Seperti Layaknya manusia lain, tidak yang abadi. #MemoryofMe https://www.instagram.com/p/Bt--n3yAXodU9g783zgLZ68VjKlR4xIFMO1EBg0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=6o4n4op4ltjr
Fieri Frames
The Stonewall Inn
Sade Olutola
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Origami Around
No title available
$LAYYYTER
No title available
🩵 avery cochrane 🩵
hello vonnie
I'd rather be in outer space 🛸
todays bird
No title available
ojovivo

gracie abrams
No title available
cherry valley forever
occasionally subtle
Claire Keane
Cosmic Funnies
seen from Ukraine

seen from Malaysia

seen from TĂĽrkiye

seen from Germany
seen from Thailand
seen from Canada
seen from South Africa

seen from Brazil
seen from Japan
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Spain
seen from Saudi Arabia
seen from South Korea
seen from Vietnam
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Ukraine
@fahmiidris09-blog
Seperti Layaknya manusia lain, tidak yang abadi. #MemoryofMe https://www.instagram.com/p/Bt--n3yAXodU9g783zgLZ68VjKlR4xIFMO1EBg0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=6o4n4op4ltjr
Destrupsi Rasa dan Keyakinan Rasa ada salah satu indra manusia yang sangat abstrak dalam memposisikannya, namun terkadang kita salah mengartikan apa yang ingin di sampaikan olah sang pemberi rasa, maka daripada itu harus ada bumbu keyakinan yang harus kita libatkan kedalam menanggapi rasa itu dan membawa fikiran kita dalam menganalisis rasa itu. Sebegitu rumitkah menanggapi sebuah rasa, ya memang serumit itu menggambarkan sesuatu hal yang tak terlihat, coba gambarkan bentuk air sebenarnya........ (To be continue) (di Special Region of Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/Bt4x6qQA2wd1dUiJlg2jQeuixEPXONacYn4aXY0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1w4bnzsz82afl
Sesi Baru di Serial Podcast Cerita Mahasiswa. Berbagi opini dan keresahan antar sesama pesakit agar tercipta rasa yang sama antara kita. Mwehehe #podcastindonesia #podcast #spotify #anchor #sharingiscaring https://www.instagram.com/p/BtluQWoHY1kR15DI3PnA3ISKA_f00gTpb4JKdA0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=14lwig46prxyh
Don’t blame something
Terkadang aku terdiam dan memikirkan banyak hal yang telah aku lakukan dan semua planing yang aku sedang buat dan rencanakan, dan dalam diamku itu terkadang aku menyalahkan diriku atas segala kebodohanku yang di sengaja atau tidak di sengaja. apalagi jika perbuatanku melibatkan orang lain, pasti pikiranku kemana-mana dan bingung untuk melakukan apapun setelah itu. entah itu sebuah penyakit psikologis atau bukan karena belum pernah kuperiksa tapi mungkin bisa jadi ini menjadi sebuah pelajaran bagi teman-teman sekalian.
Boleh saja kita merasa bersalah atas apa yang kita lakukan namun jangan terlalu berfikiran negative terhadap hal itu terlalu dalam karena itu akan memperdalam rasa kecewa pada dirimu dan membuat dirimu tidak bisa melngkah kedepan lebih jauh. mungkin sulit untuk menjalaninya namun kita harus lebih sering melihat dampak positif yang di timbulkan dari yang kita lakukan . minimal hal postif itu adalah kesadaran dirimu sendiri bahwa ini adalah sebuah kesalahan dan tidak mengulanginya lagi di kemudian hari.
Mungkin kebiasaanku ini kan sulit di hilangkan atau pun jika ingin di hilangkan membutuhkan waktu dan proses yang lama, namun aku sedang memperjuangkannya, memperjuangkan untuk tidak berfikir negatif terhadap apa yang telah kulakukan tapi akan terus berfikir apa hal baik yang harus sering aku lakukan.
Mohon do’anya teman-teman supaya aku istiqomah dalam berusaha
the best motivator than any motivator in the world for you is yourself indeed
Muhammad Fahmi Idris
Aku Kudu pie...
Di suatu tempat perbelanjaan di tahun 2014 ketiga sedang mencari sesuatu yang harus di beli
Me: eh itu ada snack namanya bagus lho..
Someone: apa ? dimana ?
Me: itu di sana.. (sambil nunjuk sesuatu)
Someone: ohh ini, tini winie bitie
Me: iya bagus kan yaa. lucu gitu
Someone: yaudah besok aku harus punya anak kembar tiga terus aku kasih nama itu deh..
Me: eeee......
Dan seketika itu kita diam dan melanjutkan mencari sesuatu
Motivator terbaik bagi dirimu adalah dirimu sendiri
Muhammad Fahmi Idris
Jangan Batasi Kesabaran
