“Tidak semua orang ditakdirkan menjadi spesialis. Beberapa dari kita adalah jembatan, penghubung, dan pencipta arah baru.”
Dulu Aku sekolah ambil jurusan keagamaan, dan saat Aku mau lanjutin kuliah di jurusan yang sama, ternyata jalannya malah membawa Aku ke lain arah. Masuk ke jurusan Komunikasi. Semenjak itu, terlalu sering aku mendengar "Sekolah jurusan keagamaan kok lanjutinnya nggak nyambung, sayang banget ilmu nya".
Lalu akhirnya Aku ketemu senior dan saat beliau tahu bahwa Aku dari jurusan keagamaan (di sekolah) lanjut ke jurusan komunikasi (di kuliah) jawaban beliau adalah "lengkap dong ya, ilmunya saling melengkapi, dasar agamanya punya, terus nanti bisa nyampein lewat komunikasi yang baik" mulai dari situ, Aku akhirnya punya pandangan baru. Bahwa selama ini ilmu ilmu itu nggak akan sia sia dan hilang gitu aja, tapi justru ada di dalam diriku dan saling melengkapi.
Begitu pula dalam karir yang Aku jalani di 5 tahun belakangan ini. Dari mengajar, marketing wedding, mengelola outlet, jadi pelatih renang—semua itu bukan loncatan acak, tapi proses eksplorasi.
Justru aku menemukan arah di tengah jalan yang tidak lurus, menyadari bahwa perjalanan karierku tidak seperti garis lurus yang sering diceritakan dalam seminar-seminar motivasi. Aku memulai dengan mengajar selama dua tahun, lalu masuk ke dunia marketing gedung pernikahan, dilanjut dengan mengelola outlet burger dan menjalankan bisnis kecil, sambil menjadi pelatih renang dan kini aku sedang mengambil S2. Jika dilihat sepintas, semuanya tampak tidak nyambung. Tidak ada satu jalur yang konsisten, tidak ada satu bidang yang kutekuni sejak awal.
Ada masa-masa di mana aku mempertanyakan: Sebenarnya, aku sedang membangun apa?. Rasa khawatir itu semakin besar ketika aku sadar bahwa aku tidak punya gambaran pasti untuk masa depan. Aku tidak sepenuhnya yakin ingin melanjutkan bisnis, tapi juga tidak merasa cocok kembali menjadi karyawan penuh waktu. Tidak yang Aku benar benar ahli.
Namun, perlahan aku belajar melihat dari sudut yang berbeda. Aku mencoba untuk melihat dari sudut lain:
Guru (2020-2022, 2 tahun): skill komunikasi, empati, leadership, dan adaptasi dengan individu.
Marketing wedding (2022-2024, 2 tahun): memahami pasar, komunikasi persuasif, kerja dengan tekanan, kreatif menyusun campaign.
Mengelola outlet burger (2024-...., Tahun pertama): problem solving harian, manajemen tim, logistik, dan pengambilan keputusan cepat.
Pelatih renang (2024-......, Tahun pertama): disiplin, membimbing orang, motivasi personal, membaca kebutuhan individu.
🔗 Benang merahnya: Aku membentuk skill komunikasi, leadership, service orientation, keahlian mendukung orang lain berkembang dan fleksibilitas lintas konteks.
Bahwa justru dari berbagai pengalaman ini, aku sedang membentuk sesuatu yang lebih luas dari sekadar profesi: aku sedang membangun diri. Dari mengajar, aku belajar membimbing melihat berbagai cara orang lain memahami dan memaknai sesuatu. Dari marketing wedding, aku belajar membangun kepercayaan, negosiasi, dan menyusun kedisiplinan target. Dari mengelola outlet dan bisnis, aku belajar mengambil keputusan, menghadapi risiko, dan membaca trend serta peluang. Dari menjadi pelatih renang, aku belajar fokus, dan membangun kedekatan yang personal dari berbagai karakter.
Kini aku sadar, bahwa karier bukan soal menemukan “satu jalur yang pasti”, tapi soal membentuk arah yang sesuai dengan nilai dan gaya hidup yang ingin aku jalani. Aku mulai menyusun ulang pandanganku: aku ingin pekerjaan yang memberi ruang untuk tumbuh, yang tidak membatasi kreativitas, yang membuatku tetap terhubung dengan orang lain, tanpa harus kehilangan kendali atas waktuku sendiri. Dan bukan hanya jalurnya, tetapi juga naik turunya, karir tidak selama nya naik, perjalanan ini justru yang terunik, kapan saja kita 'merasa' turun karena berpindah dari profesi tertentu, sebetulnya disitulah ada titik tumbuh baru. yang selalu Aku pertimbangkan: earn atau learn, both are good.
Pada akhirnya, apapun itu profesinya, Aku memulai dengan bertanya:
Apa nilai utama yang Aku pegang dalam pekerjaan?
Gaya kerja seperti apa yang Aku inginkan?
Skill apa yang ingin Aku perkuat sehingga dapat Aku bawa ke depan untuk lebih bermanfaat dan mengisi yang sedang dibutuhkan sosial?










