Nggak semua perkembangan terlihat tumbuh ke atas. Bisa aja mengakar kuat ke dalam.
@milaalkhansah

Origami Around
Sade Olutola
todays bird

PR's Tumblrdome

祝日 / Permanent Vacation
Alisa U Zemlji Chuda
No title available

Janaina Medeiros
TVSTRANGERTHINGS
I'd rather be in outer space 🛸
sheepfilms
occasionally subtle

roma★

❣ Chile in a Photography ❣
Misplaced Lens Cap
YOU ARE THE REASON
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

#extradirty
KIROKAZE

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from Finland
seen from Malaysia

seen from T1

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from India
seen from Singapore

seen from United States

seen from Romania

seen from Türkiye

seen from Colombia
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Australia
seen from United States
seen from United States
@fiahlthfh
Nggak semua perkembangan terlihat tumbuh ke atas. Bisa aja mengakar kuat ke dalam.
@milaalkhansah
Beberapa catatan lama
Belajar buat menghargai diri sendiri, termasuk berhusnudzon sama takdir yang lagi dijalani. Itu bakal bikin kita lebih tenang.
Nggak usah takut jatuh cinta sama orang baik - ya meski kamu ngga berjodoh sama dia. Paling nggak kamu tahu satu hal, karena kamu masih normal dan lurus pikirannya nggak jatuh cinta sama orang yang RED FLAG.
Nggak apa-apa ambil jarak sama orang yang hidupnya ruwet (entah karena masa lalu, trauma, macem-macem), karena kalau dia nggak bisa handle dirinya, kemungkinan besar keruwetannya akan merembet ke hidupmu.
Teman-teman kita yang baik saat ini mungkin nanti akan sibuk sama keluarganya dan nggak punya waktu bersama kayak sekarang, itu normal. Makin dewasa, membangun silaturahmi itu perlu modal, jangan ragu buat sisihkan uangmu untuk menyambung silaturahmi sama orang baik, entah untuk perjalanan atau pun bingkisan. Nggak akan rugi.
Orang tua kita tu pada dasarnya pengin yang terbaik buat kita, cuma masalahnya versi terbaik kita sama versi terbaik yang mereka tahu itu beda banget. Tugas kita membangun jembatannya.
Kalau kamu lagi jatuh cinta, lingkupi diri kamu sama orang-orang baik yang jalan logikanya. Karena orang yang jatuh cinta suka buta buat melihat hal-hal detail.
Jangan iri sama rezeki orang lain. Kalau kamu punya catatan-catatan kecil yang bermakna, boleh di lanjutin :D
Do something by mood
Salah satu pelajaran berharga 24 jam terakhir datang dari seorang youtuber (saya lupa namanya), beliau meringkas podcast seorang komedian, Raditya Dika. Podcast ini berkaitan tentang menulis berdasar mood.
Sering banget kita menunda diri untuk mengerjakan sesuatu hanya karena mood kita sedang tak baik, suasana kurang mendukung, dan menjadikan mood sebagai kambing hitam atas kemalasan diri sendiri untuk melakukan sesuatu.
Analogi yang diberikan oleh bang Radit ini masuk akal, bagaimana dengan seseorang yang berprofesi sebagai dokter? Bagaimana jika dokter bekerja berdasar pada moodnya di suatu hari?, jika ada pasien yang sangat membutuhkan jasa dokter dan ia tidak mood, maka bisa saja mengancam keselamatan pasien tersebut.
Ya, dari sini lagi-lagi bisa kita ambil pelajaran. Bahwa just do something even your mood is unstable. Built the good habit, so you will can do your hoby, your job, your dream in anywhere and anytime.
Tulisan : Dewasa dan Mawas Diri
Kamu mungkin adalah monster di kehidupan orang lain. Sepengetahuanmu atau tidak. Bahkan, mungkin ada orang lain yang sedang membandingkan hidupnya dengan hidupmu. Baginya, kamu adalah penyebab masalah hidupnya, traumanya, dan segala macam gejolak hidup yang lagi ia jalani.
