Resensi buku kisah 25 nabi dan rasul di harian singgalang 27 agustus 2017 #reviewbuku #resensibuku #hariansinggalang #ayobacabuku #ayomenulis #literasi #darmizan #bukuislami #bukurekomendasi #bukuhits #bukutentangnabi #sirahnabi #sirahnabawiyah #kisahparanabi #penulisindonesia #kisahnabidanrasul #yudhopurwoko (di Rumah Buku Taman Cahaya)
Bagaimana jika salah satu teman sekolahmu ternyata vampir? Mungkin awalnya kamu tidak percaya, sampai pada akhirnya kamu menemukan banyak bukti yang dapat meyakinkanmu.
Setelah pindah ke sekolah elit Hollingrood Internasional School, Veronica mendapat berita bahwa ternyata dua anak populer di sekolahnya, Ellery Tergent dan Krystain Faustus, merupakan vampir. Berita ini tersebar luas seantero sekolah dan membuat keduanya dikucilkan. Veronica berusaha mencari bukti bahwa berita itu salah.
Benarkah Krystain dan Ellery adalah vampir?
Buku ‘Vampires at Hollingrood’ sudah terbit pada tanggal November 2016. Bukalah bukunya dan temukan jawaban misteri gosip itu!
_________________________________________________
How would it be if one of your friends turned out to be a vampire? Maybe you wouldn't believe it at first, until you find lots of proof that can convince you.
After transferring to the elite Hollingrood International School, Veronica received fishy rumors saying that two popular students, Ellery Targent and Krystain Faustus, turned out to be vampires. With this news spread all over the school, the once-popular students are now avoided with suspicion. Veronica tries to help them disprove the gossip and restore their name.
Are Ellery and Krystain really vampires?
‘Vampires at Hollingrood’ has been published on November 2016. Open the book and discover the answers to all these mysteries!
“Blessing for your birthday.” -Galant drew Andrea, PBC Serenade for my 18th birthday.
I’m blessed and thank God for giving me great family & friends:’)
***
16 Juni 2016
“INI JAM BERAPA YA FIR?!”
“LO NUMPANG MAKAN DOANG YAK.”
“KITA DARITADI TAU.”
Giting; Salsa, Nabilla, Nisyah dan Putri langsung mencerca begitu gue sampai di rumah Nisyah. Hari itu kami bukber, gue datang kurang dari 30 menit sebelum maghrib. Emang gak sopan, sih, kesannya gue cuma numpang buka puasa (kami ditraktir karena Nisyah ultah btw). Gak deng, gue cuma nemenin mereka buka, soalnya lagi halangan.
Gue hanya nyengir, ngebela diri dengan alasan khas anak baik: “Gue beres-beres rumah dulu, Mbak.”
... ditambah kebablasan ngutak-ngatik laptop (ini yang gak gue bilang ke mereka ;v;). He.
Gue masuk ke kamar Nisyah, bersiap untuk ngacak-ngacak isinya. Tapi Salsa ngebawa gue ke bangku pojok kamar dengan kotak putih di atasnya. Isinya adalah cappucino cake.
“Buat lo sama Nisyah nih. Salah sendiri ultahnya barengan, jadi kuenya barengan juga. Pibesdey yak.”
... Ultah gue masih tanggal 21 Juni padahal ...
Cappucino cake enak itu dibuat Salsa menjelang dzuhur, dibantu Putri dan Nabilla yang ngedekorasi (baca: ngacak-ngacak tampilan). Salsa emang hobi masak dari SD dan masakannya enak. Tapi dia gak hobi makan :))
Well, seperti biasa, foto kami gak layak dipublish jadi segitu aja :> Sebenernya ada foto kue yang lain tapi belum dikirim Salsa ;-;
21 Juni 2016.
Mengingat fakta bahwa gue hanya mengerjakan 5 dari 30 soal matematika di Ujian Masuk Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia), ditambah jawaban-jawaban sotoy di soal akuntansi, gue hopeless bisa lulus. Di depan orangtua, gue pasang muka sok fine (di depan orang-orang juga sih) (LOH KOK CURHAT), biar mereka gak khawatir.
Pengumuman kelulusannya tanggal 20. Gue udah siap-siap dengan kemungkinan tanggal 21 bakal galau. Syukurlah enggak, karena gue lulus di jurusan pilihan gue, Multimedia (konsentrasi desain grafis) :’)
Hari itu sih, sepi, beberapa temen baik gue enggak ngucapin :>
26 Juni 2016
Hujan deras sejak jam empat sore, padahal PBC (gue, Anggit, Zakia, Eka, Citra & Rumy) berencana untuk bukber di Kedai Kibo, dekat sekolah gue. Suasana grup labil, antara mau jadi bukber atau dimundurin hari Rabu besok.
