So save me in your playlist So you won't forget this When things don't quite go your way You'll still have me on replay
I made a motion graphic for this sweet song, Random Awesome by Yuna -while i’m a random annoying-
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
TVSTRANGERTHINGS
macklin celebrini has autism
Claire Keane

祝日 / Permanent Vacation
tumblr dot com

No title available
🪼
todays bird
we're not kids anymore.
Jules of Nature
No title available

❣ Chile in a Photography ❣
Not today Justin
cherry valley forever

pixel skylines
ojovivo

izzy's playlists!

No title available
occasionally subtle
seen from Brazil

seen from Tunisia
seen from Brazil

seen from United States

seen from Tunisia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Iceland

seen from Malaysia
@firameutia
So save me in your playlist So you won't forget this When things don't quite go your way You'll still have me on replay
I made a motion graphic for this sweet song, Random Awesome by Yuna -while i’m a random annoying-
Home
There’s one friend I rarely talk to. He’s nice. I recognize him as a person-who-has-the-same-name-as-my-fictional-character-that-i-created-three-years-ago. Uh, mind you, I always give unusual name for my character. Of course he doesn’t know about it.
Until that one afternoon, we discussed about committee needs. Exactly, my part as design division. For a few moment, I was fiddling with my design while he was sitting there with phone before he suddenly saying, “Write again.”
I stopped my activity, “How do you know?”
Instead of answered, he said, “You have to submit your story to newspaper.”
I stared at my laptop, still surprised by the fact that he knew my writing.
“I’ve missed writing.”
***
Kak, Ada ospek jurusan gk dikampus, certain dooong
Ada, tuh udah aku ceritain :)
PSP2 2016
“Cie udah jadi MABA.”
“AKHIRNYA GA GALAU LAGI.”
“AKHIRNYA OFFICIAL.”
Itulah tanggapan teman-teman gue setelah gue menambahkan informasi di Facebook, bahwa gue mulai berkuliah di Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, prodi Multimedia. Butuh waktu lama untuk gue memutuskan kuliah di sana –ini semua gara-gara gue diterima di jurusan Komunikasi PTN lain, jalur SBMPTN. Hm, sebenarnya dari awal gue lebih memilih polimedia daripada PTN ini. Tapi, ini KULIAH. KULIAH; tahap yang ikut menentukan bagaimana masa depan kita nanti, jadi harus dipikir mateng-mateng, enggak mengandalkan emosi sesaat aja. Gue bahkan sempat ngepoin mahasiswa-mahasiswa kedua kampus tersebut, nyari tau apa aja yang mereka pelajari, kayak gimana pergaulannya etc. Iya, gue se-indecisive itu; beli makanan di kantin aja gue mikir dulu, apalagi milih jurusan?
***
My Birthday
“Blessing for your birthday.” -Galant drew Andrea, PBC Serenade for my 18th birthday.
I’m blessed and thank God for giving me great family & friends:’)
***
16 Juni 2016
“INI JAM BERAPA YA FIR?!”
“LO NUMPANG MAKAN DOANG YAK.”
“KITA DARITADI TAU.”
Giting; Salsa, Nabilla, Nisyah dan Putri langsung mencerca begitu gue sampai di rumah Nisyah. Hari itu kami bukber, gue datang kurang dari 30 menit sebelum maghrib. Emang gak sopan, sih, kesannya gue cuma numpang buka puasa (kami ditraktir karena Nisyah ultah btw). Gak deng, gue cuma nemenin mereka buka, soalnya lagi halangan.
Dua Sisi
*Dua Sisi adalah cerpen Firmut yang juara 1 lomba Bulan Bahasa 2014, tingkat SMK Tangerang Selatan.
happy reading ‘w’)/
***
Bulan puasa, kelas 10 Akuntansi.1 ramai seperti biasa di jam istirahat. Bedanya, di bulan ini siswa hampir tidak pernah keluar kelas ketika istirahat.