Meski sebenarnya, kamu sendiri tidak pernah berniat jahat. Tidak pernah ada maksud untuk melukai siapapun. Tidak pernah dengan sengaja melukai orang lain.
Tapi barangkali, ia bertemu denganmu waktu kamu lagi lelah. Kamu lagi ada masalah. Atau bahkan kamu lagi terpuruk dengan trauma hidup yang kamu miliki. Sehingga, apa yang keluar dari dirimu adalah sesuatu yang menurut orang lain tidak tepat, kata yang keluar darimu adalah sesuatu yang tidak enak didengar.
Untuk itu, dalam hidup. Kita perlu belajar banyak-banyak untuk bisa mengoreksi diri sendiri. Karena kalau mengoreksi orang lain, mudah bagi kita, tidak perlu belajar.
Untuk itu, siapapun yang mungkin pernah terluka dengan lakuku dan perkataanku. Sepanjang sepengetahuanku, aku tidak pernah berniat jahat pada siapapun. Kalau kamu merasa kujahati, silakan utarakan karena sesungguhnya aku sangat berterima kasih jika aku diberitahu jika aku berbuat salah.
(c)kurniawangunadi
Amarah.
Pernah bertanya ga si sama diri sendiri? kenapa harus ada rasa amarah ketika sesuatu hal terjadi? kenapa harus merespon dengan marah?.
Seringkali sesuatu yang mengusik hati, sesuatu yang tiba-tiba terjadi kita meresponnya dengan ber-api-api dan tak sabar. pernah aku merenungi sebuah perkataan dari seseorang yang muncul dari laman instagram, bahwa yang membuat kita marah, adalah sesuatu tersebut terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita mau, bisa dikatakan bahwa kita ber-EKSPEKTASI.
Ya, ekspektasi membuat kita tidak terima atas apa yang terjadi diluar kendali dan keinginan kita. Amarah yang meletup-letup itu pun bisa saja berdampak pada produktifitas, mengganggu diri sendiri dan bahkan orang lain yang berada disekitar kita.
Oleh karena itu, butuh pengendalian diri dan emosi yang baik demi terwujudnya kehidupan yang bahagia, tenang dan produktif. sebab Amarah adalah wujud dari kurangnya pengendalian diri.
Membaca (ulang) Genre Buku di Masa Lalu.
Ternyata, membaca kembali buku2 dengan genre yang sama, atau penulis yang sama di masa lalu, bisa membuat kita merefleksikan lagi rasa yang hilang, prinsip hidup yang memudar, juga kisah2 lama yang membekas.
Ya Allah,
"Jika aku pernah menjadi alasan sakit seseorang. Tolong sembuhkan dia dan ampuni diriku."
Allah🥹🤲🏻
Aku & Stoller Masa Depan.
Sore itu....
Seperti biasa, aku menunggumu pulang dari kampus. Semua perlengkapan menuju destinasi rutinan harian kita pun telah ku siapkan dengan baik, sudah rapi dalam tas khusus berbentuk kubus; ada makanan ringan dan botol air minum, dan yg paling tidak boleh terlupa adalah buku. Ada buku wishlist bacaanku, kitab bacaanmu, dan juga buku anak-anak.
Selepas sholat ashar di Rumah, akhirnya kamu datang, dengan raut wajahmu yang tampak lelah dan antusias, begitulah raut wajahmu selama bertahun2 ini yang aku lihat ketika selepas belajar, dan aku menyukai itu.
Setelah Kamu siap2, kita pun berangkat. Setiap selepas ashar juga, aku selalu bahagia, karena hawa tempat kita tinggal yang menenangkan, ada banyak sekali manusia berbondong2 ke daerah tempat kita tinggal, kata mereka; kota yang kita tempati ini adalah kota paling menenangkan karena ada Kekasih hati.
Kamu tau? Ada hal lain juga yg aku senangi dan sangat membahagiakan; sejak bbrp bulan lalu kamu membelikanku stoller lipat warna hitam. Katamu, aku belikan ini karena kamu suka kan? Aku juga tau karena kamu mencita-citakan ini bahkan saat kita belom menikah. Ah, terima kasiih!
Aku mendorong stoller itu dengan perasaan berbunga dan tenang, menikmati setiap sudut kota Nabi ini bersamamu, dan tentunya bersama anak kita.
Kita selalu mencari pelataran masjid nabawi sembari menunggu maghrib, membaca buku bersama. Terkadang kita gantian; membaca kan buku anak kepada toodler pertama kita dengan antusias.