Sekitar jam lima, Zakia ngabarin kalau dia udah otw bareng Rifky. Grup mulai rusuh dan samar-samar tercium aroma percekcokan (?). Di rumah gue masih hujan, motor Anggit lagi enggak ada, Rumi enggak bisa dihubungi dan Citra labil mau dateng/gak. Cuma Eka yang udah tinggal cusss.
5.25, hujan masih deras di Vila Pamulang. Gue udah ngira acara bukber batal/berjalan tanpa gue. Gue pun ke dapur, bikin mi instan untuk buka puasa. Sambil masak, gue mantengin ponsel. Hawa grup chat PBC masih enggak enak, ditambah Zakia yang maksa gue untuk pergi nerobos hujan.
I was like, “TEGA BANGET NYURUH GUE UJAN-UJANAN HIKS.”
Zakia marah-marah, katanya gue cuma alesan gak mau ikutlah, dia juga sempet keujanan bela-belain bukberlah. Gue panik sampe-sampe bumbu mi gue taruh di kantong sampah :’) untung aja kantongnya masih baru jadi gak kotor ‘-’
Gue makan mi sambil dengerin (eh, baca) Zakia membombardir grup dengan omelan, maksa gue untuk nyusul. Bikin gue uring-uringan sendiri karena 1) Zakia ga mau ngertiin, 2) INI SIAPA YANG BERDOA MINTA UJAN, 3) Kalaupun gue jalan, ini udah buka puasa, gue dapet apa di sana?
Gue makin panik karena ternyata Citra, Eka, Zakia dan Rifky udah stay. Mereka akan nunggu sampe jam 8 malem. Gue melihat keluar, hujan belom berhenti juga.
“Ujan begini, Fir, masa mereka gak mau ngerti? Kalau marah, tinggal minta maaf aja pas lebaran.”
...
INI SIAPA YANG MINTA UJAN SIH ASFGHJKL.BERENTI KEK YHA.
Mood gue makin jelek karena tiba-tiba Eza (adik gue yang masih 3 tahun) ngerebut mi goreng yang lagi gue makan. Ditambah Rizki yang seenaknya ngambil mi rebus 2 porsi buat makan dia sendiri, gue kan masih laper. Setelah marah-marah, gue berwudhu. Seketika menyesal, percuma puasa kalau gue masih gak bisa ngendaliin emosi.
Sampai di Kibo, udah ada Zakia, Eka, Citra dan Rifky dengan minuman masing-masing. Makanan mereka belum dateng ternyata (gak jadi makan sendiri deh ;w;). Gak lama kemudian Anggit, Rumy (yang ternyata bablas tidur) dan pasukan PHP; Galant, Iqbal alias Kobol dan Pijar dateng (btw gue gak tahu mereka ikut bukber). Kami nostalgia dikit (YAELAH BARU JUGA LULUS), ngomongin soal project, kuliah etc.
Melihat suasana ramai ini, membuat gue merasa masih jadi bagian dari SMK 3. Seolah besok kami masuk sekolah seperti biasa; ngantri di finger scanner untuk absen. Berkutat denga script, storyboard, layout. Ngantri untuk scanning gambar di lab. Animasi. Dengerin keluhan-keluhan soal pensil/penghapus yang ilang padahal baru ditinggal bentar. Bete kalau tiba-tiba Photoshop/Flash/Illustrator not responding, atau ketutup sendiri padahal belum disimpen. Rebutan tempat charge laptop di lab. Kalang kabut h-1 deadline tugas produktif animasi. Mohon-mohon deadline tugas dimundurin. Nonton film saat freeclass. Protes jika ada yang sengaja memutar lagu Finger Family (gara-garanya kami pernah dapet tugas bikin video clipnya dalam berbagai versi selama sebulan). Ngerjain soal-soal teori animasi yang kadang lebih pantes disebut ‘survei’ karena ngejawabnya pake mood (contoh: Mana yang lebih mudah digambar, rumput atau pohon? Serius soal kayak gini beberapa kali keluar uhuhu). Ngelempar pertanyaan-pertanyaan gak masuk akal ke temen yang lagi presentasi. Hunting foto aib. Ngeluhin matematika-fisika-kimia. Dan memori-memori yang gak mungkin gue sebutkan semua.
(LAH JADI FLASHBACK)
.
