My boyfriend is my bestfriend. 😄

pixel skylines
Cosimo Galluzzi
d e v o n
will byers stan first human second
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

if i look back, i am lost
DEAR READER
Keni

Andulka
Alisa U Zemlji Chuda
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

No title available
Sade Olutola
No title available

❣ Chile in a Photography ❣
$LAYYYTER

tannertan36
Misplaced Lens Cap

seen from Philippines
seen from Germany
seen from Egypt

seen from Kyrgyzstan

seen from United States
seen from Kyrgyzstan
seen from Kyrgyzstan

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Australia
seen from United States

seen from South Africa

seen from United Kingdom
seen from United States
@firlinabilaa-blog
My boyfriend is my bestfriend. 😄
Coffee road, minum kopi murah di jalanan. Harganya cuma Rp 5 ribu segelas mau panas mau dingin. Cuma ada empat jenis kopi yang langsung dibeli sama petani lokal. Rasanya nggak kalah jauh dari kedai kopi di Jakarta. Wajib coba robusta bengkulu kalo ketemu coffee road. Terima kasih Mas Dayu kopi enaknya. Sukses terus! #coffeeroad #coffeeroad26 #kopiindonesia (at Yogyakarta)
Seneng banget bisa nonton konser Menanti Arah di momen 20 tahun berkarya Bung @glennfredly309 sampai sekarang masih kebayang serunya konser kemarin, Sabtu (17/10/2015). Dia selalu berhasil bikin perasaan penonton terkoyak-koyak dari seneng, jatuh cinta, ingat masa lalu, sampai galau. Terlalu keren! Terima kasih konser kerennya! Di konser 17 tahun berdoa semoga nanti ada konser lagi, dan di 20 tahun ini bisa dateng. Sekarang berdoa lagi semoga nanti ada konser 25 tahun berkarya! Amin. 😊 #glennfredlykonser #konsermenantiarah #indonesiansinger (at Istora Senayan)
Falling in love with these girls, Alana, Este, and Danielle. They're HAIM, an American pop rock band from Los Angeles.
Orang-orang cuma cukup tahu kamu terus berbahagia. Selebihnya simpan sendiri saja. Jangan umbar sedihmu.
Mie mirip rasa Kari Ayam. Mirip emang sih. #mixdinner #miemirip (at Mix Dinner and Florist Restorant)
Inget banget foto ini baru selesai mandi disuruh buru-buru, rambut lepek banget, muka cemong bedak. Foto dengan gaya natural banget ini sih bersama adik-adik. 😀🌞 #chilhoodmemories #family (at Makassar)
This is happiness. 🍻🙆 #northpolecafe #icecream #kulinerpik (at North Pole Cafe)
Terima kasih atas waktunya. Sampai ketemu lagi di akhir pekan, Akurat Cipta Negara. 👫 #meandAkurat (at Anomali Coffee Menteng)
Coffee and you. That's perfect! 🙌 #anomalicoffee #kedaikopi #coffeeshop (at Anomali Coffee Menteng)
"Enjoy your philosophy of the day." -filosofi kopi. #kedaifilosofikopi #filosofikopi #filkop (at Kedai Filosofi Kopi)
Berasa ada di filmnya. Kedai Filosofi Kopi, Melawai, Jakarta, Indonesia. #filosofikopi #filkop #kedaifilosofikopi (at Filosofi Kopi, Melawai)
My favorite part. "When people hate you, love them back," - Diana Rikasari. #88lovelife
Untitled.
Suatu hari bertemu dengan seorang teman laki-laki............si laki-laki umpamakan si A dan saya si B.
A: Ehh apa kabar lo?
B: Baik dong. Tumben baru keliatan.
A: Iya dong gue kan sibuk. Lo masih kerja di sana (salah satu media online)?
B: Masih dong, Alhamdulillah betah. Lo gimana?
