Cursed you Gen Z for inventing new slangs!

pixel skylines

Andulka

JVL
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Kiana Khansmith
Three Goblin Art

Kaledo Art
styofa doing anything
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Mike Driver
Lint Roller? I Barely Know Her

@theartofmadeline
I'd rather be in outer space 🛸

Product Placement
Cosimo Galluzzi
taylor price

oozey mess
TVSTRANGERTHINGS
DEAR READER
cherry valley forever

seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from United States

seen from United States
seen from Indonesia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Ukraine
seen from Singapore

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@fabulainersia
Cursed you Gen Z for inventing new slangs!
Menjalani Skenario Takdir
Mencengangkan rasanya bila memikirkan bagaimana skenario Allah SWT dapat berjalan. Kalau diingat-ingat kembali, hingga awal tahun 2017 ini tidak pernah terbesit di pikiran saya untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Kala itu, saya masih percaya ungkapan khalayak ramai, bahwasanya “menikah mah harus ada calon dulu, harus punya pacar dan kenal betul orangnya”. jangankan berpikir untuk menikah, membiayai hidup diri sendiri saja masih ketar-ketir.
Setelah melalui perjalanan romansa hidup yang dihiasi jarak dan rasa patah hati, siapa yang menyangka jodoh saya adalah ia yang hanya berjarak 8 km dari rumah, seseorang yang saya kenal sejak masa-masa di bangku SMP dulu. Namun saya rasa disitulah skenario Allah berjalan. Dengan kuasa-Nya, Sang Rabbul Izzati yang Maha Membolak-balikkan hati manusia, saya seolah dituntun menuju ibadah penyempurnaan setengah Diin. Rizki berupa pekerjaan, restu orang tua, hingga restu keluarga terdekat dan kerabat-kerabat di sekitar, Allah permudah seluruhnya. Maka tidaklah ada keraguan sedikitpun ketika di bulan April lalu kami memantapkan diri untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
Satu hal yang amat saya syukuri adalah bagaimana takdir Qadarullah memberikan kelancaran atas pernikahan kami. Sampai-sampai, beberapa kerabat yang terkaget atas berita pernikahan kami banyak yang berucap, “kok, cepet-cepet banget nikah?” “emang udah yakin? ga mau pacaran dulu aja?” hingga “yah kenapa buru-buru? ngumpulin duit dulu atuh mau nikah mah.” Sungguh, keraguan-keraguan tersebut akan terlintas di setiap insan yang hendak melangsungkan pernikahan. Namun, jodoh serta rezeki merupakan salah satu dari Qadar Allah swt, bagian dari rahasia Ilahi. God’s territory. Suatu hal yang ghaib sehingga kepada yang ghaib pula lah kita percayakan perihal tersebut. Bagi saya, menikah bukan perihal mencari jodoh tertampan/tercantik/terkaya, bukan pula menjadi tujuan dan luxury kehidupan yang digapai sebagai tanda kemapanan harta. Bagi saya, pernikahan adalah wahana pembelajaran di antara dua orang yang memiliki satu visi, membentuk keluarga yang saling menyokong satu sama lain. make each other a better person.
Saya teringat kisah Ali bin Abi Thalib ketika ia hendak menikahi Fathimah, putri Rasulullah. Ketika Ali masih mengumpulkan harta untuk membeli mahar dan berniat untuk mempersunting Fathimah, ia kaget saat mendengar kabar Abu Bakar hendak melamar Fathimah. Pikir beliau, Abu Bakar yang merupakan sahabat terdekat Rasulullah, seseorang yang bergelar Ash-Shiddiq, pasti lah lamarannya akan diterima oleh Rasulullah. Namun kenyataannya pinangan Abu Bakar ditolak Rasulullah. Begitupun juga dengan pinangan dari Umar bin Khattab yang datang setelahnya. Adalah Ali yang akhirnya dinikahkan oleh Rasul dengan Fatimah. Padahal Ali tergolong sahabat yang sedikit hartanya. Namun rupanya bukanlah harta atau jabatan yang menjadi parameter kesuksesan pernikahan. Justru dari keluarga yang dipenuhi kesederhanaan seperti Ali dan Fatimah lah, lahir generasi-generasi pemimpin ummat seperti Hasan dan Husein. Subhanallah.
“Hidup itu bagaikan menjadi pelaut. DI kala rintangan berupa ombak, hujan badai, hingga serangan perompak datang, mereka harus tetap berpaku pada patokan mereka yakni rasi bintang penunjuk mata angin, supaya dapat sampai ke tujuan. Begitupun hidup, supaya dapat sampai ke tujuan, maka harus terus berpegang pada patokan hidup. Maka bila tujuan kita adalah akhirat, teruslah ingat akhirat supaya dapat bertahan di kala ujian dan kesulitan hidup melanda” - Mengutip perkataan seorang kawan kepada istrinya (dengan perubahan redaksi)