Zakia menginterupsi gue yang lagi ngisi energi dengan spagethi seharga 14 juta. Dia minta dianterin ke toilet, gue mengiyakan. Tapi sampe di toilet, dia tiba-tiba ngebatalin dengan alasan toiletnya serem (ini apa) dan ngajak gue balik ke meja.
Tiba di meja, gue lihat sekotak donat dan dua bungkus kado.
…
“Saengil chukha hamnida! HBD PIRUUUL.”
I was like …
“HWAAA TELAT TELAT.”
HAHAHA. Kaget. Jadi ini yang bikin Zakia ngomel-ngomel sampe gue berantem sama adek sendiri. Dasar emang =w=
Gue membolak-balik dua kado, teringat kado setahun lalu, “Ini bukan batu kan?”
“BUKAN KOK BUKAN.”
“Ini yang ultah kobol ya? Yeee HBD Kobol!”
*kemudian nyebar hoax di bbm*
.
.
.
Enggak ada lilin seperti tahun lalu. Tapi masih ada satu hal yang gue harap abadi; kebersamaan.
***
Kami pulang jam setengah 10. Begitu sampai rumah, pertama yang gue buka adalah kotak bunga-bunga :>
.
.
.
Ternyata isinya batu.
Kenapa temen gue hobi ngasih batu sih. Lama-lama gue ngebangun rumah nih kalo tiap taun dapet batu ;-;
Gue buka kado kedua. Bulu-bulu pelangi yang pertama terlihat. Gue siap-siap teriak “KEMOCENG!”, tapi syukurlah enggak. Ternyata boneka hello kitty :’>
***
Uhuhu makasih semuanya :’> I’m glad you’re all alive :’>
Ada hal yang membuat gue tercenung lama begitu bangun lagi setelah tidur habis subuh.
21 Juni kali ini mendeklarasikan umur gue yang ke-17. Gue meringkuk di kasur, berbagai ketakutan akan masa depan lagi-lagi muncul. Takut nantinya gue enggak bisa bertahan hidup, takut cita-cita gue enggak tercapai … takut ini, takut itu. Ketakutan yang timbul-tenggelam sejak umur 15, yang kerap datang bersama penyesalan. Ah.
Tapi doa-doa yang datang memberi harapan baru untuk gue. Berharap gue lebih semangat dan gigih untuk meraih cita-cita. Berharap gue menjadi orang yang lebih baik dan bermanfaat. Semoga harapan ini, semangat ini tak pernah padam, ya.
Terima kasih banyak untuk doa-doanya!
***
Hal yang paling berkesan di ultah gue adalah kejutan dari teman-teman sekolah. Waktu itu gue habis shalat maghrib, hendak keluar kamar dan turun ke lantai bawah. Tapi suara familiar yang memanggil membuat gue menuju balkon. Ada sebentuk cahaya dan beberapa sosok di depan rumah. Penerangan gang yang minim membuat gue butuh beberapa detik untuk mengetahui apa yang terjadi.
Gue tersentak, seiring Anggit yang berteriak “CEPETAN TURUN!”. Gue turun tangga dan disambut dengan nyanyian selamat ulangtahun begitu keluar. Zakia memegang kue yang lilinnya diidupin ulang gara-gara gue kelamaan diem. Shock dengan mereka yang datang tanpa bilang-bilang, begitu tiba-tiba (Mereka nuntun motor dari depan gang rumah biar gue enggak tahu btw). Sejak pagi mereka enggak nongol di RU BBM, enggak ngucapin sama sekali. Kemarennya juga gue dimarahin sama Zakia & Zidan (sebenernya gue gak ngerasa dimarahin Zidan sih, abis dia kocak ngomongnya -_- Lo gagal Dan)
Setelah niup lilin, gue mempersilakan teman-teman-gue-yang-sangat-sweet-ini; Anggit, Zakia, Citra, Eka, Kia, Hani, Mario, Rifky, Pijar dan Zidan masuk. Kami foto-foto + makan. Mereka menunjukan video persiapan acara ini, dan bercerita bahwa kado yang mereka bawa sudah dipesan seminggu yang lalu. Mereka ke Bogor demi kado yang dibungkus kotak pink itu.
-BRB nangis-
Dan kemarin, gue buka puasa bareng Giting di rumah Nisyah. Giting adalah pasukan gue sejak SD yang terdiri dari Salsa, Nabilla, Putri dan Nisyah. Keseharian kamilah yang menginspirasi gue untuk menulis buku KKPK Liontin Amery. Daaan yang pernah baca blog gue, baik yang ini maupun yang udah expired; firameutia.co.cc, pasti sering menemukan nama-nama di atas.
