Pada akhirnya yang paling bisa kamu andalkan ya diri kamu sendiri 🤷🏻

tannertan36
Cosmic Funnies

ellievsbear
Peter Solarz

roma★
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
almost home
styofa doing anything
Show & Tell
Lint Roller? I Barely Know Her

Kaledo Art

JVL
No title available
Game of Thrones Daily
occasionally subtle

JBB: An Artblog!

Love Begins
hello vonnie

Origami Around
seen from Tunisia
seen from Canada
seen from Bolivia

seen from Brazil

seen from United States
seen from Spain
seen from India

seen from United States

seen from Costa Rica

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@enobeyy
Pada akhirnya yang paling bisa kamu andalkan ya diri kamu sendiri 🤷🏻
16 Nov 2023 - Capek
Capek pura-pura baik-baik aja.. capek selalu berusaha kuat, padahal sebenernya udah gak kuat lagi.. capek harus ngelawan semua luapan perasaan yg muncul setiap hari, ngerasa gak berguna, gak punya harga diri, saat semua ngumpul jadi satu, dada sesak gak bisa nafas.. yang selalu muncul dalam otak, minta sama Allah supaya diambil aja nyawa ini.. karena terlalu takut untuk mati, tapi juga terlalu berat untuk jalani hari esok..
Kayanya semua ini udah nyampe diambang batasnya.. kaya udah gak tertahankan lagi, gue capek, orang-orang di sekitar gue mungkin lebih capek ngadepin gue.. makanya ya Tuhan.. ambil aja nyawa ini.. berikan untuk jiwa yg lebih sehat dan membutuhkan..
7 Oktober 2023
Udah berapa tahun gak buka tumblr, gak nulis, gak baca, karena terlalu sibuk melewati rutinitas setiap hari yang begitu-gitu aja dan melelahkan, bukan hanya secara fisik tapi juga pikiran dan perasaan. Sampai akhirnya ngerasa gak kuat lagi. Masalah yang tadinya gak kepikiran akan dialami oleh diri sendiri, ternyata kejadian, gak diduga-duga dan disangka-sangka.. shock berat, kayanya sampe kena mental juga.
Tahun 2023 ini ujiannya berat banget, sampe nangis juga gak keitung berapa kali, saking gak bisa nahan luapan perasaaan ini, dan akhirnya memutuskan buka tumblr dan meluapkan beberapa perasaan.
Jalan hidup setiap orang emang gak ada yang tau, masalah yang akan dihadapi kedepannya juga gak ada yang tau, semua yang terjadi buruk atau baik emang seharusnya kita ambil hikmahnya. Tapi untuk melewati kejadian buruk kadang gak semudah itu. Setelah ketemu solusi apakah keadaan akan kembali seperti semula? kayanya gak bisa, sikap dan perilaku kita berpengaruh sama kejadian yg kita alami.
Rasa percaya yang tadinya sebesar gunung, sekarang cuma jadi sebesar krikil. Pikiran yang tadinya sepositif itu, jadi sedikit-sedikit berprasangka. Mungkin butuh waktu yang gak tau berapa lama untuk ngebalikin semua itu kaya dulu lagi..
Cuma satu yg saya percaya saat ini, semua yg terjadi sekarang, seburuk apapun, pasti akan berlalu, semua yg kita rasain sekarang ini gak akan kita rasain selamanya, pasti ada saat dimana kita ngerasa hal yg terjadi pada kita saat ini adalah kenangan. Kalau kita pernah mengalami masa masa sulit itu "dulu".
Sama seperti sekarang, kita bisa kuat berusaha menjalani ini semua karena kita pernah ditempa dengan masa lalu kita "dulu", yang menjadikan kita kuat seperti sekarang. Sekarang kita mungkin sedang diuji dengan masalah yang lebih besar, agar daya tahan hati kita juga lebih besar, lebih tahan banting. Aamiin..