Oiya, aku lupa menceritakan ini. Ada satu destinasi yg selalu kita lewati; masjid abu bakar. Ah, terima kasih sudah mengingat rekomendasi masjid yg kutawarkan kepadamu bbrp tahun silam. Bahkan hingga hari ini kamu selalu mengingatnya dengan baik dan rapi sekali. Terima kasih, Aba.
Terima kasih sudah mau tinggal dan menetap di Madinah. Terima kasih sudah mau bersama setiap senja datang, maghrib, hingga isya di Masjid Nabawi, Ba.
Aamiin
#CERPEN
Allah...
Aku ingin bermanfaat, aku ingin berkeliling dunia, aku ingin membuka lapangan kerja untuk banyak orang, aku ingin melihat negeri2 jauh, melihat keindahan Alam yang engkau ciptakan. I believe you Allah<3
Friendly.
Pembahasan tentang cewe friendly itu ga akan pernah ada habisnya, cowo-cowo yang merasa bahwa cewe friendly itu adalah ambang dari perselingkuhan mungkin bisa saja benar, dan sudah banyak contoh kasus yang terjadi tersebab terlalu friendly menyebabkan hancurnya rumah tangga seseorang, mengizinkan orang ketiga masuk dalam kisah hidup suatu keluarga.
Tapi, sebagaimana para lelaki tidak ingin di generalisir oleh kaum perempuan bahwa "semua laki-laki sama saja", saya rasa kubu perempuan juga akan ada yang bersuara (tidak ingin/tidak sepakat) dengan statement bahwa cewe friendly itu problematik atau cewe friendly semuanya sama saja (sama2 akan menjadi masalah dalam sebuah hubungan/akan menjadi awal dari masuknya orang ketiga).
Saya rasa kadar friendly setiap orang itu berbeda-beda. Jika ada yang mengatakan bahwa friendly adalah sebuah karakteristik yang problematik, saya rasa tidak sepenuhnya statement itu benar. Kita perlu tahu bahwa dari segi psikologis, manusia itu terbagi menjadi dua bagian dalam cara mendapatkan energi, ada yang mendapatkan energi dari luar, juga ada yang dari dalam. Atau istilah yang kita kenal saat ini adalah: introvert dan ekstrovert.
Sebagai seorang beriman, kita percaya bahwa ragam macam bentuk manusia yang telah Allah ciptakan ada dan hidup agar kita saling mengenal, agar kita dapat belajar, dan sadar bahwa Sang Pencipta tiada tanding, Ia menciptakan segalanya berbeda, sehingga dengan demikian menunjukkan betapa Agung-Nya Ia.
Friendly adalah istilah berbahasa inggris yang sering digunakan dalam menilai seseorang, kata ini jika kita cari di laman google translate berarti ramah. Friendly tak selamanya salah, friendly bagi sebagian orang adalah hal yang tidak bisa dibuat-buat begitu saja. Ada yang ke-friendly-annya terjadi secara natural, tidak bisa dipaksa terjadinya. Banyak sekali orang-orang friendly yang berdampak baik, bermanfaat bagi orang sekitar. Tetapi juga tau batas, sampai mana ia boleh friendly pada orang-orang (dalam hal ini; lawan jenis). Cewe friendly juga harus tegas dalam berlaku dengan lawan jenis, seperti tidak melemah lembutkan suaranya, tidak bersentuhan, dan berurusan sesuai kebutuhan dan kepentingannya.
Aku akhirnya belajar; bahwa kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi dibalik karakteristik seseorang, mengapa seseorang memilih jalan ini dan itu, kita 100 persen tidak akan pernah tahu alasan-alasan manusia bertindak begini atau begitu, dan kita tidak bisa mengeneralisir semua orang sama. Ciputat, 21 Agustus 2024
Semoga, Allah selalu berikan rezeki supaya bisa beli buku setiap bulan, aamiin <3
Hati dan Penggenggamnya
Hari ini kita bisa berujar kita marah, kita tak suka, tapi esok bisa saja hati kita berbelok, malah menyukai sesuatu, atau menyayanginya. tak ada jaminan atas perubahan rasa apapun itu. Meski hati, kita bawa kemana-mana, Pemilik aslinya bukanlah kita, Melainkan Tuhan lah yang menggenggam hati kita dalam Kendali-Nya.
