I Want An America Where Overseas Manufacturers And Oil Cartels Can't Destroy Our Right To Shoot Brown People.
todays bird

❣ Chile in a Photography ❣
cherry valley forever
h
NASA
almost home
trying on a metaphor
YOU ARE THE REASON
Alisa U Zemlji Chuda
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

roma★

Andulka
hello vonnie
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Discoholic 🪩
Sweet Seals For You, Always
Game of Thrones Daily
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
dirt enthusiast
we're not kids anymore.

seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Germany

seen from Singapore
seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
@feldrajimge1981
I Want An America Where Overseas Manufacturers And Oil Cartels Can't Destroy Our Right To Shoot Brown People.
kalau kamu prioritas, ya dia online untuk chat kamu walau sekedar ngabarin, kalau online tp nda ngabarin kamu ya tau diri sendiri ☺️😇
Seperti itukah dia yang kau pertahankan ? yang mengataimu taik, anj*ng, dan segala macam ?? yang menyuruhmu melakukan sembarang hal demi kesenangan dirinya ? duniamu terlalu sempit untuk mempertahankan orang seperti dia, cintaku~
legowo~
kesalahan manusia yang kadang terlalu mencintai milik orang lain :"D
tak perlu kau bimbang sayang, bersamaku tidak jelas, sedangkan bersamanya hidupmu sudah jelas. lalu apalagi yang membuatmu ragu?
untuk hubunganmu dengannya lagi baik ataupun lagi buruk, aku hanya bisa menerima semuanya. baik baik kau dengannya, tak apa dengan diriku, itu sudah biasa
baiklah, aku akan melepasmu dengan senyuman, tapi jangan datang lagi dengan kesedihanmu, kau harus bahagia bersamanya sama saat bahagiamu bersamaku~
kau terluka karena kau telah memberikan seluruhmu padanya~ jika memang masih ingin bersamanya kembalilah padanya, aku akan melepasmu dengan senyuman tapi jangan datang lagi dengan kesedihanmu, kau harus bahagia bersamanya sama saat bahagiamu bersamaku~
dibalik rasa terlukamu, aku lebih dahulu merasa terluka, mengetahui seluruhnya, mengetahui kau masih mencintainya yg dulu, mengetahui kau masih sering membuka akun dia yang dulu, masih sering menatap fotonya yg dulu, masih sering mencari infonya yg dulu. mungkin dialah yg terindah untukmu, jika harus melepas, takpapa aku sudah terlatih kok
Cerpen : Aku Meracau Lagi.
Apa orang yang sedang patah hati suka meracau? Apa cuma aku yang begitu?
Pagi ini adalah pagi yang berjalan paling lambat dalam hidupku. Setidaknya dua puluh lima tahun ini. Detik demi detik terasa begitu lama berganti. Baru kali ini aku merasa kehilangan yang sebegininya. Kehilangan itu bernama perpisahan. Perpisahanku dengan perasaanku sendiri. Dan entah keberanian macam apa yang merasukiku, aku justru menantang perpisahan itu. Aku datang menghadapinya.
Klasik. Sebenarnya kisahku klasik. Mungkin kamu yang sedang mendengar racauanku akan berkata demikian karena kamu tidak mengalaminya. Ini memang seperti drama-drama kemarin sore yang diseruput bersama teh manis hangat berlatar hujan dan suaranya yang mengguyur tanah serta pepohonan sekitar.
Perpisahan itu memiliki nama lengkap : Aku Ditinggal Menikah oleh Perempuan yang Aku Sukai. Dan entah hatiku ini terbuat dari apa, aku justru datang di akad nikah dia-yang-beberapa-bulan-lalu-kuajak-menikah. Ternyata aku saja yang terlambat datang. Tidak tidak, maksudku aku saja yang terlambat menseriusi ajakanku.