Semoga pikiran positif ini terus bertahan sampai semua masalah ini bisa selesai. Aamiin..
Menjadi Orang Tua
Hal yang paling ditunggu-tunggu setelah menikah adalah memiliki keturunan. Punya anak, menjadi orang tua. Dan bukan hal yang mudah, bukan juga hal yang menunggu kita untuk siap tapi kita harus siap, anugerah itu diberikan karena Allah percaya kita bisa dan sudah waktunya kita untuk menjadi orang tua.
Kita gak pernah tau kapan kita siap dan kapan Allah merasa kita siap untuk diberikan amanah itu. Kapan pun waktunya, itu tandanya kita sudah mampu dan sudah siap, kalau merasa belum, mungkin kita belum mengusahakannya.
Belum lagi terkadang pola asuh kita sering kali dibanding-bandingkan, disalah-salahkan. Meskipun peran menjadi orang tua adalah hal yang baru bagi kita, kita pasti mengusahakan yg terbaik.
Menjadi orang tua memang harus legowo, banyak nerima dan lapang dada. Begitulah, menjadi orang tua memang tidak mudah. Tapi menjadi orang tua adalah tugas besar yang juga bisa menjadi kebaikan yg besar jika kita dengan benar menjalankannya. Semangat untuk semua orang tua baru !
Waktu adalah obat terbaik bagi mereka yang tidak bisa disembuhkan dengan nasehat dan kata, sebab pada akhirnya ia akan menemukan sendiri perihal arti maaf dan ikhlas. Tidak mudah dan tidak sebentar memang, tapi setidaknya luka dan perih itu akhirnya sembuh.
Banyak yang harus dikorbankan jika waktu menjadi obat untuk hati yang sudah rusak dan sakit, mulai dari hari-hari yang indah berubah menjadi suram karena bayang-bayang amarah dan kesal, dari pertemanan yang akhirnya berakhir dan tidak mau lagi bertukar sapa, atau mungkin pada keluarga yang berakhir tidak ada harmonis didalamnya.
Sebab ujian kesabaran dan keikhlasan itu akan datang tanpa kamu bisa memilih ia hadir disisi kehidupan yang mana, tapi sekali lagi seperti itulah Allah mengajarkan padamu soal hati dan cara mengelolanya. Agar tidak mudah bagimu memendam benci dan amarah, dan tidak mudah pula bagimu menelan mentah-mentah semua kejadian yang tidak menenangkan hati.
Jangan sampai kamu disembuhkan oleh waktu, sebab seringnya ia lama dan juga banyak yang harus dikorbankan. Mulailah menyembuhkan hati yang sakit dengan memaksa untuk memaafkan, menutup lukanya dengan doa dan keikhlasan.
Keberuntungan dan kebahagiaan bagi mereka yang mudah memaafkan salah dan menyembuhkan sakit hati, hidupnya tenang namun penuh hati-hati. Mungkin langkah hidupnya lambat tidak secepat kamu dalam menentukan keputusan, tapi yang jelas ia akan lebih jeli dan pandai darimu soal memahami konsekuensi dari sebuah hubungan dan keputusan.
@jndmmsyhd
Puasa Hari 17
Kita tidak selamanya bisa bergantung sama orang lain. Suatu saat mereka akan pergi, entah karena meninggal, atau mungkin mereka memiliki urusan hidup yang perlu mereka selesaikan dan tak bisa lagi selalu ada untuk kita. Kita tidak bisa selalu bertanya ke orang lain untuk membuat keputusan. Kita tidak bisa terus-terusan minta tolong untuk memecahkan masalah-masalah yang sedang kita hadapi. Kita tidak bisa selalu minta ditemani saat-saat sendiri dan terpuruk. Seseorang yang akan terus menemani kita adalah diri kita sendiri.
Maka bantulah dirimu sendiri untuk bisa menjadi pribadi yang baik, yang berani, yang berilmu, yang menyenangkan, dan kamu sendiri pun merasa nyaman ditemani oleh dirimu sendiri. ©kurniawangunadi | 29 April 2021