umm...
Yin and Yang
Lately i have wondering about the concept of good and evil. Humans, with all of their complexity, tends to influence each other so that those who affected will undergo a continual changes. This many influences will eventually leads into one of the two category: a good influence and bad influence, or as i prefer to call; The Light and The Darkness.
We may know the concept of Yin and Yang, a concept which describe how seemingly opposite or contrary forces may actually be complementary, interconnected, and interdependent in the natural world, and how they may give rise to each other as they interrelate to one another. So as long light and darkness keep their balance, it may actually become mutually reinforcing, supporting each other.
But we also know about true nature of light and darkness. If the light gets too bright, it will weaken the darkness, eliminating their existence as if it was never there. So does when the darkness become too powerful, it will diminish the light, slowly fade it away. Either one or the other, it will ends with only one survivor, the strongest influence.
So if we’re putting the light and darkness together, what will the outcome be? will it ends as quid pro quo, providing balance for both of them? or will one of them abolish the other, leaving only one winner? When i’m continuously asking this, i’m getting legitimately terrified by the answer, as i’m keep walking towards one of those paths...
New Elaborately Carved Food Transforms Produce into Works of Art
Sometimes, the only way to help ourselves is by helping others
Tsaar
Assalamu’alaykum!
Setelah libur selama 1 bulan, seperti yang sudah dijanjikan, insyaAllah postingan Serial Khowatir Qur’aniyah akan dilanjutkan kembali di 1 April 2017 (hari ini). Pembahasannya dilanjutkan ke surat An-Nisa.
Di bagian Intro sudah dijelaskan, bahwa surat An-Nisa tema besarnya tentang keadilan dan kasih sayang, khususnya bagi kaum yang lemah. Berikut topik turunannya yang akan di bahas selama maksimal 25 hari ke depan (insyaAllah).
Halaman ini akan di-update untuk ditambahkan hyperlink ke postingan terkait untuk topik yang sudah di bahas.
Intro
Sebab Penamaan Surat
Keadilan sebagai Pendukung Kekhalifahan
Tidak Makan yang Haram
Berlaku Adil kepada Orang yang Lemah Akalnya
Pembagian Warisan
Ketentuan Allah
Bergaul dengan Baik
Perjanjian dengan Istri
Perselingkuhan Wanita
Keringanan Sangsi bagi yang Lemah
Pelarangan Ifrath dan Tafrith
Tidak Menzhalimi Diri Sendiri
Rintangan Berbuat Adil
Allah Tidak Menganiaya
Taat Kepada Allah dan Rasul-Nya adalah Dasar Keadilan
Berperang untuk Melindungi yang Lemah
Pengaruh Media terhadap Keadilan
Bahaya Nifak
Menjadi Orang Baik agar Adil
Mengqashar shalat Bukti Kasih Sayang Allah
Sikap Terhadap non Muslim
Pembicaraan tentang Wanita
Jadilah Kamu Penegak Keadilan
Kezhaliman Ahli Kitab
Penutup
Kami sangat terbuka dengan feedback, kritik dan saran terkait Serial Khowatir Qur’aniyah agar menjadi lebih baik kedepannya. Jika ada yang ingin disampaikan, monggo bisa langsung PM atau email ke [email protected].
Selamat belajar :)
Serial lainnya:
Khowatir Qur’aniyah: Ali Imran
Khowatir Qur’aniyah: Al-Baqarah
Khowatir Qur’aniyah: Al-Fatihah
Khowatir Qur’aniyah: Juz 28
Khowatir Qur’aniyah: Juz 29
Khowatir Qur’aniyah: Juz 30
100 Muslim Paling Berpengaruh 1-76 | 77-100
Alhamdulillah telah selesai pembahasan surat An-Nisaa dari Serial Khowatir Qur’aniyah.
Index pembahasan sudah dilengkapi hyperlink. Mudah-mudahan membantu bagi siapapun yang ingin membacanya kembali di waktu yang lain.
InsyaAllah Serial Khowatir Qur’aniyah akan dilanjutkan ke surat Al-Maidah di tanggal 1 Mei 2017.
Yuk, yang mau nambah ilmu. Nuhun kakanda @wrismawan , semoga barokah dan menjadi amal jariyah. Mau dapet pahala yang sama? Share, itu aja udah cukup :)
Never make a decision in anger. Never make a promise in happiness.
Ali bin Abi Thalib
ゲスの極み乙女。 - シアワセ林檎