Aulia duduk di kursinya, membaca buku novel dari perpustakaan sekolah. Dia lebih suka membaca daripada mengobrol, karena itulah wawasannya luas dan dia lebih cepat mencerna informasi. Dia begitu menikmati setiap kata yang diuntai oleh para penulisnya, yang mampu menciptakan dunia lain dalam imajinasinya.
Sementara di salah satu sudut kelas, agak di belakang, teman-teman Aulia mendiskusikan rencana buka puasa bersama.
“Sepakat, kita buka puasa di Dapoer Ketje. Tinggal nentuin tanggalnya. Yang jelas sebelum H-14 lebaran. Kan, udah pada mau mudik,” kata Zaira, ketua kelas.
“Tanggal 6?” tanya Seno.
“Jangan dong. Gue ada janji bukber sama teman SD.”
Gift box i made last night for bunda 'w' dibantu ade yang bikin tangkainya doang _(:3_] #cake #papercraft
Plastik mulu :( /doodle I made in class yesterday _(=3_| #earth #adobeillustrator #flatdesign
Tugas sekolah. Milih judul ini biar backgroundnya langit. Judul doang loh. Ceritanya belom ada ="> Sound: Black Bullet Opening 1 #aftereffects
ewwwip Jupiter #adobeillustrator muehehe sekalian dah #mytop15playlist ditag kak @salmatsan 1. Aitakatta Sora - Minori Chihara 2. Meridians - Greyson Chance 3. Lost Stars - Adam Levine 4. Too Late for Chocolate - Hanazawa Kana 5. White Gift - Hanazawa Kana 6. Starlight - Taylor Swift 7. Holy Ground - Taylor Swift 8. State of Grace - Taylor Swift 9. Gotten - Slash ft Adam Levine 10. Senobi ~Nemureru Mori no Bijo no Adagio - ENA 11. Have a Strong Will ~ Kogarashi - ENA 12. Hikaru Nara - Goose House 13. Orange - Seven Oops 14. For You ~ Tsuki no Hikari ga Furisosogu Terrace - ENA 15. Long Live - Taylor Swift.
🎧 Ebb & Flow - Ray (Ed Nagi no Asukara) . . . capek tapi gabisa tidur 😭
Unforgettable Seventeen
Ada hal yang membuat gue tercenung lama begitu bangun lagi setelah tidur habis subuh.
21 Juni kali ini mendeklarasikan umur gue yang ke-17. Gue meringkuk di kasur, berbagai ketakutan akan masa depan lagi-lagi muncul. Takut nantinya gue enggak bisa bertahan hidup, takut cita-cita gue enggak tercapai … takut ini, takut itu. Ketakutan yang timbul-tenggelam sejak umur 15, yang kerap datang bersama penyesalan. Ah.
Tapi doa-doa yang datang memberi harapan baru untuk gue. Berharap gue lebih semangat dan gigih untuk meraih cita-cita. Berharap gue menjadi orang yang lebih baik dan bermanfaat. Semoga harapan ini, semangat ini tak pernah padam, ya.
Terima kasih banyak untuk doa-doanya!
***
Hal yang paling berkesan di ultah gue adalah kejutan dari teman-teman sekolah. Waktu itu gue habis shalat maghrib, hendak keluar kamar dan turun ke lantai bawah. Tapi suara familiar yang memanggil membuat gue menuju balkon. Ada sebentuk cahaya dan beberapa sosok di depan rumah. Penerangan gang yang minim membuat gue butuh beberapa detik untuk mengetahui apa yang terjadi.
Gue tersentak, seiring Anggit yang berteriak “CEPETAN TURUN!”. Gue turun tangga dan disambut dengan nyanyian selamat ulangtahun begitu keluar. Zakia memegang kue yang lilinnya diidupin ulang gara-gara gue kelamaan diem. Shock dengan mereka yang datang tanpa bilang-bilang, begitu tiba-tiba (Mereka nuntun motor dari depan gang rumah biar gue enggak tahu btw). Sejak pagi mereka enggak nongol di RU BBM, enggak ngucapin sama sekali. Kemarennya juga gue dimarahin sama Zakia & Zidan (sebenernya gue gak ngerasa dimarahin Zidan sih, abis dia kocak ngomongnya -_- Lo gagal Dan)
