This is a reminder that it’s okay if you don’t have any super close friends. Nothing’s wrong with you. You’ll find your people eventually, you just gotta wait a little bit. It’ll be worth it
NASA

No title available
wallacepolsom

@theartofmadeline

PR's Tumblrdome
No title available
he wasn't even looking at me and he found me
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

JVL
Claire Keane
will byers stan first human second
cherry valley forever
Cosimo Galluzzi
Lint Roller? I Barely Know Her
Sweet Seals For You, Always
$LAYYYTER
todays bird
noise dept.

Kiana Khansmith
occasionally subtle

seen from Brazil

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Albania

seen from Bangladesh

seen from United Kingdom
seen from Colombia

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Sweden
@fadhiilahputrii
This is a reminder that it’s okay if you don’t have any super close friends. Nothing’s wrong with you. You’ll find your people eventually, you just gotta wait a little bit. It’ll be worth it
Yaa terkadang berjalan dia air terlalu tenang pun membosankan, kamu menyadari itu? Itulah masalah kita
Polaris
girlfriend quotes
Bersyukurlah.
Bahkan ketika segala sesuatunya terasa begitu sempit dan ingin dikeluhkan.
Sebaik-baiknya tempat membagi segala rasa adalah Yang Maha Membolak-balikan hati.
Sebab selama dia masih manusia, dia juga punya hati yang mungkin diselimuti ‘penyakit hati’.
Masih ada sebagian hatiku yang takut kehilanganmu
Polaris
Social’s Battery
Bagi sebagian orang yang percaya dirinya Introvert seringkali terpenjara persepsi oleh anggapan baku kalau mereka bukanlah orang yang baik dan dapat diterima dalam keriuhan lingkungan sosialnya. In case, banyak juga yang percaya kalau diam adalah salah satu istilah paling mewakili dalam benak mereka, dan tenggorokan tak bernada adalah pilihan terbaik yang mereka punya.
But hey, kalau dipikir-pikir ulang, si Introvert ini sebenarnya punya peluang yang bagus untuk setidaknya tak langsung percaya pada persepsi kebanyakan. Si label pendiam ini ternyata bisa hidup dengan normal, bisa sering-sering senyum, nyengir, bahkan terbahak-bahak layaknya harta karun yang selama ini dimiliki oleh si Ekstrovert.
Mengekspresikan sesuatu, tentu butuh tenaga. Seringkali yang paling mudah adalah dengan bicara, karena yang paham akan bahasa kita toh sesama manusia juga. Pandir rasanya, kalau pada akhirnya Introvert terlalu membuang bagian dari jatah normalnya untuk berbicara. Kenapa tidak? Barangkali hanya tidak terbiasa, dan ada sedikit rasa tak nyaman yang sebetulnya gejala biasa. Kalau perlu tersenyum dan tertawa, maka lakukanlah sebisanya. Berusahalah ‘lebih keras’ untuk mengekspresikan kebahagiaan, jangan cuma duduk diam dengan nyaman.
Tapi. Ya. Ternyata ada semacam baterai jiwa di dalam seorang Introvert. Apakah kalian merasakan juga?
Setelah waktu-waktu panjang yang dihabiskan dalam keramaian, maka suatu kali akan tersadar bahwa kita akan jadi cepat lelah dan ingin bersegera pergi ke ruang tersepi. Entah, semacam habis baterai saja, karena bersosial seperti biasa pun membutuhkan banyak tenaga. Dan rasakan pula ada ruang kosong yang menganga dalam ketidakbiasaan itu, meminta untuk segera diisi dalam sepi, persis seperti baterai yang sudah dipakai seharian secara rodi.
It drains so much, do you feel it, too ?
Melelahkan, sekalipun menyenangkan. Setelah ramai itu usai, maka si Introvert akan pulang dengan mulut yang bungkam. Mengisi lagi tenaga batin yang seringkali orang tak mengerti, bahwa ada semacam privasi di dalam privasi yang tak bisa orang tembus dan masuki.
Maka pulanglah, isi bateraimu. Bersepilah. Kawanilah buku buku dan puisi. Atau cara nyamanmu yg lain lagi. Selamat merekonstruksi.
