Dulu aku belum tahu mengapa mereka memilih mati daripada patah hati. Sekarang aku latah memikirkan hal itu seperti kegiatan mandi pada setiap pagi.
occasionally subtle

izzy's playlists!

tannertan36

Origami Around
styofa doing anything
will byers stan first human second
Lint Roller? I Barely Know Her
Mike Driver
Cosmic Funnies
One Nice Bug Per Day
TVSTRANGERTHINGS
hello vonnie

shark vs the universe
YOU ARE THE REASON
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Andulka
noise dept.
Game of Thrones Daily
RMH
art blog(derogatory)
seen from Spain
seen from Germany

seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from New Zealand

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Italy
seen from United States
@evadviyanti
Dulu aku belum tahu mengapa mereka memilih mati daripada patah hati. Sekarang aku latah memikirkan hal itu seperti kegiatan mandi pada setiap pagi.
Bahwa jika aku merindukanmu, lebih tersayat rasanya jika aku kangen kamu. Mengerti ?
Tahukah Anda, Mengapa Bayi Pengemis Selalu Tertidur?
Wanita itu duduk di lantai kotor dan di sampingnya terletak sebuah tas. Dalam tas itu orang melempar uang. Di tangan wanita, tidur seorang bayi berusia dua tahun. bayi itu berpakaian kotor. Banyak orang yang lewat akan memberikan uang.
Selama sebulan aku melewati pengemis yang sama dan dengan waktu yang berbeda- beda. Dan ada hal yang mengganjal dalam benakku. Bayinya selalu tertidur saat aku lewat. Ya bayinya tidur. Tidak pernah menangis atau menjerit , selalu tertidur di dalam gendongan pengemis itu. "Kenapa dia tidur sepanjang waktu?" Aku bertanya (kepada pengemis), menatap bayi.
Pengemis pura-pura tidak mendengar saya. Dia menunduk dan menyembunyikan wajahnya di kerah jaket lusuh nya. Aku mengulangi pertanyaan itu. Wanita itu mendongak , melhatku, seakan kesal dengan pertanyaanku. "B*ngs*t" , bibirnya bergumam.
Di belakangku seseorang menaruh tangannya di bahuku. Aku menoleh ke belakang . Seorang pria tua itu menatapku tidak setuju: “Apa yang Anda inginkan darinya? kamu tidak melihat seberapa keras kehidupannya?.” Dia mengambil beberapa koin dari sakunya dan melemparkannya ke kantong pengemis tsb.Pengemis itu menunjukkan raut wajah wajah berterima kasih dan kesedihan pada umumnya. Orang itu melepaskan tangannya dari bahuku dan berjalan keluar dari stasiun.
Hari berikutnya aku menelepon teman. Dari temanku itu, aku baru mengetahui bahwa pengemis itu adalah bisnis, meskipun terlihat spontanitas, jelas terorganisir dan diawasi oleh lingkaran organisasi kejahatan.
Anak-anak yang digunakan adalah anak hasil “menyewa” dari keluarga pecandu alkohol, atau hasil penculikan. Lantas mengapa bayi itu selalu tidur? Dan dengan tenang temanku menjawab, “Mereka diberikan heroin, atau vodka” Aku tercengang . “Siapa yang diberikan heroin atau vodka?!” Dia menjawab, ” Anak itu, sehingga ia tidak berteriak. Wanita itu akan duduk sepanjang hari dengan dia, bayangkan bagaimana caranya anak yg sewajarnya rewel tidak merengek seperti itu kalau bukan dengan obat bius atau semacamnya?”