Nafasku berat, tidak sekali dua kali. Tak tahu sudah keberapa kali pagi ini. Aku datang. Hari ini aku datang. Hari ini, di hari aku merasa lebih rapi, lebih tegap, dan lebih berani dari biasanya, aku justru merasa rapuh di luar biasanya. Sebenarnya aku sudah mencoba merelakan tiga bulan terakhir ini, tapi nyatanya tak semudah itu. Ikhlas itu susah bukan main, pantas saja dijanjikan-Nya balasan yang berlebih.
Aku sudah menyibukkan diri, aku sudah lanjut bekerja, aku sudah berhenti memikirkan dia. Hanya saja ada retak yang takhenti disini. Sepertinya lara itu terus berdegup. Ah! Potongan-potongan kenangan itu hilir mudik di ingatanku. Persis seperti arus mudik lebaran. Padat merayap. Mungkin ini karma, karena aku terus mengelak bahwa sejak kudengar kabar darinya bahwa dia akan menikah dengan orang lain…aku sedih, sedih sekali :)
“Tapi yang berjuang bukan cuma kamu saja Dit.” Katanya tempo hari saat aku bilang aku benar-benar ingin menua bersamanya. Nah kan, percakapan itu datang lagi, mondar-mandir di benakku.
“Mmm..tapi aku nggak papa kan berjuang?”
“Cuma aku nggak berani menjanjikan apa-apa”
“Nggak papa, aku cuma perlu membuktikannya. Bukan ke kamu. Tapi ke orangtuamu.” Dan aku termakan omongan sendiri. Ada yang lebih dulu membuktikan keseriusan ini pada ayah dan ibunya.
Aku tak tega bilang dia jahat. Karena tidak ada yang jahat disini. Memang jalannya saja yang belum bertemu. Tapi dia jahat. Ya Tuhan, sekali ini saja aku bilang dia jahat. Setelah ini nggak lagi. Perasaanku apakah sama sekali tidak menjadi pertimbangannya? Kehadiran dan kedekatanku selama ini apa sama sekali tidak masuk hitungan? Apa dia nggak sadar kalau aku tengah memperjuangkannya? Terus siapa laki-laki itu? Dan kenapa dia? Kenapa?
Ya…
Memang jalannya yang sudah harus begini. Mungkin bukan aku yang muncul di kemantapan hatinya setelah ia istikharah berkali-kali. Mungkin bukan aku pula yang dipilihkan ayah dan ibunya. Mungkin aku hanya harus lebih cepat menerima kenyataan bahwa kami tidak berjodoh. Dan mungkin racauan ini harus segera disudahi.
Sudah sah kan? Barusan ku dengar dia sudah sah. Dan kini aku turut mendoakannya.
Selamat ya. Selamat menua bersama.
Salam dari yang sempat ingin menjadikanmu istrinya,
Radit.
kenaaaaaaaaaa to the max
Tak Ada Cinta?
Purnama pertama sejak dia pergi. Dingin mengusik dan dersik berbisik. Hati ini masih berat mengingat punggungnya yang semakin menjauh kala itu. Ku memenjamkan mata, gelap. Hingga akhirnya angin membawaku pada lorong remang-remang yang senyap, dan aku mendengar samar-samar suara percakapan dari ujung lorong sana.
A : Ada yang retak di sini; sebuah cinta yang dulu ia banggakan.
B : Itu salahnya sendiri karena telah memberikan hati dengan penuh tanpa berhati-hati.
A : Lalu aku bisa apa? Ia tiba-tiba hadir dengan segala pesona nya; mimik seriusnya, pemikirannya yang dewasa, dan tingkah absurd-nya.
B : Mencintai itu menggunakan akal, ketika kau tidak dianggap di dalam pikiran juga hatinya, lalu untuk apa kau tetap bertahan?
A : Aku tak bisa mengendalikan cinta yang tumbuh di dalam diriku. Tak bolehkah memperjuangkan rasa ini? Sedikit saja. Bukankah cinta harus diperjuangkan? Entah nanti dibalas atau tidak, setidaknya dia tahu aku sudah berusaha.
B : Namun yang harus kau tahu, kau juga butuh dihargai. Ketika bertahan hanya menyakiti diri sendiri saja, lalu untuk apa kau masih mau berjuang?
A : Lalu menurutmu, aku harus berhenti mengalirkan rasa ini? Sejujurnya aku mulai lelah berjuang sendiri. Tapi jika aku berhenti bagaimana bila aku tak pernah merasakan keindahan cinta?