Shiawase Ringo, lit. “Happiness Apple”. This song tell a story about the singer, which often feels negative about everything including himself. But suddenly he came upon a moment which, strangely, make him feel happy, things that he rarely experience. This moment make him shy nd blush, which said in one of its verse, “turned myself red like an apple”.
Sometimes this happened to us too. Little things that make us blushing happily, in the middle of negativity we often encounter. Sure, Eternal Happiness (永遠の幸福) would never be achieved, but we need to be grateful for all the happiness we experience, even in a smallest aspect. Because it may change our perspective of life, give it a whole new meaning. I really like Enon’s voice and the solo piano part in this song. One of my favorite song in 2017.
Antara manusia, hewan, dan mesin
Manusia merupakan makhluk yang kompleks. Tak hanya dipandang sebagai makhluk hidup dengan tingkat evolusi terdepan secara bentuk fisik dan sistem tubuh, namun pula terdepan dalam aktivitas otak, pola pikir, dan kemampuan berkomunikasi. Hal ini mengakibatkan perkembangan sosial manusia menjadi kompleks pula, mulai dari dibentuknya kode etik bermasyarakat, tata krama, norma dan etika, hingga hierarki pemerintahan. Hamba rasa hal ini lah yang membedakan manusia dari hewan ataupun makhluk hidup lainnya.
Terikat dalam suatu aturan kemasyarakatan yang ia yakini, manusia tidak bisa mengambil keputusan hanya berdasarkan insting dan keinginan pribadinya semata. Ia harus tetap mempertimbangkan dampak pada masyarakat, norma dan etika yang berlaku, serta hukum dan aturan di tempat ia berada. Semua kompleksitas tersebut dibuat agar tercipta tatanan sosial yang disetujui oleh masyarakat. They still need to abide by the rules.
Namun tak dapat dipungkiri, manusia juga bukanlah mesin yang diprogram untuk dan hanya untuk satu tujuan sesuai keinginan perancangnya. Suatu mesin tidak dapat menjalankan sesuatu di luar apa yang diprogramkan perancangnya, pun memiliki kehendak untuk keluar dari pemrograman yang ada pada dirinya. Manusia tetaplah makhluk yang memiliki kehendak dan perasaan, suatu preferensi tentang keinginan dan ketidak inginan terhadap sesuatu. Maka dari itu, penting bagi manusia untuk memposisikan dirinya, mengukur sehewan dan serobot apakah mereka dalam mengambil suatu keputusan? Supaya pada akhirnya, ia mampu memenuhi kewajibannya sebagai anggota dari suatu penerima kode etik masyarakat namun tetap mempertimbangkan kepuasan pribadinya.
Tentu saja amat mulia bagi yang mampu menghormati kode etik masyarakat yang diyakini, mematuhi dan menaati setiap tuntutannya. Namun manusia bukanlah mesin. Bila ia begitu saja membuang dan mengabaikan hasrat & keinginannya, bukankah kita sama saja dengan membuang sisi kemanusiaan kita?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Setiap manusia sedang pergi menuju kematian dari jalan kehidupan, kecuali para mujahid mereka pergi menuju kehidupan dari jalan kematian”
My Top 5 Songs: February ‘17
As someone who grow up loving music, it’s really hard for me to left music from my life. it’s already becoming a part of me. And, because of my “weird” preferences of music, people around me rarely know any of songs that i listen. So I decide to share some of my fav songs, with the hope of my taste is recognized & enjoyed by others. So here it is, 5 songs that become my favorite this month:
5. Bruno Mars - Versace on the Floor
Tbh, i’m not really a fan of Bruno Mars. I think most of his song has some kind of ‘dirty’ vibe on its lyrics. But still, that doesn’t stop me to listen this song, repeatedly.
4. Goose House - Bokura Dake no Toushindai ( 僕らだけの等身大)
This song is definitely the most uplifting song in 2017! One of my trump card whenever i feel down and gloomy.
3. Gesu no Kiwami Otome - Watashi Igai Watashi Janai No ( 私以外私じゃないの)
Gesu no Kiwami Otome is definitely one of my favorite band from Japan. It has all element of my favorite music: Rap, some choir, and coherence between musical instrument. If you happen to loving this song, you might wanna check their Youtube channel. All of their song is exquisite.