Setelah niup lilin, gue mempersilakan teman-teman-gue-yang-sangat-sweet-ini; Anggit, Zakia, Citra, Eka, Kia, Hani, Mario, Rifky, Pijar dan Zidan masuk. Kami foto-foto + makan. Mereka menunjukan video persiapan acara ini, dan bercerita bahwa kado yang mereka bawa sudah dipesan seminggu yang lalu. Mereka ke Bogor demi kado yang dibungkus kotak pink itu.
-BRB nangis-
Dan kemarin, gue buka puasa bareng Giting di rumah Nisyah. Giting adalah pasukan gue sejak SD yang terdiri dari Salsa, Nabilla, Putri dan Nisyah. Keseharian kamilah yang menginspirasi gue untuk menulis buku KKPK Liontin Amery. Daaan yang pernah baca blog gue, baik yang ini maupun yang udah expired; firameutia.co.cc, pasti sering menemukan nama-nama di atas.
Sebelum makan mi ayam, kami shalat maghrib. Rencana awal, dua orang-dua orang yang shalat (Salsa lagi halangan). Eh, Nisyah ngasihtau ada mukena satu lagi. Gue sama Nabilla langsung lari ke kamar mandi, rebutan wudhu …. yang menang Nabilla. Kan ngeselin. Gue gak mau shalat sendiri, takut digangguin sama mereka soalnya T_T
Gue duduk lemas di sofa ruang TV, tempat kami berkumpul sejak jam 5 sore. Di arah jam 3 dari posisi gue, 3 makhluk langka tersebut siap-siap shalat. Tiba-tiba ibunya Nisyah datang (mungkin gara-gara denger keributan gue sama Nabilla tadi), menyodorkan mukena. Gue meminta mereka menunggu gue berwudhu … tapi tetep aja mereka shalat -_____-
Mereka inisiatif ninggalin ruang TV saat gue shalat. Suasana begitu damai tanpa huru-hara yang biasa mereka timbulkan /?.
Gue merasakan kehadiran mereka ketika melipat mukena. Ketika gue menoleh, mereka berdiri dengan Salsa memegang sepiring bola-bola coklat. Selanjutnya bisa kalian tebak. Mereka bernyanyi, gue meniup lilin khayalan biar greget.
Tadaaa, ini foto-fotonya!
Zakia yang megang kue~
Pas otwt rumah gue :> Anggit (yang jadi tongsisnya. Temen sebangku dari kelas 10, entar sebangku lagi untuk yang ke-tiga tahun), Citra (kerudung oranye. Temen terjatuh -dia sering jatuh soalnya huaa), Zakia (yang maskeran, temen semotor dari kelas 10 yang sabar ngadepin kengaretan gue, sampe agak ketularan coba -_-), Eka (yang pake kacamata. Stiker-line-gratis-hunter-yang-butuh-koin :<), Kia (anak Administrasi Perkantoran (AP), temen jejepangan yang pernah gue susupin banyak anime ke flashdisknya), Pijar (si engkong wakaka. Insya Allah sekelas lagi di kelas 12) dan Rifky (si jaket biru, temen yang suka gue palakin anime. Calon anak 3D).
Itu yang pake jaket biru tua namanya Hani, anak AP yang segang sama gue. Gue … yang rambutnya kayak Taylor Swift jaman dulu /ngarep
Zidan yang pake jaket putih-item-kuning, temen buat ngegunjingin Taylor Swift dan temen PKL di MAS. Gak pernah sekelas sama gue LOL. Mario yang pake jam tangan, temen SMP sekaligus temen sekelasnya Zidan. Maap aib :>
PBC; Pink Berry Club. Nama pasukan gue, Anggit, Zakia, Eka, Citra & Rumy. Kami sekelas di XI.Animasi 2 dan bakal sekelas lagi di kelas 3 XD (Rumy anak baru btw) Namanya diambil dari seri buku gue, PBC Serenade ;v
GITING: yang jadi tongsis, Nabilla (yang lagi nunggu hasil tes masuk univ fakultas kedokteran, masuk kelas akselerasi di SMA), Salsa (kerudung abu-abu. Santri di Gontor yang malah makin mablang bukannya alim :<), Putri (kerudung biru, temen nganime yang gak gampang kenyang) dan Nisyah (gamer berkacamata, ketua suku giting, bandar mi ayam keju /?).
BTW kami sering main tapi poto-poto kami dikit
.
.
.
EH SEKALINYA POTO JADI AIB.
Aaa ini Tsumugu, idola gue :> digambar oleh Galant, temen sekelas sejak kelas 10. Dia pernah bikin fanart kaver PBC Serenade loh~ ke http://tadadart.deviantart.com aja kalo mau liat (tuh gue baik kan mz udah promosiin)