B : Keindahan cinta? Oh ku mohon, cinta tak selalu indah. Berhentilah bertingkah bodoh hanya karena cinta. Hidup tak selalu soal cinta. Keindahan dan kebahagiaan hidup tak melulu karena cinta.
A : Aku hanya takut ketika aku menyerah dengan cinta ini, kebahagiaanpun ikut pergi. Bagaimana jika tidak ada cinta di bulan ini?
B : Sesungguhnya tak ada yang benar-benar tanpa cinta di dunia. Bukankah di setiap napas ada butir-butir cinta dari Tuhan?
A : Aku tahu, tapi bukan itu maksudku. Cinta dari dia, seseorang yang mencuriku. Bagaimana jika tanpa cinta yang seperti itu?
B : Bah, tidak bisakah kau menunggu ketetapan Tuhan, seperti pelangi yang sabar menunggu gilirannya untuk muncul setelah hujan berhenti. Mungkin belum saatnya kau untuk menerima balasan cinta darinya. Lagi pula kau telah menerima banyak cinta dari orang-orang di sekitarmu, kau hanya perlu membuka sedikit dirimu sendiri untuk bisa melihat cinta dari mereka.
A : Hmm..benar. Aku harap aku bisa merasakannya. Aku ingin kembali melangkah ringan tanpa harus menunggu balasan cinta dari orang yang tak pernah menganggapku. Tapi menghilangkan cinta ini sungguh tak mudah. Cinta ini terlalu kuat. Rasanya berat melepasnya begitu saja.
B : Tidak perlu melepaskan cinta dengan terburu-buru, karena sesuatu yang dipaksakan tidak akan pernah berjalan dengan baik. Pelan-pelan saja. Cinta membutuhkan proses, sama halnya dengan merelakan dan melupakan. Biar waktu yang menuntunmu untuk melepaskannya.
A : Baiklah. Aku akan mulai dengan merelakan. Dengan begitu akan sedikit lebih mudah untuk melupakan. Aku akan membuka diriku sendiri, ku coba memahami orang lain dan diriku sendiri. Agar aku mampu merasakan cinta yang sesungguhnya, cinta yang tulus tanpa pamrih.
B : Langkah yang tepat. Hidup tak bisa sepenuhnya tanpa cinta. Jika tanpa cinta bukankah dunia akan penuh dengan kebencian? Mungkin akan banyak luka, dendam dan kemarahan di dunia ini. Hanya saja banyak manusia yang menganggap bahwa cinta yang ditimbulkan karena ketertarikan lawan jenis lebih penting sehingga tak menyadari adanya cinta yang dia dapat dari orang-orang di sekitarnya; orang tua, saudara, keluarga, sahabat, teman bahkan dari Tuhan. Cinta dari Tuhan lebih luar biasa jika saja manusia mau bersyukur sedikit saja. Dan seharusnya cinta dimulai dengan mencintai diri sendiri terlebih dahulu.
A : Itu benar. Aku tak bisa sepenuhnya tak diisi oleh cinta. Aku akan mati karena kebencian dan amarah jika cinta benar-benar tak ada dan kau mungkin akan hancur. Hal-hal negatif akan memenuhi kita.
Catatan : A = Perasaan B = Logika
Ditulis oleh : @rekatakusuma @roushonism @haisonya Untuk memenuhi Writing Project @kitajatim.
segala-galamu telah kau berikan padanya.. aku terluka, bisa dibilang sangat. kenapa harus kau berikan? kenapa harus kau mau? jangan jawab karena penolakan itu susah dan jangan jawab kau juga suka. kupersilahkan kau berbohong kali ini.
petir mematahkanku saat membacanya, pengakuan itu tidak bisa ku terima, mengapa harus padanya, hanya pada dia kah?? tidak bisakah kau tidak memecahkan kepercayaan ku yang selama ini begitu besar padamu :'(
tak ada yang lebih sakit ketika mencintai seseorang yang cintanya bukan padamu dan raganya bukan untukmu, tetapi diberikan untuk seseorang lain
ku ingin tau bahwa yang seperti itulah pilihanmu baik sayang.. semoga bahagia yaaa dan semoga ia tidak akan mengecewakanmu
mungkin semangat itu memang sulit beranjak dariku. Semangat mencintaimu, aku pahami diriku 😊