2. Man With A Mission - Dead End in Tokyo
Here’s come some upbeat song. MWAM is back with their single, Dead End in Tokyo. Since MWAM is one of my fav rock band, this song is automatically became my fav too.
1. DAOKO - Suisei (水星)
I know it’s an old song, and i just found this precious gem recently. From every Daoko songs i ever heard, this one is arguably the best from her. Such a sweet melodic voice from the 19 y/o.
If you like any of these songs, feel free to visit my Spotify playlist. Mucha Gracias.
Don't fly too high. Because when you fall down, it's painful
Vladimir Vujovic, cited from Simamaung twitter account.
Merespon Ujian Hidup
Bila kita membaca sejarah perjuangan Rasulullah SAW, kebanyakan ahli sejarah menyebutkan bahwa salah satu peperangan terberat yang pernah dihadapi oleh ummat muslim saat itu adalah perang Khandaq. Pada saat itu, kota Madinah dikepung oleh persekutuan antara kaum Quraisy, kaum Yahudi, serta bani-bani arab di sekitar Mekah dan Madinah dengan jumlah tentara mencapai 10 ribu pasukan selama hampir 1 bulan.
Pengepungan tersebut tak hanya memberikan teror bagi ummat muslim di dalam kota Madinah, namun juga memutus jalur perdagangan ke Madinah sehingga stok pangan disana sangat menipis, padahal dalam kondisi ini mereka harus membuat parit yang cukup besar untuk mencegah tentara kafir masuk ke kota Madinah. Dalam suatu riwayat disebutkan, ada dua orang sahabat yang menghadap Rasulullah ketika beliau sedang menggali parit. Kedua sahabat ini meminta makanan kepada Rasul sambil memperlihatkan perutnya yang diganjal sebuah batu. Namun alih-alih memberikan makanan, Rasulullah menyingkapkan pakaiannya dan memperlihatkan dua buah batu yang mengganjal perutnya. Suatu gambaran betapa beratnya perjuangan dan kondisi umat muslim saat itu.
Saking mencekamnya keadaan madinah pada saat itu, apabila ummat muslim saat itu diperintahkan untuk murtad, maka mereka akan murtad saat itu juga. Sebagaimana disebutkan pada QS Al-Ahzab ayat 14:
[33:14] Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya; dan mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat.
Singkat kisah, perang Khandaq diakhiri dengan turunnya pertolongan Allah berupa angin topan dan bala bantuan yang tidak terlihat yang menerpa dan menyerang kamp-kamp pasukan kafir. Kejadian ini diabadikan pada QS Al-Ahzab ayat 9:
[33:9] Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni'mat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.
-------
Ada satu hal yang perlu dicermati dari kisah perang Khandaq, yakni bahwa pertolongan Allah tidaklah datang begitu saja, namun didatangkan setelah hampir 30 hari Madinah dikepung oleh 10 ribu pasukan kafir. Tentu saja, Allah sebagai Ar-Raqiib (Maha mengawasi) dan Al-Waliyy (Maha melindungi) pasti memiliki kemampuan untuk mendatangkan bantuan kapan saja. Namun mengapa pertolongan tersebut tidak Allah datangkan segera? Ulama berpendapat bahwa jawabannya ada pada akhir potongan ayat Al-Ahzab ayat 9:
[33:9] ...Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.
Sungguh, pertolongan Allah berada di atas kuasa segala makhluk-Nya. Namun apalah tujuan dari suatu ujian bila ia tidak memberikan dampak bagi penerimanya? Ulama meyakini bahwa penundaan datangnya pertolongan tersebut tidak lain adalah untuk melihat sikap atau respon ummat muslim dalam menghadapi cobaan, sehingga pada akhirnya akan terlihat mereka yang benar-benar kuat imannya dan mereka yang lemah serta mudah tunduk pada godaan syetan.
-------
Tentu setiap manusia memiliki problematika kehidupan yang terasa berat untuk dihadapi, namun bukan berarti kesulitan tersebut menjadikan diri pasrah kepada hawa nafsu. Karena sungguh, setiap manusia pun sadar bahwa setiap perbuatan yang datangnya dari nafsu tidak akan pernah menjadi solusi. Marilah berlatih untuk merespon cobaan serta ujian hidup yang dihadapi tidak dengan apapun melainkan dengan dua hal, yakni memohon pertolongan kepada Allah dan berikhtiar semaksimal mungkin. Wallahu a’lam.
[2:286] Sungguh, Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...
It's not the words that drives people, but rather the actions
Tsaar
This is art
spot the difference
S A M E