TULIS SAJA APA YANG DIINGINKAN Jika tidak salah, ketika kelas XI MA atau setara dengan kelas XI SMA dalam bukuku kutulis tentang semua keinginanku. Hal itu bukan karena naluri, tapi karena setelah membaca buku motivasi yang kupinjam dari guruku yang bernama Nihla. Dan tadi saat aku bertemu dengan orang-orang hebat, bukan kali ini saja. Tahukah jika salah satu dalam tulisan itu aku tulis “ingin bertemu motivator” ketika aku lulus, tulisan itu kupindah di dinding kamar kosku. semua keinginanku tertulis di situ. Banyak sekali impian yang kutulis, jika memang ketika tadi seminar salah satu motivator mengatakan yang notabennya yang dijadikan sebagai contoh adalah seorang mahasiswa yang juga menulis semua keinginannya di buku. Tulisan yang berawal dari mimpi lama kelamaan akan tercoret. Berarti hal itu sudah ia gapai. bersambung dengan motivator pertama yang bernama Ir. Hadjar Seti Adj, MEngSe, muncul motivator ke-tiga. Beliau adalah Cristian Adrianto. Tak kalah juga dengan apa yang dipaparkan motivator pertama, jika saya bisa menyambungkan, semua butuh cara. Beliau berakata “Harus punya impian besar, dan cari tahu caranya!” Kita disuruh mempunyai impian yang besar, lalu mencapainya dengan cara yang awalnya sendiri kita tidak tahu. tapi kita punya otak untuk berpikir. Satu hal lagi yang selalu saya ingat, kesuksesan seseorang tak lain karena mereka dekat dengan Tuhannya. Saya mempunyai hobi stalking, apa yang saya stalking? orang-orang hebat yang bisa saya curi ilmunya, yang mana awalnya saya mungkin tidak mengetahuinya. Robi Afrizan Saputra, beliau adalah penulis muda yang mempunyai prestasi luar biasa, ketika saya telusuri lebih dalam lagi, ternyata beliau bisa saya katakan. Sholat Sunnah dengan kesibukannya saja beliau lakukan. terlihat dari postingan beliau yang mengingatkan tentang sholat dhuha. Tak kalah hebat, pemain bulu tangkis Indonesia. saya juga termasuk orang yang suka dengan permainannya. Tontowi Ahmad. Karena memang saya suka stalking, karena dengan stalking, saya dapat ilmu yang mungkin belum saya dapat. Lagi-lagi beliau adalah orang yang hubungan dengan Tuhannya pun terjaga. Jika boleh saya simpulkan, dan ini juga saya dapat dari seminar tadi oleh Bapak Hadjar, hubungan dengan Allah pun harus ada, hubungan dengan manusia pun juga tak kalah hebatnya. Siapa yang menciptakan sukses? Kita sendiri atas kemauan kita yang berharap kepada Allah sebagai pengatur skenario kehidupan. Banyak impian yang saya tulis dalam buku saya, bahkan mungkin juga tertempel di dinding kos saya. Harapan yang entah kapan terwujudnya, tapi jika keyakinan ada dan tekad untuk menggapainya ada kenapa tidak bisa? bertemu dengan orang-orang yang berpengalaman. Bukan motivator saja, mungkin orang yang kukenal hanya lewat sosmed itu adalah jawaban dari setiap doaku yang tertuang dalam tulisan. Kalian semua, orang-orang yang aku kenal. Baik melalui pertemuan langsung maupun tidak, kalian semua adalah orang-orang yang dikirim oleh Allah untuk menlengkapi jalan kehidupan saya. Terima kasih telah mau membantu di setiap kesulitan yang ada. kata Bapak Cristian adalah “ Jika tidak bisa, maka tanyakan yang bisa” saya berpikir, jika saya sudah bisa dalam ranah hal tersebut, dan saya tidak mencoba hal lain. Mungkin bisa saya katakan jika saya akan keluar dan lulus dengan ilmu itu saja tanpa ada ilmu yang lainnya. Bukankah memang seperti itu? simple-nya “Keluar dari zona nyaman” Terima kasih kepada orang-orang yang telah masuk dalam kehidupan saya, yang akan mengantarkan saya kepada jalan kesuksesan. Aamiin... :)