-miftahulfk
Karena bagi bumiku–kamu itu kembang api.
Yang bikin rasa meledak untuk kemudian bikin kagum, namun hanya sekejap dan menghilang begitu saja.
Lalu, aku dipaksa untuk siap kecewa menerima, bahwa–
segala yang indah memang selesai dengan cepat.
– @cindyjoviand
Kamu tetaplah seperti itu, menjadi sesosok tangguh yang aku kenal. Tetaplah tersenyum, walau bukan aku lagi yang melengkungkannya. Tetaplah berbahagia, walau bukan bersamaku lagi.
- Alf.
If you’re an introvert, follow us @introvertunites
Kenapa Kau Kembali?
Kenapa kau selalu kembali ketika mengetahui bahwa hatiku akan selalu lagi dan lagi Menerimamu Memaafkanmu.
Padahal aku tahu kau tak pernah tahu betapa menyakitkannya semua itu untukku. Menyadari bahwa aku selalu luluh. Menjaga hatiku dari orang-orang baru hanya karena berpikir suatu saat akan ada waktu di mana kau akan kembali ke pelukanku.
Kenapa kau selalu kembali? Jika pada akhirnya tetap selalu pergi. Tak pernahkah kau berniat untuk tinggal lebih lama dari kata selamanya?
Kenapa kau selalu kembali? Dan kenapa aku masih saja tetap peduli?!
Strangers
Seperti lambaian tangan. Kau seperti sedang menghapus pelan-pelan tiap kenangan. Di hadapan kepergian itu, seakan semua menjadi berhenti termasuk waktu. Sakit hatiku menggelegar namun kau tak mendengar.
Waktu kembali berjalan tepat di langkah pertama kita tak pernah lagi saling mengirimkan pesan. Aku sadar, mulai sekarang tidak akan ada hari di mana aku merencanakan waktu untuk bertemu denganmu lagi.
Tidak ada lagi masa depan itu. Masa depan yang dulu dengan sombongnya selalu kita rencanakan seakan perpisahan adalah sesuatu yang jauh dari nyata. Kamu berhenti peduli keadaanku, hari-hariku, apa makan siangku, dan ke mana saja aku pergi hari ini ketika tidak ada kamu.
Namun yang paling utama, Kau berhenti menjadi milikku, Dan kita memulai kembali ke satu titik yang sering mereka beri nama dengan, orang asing.
Ya allah i don’t know why but please take him back to me, i really miss him
Pada suatu sore hari, temanku bertanya, “Apakah kamu masih menyukai dia? Walaupun sudah lama sekali semenjak kalian putus.” Aku hanya bisa tersenyum pahit. Lalu aku membalas dengan bertanya, “Apakah kamu berhenti menyukai sebuah buku setelah kamu selesai membacanya?”
Just because it is over, it doesn’t mean you stop loving that person. You still love that person. Even though, you shouldn’t. // A. W. (via surat-pendek)
Clear your mind here
Usai Sebelum Dimulai
Setiap kali kau menyebut namanya, sialnya hatiku menjadi tak karuan. Mengetahui kau tak pernah menaruh rasa padaku saja, aku sudah berantakan. Lalu sekarang aku harus pura-pura menampilkan senyumku di tiap namanya muncul dan kau seperti bahagia menceritakannya.
Aku tau ini bukan salahnya jika ia menjadi pilihanmu. Pilihan orang yang aku pilih dari semua yang mencoba datang dan meminta hatiku. Mungkin kau menemukan bahagia yang selama ini kau cari yang tak kau temukan ketika bersamaku. Dan harus sehancur apa lagi aku untuk mau mengakui bahwa aku tak memiliki sesuatu yang bisa membuatmu merasa nyaman untuk memilihku.
Ini bukan salahnya, pun aku tak menyalahkannya. Karena biar bagaimanapun ini tetap kesalahanku.
Kita, adalah sesuatu yang harus berakhir. Yang padahal belum pernah dimulai sama sekali.
Kamu bingung kenapa semakin akhir mendekati akhir, semuanya terasa berat? Seperti skripsimu yang berat itu, kenapa kau baru menghadapinya di akhir kuliah? Jangan bingung. Hidup itu cuma permainan. Dan di dalam permainan, lawan terberat memang selalu berada di akhir, bukan di awal. Kalau belum kuat, bukan menyerah, tapi kuatkan diri. Menyerah itu bukan bagi orang lemah, tapi bagi orang-orang yang tidak mau berusaha.
(via choqi-isyraqi)