Puasa Hari 18
Mungkin banyak yang menyangka bahwa pernikahan itu akan serta merta melejitkan dan membuat mimpi-mimpimu semakin mudah diraih. Langkah kakimu semakin ringan. Bebanmu menjadi lebih sedikit.
Semua itu, jawabannya tergantung.
Tergantung dengan orang seperti apa kamu menikah. Bagaimana keadaan finansial di awal kamu berumah tangga. Bagaimana daya dukung dari semua pihak keluarga. Bagaimana lingkunganmu nanti tinggal. Bagaimana kamu merawat networking/silaturahmi. Bagaimana kamu membuat rencana bersama pasangan dan berkomitmen pada rencana tersebut. Dan banyak sekali faktor yang membuat prasangka bahwa pernikahan itu akan membuatmu semakin melejit menjadi lebih realistis.
Akan tetapi, realitanya tidak seperti itu. Kecuali kamu masih hidup di angan-angan dan khayalan bahwa pernikahan itu akan terlihat selalu bahagia, serba berkecukupan seperti yang ada di instagram, terasa tanpa beban.
Pada akhirnya, benturan terhadap realita bahwa sebagian besar dari kita harus mengalah terlebih dahulu pada mimpi-mimpinya, menundanya tanpa tahu kapan bisa kembali berjuang mewujudkannya. Menekan ego dan keinginannya karena tahu biaya pendidikan dan kesehatan anak itu begitu besar sementara pendapatan keluarga belum ada kenaikan yang signifikan. Sadar harus berhemat karena ada keinginan untuk beli rumah atau kendaraan buat keluarga.
Sampai akhirnya. Realita mengajarkan kita untuk lebih baik dan lebih siap dalam memandang pernikahan dan membuat kita lebih berhati-hati. Berhati-hati untuk memilih pasangan hidup, memilih keluarga, memilih pekerjaan, memilih apapun.
Begitu banyak keputusan yang nanti akan sangat berpengaruh pada kehidupan kita, saat kita dewasa. Seolah-olah, keputusan itu bersifat permanen. Sekali kita mengambilnya, itu berlaku untuk selamanya. Kan tidak ada yang menikah kemudian berharap untuk bercerai? Semuanya berharap ingin bisa bersama, selamanya.
Kalau kita tidak berhati-hati. Kita bisa celaka, juga mencelakakan orang lain. Jangan berpikir bahwa keputusan itu hanya akan berdampak pada dirimu sendiri. Tapi juga ke anak-anakmu nanti, juga ke kedua orang tuamu,
Semakin dewasa. Kita semakin realistis. Bahwa mimpi kecil kita dulu untuk menjadi superhero itu tidak mungkin. Kita juga tidak akan memiliki kekuatan super. Sekarang, lihat diri kita. Selami baik-baik. pejamkan mata.
Sudah berapa banyak keputusan yang diambil, kamu tidak menyesalinya kan? Meski jalannya ternyata serumit ini. Konsekuensinya pun membuatmu tak bisa tidur nyenyak, beberapa waktu terakhir. ©kurniawangunadi
Puasa Hari 23
Salah satu hal yang menurutku sulit adalah membohongi diri sendiri. Saat kita tahu bahwa kita tidak mau, tapi mulut berkata sebaliknya. Saat hati kecil kita bilang tidak, tapi tindakan kita berbuat sebaliknya.
Dan jujur kepada diri sendiri memang bukan hal yang mudah. Bahkan, di saat kita sebenarnya tahu apa yang kita inginkan, kita sendirilah yang berusaha untuk membunuh kejujuran itu dengan mulai berpikir tentang untung rugi, kata tetangga, dan keinginan untuk diakui.
Saat kita sebenarnya tahu bahwa apa yang ada di depan mata bukanlah pilihan yang terbaik, kita masih sibuk mencari validasi untuk membenarkan pilihan kita dan mencari dukungan. Agar suatu saat, jika kita sadar bahwa keputusan itu sebenarnya memang meragukan sejak awal dan berakhir tidak baik, kita tidak merasa terlalu bersalah karena kita bisa menyalahkan orang lain yang membuat kita mengambil keputusan tersebut.
