hidup itu susah. tapi, susah itu relatif. relatif itu diukur dengan apa? dengan subjektivitas, dengan perasaan. karena itu tidak akan ada yang bisa mengerti tentang apa yang dialami seseorang kecuali orang itu sendiri. karena walaupun, kejadiannya serupa dan diproses oleh semua indra serupa yang dua orang miliki, pengalaman dua orang itu tetap berbeda. sekarang ini, aku tengah berada di persimpangan, dimana kesemua arah terdapat paku-paku yang siap menusuk lapisan kulitku. jalan mana pun yang aku pilih, pasti terdapat paku, hanya beberapa jalan terdapat lebih banyak paku dari yang lain. jadi apa yang aku lakukan? sementara itu, disini aku berdiri kesepian dan sendiri. jadi apa yang aku lakukan? aku menutup satu semua jalan dan hanya melihat apa yang didepanku. satu rute penuh paku dan mungkin kedepannya akan bercabang ke jalan lain. tetapi, tidak usah dipikirkan. rute itu mungkin bukan rute yang aku inginkan, tetapi ini rute yang kupilih karena waktu terus berdetik. jadi apa yang aku lakukan dengan rute ini? maju. di depan akan banyak godaan bahwa aku masih bisa mencoba. tapi maju.... karena tidak ada jalan lain, kau sudah menutupnya. maju. jangan takut. bangun dirimu dari dalam, karena ketika kau membangun dirimu dari dalam, akar dan pondasinya akan lebih kokoh. cari pedoman dalam membangun hidupmu. bisa prinsip, agama, atau role model. bangun dan maju.