Kita tak bisa memastikan esok akan bagaimana, yang terpenting banyak2in doa supaya kita diberi cerita dan dipertemukan dengan orang-orang terbaik menurut-Nya, dalam meniti jalan ridha-Nya.
Merayu Tuhan.
Tuhan, aku hanya ingin dipelukmu. Tuhan, tangisku pecah melihat perempuan diperlakukan semena-mena. Tuhan, masih ada bukan laki-laki yang baik, yang mencintai-Mu juga takut akan siksa-Mu? Tuhan, Ayah Ibu kami merawat kami dengan sungguh baik tiada tanding sesiapapun. Bolehkah aku meminta pada-Mu Tuhan? Bolehkah Aku meminta dipertemukan teman hidup semisal dengan kadar cinta seperti ayah ibu kami? atau bahkan jauh lebih baik dari mereka? jauh lebih besar kasih sayangnya daripada kedua orang tua kami, Tuhan? Tuhan, jika kami bisa membuat planning untuk esok hari saja masih tak 100 persen dapat mengaturnya sedemikian teraturnya, jadi.. kepada siapa lagi kami meminta, selain kepada-Mu, Sang Pengatur alam semesta dengan keteraturan tak tertandingi sesiapa jua?
Pernahkah?
Tahun ini, genap sudah umurku 22 tahun. tapi ada satu hal yang sangat aku pelajari sejauh ini. Tentang Penerimaan.
Tidak mudah berdamai dengan gemuruh hati sendiri, batin manusia tidak mudah legowo atas apa yang terjadi, apalagi untuk hal-hal yang kita tak sukai.
Jika suatu saat kita temukan seseorang dengan keluasan hatinya tiada tara, maka jangan heran. Dapat dipastikan Ia sudah melalui masa-masa menerima pahit manisnya hidup dalam tempo yang tak sebentar.
Oleh karena itu, terimalah perasaan suka, perasaan jatuh hati, perasaan cemburu, perasaan marah, perasaan kesal, perasaan sakit, perasaan rindu, dan semua bentuk perasaan yang ada. Berlatih untuk terima segala apapun dengan lapang dada. Jika sulit sekali, tarik nafas dalam-dalam, lalu buang.
Kemana kah kiranya aku harus melangkah, Tuhan?
Bukankah ada banyak luka yang harusnya memang terbuka agar ia cepat kering dan sembuh? Luka kita mungkin sama, cara menyembuhkannya adalah dengan membiarkannya tetap terbuka, dan kita membiasakan diri dengan sakit dan perihnya, hingga ia hambar dan tidak terasa lagi. Berdamai itu membiasakan, sebab mustahil untuk melupakan.
Melupakan itu hal yang sulit dan rumit, sebab memang begitulah memori otak kita dirancang, agar selalu mengingat pada peristiwa penting dalam hidup kita, entah baik atau pun buruk.
Tidak ada yang bisa mengatur lisan dan tindakan orang lain bukan? Kitalah yang seharusnya bisa mengatur bagaimana untuk meresponnya, tidak memang, tapi begitu seharusnya.
Untuk setiap luka yang hari ini kita dapatkan dan masih membekas, berdoalah pada Tuhan, agar diberikan hati yang lapang dan sabar. Ujian itu mustahil ada jika tanpa jawabannya, dan kita pun harus belajar agar lulus dari ujian tersebut, dan sebaik-baik belajar adalah dengan berkaca pada pengalaman. Entah pengalaman kita atau orang lain.
Dewasa itu rumit ya... Gapapa, insyaallah serumit-rumitnya menjadi dewasa, ia akan berbuah kebaikan. Selalu sertakan Allah ya, untuk setiap langkah kita.
@jndmmsyhd
Beginikah beranjak dewasa?
Penuh dengan kekhawatiran, berusaha tak melihat orang lain dan fokus pada diri sendiri, bingung harus ke arah mana, bingung bahkan sama kepala yang sangat berisik dan tak dapat dibendung keberisikannya?
Adakah menyenangkannya beranjak dewasa? adakah bisa menikmati proses ini? pesimis? tak punya teman? sendirian?
Beginikah beranjak dewasa
Tiap siang bergeser, pikiran mulai saut-sautan, bergemuruh, tak tentu sebenarnya mau apa, karena saking ributnya.
Tuhan, apa terlalu jauh aku sehingga sulit menjangkau ketenangan yang engkau berikan bagi hamba-hamba-Mu?