Sampai kapan kebohongan itu kita tampilkan dan kita menutupinya dengan kebohongan lain. Kita menghindari masalah dengan menciptakan masalah baru. Kita lebih memilih untuk tidak menyesaikan masalah ketimbang harus merasakan beratnya perjuangan untuk menyelesaikannya.
Kita tidak pernah jujur kepada diri sendiri. Tentang sebenarnya apa yang kita mau, kita inginkan. Tapi, kita memilih tidur terlentang berangan-angan bahwa semua keadaan akan membaik dengan sendirinya. Bahwa keajaiban akan hadir dalam hidup kita. Kalau selama ini hidup kita terasa terkungkung pada pilihan-pilihan yang membuat kita tak bisa bergerak lebih leluasa. Coba ingat lagi, bagaimana dulu kita berkhianat pada hati kecil kita sendiri.
Kita sering memilih sesuatu yang lebih mudah dijalani, meski bukan yang kita inginkan. ©Kurniawan Gunadi | 5 Mei 2021
Maaf sblmny masgun, sy mau tanya.
apa kekhawatiran terbesar laki-laki sblm menyegerakan untuk menikah?
trims
Kekhawatiran itu menyerap energi yang sangat besar. Dan memikirkan kekhawatiran orang lain, itu menyerap energi yang dua kali lipat lebih besar. Kita khawatir karena memikirkan apa yang dikhawatirkan orang lain. Dobel.
Alih-alih tenggelam dalam asumsi tersebut, bagaimana kalau kita fokus pada diri kita sendiri. Memberikan perhatian yang banyak pada kesadaran kita, menumbuhkan kesadaran itu agar kita bisa mengenal diri kita dengan lebih baik untuk menyelesaikan urusan-urusan yang perlu untuk kita selesaikan sebelum masuk ke dalam bingkai pernikahan yang mau semanis apapun, tetaplah rumit dan tak terduga. Cara kita mengatur pikiran kita, memilah mana yang penting dan tidak, menyusun skala prioritas atas segala sesuatu yang ada dalam pikiran kita itu penting. Agar kita tidak habis waktu untuk memikirkan hal-hal yang tidak perlu. Termasuk, memikirkan kekhawatiran laki-laki yang tidak ada standar bakunya. Milyaran laki-laki di dunia ini, masalahnya tidak sama. Kalau kamu bertemu dengan lelaki yang membawa masalah yang tak bisa kamu jalani seumur hidup dalam pernikahanmu, ya jangan diterima. Kalau cinta jangan bodoh. Ukur dengan dirimu sendiri, bukan dengan standar kata orang :)
1 Tahun
Hari ini 8 Desember 2020 tepat satu tahun pernikahan kami. Pernikahan itu memang gak mudah, melangsungkan pernikahan itu sendiri saja butuh banyak persiapan. Persiapan mental, fisik, materi dan masih banyak lagi. Anggap saja untuk memulainya kita butuh kesiapan dan untuk menjalaninya pun kita butuh kesiapan.
Setahun pernikahan kami, gak selalu hal-hal bahagia yang terjadi. Banyak kejadian yang diluar dugaan kami ternyata kami alami. Meski begitu, kami bisa melewatinya meskipun ada tangis dan amarah. Semua itu udah jadi hal yang umum dalam kehidupan berumah tangga.
Gak ada manusia yang sempurna, itu yang perlu kita tanamkan. Pasangan kita gak sempurna, kita pun juga begitu. Menjalani pernikahan itu membutuhkan kesiapan kita untuk melepaskan ego kita masing-masing. Karena dalam menjalani rumah tangga, kita harus saling melengkapi dan mengerti.
Semoga kita semua yang sudah menikah diberikan keberkahan dalam kehidupan rumah tangganya. Tidak harus selalu hal-hal senang aja, tapi ujian dan cobaan pun membuat kita bersyukur karena kita masih diberi peringatan.