A: Ya ampun lo kok masih betah sih di sana. Si C aja sekarang udah tampil di televisi mulu, wara-wiri, ke sana kemari, gue sering nonton dia. Ah payah lo, masa di sana mulu.
B: *tertegun*
Cuma mau bilang, setiap orang punya passion masing-masing. Nggak bisa disamaratakan begitu aja.
Fase Hidup
Lulus kuliah? Gue kerja di mana? Tetep jadi jurnalis apa nggak? Cocok nggak ya di sini? Gue bisa nggak ya? Kapan gue harus pindah dari kantor ini? Pertanyaan demi pertanyaan seperti itu pernah terlontar di pikiran gue. Untungnya satu persatu udah bisa terjawab. Kecuali pertanyaan terakhir kali ya. Dunia Kerja Masuk dunia kerja fase hidup baru buat gue. Meskipun beberapa kali magang, tetep aja rasanya masih polos banget. Udah setahun kerja sebagai penulis artikel rasanya seneng malah berasa kayak nggak kerja. Ya walaupun kadang ide mentok mau nulis apa karena bahan berita Hollywood sepi banget (jadi curhat kan). Setahun ngerasain jadi pegawai beneran bukan anak magang. Hampir setiap hari selalu ada tantangan dan setiap hari juga belajar terus. Entah kenapa selalu ngerasa masih butuh bimbingan. Haus belajar. Galau tentang ini itu dan sebagainya. Tapi kegalauan pelan-pelan terjawab. Setahun berlalu, rasanya pengin ada yang berubah. Pengin sesuatu yang baru dan balik lagi dengan pertanyaan "kapan waktu yang tepat buat pindah?". Para senior bilang dipikirin yang matang. Senior yang lain bilang cari tantangan selagi masih muda. Yang gue ambil dari beberapa obrolan adalah harus tau apa yang mau didapat dan dikejar. Jadi bisa fokus dijalur yang sesuai. Jadi inget jaman kuliah.... Pertanyaan di dunia kerja sama kayak jaman kuliah dulu. Tahun pertama kuliah dengar kata skripsi itu berasa kayak mau kiamat (astagfirullah). Banyak pertanyaan yang muter dikepala kayak gini: "Skripsi? Duh nggak kebayang deh. Apa yang dibahas? Terus setebal itu harus diisi dengan apa? Ngerangkai kata-katanya gimana? Susah nggak sih skripsi? Kalo nggak lulus gimana?" Dan tibalah semester akhir dimana harus mulai berajar seminar kemudian ambil skripsi. Pelan-pelan terjawab kalau skripsi nggak serumit yang dibayangkan. Pelan-pelan juga skripsi akhirnya selesai. Mungkin fase hidup di dunia kerja dengan segudang pertanyaan juga bakal terjawab pelan-pelan seiring dengan berjalannya waktu. Jangan takut! Yang pasti, keep focus to reach our dreams! 😀 Jakarta, 25 Maret 2015.
Selamat 4 Tahun!
16 Maret 2015 tepat empat tahun gue sama pacar gue, Akurat Cipta Negara. Cowok yang gue kenal semasa kuliah. Dari tahun ke tahun Alhamdulillah selalu ada perubahan. Dan pastinya cerita yang berbeda.
Empat tahun? Nggak gampanglah pacaran selama itu. Butuh kesabaran, kenyamanan, dan kepercayaan. Tentunya diluar rasa peduli, saling pengertian serta perhatian, dan masih banyak unsur lain. Satu hal yang pasti butuh perjuangan sama-sama buat wujudin impian kita berdua.
Empat tahun banyak yang berubah. Baik dari diri gue sendiri maupun Akurat.
Kalo biasanya gue yang getol nyiapin kejutan tiga tahun terakhir, bikin sesuatu buatan tangan sendiri atau apalah yang penting nggak dibeli. Tahun ini gue bisa dibilang cuek. Beda sama Akurat yang ternyata nyiapin segala sesuatunya dengan sempurna. Ya sem-pur-na.