Untuk membuat bayi tidur sepanjang hari, ia dicekoki dengan vodka atau obat-obatan. Tentu saja, tubuh anak-anak tidak mampu mengatasi bahan2 keras tersebut. Dan anak-anak seringkali tewas. Hal yang paling mengerikan - kadang-kadang anak-anak meninggal selama “hari kerja” . Dan seorang “ibu” harus memegang mayat anak kecil di tangannya sampai malam. Ini adalah aturan.
Bila Anda melihat seorang wanita dengan seorang anak, mengemis, berpikirlah sebelum Anda menyumbang. Pikirkan tentang hal itu, jika bukan karena ratusan ribu pemberi sedekah, bisnis seperti ini tidak akan lagi ada. Bisnis akan mati dan bukan anak-anak. Jangan melihat anak yang sedang tidur dengan kasih sayang. Lihatlah dengan logika dan pengetahuan yang luas. Karena Anda membaca artikel ini , Anda tahu sekarang mengapa anak tersebut selalu tertidur di tangan pengemis.
TOLONG REBLOG
astaghfirullah
Reblog desetiawan
Ini malam entah ke berapa aku menahan rindu; sendirian
Fourty fifth months in almost seven years
#rindutanpajeda 😂🔫
Makian rindu
Aku tamak merindukanmu setiap inci detik. Rindu ini selalu memamah nyata kesadaranku menjelang hari baru pun akhir malam dalam angka sebelas. Aku hadir bukan untuk memaksamu agar hadir dalam kerinduan haru. Aku pun tak mungkin melaknatnya. Mereka bilang rindu itu menyenangkan, mereka bisa mengembangkan senyum kala rindu kekasih mereka. Namun aku hanyalah partikel kecil yang ternyata hanya bisa membeku dalam rindu biru dalam pasungan ruang berpeluh. Tiap deret aksara ditemani oleh setetes air dari penglihatku, dan setelahnya, dan terus begitu. Kini aku semakin yakin kamu semakin menganggapku tak ubahnya seperti anakan angsa yang bodoh dan hanya bisa berpasrah menunggu yang lain datang.
Segelas susu
Kemudian aku hanya perlu menyiapkannya, sendiri. Masih sama seperti yang pernah aku suguhkan untukmu. Di bawah langit kamarku, hingga segelas itu tak lagi hangat. Seraya ku raih, tak yakin untuk ku nikmati sendiri dan teringat kamu pun pernah tanpa ku tahu menyiapkannya untukku, pagi itu. Mungkin akan terasa berbeda jika kamu yang membawakannya sendiri dalam ruang penuh peluhku. Selamat pagi, sayang.
Kerap gelisah memagut tengah malam beberapa hari ini, tak lepas memikirkan jiwa yang menawan hati. Akankah kegelisahan terjawab oleh kenyataan bahwa dirinya menemukan tawanan baru ?
Tolong
Dalam diam aku tersayat. Dalam bisuku aku terjerembab. Rasakan. Ku mohon. Tak berdayaanku meraihmu. Dalam ruang penuh peluh, di bawah langit-langit rindu haru, aku menunggumu. Barang kali aku salah menunggumu. Seharusnya aku disana dalam lelap dan nyatamu. Kamu tidak pantas ditunggu karena sudah seminggu aku bisu. Aku merindukanmu. Terlambatkah ?
Hitungan ke tujuh dalam seminggu. Rindu beku. Masihkah kamu dalam ruang tak bernomor dalam bait-bait kerinduanmu yang masih mengingat aku ?
Maafkan aku. Terlambatkah ?
(Apakah) kita
Ini kali keempat sepanjang aku terlahir dari rahim seorang wanita tangguh; apa yang aku rasakan akhirnya aku sebut sebagai keterpurukan. Dimana selalu dalam situasi yang sama. Orang yang menjamin kasih sayangnya untukku sepanjang masa terbaring lemah dengan ketidakberdayaan akan penyakit yang dirasakannya. Dua kali diantaranya aku tau bahwa itu amat sakit untuk dirasakannya. Setiap harinya aku harus melewati ruang tempatnya berusaha memulihkan keadaan, serta aku harus merasakan yang mereka sebut