***
Sampai sekarang, gue masih bertanya. Gue nyebelin, tukang ngaret dan punya banyak kejelekan, tapi orang-orang di sekeliling gue melakukan hal-hal manis yang bikin mau nangis (ini daritadi gue nahan nangis).
Sekali lagi, terimakasih doa-doanya. Bunda, Ayah, teman-teman …. I’m so glad you’re here. Walaupun Firmut cuma bilang makasih, percayalah Firmut senang sekali dan berharap kalian juga menjadi lebih baik XD
***
EHH BENTAR DULUUU
Ini hadiah yang dicari sampe ke Bogor. Makasih ya udah bikin ketawa bahkan pas kalian udah ga ada /maksudnya pas kalian udah pulang. Ini enggak ada yang jual loh :>
Well, surprise dari sahabat itu gak ada yang jual.
Udah ah, mau sahur
Fira
2.54, 23/06/2015
hai, kak. pernah kena writerblock? *krik* #PertanyaanSederhanaYangNgenes
Pernah Sa pernah
Seringnya sih pas bikin cerita yang tokohnya banyak ... heran deh sama pak Kishimoto (bener kan ya ini namanya), bisa banget bikin naruto dengan tokoh sebanyak itu /lah malah curcol/
fira~ ini azalea ouo/ haloo
Yak ada yang bisa bantu saya, Az? /lah
You Decide
He said, “Look at you,
worrying too much about things you can’t change
You’ll spend your whole life singing the blues
if you keep thinking that way.”
(Starlight – Taylor Swift -- the pic was inspired by this song)
Semesta memiliki momen untuk mengingatkan lo pada sesuatu . Seperti ketika lo melihat-lihat foto lama di ponsel dan menemukan banyak gambar berkutipan galau di sana. Kemudian lo menyusuri waktu yang telah lewat, teringat sesuatu membuat lo (pernah) keranjingan mencari gambar-gambar semacam itu. Untuk disimpan, dijadikan avatar atau diunggah ke socmed sebagai curcol. Sesuatu yang membuat ponsel lo hanya memutar lagu-lagu sendu.
... Dan ketika itu terjadi pada gue, gue ngerasa bego. Konyol. Jijik.
Buat apa sih, mengulang kesedihan, sementara di sekeliling kita ternyata begitu banyak hal bisa disyukuri?
Wajar kok, kalau kita sedih karena kenyataan berbeda dari yang diharapkan. Yang enggak wajar adalah mengingatnya terus-terusan. Itu cuma membuat kita kehilangan semangat, kehilangan kesempatan menciptakan hari-hari penuh tawa.
Kuncinya adalah
Keluar.
Keluar dari kesedihan itu.
Karena seringkali, yang kita lakukan malah membuat kegalauan bertambah.
Kita bisa melampiaskannya dengan menulis, menggambar, membuat prakarya, memasak, hunting foto, berenang atau pergi ke pameran. Itu jelas lebih menyenangkan dan bermanfaat.
Atau, jadikan saja sedih itu sebagai energi untuk berkarya. Untuk bekerja keras, untuk meraih cita-cita lo. Jangan biarkan kesedihan menggerogoti lo :)
Brain choose what you feel. Lo yang memilih lagu apa yang ingin lo dengar, perasaan apa yang ingin lo nikmati lewat lagu. Lo yang memilih; melakukan hal lain untuk mengalihkan pikiran, atau diam sambil terus mengingat kesedihan.
Be Real
Kadang kita tetap melakukan hal yang kita tahu salah. Seperti membuang sampah sembarangan, minum es ketika demam, tidur larut malam karena internet, atau mencontek walaupun kita menulis kalimat kejujuran di LJK.
***
Bunda sering menasihati anak-anaknya untuk jujur, salah satunya dalam mengerjakan ulangan. Gue mengiyakan, karena gue berpikir jujur itu mudah. Waktu itu gue berasumsi, semua anak enggak suka nyontek hanya karena teman-teman SD gue anti-nyontek.
SMP, gue dikelilingi teman-teman yang kerap menyalin tugas dan mencontek. Ketika ada yang meminta contekan tugas, gue menolak dengan wajah polos –yang mungkin menyebalkan bagi mereka-, “Bukannya nyontek itu enggak boleh? Nyontek kan, dosa.”