Sering kita dengar kalimat “Sabar itu ada batasnya” yang pada akhirnya mendasari seseorang ketika dia marah terhadap seseorang atau sesuatu, padahal batas dari sabar itu sendiri adalah dirinya sendiri yang membuat. seseorang bisa jadi terus menerus menahan segala amarah yang dia rasakan dan terima dan tidak memunculkannya namun di salurkan dengan cara lain selain marah itu sendiri, tergantung bagaimana dia memanajemen kemarahannya atau emosinya secara keseluruhan,
pernah dengar cerita seorang lelaki tua buta yang miskin namun tetap bersyukur kepada tuhannya (cari di Google), dalam kisah itu menceritakan betapa tidak ada batasnya sebuah kesabaran, hanya saja kita yang tidak bisa memanajemen emosi dan ingin ada yang di persalahkan untuk apa yang kita lakukan, manusiawi sih tapi jangan keseringan yak
setiap masalah pasti ada tingkatannya namun secara rasional kita sebagai manusia di beri kemampuan akal untuk menyelesaikan masalah apapun yang terjadi,namun jangan heran pula karena kita di ciptakan hati untuk bisa merasakan empati yang tidak di munculkan oleh sifat rasional kita, nah seharusnya yang kita batasi hal itu. mencampurkan antara sifat rasional dan perasaan kita dan juga hubungan sosial kita, karena kekuatan hubungan sosial kita juga mempengaruhi tinggat kecakapan kita dalam menyelesaikan sebuah masalah
solusi dalam mengatasi batas kesabaran yang semu ini adalah kita harus sering membuat rasionalisasi pada diri sendiri “kenapa kita harus marah ?“ pertanyaan ini yang membuat kita berfikir lagi sebelum marah dan mengurungkan marah itu sendiri pada akhirnya, mungkin segala sesuatu yang terjadi kepada kita di sebabkan oleh diri kita sendiri bukan orang lain.
ingat ya teman-teman bahwa sabar itu ngga ada batasnya, memang kita tidak bisa lepas dari salah sifat emosional manusia yaitu marah namun kita bisa melampiaskannya dengan berkegiatan lain untuk meredamnya.
semoga hari ini menyenangkan ya teman-teman
Muhammad Fahmi Idris
You put in yourself in strugle but you forget to put in yourself to think
Muhammad Fahmi Idris
Menjaga seseorang yang kita cintai tidaklah harus berada di dekatnya namun do'akan dan bersabarlah karena semua memiliki waktunya
Muhammad Fahmi Idris
Mencintai seseorang memang membutuhkan perasaan yang baik dan teratur, namun bersiaplah pula untuk dicintai karena itu lebih banyak membutuhkan keteraturan dan kesiapan perasaan yang baik
Muhammad Fahmi Idris
Tentang “DIA”
Setiap kita bekerja selalu memiliki tujuan yang akan menuntun kita dengan jalan apapun yang kita miliki, setiap langkah dan setiap gerak kita di dasari oleh sesuatu yang kita tuju. namun seringkali tujuan itu menghasilkan beberapa hal yang tidak kita duga dalam perjalanannya, seperti Gagasan baru, teman baru, worldview baru hingga bertemu seseorang yang baru. inilah awalku bertemu DIA, iya dia yang selalu membuatku berfikir tentang “Mengapa?”
di dalam tulisan ini mungkin aku tidak akan membuka banyak hal terkait dia yaa. karena banyak cerita yang selalu tercipta dari hal paling sedih hingga paling menyenangkan namun semua bisa kita korelasikan dengan bagaimana cara tuhan mempertemukan kita dalam beberapa hal, menyatukan kita dalam beberapa pemikiran dan merespon beberapa do’a yang aku minta. satu hal yang harus di garis bawahi oleh yang membaca tulisan ini
Setiap manusia diciptakan dari segumpal tanah, gumpalan itu berasal dari gumpalan besar yang di ambil tuhan sebagian untuk menciptakan kamu dan bagian lainnya untuk menciptakan orang lain untuk kita dapat bersosialisasi di bumi tempat kita bernaung, maka seyogyanya manusia merupakan makhluk sosial
seyogyanya makhluk sosial akupun beradaptasi dan bersosialisasi dengan banyak orang, walaupun aku merasa bahwa diri ini mempunyai sifat introvert namun dalam beberapa hal aku merasa seorang yang mudah bergaul dan senang dalam bersosialisasi. kecenderungan menyukai kesendirian akan muncul ketikan aku berada dalam situasi sepi dan tidak ada teman yang di ajak berbicara mulai memikirkan banyak hal dan selalu berakhir dengan pertanyaan “Mengapa aku hidup ?”. cara pandangku mungkin untuk beberapa orang di katakan unik, bahkan untuk diriku sendiri yang melihat orang lain aku menganggap diriku berbeda cara pandangku dengan orang lain, tapi pada akhirnya itulah aku.
mungkin untuk memulai tulisan ini sudah cukup, kalo ada pembaca yang tertarik tentang dia ataupun tentang aku, tunggu tulisan-tulisan saya aja ya di platform ini, mungkin sekarang-sekarang ini aku akan sering menulis itupun untuk mengisi waktu luangku sembari menyelesaikan tugas akhirku ya.
Bye..Â
Muhammad Fahmi Idris