Punya mimpi itu berat buat gue saat ini. Sebagai seorang anak, istri dan calon ibu (Aamiin) gue ngerasa gak bisa sebebas dulu waktu masih sendiri. Mau ngelakuin apapun ayo aja, selama itu positif orang tua udah pasti ngizinin dan dukung aja.
Sekarang jadi lebih banyak mikir karena udah punya keluarga sendiri, nanti anak gue gimana, suami gue gimana, jadi lebih mementingkan mereka gitu daripada diri sendiri. Dan satu sisi ngerasa kaya udah capek juga, udah gak fokus dan jenuh sama aktivitas kerja kantoran, kaya butuh sesuatu yang baru.
Dan gue ngerasa, ya fitrah gue sekarang dan kedepannya itu ya gimana caranya gue bisa menjadi seorang istri dan seorang ibu yang baik buat keluarga gue dan ini juga bukan hal yang mudah. Butuh ketulusan, kesabaran, keikhlasan dan kerja keras.
Bukan berarti gue mengartikan bahwa perempuan yang udah nikah tuh gak bisa punya mimpi, bukan ya, gue cuma cerita dari perspektif gue sendiri aja. Bahwa gue ngerasa kaya sejauh apa pun mimpi kita sebagai perempuan pasti akan ada batas saat kita udah nikah dan kita gak bisa maksain itu. Akan ada prioritas lain yang lebih penting dibandingkan itu dan berjalannya waktu kadang semangat untuk ngeraih mimpi itu entah kenapa juga tiba tiba hilang, gone entah kemana.
Mungkin memang seharusnya sebagai seorang perempuan itu fitrahnya mengabdi kepada Allah dan keluarganya. Karena cita cita tertinggi menurut gue adalah masuk surga, dan untuk perempuan masuk surga itu syaratnya harus taat kepada Tuhan-Nya dan suaminya, udah cuma itu. Sebenernya gampang tapi kadang kita yang membuat semuanya sulit, hasrat kita terlalu kemana-mana.
Sebagian orang mungkin ngerasa sulit menerimanya, emang gak gampang, tapi ya itulah yang seharusnya. Sebagai orang yang beragama kita harus mempercayai dan meyakini apa yang menjadi fitrah kita sebagai seorang perempuan.
Semangat untuk semua perempuan..
Tahun 2020
Banyak banget hal yang terjadi di tahun ini. Belum genap setahun tapi kayanya sudah terlalu banyak hal terjadi. Tapi gak kerasa juga sekarang udah hampir ke penghujung tahun. Perasaan baru kemarin awal tahun 2020
Ada hal yang menyenangkan, menyedihkan, bikin deg-deg an semua terjadi ditahun ini. Bener bener kaya lagi naik wahana roller coaster. Kadang pelan, kadang terjun, kadang naik. Semuanya menguras pikiran dan emosi yang begitu banyak.
Tapi gak ada hidup yang selalu datar-datar saja, tetap syukuri apa pun proses yang kamu lewati. Meskipun kamu merasa tidak akan sanggup melewatinya, pada akhirnya kamu akan bisa melewatinya dan semuanya akan berlalu. Bismillah ya..
Semua yang terjadi pada kita saat ini bukan tanpa alasan. Ada pelajaran dan hikmah yang besar yang harus kita tanamkan.
Ada kalanya kita harus berhati-hati. Ada kalanya kita harus berjaga-jaga dari orang yang mungkin saja pada akhirnya akan menyakiti kita, sebelum semuanya terlambat.
Jangan sampai kita jatuh di lubang yang sama dan karena kesalahan yang sama. Sudah saatnya kita belajar dari kesalahan dan menjaga diri dari hal-hal yang nantinya akan menyakiti kita.
Bukan karena terlalu lelah untuk disakiti (lagi), namun rasanya sudah cukup hati ini dihujam dengan perasaan yang sama berkali-kali.
Untuk kali ini, tenangkanlah hatimu dan bersihkanlah pikiranmu. Supaya kamu bisa menjaga kebaikan dirimu. Semangat !
