selamat hari kasih sayang. tidak perlu menunggu hari ini untuk menunjukkan bahwa aku sayang kamu. karena sayangku ke kamu tak terbatas, sekarang hingga seterusnya. semoga :)
Xuebing Du
No title available

Andulka

izzy's playlists!

Love Begins
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Noah Kahan
No title available
Cosimo Galluzzi
Cosmic Funnies
Keni
No title available
Lint Roller? I Barely Know Her
hello vonnie
The Bowery Presents

bliss lane
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Origami Around

pixel skylines
Not today Justin
seen from Portugal
seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from United Arab Emirates
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Colombia

seen from Nepal

seen from Malaysia

seen from India

seen from Malaysia
seen from India

seen from Malaysia
seen from Singapore

seen from Bangladesh

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
@finarahmatika
selamat hari kasih sayang. tidak perlu menunggu hari ini untuk menunjukkan bahwa aku sayang kamu. karena sayangku ke kamu tak terbatas, sekarang hingga seterusnya. semoga :)
Akan ada masanya ketika orang yang dulu kita tahu persis semua ceritanya, kini hanya boleh dipantau diam-diam lewat media sosialnya.
– @cindyjoviand
Padahal yang mau aku ungkapkan akhirnya sepele, aku hari ini makan buah, aku sedang flu.
Between menstruation, heartbreak and missing. I fell dying.
i'm really not asking you to be a perfect man ever, to be the most kind, the most patient, the most understanding or something else. i'm just asking you to not being someone you were, to not being the same person with your past. be someone better everyday, be someone different everyday, be someone new everyday. but no, you dont need to changing dear.
hai qy, permasalahan kita adalah kamu. unfortunately, you can't really really solve this problem by forcing yourself
Listening is not everyone’s ability, even if they have ears.
Understanding is not everyone’s capability, even if they have ears, heart, and mind.
Bagaimana jika kau adalah yang selama ini aku cari? Bagaimana jika aku nyaman berada di dekatmu? Bagaimana jika senyummu yang ada di tiap aku memejam malam? Bagaimana jika kau memang untukku? Bagaimana jika seharusnya aku memperjuangkanmu? Bagaimana jika seharusnya kau memilihku? Bagaimana jika seharusnya aku memang menunggumu? Dan bagaimana jika kau memang yang tepat untukku? Lalu kita hanya perlu menunggu sedikit lebih lama untuk pada akhirnya bisa bersama? . . . . . . Pre-Order buku The Book of Almost masih dibuka sampai tanggal 20 maret ya. Kamu bisa Pre-order ke toko buku online atau ke gue sendiri. Kalau pesen ke gue dapet bonus POSTCARD khusus loh. Mau tau postcardnya kaya apa? Cek instagram: brian.khrisna
Jadi, bagaimana jika buku ini memang untukmu? Bagaimana jika buku ini mempunyai sebuah jawaban yang sudah kau cari-cari selama ini? Cuss order yuk!
“To have someone understand your mind is a different kind of intimacy.”
— Unknown
Aku lupa rasa, aku lupa dia. Aku mulai terbiasa tidak bersama.
Sumpahdeh, habis ngeposting tentang R yg dulu terus dia tiba2 ngeliat storyku dari 9 orang. Berasa pengen lari ke dia YaAllah..
Tiba-tiba inget cara si R (masa lalu) minta maaf, sweet simple tp super teges. Dan, bener2 beda dari yg pernah dilakuinnya dulu2. Keren abis sih.
30 HARI
Hai.
Tepat satu bulan sudah tidak bertemu aku, kamu apa kabar. Ingin sekali menanyakan perihal bagaimana air disana, bersih kan? Makanannya, kamu suka? Cuacanya tidak memberatkan kamu kan? Lalu kamar mandinya tidak kotor kan? Teman sekamarmu bagaimana, apakah masih ada yang belum akrab denganmu? Ohya seragammu dicuci dimana? Kalo beli paket internet dan peralatan sehari-hari lainnya tidak susah kan? Bantal dan kasurmu nyaman ndak? Kebutuhanmu tidak ada yang kurang kan?
Ah maaf, banyak sekali ternyata. Sayang sekali aku tidak punya kesempatan mengatakannya. Maaf sekali.
Mungkin 30 hari ini menjadi hari-hari sibukmu setelah sekitar satu tahun sudah berhenti dari bangku kuliah. Mungkin 30 hari ini benar-benar menguras keringatmu, berangkat shubuh dan pulang saat adzan maghrib, mengerjakan tumpukan tugas, berdiri didepan layar, pergi meninjau ke lokasi. Tiga puluh hari tanpa henti, aku tidak membayangkan seberapa capek yang kamu rasakan. Barangkali sebab kecapekanmu yang berlebih itu, kamu lupa dengan hari ketiga puluh ini. Barangkali sebab kelelahanmu itu, kamu jadi seolah terlihat baik-baik saja. Ohya barangkali itu yang terjadi padamu. Beruntung ya, kamu memiliki kesibukan lain selain memikirkan aku. Ah aku iri sekali.
Aku, bagaimana aku tiga puluh hari ini, tak bisa kuungkapkan. Bahkan tak bisa kubayangkan aku bisa melalui hari ketiga puluh ini. Oh aku tau ini hanyalah informasi sia-sia untuk kamu. Baiklah aku tidak akan membicarakan tentang diriku yang malang ini. Aku hanya berpikir bahwa kamu masih menyayangiku seperti tiga tahun yang lalu.
Sudah pukul 5 sore di kota ini, aku tidak tau dengan kotamu. Seperti aku sudah tidak tau tentang kamu.
Sudah, beristirahatlah, jangan terlalu lelah seperti itu.
.
.
“Apakah disana kau rindukan aku, seperti diriku yang selalu merindukanmu. Selalu merindukanmu”
Malang, satu hari setelah valentine.
Tuhan, aku memang selalu berdoa untuk pendamping yang baik. Aku akan ikhlas pada siapa pun yang Kau pilihkan untukku kelak. Namun jika aku boleh meminta Tuhan, bolehkah dia yang mendapingiku hingga kelak aku menutup usia?
(via mbeeer)
Tuhan, sepertinya ini batasku yang terakhir. Aku sudah tidak bisa melangkah lebih jauh lagi.
Memutuskan putus.
Setega-teganya laki-laki, ia tak akan tega membiarkan wanita terbaiknya menunggu, ah apalagi jika wanitanya sedang tidak baik hatinya