi sakit banget. Paniklah saya. Buru-buru saya termo, shock liat angka yang tertera, 39.1. Seketika bangunin abah qiqi. Kami segera ngasih sanmol. Buru-buru, kami buka semua bajunya, lalu skin to skin sama emaknya. Dia ngantuk banget tapi ngerasa ga nyaman sama tubuhnya. Abahnya mengompres punggung, ketiak, dan dahi qiqi. Setelah skin to skin sekitar 1 jam, dia mau tidur di kasur. Qiqi ga pakai baju semalaman, cuma pakai pospak aja. Apa ga takut masuk angin? Takut, tapi dia ga nyaman banget kalau pakai baju, diselimutin juga gelisah, buka lagi. Jadi dibiarinlah. Tapi, perutnya dikasih bawang merah dulu, biar angetan dikit. Esok paginya, qiqi lemes banget, tidur sampai jam 7 baru mau mandi. Agak anget, tapi udah lebih ceria dari 2 hari terakhir ini. Rencananya kita mau ke dr.umam kalau memang masih panas, udah ambil nomer juga, tapi karena emak sama abahnya sibuk kayaknya dipending. Abahnya si yakin, qiqi udah sembuh karena ceria banget. Dan bener banget ternyata. Siang waktu kami pulang, qiqi udah ga panas lagi. Saat minum asi, keringetnya juga udah keluar. Alhamdulillah, demamnya sudah reda. Cuma gtmnya masih. 😄😄😄 Nah, saya noted yak... Tanda demam versi qiqi 🌸badan anget, lebih dari 37.5 di ketiak 🌸tidak keluar keringat sama sekali, bahkan saat minum asi 🌸gtm 🌸rewel dan tidak ceria, maunya gendong, sensi banget 🌸kalau udah panas banget, wajahnya memerah, matanya sayu, alisnya merah, nafasnya cepat Treatment demam versi qiqi: 🌸ukur suhu tiap 2-3 jam sekali 🌸banyakin minum asi dan air putih 🌸tetep makan, turun tekstur, kalau ga mau makan, banyakin cemilan (qiqi: kurma sama pepaya) 🌸2 siung bawang merah diparut, oleskan ke telapak kaki, dada, perut, punggung, telapak tangan, leher, jidat. Sambil dipijit2. Kalau susah, dipakein pas tidur. 🌸kalau lagi demam banget: buka semua baju, skin to skin, lap pakai air hangat di punggung, ketiak, jidat, lipatan paha 🌸kasih parasetamol maksimal 4x sehari/kalau panas banget baru kasih 🌸didoain Fyi, demam itu ga bahaya ternyata. Itu reaksi alami tubuh saat ada virus/bakteri yang masuk. Tapi tergantung anaknya lho. Alhamdulillah qiqi termasuk yang normal dan menganggap demam itu ga bahaya. Justru baik, karena menstimulasi kekebalan tubuh untuk kuat melawan kuman/bakteri. Jadi, kalau menurut emak qiqi, demam ga perlu dibawa ke rumah sakit sebelum ada tanda bahaya. Demam yang bahaya 🌸lebih dari 3x24 jam tidak turun 🌸pakai kejang 🌸dibarengi sakit lain/keliatan parah Yang jelas sih, ikuti insting seorang ibu. Ibu bisa tau loh, ini anakku sakit apa ga gitu. Jadi, believe in yourself. Fyi, emak qiqi ini penganut keyakinan obat alami lebih baik daripada obat dokter. Jadi, emak qiqi seminim mungkin ke pusat kesehatan, meski qiqi kelihatan sakit. Demam kemarin aja, qiqi udah disuruh ke dokter sama eyangnya meski baru demam 12 jam. Lhah, dokter ntar bingung juga diagnosanya. Nanti salah diagnosa, kasih obat asal, kan rugi. Home treatment ajah yaaa... Segitu dulu deh posting kali ini. Lanjut ntar kalau ada yang keinget, hehehe. Laf, emak qiqi 14122017