Mereka hanya bilang, “Nyantai aja kali. Enggak ketahuan ini.”
Gue tetap teguh dan berkata gue lebih suka mengajari mereka –yang direspon buruk. Mereka menyebut gue pelit ilmu, gak solider dan sok suci. Kata-kata itu semakin sering terdengar di musim ujian. Gue enggak membalas, capek menasihati mereka. Lagipula udah gak terhitung lagi ceramah guru-guru tentang larangan mencontek.
Tentu saja gue sedih. Gue hanya memendam, sabar dan menyembuhkan sakit sendirian. Gue berusaha mengajak mereka melakukan kebaikan, tapi malah dituduh mementingkan diri sendiri.
Jujur, dua kali gue melanggar prinsip itu karena enggak tahan. Enggak tahan dikatai terus-terusan. Pertama, di kelas 8 sepanjang semester satu. Kedua, sepanjang satu setengah semester di kelas 10. Dalam rentang waktu itu, gue mengabaikan peringatan-peringatan hati kecil gue.
***
Pertengahan tahun lalu, ada yang melintas di kepala gue tiba-tiba; beranilah untuk berdiri demi kebaikan, walaupun sendirian.
Gila gila gila. Ke mana gue yang dulu, yang real, yang sebenarnya? Yang selalu pantang nyontek walaupun soal-soalnya bikin keringetan? Apa yang gue takutkan? Kalaupun ada yang mencela, pastilah gue siap karena gue pernah mengalaminya.
I am a shy thoughtful person. Gue jarang mengungkapkan pikiran-pikiran gue ke orang lain. Gue enggak pernah memaparkan alasan tidak ikut ‘bagi-bagi’ dengan detail. Ya, mungkin karena ini gue disalah pahami.
Gue enggak memberi contekan bukan karena ingin mencapai rangking satu dengan mudah. Gue enggak mementingkan itu. Hari-hari di rumah gue isi dengan membaca, menulis, belajar menggambar, liat-liat desain di internet, main Photoshop/Illustrator, ngerecokin-direcokin adik dan nganime sesekali. Gue hanya belajar ketika ujian (serius). Garuk-garuk kepala enggak tahu jawaban dan asal nebak sudah biasa gue lakukan. Anehnya, gue tetap masuk tiga besar. I don’t know why. I’m just lucky muehehe :’v
Semua pelajar menginginkan nilai bagus. Tapi sayang, beberapa meraihnya dengan cara salah; mencontek. Entah karena malas, ingin berhasil tanpa susah payah, takut gagal, enggak percaya diri dan lainnya.
Nyontek memang kelihatan sepele dan enggak berakibat apa-apa. Tinggal nyari waktu aman, ngasih kode minta jawaban dan taraaa, lembar jawaban terisi tanpa susah payah mikir. Cara mudah dengan hasil memuaskan. Ya paling deg-degan sebentar, takut tiba-tiba pengawas nengok. But, did you know? Tanpa sadar, orang yang suka nyontek itu merusak kepercayaan dirinya sendiri dan menumbuhkan ketergantungan. Mereka jadi malas belajar, toh nanti ada yang bantuin nilai gue.
Mau terbiasa ditolong? Kalau kita enggak bisa menolong diri sendiri, gimana cara kita menolong orang lain?
Kita lebih mampu dari yang kita tahu. Percayalah dengan diri sendiri.
***
Berikut pikiran Fira versi kelas 7 semester 2 yang baru pertama kali dikemukakan *bah*: Kalau aku nyontek, nilai hasil contekan itu mempengaruhi rapor. Rapornya aku pake untuk masuk SMA (eh taunya masuk SMK). Kalau keterima, berarti secara gak langsung, rezeki itu didapat dari cara yang enggak baik.
Gue berusaha enggak membuat dosa lagi (Yha walaupun tetap aja gue gak luput dari kesalahan zzz). Gue bisa aja kerja sama pas ujian, kemudian beribadah sesering mungkin agar diampuni. But i can’t do that.
.
.
.
Semoga kita termasuk orang yang selalu berusaha berbuat baik :’D
"Fir, itu teks lagu di Serenade ada lagunya ga?" -Arum on Islamic Book Fair, 080315 ... Ada . . . Kalo ada yang mau bikin musiknya #tsaaah