Ada 2 ingatan yang ingin aku abadikan di bulan pertama 2026 ini yaitu ketika melakukan sospro dan mengikuti kelas esai. Meski keduanya merupakan aktivitas yang berbeda, namun ada satu benang merah yang membuatku merasa kelak menjadi pelajaran dan investasi berharga, yaitu tentang nilai-nilai yang diajarkan.
Sospro (sosialisasi dan promosi) kampus dilaksanakan selama 3 hari. Selama 3 hari itu aku bersama tim berkunjung dari satu sekolah ke sekolah lain di dua kabupaten di Makassar.
Aku merupakan anggota paling muda di antara 5 anggota yang lain dan paling manusia "biasa" karena mereka, teman timku, semuanya punya jabatan di kampus. Namun, meski begitu aku tak pernah merasa diri rendah berada di antara mereka karena melihat cara mereka memperlakukanku sebagai anak baru dan satu-satunya anggota tim dari suku yang berbeda.
Obrolan-obrolan yang tercipta selama perjalanan aku jadikan ajang belajar untuk menyerap hal baik dari masing-masing mereka. Dari yang serius sampai obrolan random yang mengguncang mobil karena pecah suara tawa. Aku belajar dari bijaksananya si Bapak yang tiba-tiba menawarkan diri promosi di kelas yang sama denganku yang tentu saja membuatku sedikit gugup. Aku belajar dari mereka yang punya semangat belajar dan diskusi yang tinggi, kemampuan retorika (story telling) dan kelembutan dalam menyampaikan maksud tanpa koar-koar. Pesan bahwa jangan pernah ambil keputusan ketika dalam keadaan emosi semoga selalu aku ingat.
Kegiatan kedua adalah menulis esai. Kelas ini berjalan bersamaan dengan masa sospro. Karenanya, aku kurang maksimal mengikuti kelas ini di pertengahan.
Kelas ini rupanya menarik dan menjawab kegelisahan ku selama ini. Terutama mental block yang sering aku alami ketika menulis. Aku pun jatuh cinta dengan cara coachnya menyampaikan materi dan cara pikirnya dia. Serta teman-teman dengan bakatnya masing-masing.
Setelah kelas ini, aku berharap bisa menggarap kembali kumpulan tulisan yang teronggok dalam serpihan yang tak utuh agar menjadi esai yang menarik.