Sebelum makan mi ayam, kami shalat maghrib. Rencana awal, dua orang-dua orang yang shalat (Salsa lagi halangan). Eh, Nisyah ngasihtau ada mukena satu lagi. Gue sama Nabilla langsung lari ke kamar mandi, rebutan wudhu …. yang menang Nabilla. Kan ngeselin. Gue gak mau shalat sendiri, takut digangguin sama mereka soalnya T_T
Gue duduk lemas di sofa ruang TV, tempat kami berkumpul sejak jam 5 sore. Di arah jam 3 dari posisi gue, 3 makhluk langka tersebut siap-siap shalat. Tiba-tiba ibunya Nisyah datang (mungkin gara-gara denger keributan gue sama Nabilla tadi), menyodorkan mukena. Gue meminta mereka menunggu gue berwudhu … tapi tetep aja mereka shalat -_____-
Mereka inisiatif ninggalin ruang TV saat gue shalat. Suasana begitu damai tanpa huru-hara yang biasa mereka timbulkan /?.
Gue merasakan kehadiran mereka ketika melipat mukena. Ketika gue menoleh, mereka berdiri dengan Salsa memegang sepiring bola-bola coklat. Selanjutnya bisa kalian tebak. Mereka bernyanyi, gue meniup lilin khayalan biar greget.
Tadaaa, ini foto-fotonya!
Zakia yang megang kue~
Pas otwt rumah gue :> Anggit (yang jadi tongsisnya. Temen sebangku dari kelas 10, entar sebangku lagi untuk yang ke-tiga tahun), Citra (kerudung oranye. Temen terjatuh -dia sering jatuh soalnya huaa), Zakia (yang maskeran, temen semotor dari kelas 10 yang sabar ngadepin kengaretan gue, sampe agak ketularan coba -_-), Eka (yang pake kacamata. Stiker-line-gratis-hunter-yang-butuh-koin :<), Kia (anak Administrasi Perkantoran (AP), temen jejepangan yang pernah gue susupin banyak anime ke flashdisknya), Pijar (si engkong wakaka. Insya Allah sekelas lagi di kelas 12) dan Rifky (si jaket biru, temen yang suka gue palakin anime. Calon anak 3D).
Itu yang pake jaket biru tua namanya Hani, anak AP yang segang sama gue. Gue … yang rambutnya kayak Taylor Swift jaman dulu /ngarep
Zidan yang pake jaket putih-item-kuning, temen buat ngegunjingin Taylor Swift dan temen PKL di MAS. Gak pernah sekelas sama gue LOL. Mario yang pake jam tangan, temen SMP sekaligus temen sekelasnya Zidan. Maap aib :>
PBC; Pink Berry Club. Nama pasukan gue, Anggit, Zakia, Eka, Citra & Rumy. Kami sekelas di XI.Animasi 2 dan bakal sekelas lagi di kelas 3 XD (Rumy anak baru btw) Namanya diambil dari seri buku gue, PBC Serenade ;v
GITING: yang jadi tongsis, Nabilla (yang lagi nunggu hasil tes masuk univ fakultas kedokteran, masuk kelas akselerasi di SMA), Salsa (kerudung abu-abu. Santri di Gontor yang malah makin mablang bukannya alim :<), Putri (kerudung biru, temen nganime yang gak gampang kenyang) dan Nisyah (gamer berkacamata, ketua suku giting, bandar mi ayam keju /?).
BTW kami sering main tapi poto-poto kami dikit
.
.
.
EH SEKALINYA POTO JADI AIB.
Aaa ini Tsumugu, idola gue :> digambar oleh Galant, temen sekelas sejak kelas 10. Dia pernah bikin fanart kaver PBC Serenade loh~ ke http://tadadart.deviantart.com aja kalo mau liat (tuh gue baik kan mz udah promosiin)
***
Sampai sekarang, gue masih bertanya. Gue nyebelin, tukang ngaret dan punya banyak kejelekan, tapi orang-orang di sekeliling gue melakukan hal-hal manis yang bikin mau nangis (ini daritadi gue nahan nangis).
Sekali lagi, terimakasih doa-doanya. Bunda, Ayah, teman-teman …. I’m so glad you’re here. Walaupun Firmut cuma bilang makasih, percayalah Firmut senang sekali dan berharap kalian juga menjadi lebih baik XD
***
EHH BENTAR DULUUU
Ini hadiah yang dicari sampe ke Bogor. Makasih ya udah bikin ketawa bahkan pas kalian udah ga ada /maksudnya pas kalian udah pulang. Ini enggak ada yang jual loh :>
Well, surprise dari sahabat itu gak ada yang jual.