Drama-drama bikinan Shin Won-Ho nih kurang ajar memang. Nonton drama sekalian diajarin banyak hal. Reply 1988, terbaru kemaren Hospital Playlist, terus ini lagi nonton Prison Playbook setelah sekian lama ada di list...hhh penuh sekali rasanya. Penuhhhh. ❤
Bener banget, aku juga ngerasain hal yang sama. Kayanya banyaaak bgt pelajaran yang bisa diambil, sampe gak bisa move on dari drama nya dan pengen nonton terus hehe
Keseringan dengerin omongan orang jadi capek sendiri. Apa apa takut diomongin orang, apa apa takut dikomentarin orang. Kita terlalu takut sama apa kata orang. Padahal yang tau hidup kita ya kita sendiri.
Yang harus diinget adalah kita gak perlu klarifikasi apa pun soal masalah hidup yg kita alami ke orang lain. Itu privasi kita yang gak semua orang perlu tau, kita berhak untuk kasih tau atau enggak.
Jadi kalo ada yang suka tiba tiba nge-judge ini itu, diemin aja. Gak penting. Mereka hanya nilai apa yang mereka liat aja. Mereka gak ngalamin apa yang kita alamin, jadi mereka gak tau.
Dan lagi, kita jadi bisa tau karakter manusia dari situ. Ada yang cuma kepo masalah kita doang tapi gak ngasih solusi. Ada yang beneran care dan coba bantu cariin solusi. Jadi nikmatin aja omongan orang, disitu kita justru bisa sesungguhnya menilai seperti apa orang itu. Dan bisa kita jadiin pelajaran buat kita ke depannya.
Sabtu, 6 Juni 2020
Hari itu hari dimana waktu terasa lama sekali dan juga terasa sangat cepat.
Saat cemas, waktu terasa begitu lama. Menunggu menjadi masa masa yang amat sangat menegangkan. Cemas akan hal-hal buruk yang mungkin akan terjadi.
Saat berserah, waktu terasa begitu cepat. Seakan semua prosesnya berjalan dengan sekejap mata. Tanpa jeda, sangat cepat. Seketika semuanya menjadi terselesaikan.
Begitulah, disaat kita cemas, terlalu banyak yang kita pikirkan dan terlalu banyak yang kita bayangkan akan terjadi. Sehingga waktu menjadi sangat lama.
Tapi saat kita berserah, kita seperti menyerahkan semuanya pada kehendak Tuhan. Tuhan menggerakannya kehendak-Nya pada sesuatu yang Ia kehendaki. Karna kita percaya, bahwa kita telah sepenuhnya melakukan yang terbaik. Tapi hanya Dia lah Maha Pemberi Keputusan.
Dulu, selalu beranggapan bahwa setiap orang yang dekat dengan kita itu akan 'selalu' bersikap baik sama kita. Karna 'dekat' menjadi alasannya. Kalau sudah dekat biasanya sudah saling memahami, sudah saling ngerti. Tapi kenyataannya gak selalu seperti itu.
Mungkin ada beberapa hal yang gak bisa kita ukur hanya dengan persepsi kita. Saat kita ngerasa sikap dan perbuatan mereka akan selalu baik-baik aja, ternyata saat semua beda, kita akan kecewa. Begitulah kenapa persepsi kita bukan ukuran.
Sifat dan sikap manusia juga bukan sesuatu yang bisa kita ukur hanya berdasarkan kedekatan. Jika dekat tapi belum melewati banyak hal sama-sama, itu juga masih rancu. Kejadian itu menentukan sikap seseorang. Jadi kalo kamu sudah dekat dan sudah melewati banyak kejadian, dan sikap mereka masih baik baik aja, baru boleh kamu menetapkan persepsi kamu.
Karna hidup itu perspektifnya luas, banyak hal yg akan terjadi di depan sana yg kita juga gak tau itu apa, tapi kita gak pernah khawatir apa pun itu, kita yakin bisa ngelewatin itu sama sama. Ya perasaan itulah yang mahal, gak akan bisa kita rasain sama setiap orang.