sakit ketika mencintai seseorang. Kali pertama, wanita itu mengalami apa yang pakar kesehatan namakan sebagai Typhus dan aku masih sangat belia dimana pada saat bersamaan mengalami perpisahan dengan anak laki-laki yang aku cintai saat itu. Beranjaklah aku dewasa ketika aku mengalami hal serupa kedua. Kali itu aku harus membagi beberapa tenaga dan isi otakku untuk memikirkan yang sakit, penyakit, dan yang membuatku 'sakit.' Wanita itu harus menjalani serangkaian pengobatan namun di lain tempat aku harus memikirkan langkah untuk masa depanku, dan lelaki yang aku cintai. Kali ketiga dimana aku amat terpuruk ketika menyadari lelaki yang pernah berjanji kepadaku; akan menyayangiku selalu, (akhirnya) memilih untuk menyayangi perempuan lain. Dan (semoga yang terakhir) aku terpuruk ketika deretan kata bodoh ini dirangkai, aku masih bergelayut pada lelaki pada cerita kedua dan ketiga. Bukan aku tak mau kembali pulang ke rumah hatimu, Sayang. Aku hanya takut jika aku masih saja berego ketika aku mencoba menjalaninya lagi denganmu, jika kamu mau memaafkanku. Aku terlalu pengecut untuk mengambil langkah. Perasaanku tersayat oleh rindu yang terus memagut dan ketakutan yang semakin hari semakin tak jelas ujungnya. Yang aku tau, ingin aku tumpahkan linangan ini untuk kemudian menukarnya dengan pertemuan yang amat ku nantikan. Mengertilah, lelaki yang pernah menjadi bagian dalam perjalanan panjangku dalam sebuah bus wisata. Aku hanya ingin rengkuhmu. Untuk kemudian jika aku beruntung, aku bisa memelukmu kembali pulang ke rumah hatiku. Aku hanya bisa menuruti buku tuntunan untuk memintaNya agar memberiku kelapangan hingga entah siapa menemui siapa atau siapa kembali kepada siapa untuk menciptakan lagi kebahagiaan yang didambakan oleh masing-masing, kita.
Setenang langit, segaduh ombak. Terjerembab dalam riuh penadah rindu. Bisu #explore #kenjeranbeach #iphonesia #iotd #lateafternoon ☁️🌴
"Yang dia tau hanyalah bahwa dia mencintaiku. Itu saja. Lalu...........?"
"Kita adalah penikmat waktu lalu hanyut dalam deras permainannya. Kita tak ubahnya dua jiwa yang semakin jauh oleh masing-masing kita."
Rindu bisu
Entah apa lagi rencana Tuhan saat diciptakannya air dari langit dan diutusnya menuju bumi. Sore tadi. Sedari matahari masih seperempat naik, aku tak sabar ingin menemuimu. Ah, bukan. Semalaman kamu hadir disini namun ternyata aku yang terlalu pandai membuat kehadiranmu seolah tampak nyata. Hujan semalam menyisakan sejuknya pada tiap lembar daun di seberang jalan. Sial ! Aku merindukanmu. Ingin ku paksa dalam pelukku. Tuhan Maha Pemilik Segalanya. Pun Maha Cipta atas kerinduan beku ini. Ingin ku sayat dada ini karena tak kuasa menahan kuatnya rasa rindu. Tamakkah diriku yang mengharapmu sepanjang hari untuk tetap tinggal ? Akankah ku dengar nyinyiran Tuhan akan kecemburuanNya padaku ? Aku yang masih terpasung dalam sekotak ruang penuh imaji akan wajahmu, terus mengerang menerima paksaan hebatnya rasa. Tidakkah kamu terjaga ? Atau setidaknya sedikit memberikan welas asih untuk memikirkanku lalu sejenak melesak hadir disini ? Seperti rasa yang tak berbalas, aku pun tak mudah memejamkan mata untuk memeluk malam. Aku rakus menginginkanmu. Kekasihku, aku rindu.