Beberapa bulan sebelumnya kami udah diskusi mau ngerayain gimana empat tahunan ini. Karena buat kami, 16 March is so special hihihi. Janjian buat dinner pun disepakati. Tempat favorite juga udah disiapin, tapi gue tanggapin biasa aja. Takut kecewa nantinya. Hahaha.
Hari yang ditunggu-tunggu pun datang, 16 Maret 2015. Yeay! Selamat empat tahun, sayangku.
Jatuh di hari Senin. Kita masih sama-sama kerja. Apalagi gue yang jam pulangnya bisa lewat karena kerjaan nulis artikel belum selesai. Hari itu ada aja halangannya. Janjian jam 8, Akurat pun udah di depan kantor gue. Tapi gue masih berkutat dengan artikel gosip. Oke, ngaret sejam. Baru ketemu jam 9.
Pas ketemu, mukanya udah bete dan males banget sama gue. Dengan rasa nggak enak hati, gue minta maaf berulang kali. Tapi dia diam aja dan ngebut parah. Gue tanya mau kemana dia bilang, “kamu tuh udah telat, nggak usah rewel, diem aja!” Oke baiklah. Jadi gue yang bete digituin. Hehehehe.
Gue perhatiin jalannya kayak menuju ke Black House Jakarta di bilangan Kebayoran Baru, deket PTIK. Deket dong dari kantor. Perasaan gue nggak enak gitu karena pas nyampe pelayan yang bukain pintu udah senyum-senyum kayak ngasih tanda. Muka lusuh, capek, dandanan kucel, duh berasa nggak banget deh.
Pas masuk gue tanya mau di area apa, nggak dijawab juga sama Akurat si botak gendut yang ngeselin (tapi aku cinta hehehe). Tibalah di lantai 3 Black House, Music Area. Pas nyampe gue bengong liat apa yang ada di atas meja. Ada sebuket bunga mawar yg terdiri dari enam mawar putih dan sepuluh mawar merah, kartu ucapan, dan toples isinya 69 kalimat kenangan-kenangan kita. Bahagia? Jelas! Mau nangis? Pasti! Terharu banget dia ngelakuin gitu. Kaget? Banget. Salah tingkah? Udah jangan tanya, sampe gue bingung harus gimana dan hanya bengong berkaca-kaca.
Dia bisikin gue, “Selamat empat tahun, Fir!” (Ahhhhh rasanya pengun lompat-lompat ke tangga macam parkour gitu sambil lari teriak-teriak. Seneng parah!)
Kejutannya belum habis ternyata. Mas waiters rapi lengkap dengan dasi kupu-kupunya setia melayani kami. Ditengah obrolan sama Akurat, mas itu dateng bawa sepotong kue coklat dipiring besar ada lilinnya empat dengan tulisan “March 16th.” Asli kaget banget. Berkaca-kaca lagi.
Kaget banget sama apa yang dilakuin Akurat. Karena aslinya dia cuek abis, nggak ada romantis-romantisnya. Tapi malam itu dia jadi pria paling romantis buat gue. Ditengah obrolan lagi, mas waiters datang lagi, bawa kantongan bertuliskan salah satu merek pakaian ternama. Dan ya, isinya adalah sesuatu yang gue pengin banget. Parka! Ahhh berkaca-kaca lagi. Tapi kali ini nangis saking senangnya.
Senin, 16 Maret 2015 bisa dibilang salah satu momen paling berharga dalam hidup gue. Terima kasih Akurat Cipta Negara. After my daddy, you’re the best man i ever had. Can’t described how i felt in our anniversary day. You did it!
Hopefully, our dreams will be come true. For me, you are more than my boyfriend. I love you.
Tulisan bahagia yang ditulis oleh,
Perempuanmu yang egois dan nyebelin. Jakarta, 22 Maret 2015.
When blue meet silver and never felt wrong to wear stripes. #latepost #ootd #ogahogahtapidemen #myrubylicious #bluepants #silvershoes